Perang Yaman: AS Bisa Hentikan Dukungan ke Saudi

Sistem rudal Patriot Arab Saudi yang dibeli dari Amerika Serikat. (Qrmoo3 via commons.wikimedia.org)

Moskow, Jakartagreater.com – Pentagon telah memperingatkan Arab Saudi agar menarik militer dan dukungan intelijennya dalam operasi melawan pemberontak Houthi di Yaman, setelah puluhan warga sipil tewas dalam serangan di bus sekolah pada awal bulan ini, ujar media yang mengutip pejabat, Selasa, 28-8-2018, dirilis Sputniknews.com.

Serangan udara yang dilakukan oleh koalisi pimpinan Saudi di Saada, Provinsi Utara Yaman, menghantam bus yang membawa anak-anak dari kamp musim panas pada 9 Agustus 2018, menewaskan 51 orang, termasuk 40 anak di bawah umur.

Penyiar CNN telah mengetahui bahwa Menteri Pertahanan AS James Mattis dan Kepala operasi militer AS di Timur Tengah, Jenderal Joseph Votel, khawatir bahwa Washington mendukung kampanye serangan udara pimpinan Saudi yang menewaskan banyak warga sipil.

Menurut penyiar itu, dukungan militer dan intelijen AS ke Riyadh dapat dikurangi kecuali Saudi berusaha mencegah kematian warga sipil dalam kampanyenya di Yaman.

Juru bicara Pentagon, Letnan Cmdr. Rebecca Rebarich mengatakan kepada Sputnik pada 16 Agustus 2018 bahwa Departemen Pertahanan AS bekerja dengan Kongres tentang masalah keterlibatan militer AS dalam serangan di Yaman.

Yaman telah dilanda konflik bersenjata antara pemerintah yang dipimpin oleh Presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi dan pemberontak Houthi sejak 2015. Koalisi yang dipimpin Saudi sebagian besar negara-negara Teluk Persia telah melakukan serangan udara terhadap Houthis atas permintaan Hadi sejak Maret 2015.

Tinggalkan komentar