Mar 192018
 

Jet tempur F-15i Ra’am Angkatan Udara Israel (IAF) © US Air Force via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Jet tempur Israel melakukan serangan udara terhadap beberapa target Hamas di Jalur Gaza pada malam Minggu. Serangan dilaksanakan beberapa jam setelah sebuah bom meledak di luar pagar perbatasan yang memisahkan zona kantong Palestina dari wilayah pemukiman Yahudi, seperti dilansir dari laman Press TV.

Sebelumnya pada hari Sabtu, setidaknya seorang warga Palestina menderita luka-luka ketika tank-tank Israel menghancurkan pos pengamatan Hamas di bagian timur Jalur Gaza untuk menanggapi pemboman tersebut.

Hari Minggu, komando militer Israel mengatakan bahwa pasukannya yang ditempatkan di sepanjang perbatasan Israel dengan Jalur Gaza telah menggagalkan upaya kelompok militan Hamas untuk membangun kembali sebuah terowongan di dekat perbatasan Kerem Shalom.

Blokade militer Israel yang terus berlanjut di Jalur Gaza telah menyebabkan penurunan standar hidup penduduk di kantong tersebut, sehingga mengakibatkan meningkatnya angka pengangguran dan kemiskinan yang belum pernah terjadi sebelumnya, menurut Press TV.

Jumlah serangan Hamas terhadap Israel dan serangan udara balasan oleh Israel telah meningkat menyusul keputusan kontroversial oleh Presiden AS Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota negara Yahudi tersebut.

Pada bulan Desember 2017, Hamas menanggapi keputusan Trump tersebut dengan mengumumkan dimulainya gerakan “intifada” ketiga. Intifada sebelumnya pada tahun 1987-1991 dan 2000-2005 telah mengakibatkan ratusan warga Israel serta ribuan warga Palestina tewas.