Mar 202017
 

Hindustan Aeronautics Limited (HAL) akan menyerahkan outsourced perakitan dan produksi komponen-komponen pesawat tempur ringan LCA Tejas kepada perusahaan swasta India sebagai bagian dari ‘Program Tiga Cabang’ untuk mempercepat produksi Tejas.

“Kami akan mendapatkan (body dan sayap pesawat) yang dibuat oleh perusahaan swasta, dan HAL di masa depan hanya akan menjadi integrator. Kami telah menyerahkan produksi body dan sayap pesawat kepada tiga perusahaan dan harus sudah dikirimkan dalam waktu dua tahun, “ungkap T Suvarna Raju, Chairman dan Managing Director dari Hindustan Aeronautics Limited (HAL) seperti dikutip oleh The Tribune hari Senin.

HAL mendapatkan order untuk memproduksi 123 unit Tejas dalam dua varian dan saat ini HAL hanya memiliki kapasitas membangun delapan jet tempur per tahun.

Raju mengatakan, “Tingkat produksi akan terlihat meningkat pada tahun 2018 ketika kita akan dapat memberikan 16 pesawat per tahun di bawah proyek perluasan Rs 1300 crore (di fasilitas HAL di Bangalore).”

“Bagian kedua dari rencana peningkatan produksi adalah dengan menggunakan fasilitas pesawat latih Hawk yang sudah ada dan pilot project sudah dimulai,” tambah Raju.

Bagian ketiga adalah melibatkan perusahaan swasta untuk bekerjasama sehingga mengubah HAL menjadi integrator, sebuah konsep yang diadopsi oleh produsen asing terkemuka. Ini akan berarti 123 armada Tejas dapat diserahkan lebih awal dari yang direncanakan.

Angkatan Udara India (IAF) saat ini mengoperasikan 33 skuadron (dengan 16-18 pesawat tempur) dari seharusnya 42 skuadron yang dibutuhkan untuk secara efektif menghadapi dua front sekaligus yakni Pakistan dan China.
Defenceworld
Editor : Muhidin

Bagikan Artikel:

  52 Responses to “Percepat Produksi Tejas, India Gandeng Tiga Perusahaan Swasta”

  1. Mudah-mudahan Indonesia nggak beli pesawat ini

  2. Rasional dari sisi harga alias budget..

    Lagi pula yg membuka pintu untuk Tejas kan bukan saya Om :D tetapi saya mengerti mungkin mereka sdh capek juga kali wkwkwk

    • Pecuma harga murah tapi spek masih rendah.. percuma juga punya pespur banyak tapi jika Light Fighter buat apa…Hancur tuh Tejas kalau ketemu Pespur Tetangga

      • JF-17 😆
        Gw kagum sama pespur itu soalnya 11-12 kaya F-16.

      • Memangnya spek SUKHOI Indonesia dan Malaysia sama?? atau spek F-16 Indonesia vs F-18 Malaysia sama ???

        Jauhhh kaleeeeee :D:D

        Tejas itu radarnya sdh AESA loh jauh dari Sukhoi yg kita punya dan sdh ada HMDS. Bisa menggunakan rudal gado2… Python-5 dari Israel atau Vympel R-77 / R-73 dari Rusia.. Plus murah meriah dan bebas embargo..

        Mana ada pesawat yg seperti ini?

        • Cuma beda sedikit aja Su-30 MK2 sama MKM.. Rusia sudah sedikit mendowngrade kemampuan MKM agar tidak Sehabat MKI.. Karena Rusia takut jika teknologi Pesawatnya Jatuh ke Barat…. untuk gado2 Su-30 MK2 juga bisa… lha Itu punya Vietnam Juga di kasih Python-5

          • Sedikit? baiklah..
            MKM (Flanker-G) Malaysia itu dikembangkan dari Su-30MKI India. MKM menggunakan “sedikit tambahan” fuselage, TVC AL-31FP, sistem kendali fly by wire, Radar N011M, sistem optronik pasif IRST OLS-30 yang mampu mendeteksi sasaran di udara sejauh 90 km dari belakang, atau 50 km dari depan, jammer Knirti SAP-518 dll.

            Begitulah sedikit kemampuan MKM wkwkwk

        • Kalo gue bilang Sukhoi Indonesia lebih canggih dr Sukhoi Malaysia, ente pasti gak percayakan. Kalo ente gak percaya, yuk mari kita buktikan. Pertama kita pergi AirBase Sukhoi malon lalu kita foto jeroannya. Trus kita ke Lanud Hasanuddin kita foto jg jeroannya, baru kita bandingkan. Asal ente bisa urus ijin masuknya, minggu depan kita berangkat buat buktikannya. Gimane bro…????

          Radar AESA ente bangga in. Pake ilmu kodok ajalah ngejelasinnya. Kodok nunggu sasaran yg terbang mendekat begitu sampe jangkauan lidahnya…..sreeeetttt langsung tuh lalat yg terbang keba caplok.
          Yg satu sibuk nyari, sementara yg satu diem doank. Begitu yg nyari nangkap sinyal yg diem udah keburu kena samber kodok….xixixi

          • Ya sudah saya mengalah deh ga perlu radar AESA. Biar pake darto aje pake ilmu kodok TD-2000 bisa nembak F-16 dan raptor

            BTW, ngomong2 Rusia bikin radar AESA loh namanya Radar Byelka. Ngapain yak Rusia bikin radar ginian kalo menurut kita gak ada gunanya. Mungkin Radar Byelka digunakan Om Putin buat nangkap kodok kali yakkk

          • MKM memang di kembangan dari MKI tapi MKM downgradenya MKI anda masih gk percaya… Rusia sangat hati2 dalam menjual Produknya ke negara yg notabenya dekat dgn barat.. mana mungkin rusia mau teknologi pespurnya jatuh ke barat…

          • Anda salah sebenarnya rusia dah punya radar PESA yaitu AESAnya Rusia.. https://en.m.wikipedia.org/wiki/Passive_electronically_scanned_array

          • Coba dibaca-baca terlebih dahulu perbedaan antara pasif dan aktif :D

            Jika anda menyebut Radar Irbis-E PESA (passive electronically scanned array) adalah radar AESA nya rusia lalu radar dengan spek di bawah apa?

            Radar Phazotron-NIIR Zhuk-ME AESA (Active Electronically Scanned Array)

          • PESA beda lah dengan AESA, Nih saya kasih list radar AESA milik Rusia (Selain byelka)

            Zhuk-MA/MAE
            Zhuk-A/AE
            FGA-35(3D)
            Zhuk-AM/AME
            Zhuk-AU/AUE

          • @Jimmy. Beda bung PESA dan AESA, tuh di atas sdh saya tulis List Radar AESA milik Rusia

          • Jangan2 bung jimmy Sales Tejas yang sedang menyamar masa tidak tahu barang jualannya sendiri..

            *curiga.com*

          • Bung Marpuah
            Jawaban anda melintir sana mlintir sini kaya gasing.
            Gak ada yg bilang radar AESA gak ada gunanya. Apalagi ngomongin radar moto segala.
            Yg dibahaskan keunggulan PESA dr AESA. Radar AEsa unggul krn masing2 modulnya bergerak sendiri2 menscaning, sehingga kemungkina mendeteksi lebih cepat. Namun jika AESa jangkauan endusnya cuma 250 km sementara PESA bisa 350 km tentulah kemungkinan cepat mengeksekusi. Makanya jangkauan AESA diperjauh lg.
            Ngejelasin gitu aja udah ngambek spt anak TK gak dpt permen…xixixi

          • Iya nih gua salah baca…gua kira tadi Pesa… kalau gk salah…N036 Byelka untuk T-50 pak fa

          • PESA radar jadul bos, beli APG-68V9 aja yg udah terbukti AESA.
            belinya bisa ketengan, klo dana cekak.

          • Bang ruskey lagi mens yak sensi amat yg pake istilah ilmu kodok kan ente duluan wkwkwk

          • Salah satu keunggulan utama AESA adalah Logistics dan SWAP (Seize,Weight,Power)

          • Tapi untuk jarak lebih jauh PESA daripada AESA

          • om APG-79 om, bisa sampai 500km dan mampu mendeteksi RCS 1 meter2 pada jarak 190km

          • @F16
            Woah beneran tuh apg79 tembus 500km?
            Jika APG79 tembus 500km, lalu bagaimana dengan radar terbaru AS yaitu AESA APG-82(V)1???

          • Saya memang kurang tau jangkauan Radar APG famili, Karna pihak Raytheon di situs resmi mereka, tdk pernah mengatakan detail jangkauan Radar APG mereka yg terbaru, yaitu APG-82

          • Pakai yg pasti2 ajalah mas broh,
            di USA utk F-16 sudah ada kepastian utk mengupgrade ke APG-68v9 ditambah pod Sniper.
            sedang utk F-15C juga sudah ada kepastian utk mengupgrade ke APG-63v3
            krn mereka lebih suka pakai yg betelpropen.
            utk F-15 varian baru, bisa pakai APG-82v1

  3. Saya gak berani komentar klo utk yg satu ini, soalnya ranahnya bung@Anu.
    Kalo saya nimbrung komentar, takutnya langsung dibilang ” Apa liat liat “….xixixi
    Tejas foreverrrr….

    • Tejas pesawat Gentleman yg menjunjung tinggi nilai kebebasan berpendapat (kecuali ama jf sulfur)
      dan tidak akan sedikitpun melukai hati dan perasaan perempuan…
      apalagi yg kumisan

      xaxaxaxa

  4. Tenang saja bung indonesia akan membeli Tejas, pada saat FA 50 atau F 16 berumur.

  5. “apa luh petantang-petenteng liat2 gua”

    cuma nyampein salam dari SU-35 terkait foto diatas

  6. sebenarnya bisa dia aduin..FA 50 dengan Teja..mana yang lebih baik..??
    walau secara brosur, tejas multirole kalau fa50 blum multirole..kalau tidak salah…

    • Diatas kertas, Tejas lebih unggul dari T/FA-50

    • HAL Tejas Mk.1 Technical Specifications

      Service Year: 2016
      Type: Multirole Fighter Aircraft
      National Origin: India
      Manufacturer(s): Hindustan Aeronautics Limited (HAL) – India
      Production Total: 30

      Structural (Crew Space, Dimensions and Weights)

      Operating Crew: 1
      Length: 43.31 feet (13.2 meters)
      Width: 26.90 feet (8.20 meters)
      Height: 14.44 feet (4.40 meters)
      Weight (Empty): 14,462 lb (6,560 kg)
      Weight (MTOW): 29,762 lb (13,500 kg)

      Installed Power and Standard Day Performance

      Engine(s): 1 x General Electric F404-GE-IN20 afterburning turbofan engine developing 19,000 lb thrust.
      Maximum Speed: 1,370 mph (2,205 kph; 1,191 knots)
      Maximum Range: 1,056 miles (1,700 km)
      Service Ceiling: 52,493 feet (16,000 meters; 9.94 miles)

      Armament / Mission Payload

      STANDARD:1 x 23mm GSh-23 twin-barrel internal cannon.OPTIONAL:Air-to-air, air-to-surface, laser-guided and conventional drop/launch ordnance as needed. External fuel and LITENING targeting pod can replace some weapon systems at certain hardpoints.

      Global Operators / Customers

      India

      Model Variants (Including Prototypes)

      “Tejas” – Base Series Name
      TD-1 – Technology Demonstrator
      TD-2 – Technology Demonstrator
      TV-1 – Prototype
      PV-2 – Prototype
      PV-3 – Prototype; basis of first production version.
      PV-4 – Proposed naval version; becoming second production version.
      PV-5 – Dual Fighter-Trainer Platform
      NP-1 – Naval Two-Seat Variant
      NP-2 – Naval Single-Seat Variant
      LSP-1 – Limited Series Production Model
      LSP-2 – Limited Series Production Model; fitted with 1 x GE-404-IN20 series turbofan engine.
      LSP-3 – Limited Series Production Model; fitted with Hybrid MMR radar system.
      LSP-4 – Limited Series Production Model; Indian Air Force standard; fitted with MMR radar system, IFF and Countermeasure Dispensing System.
      LSP-5 – Limited Series Production Model; fitted with all sensors and auto-pilot system.LSP-6 – Limited Series Production Model; test platform.
      LSP-7 – Limited Series Production Model; evaluation model for IAF.
      LSP-8 – Limited Series Production Model; evaluation model for IAF.
      Tejas Trainer – Proposed Two-Seat Trainer Conversion Model based on production single-seat version.
      Tejas Navy – Proposed Navalized single-seat Tejas; reinforced airframe and undercarriage; revised downward-sloped nose for improved ground visibility.
      Tejas Mk.1 – Initial production model with GE F404-IN20 turbofan engine of 19,000lb thrust output; limited attack capabilities.
      Tejas Mk.1A – Interim model with improved capabilities bridging gap to Mk.2 production model; Elta/HAL AESA radar fit; in-flight refueling capability; external self-defense jammer equipment; lightweight by 2,200lb; powered by GE 404 turbofan engine; first-flight expected in 2018.
      Tejas Mk.2 – More powerful, refined Tejas single-seat fighter; fitting uprated GE F414-INS6 turbofan engine; revised aerodynamic qualities.

      KAI T-50 / TA-50 Golden Eagle Technical Specifications

      Service Year: 2005
      Type: Advanced Jet Trainer / Light Attack Aircraft
      National Origin: South Korea
      Manufacturer(s): Korean Aerospace Industries (KAI) – South Korea / Lockheed Martin – USA
      Production Total: 82

      Structural (Crew Space, Dimensions and Weights)

      Operating Crew: 2
      Length: 42.59 feet (12.98 meters)
      Width: 30.09 feet (9.17 meters)
      Height: 15.68 feet (4.78 meters)
      Weight (Empty): 14,200 lb (6,441 kg)
      Weight (MTOW): 26,422 lb (11,985 kg)

      Installed Power and Standard Day Performance

      Engine(s): 1 x General Electric F404-102 turbofan engine developing 17,700 lb of thrust with afterburning.
      Maximum Speed: 990 mph (1,593 kph; 860 knots)
      Maximum Range: 1,150 miles (1,851 km)
      Service Ceiling: 47,999 feet (14,630 meters; 9.09 miles)

      Armament / Mission Payload

      STANDARD:1 x 20mm General Dynamics A-50 Vulcan gatling three-barrel cannon.2 x AIM-9 Sidewinder air-to-air missiles (wingtip mounts).
      OPTIONAL:
      6 x AGM-65 Maverick air-to-surface missiles
      CBU-58 Cluster Bombs
      Mk-20 Cluster Bombs
      LAU-3 Rocket Pods
      LAU-68 Rocket Pods
      Mk 82 General Purpose Bombs
      Mk 83 General Purpose Bombs
      Mk 84 General Purpose Bombs
      Guided Drop Bombs

      Global Operators / Customers

      Indonesia; Iraq; Philippines; South Korea; Thailand

      Model Variants (Including Prototypes)

      T-50 – Advanced Jet Trainer Designation; sans internal gun and radar system.
      T-50B – Designation reserved for the acrobatic mount of the Black Eagles team.
      TA-50 – “Fighter Lead-In” Attack Designation; internal 20mm cannon; air-to-air missile capability; external drop bomb capability; APG-67 radar.
      FA-50 – Light Attack Multi-Role Model; Day/Night Mission Capability; RWR, CMDS, FLIR an Tactical Data Link.
      T-50A MDS – Reserved US Military Designation should it decide to procure the T-50 platform.
      A-50 – Original designation of the FA-50.

  7. tejas is the best

  8. tejas sangat relevan buat negara dengan dana cekak selain itu teknologinya memang awesome

  9. “Kuambil bulu sebatang
    dari tempat yg terlarang
    kusambung dan kupintal jadi benang
    buat main layang-layang”

    daripada ribut iri hati mendingan nyanyi

  10. itu yg foto yg lg ngrakit kyk lg ronda

    • Biasan menghormati kelebihan bangsa lain jika dipikir2 kita masih mentok design pesawat kitiran dan ngecat heli sdh ngaku2 worldwide class bagaimana dengan india yg sudah bsia bikin pesawat tempur

  11. lalalalalala……..

  12. India itu masih tetangga kita, tepatnya di sebelah barat kita berbatasan dengan laut kita berbatasan dengan laut india rehee..

    meski pesawatnya masih standart, minimal india sudah punya jet tempur sendiri yg mereka bangun dengan pengetahuan mereka sendiri. untuk kemampuan jet tejas sendiri pasti akan terus bertambah bung sesuai dengan pengalaman para ilmuan india tersebut..

    saya berharap indonesia juga akan seperti itu…jepang sudah punya X-2 shinshin, India punya tejas, chinaaaaa…..ah sudahlahh..

  13. Tejas koq kgg pake engine karari ya,, apa blum propen kayak Wosan ?

 Leave a Reply