Apr 132017
 

Dibandingkan dengan Lockheed Martin F-35C, Boeing F/A-18E/F Super Hornet Blok III akan dapat mendeteksi dan melacak pesawat siluman dari jarak jauh memalui emisi panas mereka serta membawa banyak senjata eksternal juga kemampuan menempuh jarak yang lebih jauh, kata manajer program Boeing, Dan Gillian seperti dilansir dari Flight Global.

Dengan klaim mengisi dua celah kemampuan tersebut, Boeing percaya dapat melestarikan keberadaan F/A-18E/F di geladak kapal induk hingga tahun 2040 dan memperluas lini produksi di St Louis, Missouri, hingga ke tahun 2020.

Meskipun presiden AS Donald Trump pernah memberikan cuitan lewat akun twitter bahwa ia telah memerintahkan Boeing menawarkan upgrade Super Hornet yang akan “setara” dengan pesawat siluman F-35C, produsen yang berbasis di Chicago tersebut lebih suka memakai istilah “pelengkap”.

“Kami sudah merancang Super Hornet Blok 3 yang layak di masa depan dalam peperangan canggih seperti perencanaan Angkatan Laut AS untuk menggunakannya sebagai pelengkap untuk F-35, EA-18G Growler dan Northrop Grumman E-2D”, kata Gillian.

Super Hornet Blok III, sama seperti Blok II, ia akan dilengkapi dengan IRST21, sebuah pod sumbu dengan teleskop inframerah.

Dengan membuat klaim semacam itu, Gillian mempertanyakan pernyataan langsung yang dibuat oleh pesaingnya yaitu Lockheed Martin, terutama dalam hal kemampuan pencarian dan pelacakan inframerah (IRST) udara-ke-udara melalui pesawat siluman F-35C.

Lockheed mempromosikan sistem penargetan elektro-optik pada semua pesawat siluman F-35 yang dirancang dengan mode IRST udara-ke-udara, meskipun begitu IRST juga dapat digunakan untuk melacak target darat.

Ketika ditanya tentang sensor EOTS yang ada pada F-35, Gillian dengan cepat menjawab bahwa sistem ini dirancang untuk pelacakan “udara-ke-darat” jarak menengah. Dia menolak berkomentar langsung tentang klaim Lockheed Martin yang menyebutkan bahwa EOTS dapat melakukan pelacakan udara-ke-udara juga.

Adapun F-35, wakil presiden Lockheed Martin untuk pengembangan bisnis, Jack Crisler tetap mempertahanan kemampuan IRST pada EOTS, meskipun dia tidak menjelaskannya secara spesifik.

“Kami memiliki kemampuan IRST. Akan ada beberapa penambahan kemampuan itu pada F-35C Blok 4”, katanya. Dia juga mempertanyakan relevansi dari jangkauan tempur Super Hornet dengan beban persenjataan penuh di bawah sayapnya.

“Jika Anda membawa banyak persenjataan seperti itu, apakah Anda bisa pergi begitu saja ke sebuah lingkungan yang menerapkan zona larangan terbang?”, tanya Jack Crisler.

  24 Responses to “Perdebatan Boeing & Lockheed Tentang Celah Kemampuan Pesawat F-35C”

  1. Hihihi…Pesawat Gagal Produksi Di Jual Dgn Harga Murah Dan Kemampuan Terbatas… 😛

    #Di Cari Sales Lockheed Martin Untuk Memberikan Penjelasan…

  2. beugh… udah dipencet tapi delay 5 menit

  3. F35C yg diatas gk pake External pylons ya?

  4. f 35 jelek g monceerrrr..pinjam carin

  5. Carin pindah lapak !

  6. Klupun berminat gak bakal dijual ke RI, F16 series versi downgrade dan spek dibawah FPDA baru dijual ke RI! Bagus beli pespur dari barat dan timur drpd dr USA.

 Leave a Reply