Sep 152018
 

Yogyakarta, jakartagreater.com – Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Sri Adiningsih menyampaikan bahwa perempuan Indonesia sebagai ibu banga harus siap menghadapi era inovasi disruptif atau revolusi industri 4.0.

“Ibu-ibu dan perempuan muda milenial harus sadar saat ini kita telah memasuki era revolusi industri 4.0, perubahan ini wajib diantisipasi, karena jika tidak perempuan akan tertinggal dan dirugikan,” kata Sri saat berbicara dalam diskusi panel di Yogyakarta, Jumat, 15-09-2018, dirilis Antara.

Sri Adiningsih menjelaskan saat ini perlahan beberapa aspek dalam kehidupan telah mengadaptasi teknologi digital, khususnya di bidang kewirausahaan, hingga layanan pemerintahan.

“Sekarang pasti banyak ibu-ibu dalam ruangan ini yang menggunakan layanan Go-Food, Go-Glam, bahkan saat ini untuk membuat paspor, SIM (Surat Izin Mengemudi), dan layanan perizinan lain ada yang sudah diurus via daring,” kata Sri dalam acara diskusi.

Bahkan, ia menjelaskan, kamar-kamar kosong di rumah pun dapat disewakan untuk para pelancong dari berbagai negara di dunia.

“Ada kamar kosong di Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, juga di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah saat ini dapat disewakan via portal daring, AirBnB, dan ternyata laku, banyak turis datang menginap di sana,” tambahnya.

Ketua Dewan Pertimbangan Presiden menjelaskan, perempuan harus mampu memanfaatkan sumber daya digital yang tersedia di dunia maya.

“Otomatisasi memang menghilangkan banyak lapangan kerja, tetapi banyak juga kesempatan tersedia. Itu sebabnya, ibu-ibu juga perempuan muda harus mau belajar meningkatkan kemampuannya memanfaatkan kesempatan yang ada,” tukas Sri.

Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa perempuan di Indonesia sudah memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki untuk mengaktualisasi diri.

“Perempuan sudah pernah menduduki jabatan presiden, banyak yang saat ini tengah jadi menteri, ada juga pejabat di BUMN, perusahaan. Tantangannya sekarang, perempuan harus dapat menghimpun kekuatan agar posisi tawarnya tinggi,” terang Sri.

Revolusi Industri 4.0 (Christoph Roser via commons.wikimedia.org)

Ia turut mengingatkan Kongres Wanita Indonesia (Kowani) perlu meningkatkan partisipasinya dalam program pembangunan negeri.

“KOWANI harus mulai berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan pembangunan, langkah paling sederhana ikut Musrembang, datang audiensi dan menyampaikan langsung aspirasi yang mewakili kepentingan perempuan dalam pembangunan di Indonesia,” tambahnya.

Sri Adininingsih menjadi salah satu pembicara dalam diskusi panel bertajuk “Peran Perempuan Indonesia dalam Mencapai Target SDGs”.

Pembicara lain yang berbagi pada diskusi itu, diantaranya Kepala Biro Perencanaan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Ayu Dewi Utari, Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei, dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo, dan dipandu oleh Tenaga Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kelautan Bidang PSLB III Tuti Mintarsih.

Diskusi panel itu merupakan salah satu rangkaian acara Sidang Umum ke-35 ICW dan Temu Nasional 1.000 Organisasi Perempuan Indonesia di Yogyakarta pada 13-18 September.

  4 Responses to “Perempuan Harus Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0”

  1.  

    jangan pernah remehkan the power of emak emak..kelarr idup loee xixixiii

    •  

      Sepengetahuan saya, masa depan sebuah bangsa lebih banyak ditentukan oleh ibu di banding oleh bapak. Kalau ibunya baik, hasil fidikan baik, masa depan bangsa ikut baik. Kalau wanita jajalaknat pengumbar nafsu dan sahwat, akhlak bejat ya tinggal nunggu masa depat rusak berat. Wanita adalah tiangnya negara. Bagaimana dengan bapak2 ?
      Ayo ikut andil sumbang ingormasi!

  2.  

    Diatas ane cocok jadi menteri pemberdayaan wanita.pagi2 udeh sarapan rudal brahmos.

 Leave a Reply