Pererat Kerja Sama dengan Indonesia, Rusia Kirim Kapal Perang Admiral Tributs

40
9
Kapal perusak Kelas Udaloy milik Rusia, Admiral Tributs merapat di Tanjung Priok, Jakarta. (Okezone/Silviana)
Kapal perusak Kelas Udaloy milik Rusia, Admiral Tributs merapat di Tanjung Priok, Jakarta. (Okezone/Silviana)

Guna meningkatkan hubungan kerja sama militer dengan Indonesia, Rusia telah mengirim kapal perang Admiral Tributs ke Jakarta. Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Galuzin, mengatakan bahwa dirinya berharap melalui kedatangan Admiral Tributs, hubungan kerja sama Rusia dan Indonesia terus menguat dan berkesinambungan.

Sementara itu, Kapten kapal Admiral Tributs, Laksamana Muda Eduard Mikhallov, mengatakan bahwa kapal Rusia sudah beberapa kali datang ke Indonesia sejak tahun 2003. “Sebelum ke Jakarta, kami melakukan beberapa modernisasi. Dua tahun lalu, kami juga memperbaiki sejumlah persenjataan,” ujarnya, seperti dilansir metrotvnews pada Kamis (3/11).

Nama Admiral Tributs diambil dari perwira angkatan laut ternama Vladimir Filippovich Atributs yang aktif bertugas dalam Perang Sipil Rusia dan Perang Dunia II. Dibangun lebih kurang 30 tahun lalu, kapal kelas Udaloy I ini dilengkapi sejumlah persenjataan untuk menghancurkan musuh, terutama kapal selam. Total kru Admiral Tributs berjumlah 325 orang, termasuk operator helikopter.

Kedatangan kapal dari Armada Pasifik Rusia ini merupakan bagian dari keterlibatan Rusia di Indo Defence 2016. Pada awalnya, ada empat kapal yang akan didatangkan ke Indonesia. Namun karena satu dan lain hal, hanya Admiral Tributs yang berkunjung ke Jakarta. Admiral Tributs berada di Indonesia sejak 31 Oktober hingga 4 November mendatang.

Sumber: metrotvnews.com dan sindonews.com

40 KOMENTAR

  1. membayangkan kekuatan armada dan pasukan tempur laut kerajaan Sriwijaya jaman dahulu sangat disegani dan ditakuti di kawasan, bahkan prajurit lautnya menurut catatan utusan cina yang datang ke Sriwijaya mereka mampu bersilat diatas air….sakti2 banget, tapi sudah musnah ilmu kanuragan dari Nusantara ini, saat ini kita justru sampai ngemis2 teknologi untuk bisa sekedar dianggap sama negara dikawasan.