Mei 032018
 

dok. Kapal Selam TNI AL KRI Cakra. (photo: Koarmatim)

Sorong, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P. dan Ny. Endah Ade Supandi usai memberikan pengarahan exit briefing kepada Prajurit, PNS dan Jalasenastri Wilayah Lantamal IX, X, XI dan XIV, dilanjutkan menuju ke Dermaga Lantamal XIV untuk melaksanakan peresmian dan penandatanganan prasasti fasilitas Pangkalan TNI AL wilayah timur.

Penandatangan prasasti fasilitas Pangkalan TNI AL diantaranya Dermaga Lantamal XIV Sorong, Dermaga Kapal Selam Surabaya, Dermaga Sempir II Surabaya, Dermaga Kapal Selam Lanal Palu, Dermaga Kapal Atas Air Lanal Palu. Talud Sheetpile Dbal Surabaya, Dermaga Kapal Atas Air Sei Pancang, Dermaga Kapal Atas Air Lanal Tual, dan Mes Transit Tegal Sari.

Kasal menyampaikan amanatnya, intinya “Konsep pembangunan pangkalan TNI Angkatan Laut dibagi menjadi beberapa bagian antara lain pemangkalan, pemeliharaan/perbaikan Alutsista, fasilitas pangkalan, dan pemberdayaan pertahanan. Setiap daerah memiliki kerawanan dan kepentingan paling tidak setiap pangkalan harus memiliki dermaga minimal 150 meter.

Wilayah Barat dan Timur memiliki tingkat kerawanan masing masing dan gangguan keamanan untuk itu perlu adanya fasilitas pangkalan yang memadai. Saya harapkan penggunaan pangkalan ini dapat dilengkapi agar dapat membantu dan mendukung kelancaran debarkasi dan embargasi alutsista dan personel”.

Usai melaksanakan peresmian dan penandatanganan fasilitas pangkalan TNI AL, Kasal beserta rombongan menuju ke Masjid Al-Fattah Mako Lantamal XIV untuk sholat Dzuhur berjamaah, usai melaksankan sholat Dzuhur berjamah Kasal beserta rombongan menuju ke Gedung Serba Guna Mako Lantamal XIV untuk ramah tamah bersama Prajurit, PNS dan Jalasenastri Wilayah Lantamal IX, X, XI dan XIV.

Selain itu Kasal dan ibu beserta rombongan menuju ke TK Hang Tuah Sorong yang bertempat di Mako Lanal Sorong Jl. Arfak No. 01 Kota Sorong, Mako Lanal Sorong yang rencananya akan digunakan kembali menjadi Mako Lantamal XIV. Di TK Hang Tuah Sorong Ketua Pembina Yayasan Hang Tuah ibu Endah Ade Supandi melaksanakan pemotongan pita dalam rangka meresmikan TK Hang Tuah Sorong dan penggunaan ruang kelas PAUD Nala.

Hadir pada pengarahan exit briefing Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P.  kepada Prajurit, PNS dan Jalasenastri Wilayah Lantamal IX, X, XI dan XIV diantaranya adalah :

  1. Aspers Kasal Laksda TNI Karma Suta, S.E., M.M. beserta Ibu Sri Katma Suta, Aslog Kasal Laksda TNI Mulyadi, S.Pi., M.M. beserta Ibu Emmi Mulyadi, Pangarmatim Laksda TNI Didik Setiyono, S.S., M.M. beserta Ibu.
  2. Danlantamal IX Laksamana TNI Antongan Simatupang beserta Ibu, Danlantamal X Brigjen TNI (Mar) Ipung Purwadi beserta Ibu, Danlantamal XI Brigjen TNI (Mar) I Ketut Suarya beserta Ibu.
  3. Danlantamal XIV Brigjen TNI (Mar) Amir Faisol, S.Sos., M. M. Wadan Lantamal XIV Kolonel Laut (P) Alex Syahril, S. E., Koorsmin Kasal Kolonel Laut (P) Rudhi Aviantara, S.E., M.Si., M.Tr (Han)., dan Pabinhar Jalasenastri Letkol Laut (KH) Dewi Lestari, S.Pd., M.Tr.Hanla., M.M.
  4. Kapolda Papua Barat, para Asisten Danlantamal XIV, Danlanal Tual beserta Ibu, Danlanal Saumlaki beserta Ibu, Danlanal Aru beserta Ibu, Danlanal Timika beserta Ibu, Kapolresta Sorong, dan Ketua DPRD Kab. Sorong.

(tnial.mil.id).

Bagikan:

  9 Responses to “Peresmian Fasilitas Pangkalan TNI AL Wilayah Timur”

  1.  

    Awak KRI Cakra memang pemberani. Dalam perjalanan dari German menuju perairan Jibouti awalnya sudah kedetek keberadaan KRI Cakra, oleh P3-Orion Prancis, guna mengetahui lebih lanjut, maka P3-Orion melemparkan sonobouy ke laut guna memata-matai ke mana arah kalset tersebut. Justru KRI Cakra ndak malah ngibrit, kedetek Orion, justru malah nongol ke permukaan laut….dan singkat cerita, di embatlah alat detek sonobouy tersebut, di matikan fungsinya, di bawa pulang ke Indonesia, dan P3-Orion Prancis balik kanan, bubar misinya. Nyali dan perhitungan awak kalsel memang luar biasa berani.

    •  

      Kalo aku ga salah, dulu pernah ada berita ini di web sebelah tapi di hapus karena mengandung unsur Hoax. iya kan?

      Yah untuk kebeneranya hanya Tuhan dan awak Hiu Kencana yang tau …

      •  

        Memang benar, cuma Tuhan yg Maha Tau…..

        Sedangkan kita2 ini cuma sok tau, selalu pengin tau, pura2 tau, kurang tau dan tidak mau tau…. xixi….

        *turun dari pohon terus kabuuuuuurrrrr……

      •  

        @ (Tanpa Nama)

        Kalo dibaca lagi kisah itu…rasanya ada yg janggal mas (janggal untuk kedua pihak)

        Dikisahkan ketika kasel kita melintas disekitar laut mediterania, di eropa selatan, “diisengin” oleh pesawat atlantique milik perancis…

        “Di perairan internasional”, rasanya agak janggal sampe ada pesawat pasmar yg sampe melontarkan sonobuoy untukmendeteksi kasel milik negara lain yg melintas…apalagi kalo “athan” kita sudah menyampaikan ijin ke negara2 yg dilintasi.

        Dipihak kasel kitapun rasanya gak mudah untuk “mungut” sonobuoy yg mengapung dilaut, karena kasel yg sedang menyelam akan dibuat bingung ketika dilontari beberapa buah sonobuoy didepan jalur lintasannya…sonar kasel memang bisa mendengar ketika sonobuoy yg dijatuhkan impact dg laut, dia bisa menetukan baringannya tapi gak mudah untuk memperkirakan (jarak+kedalaman) sonobuoy yg sudah terurai itu.

        Kalaupun,kasel memunculkan dirinya kepermukaan juga agak susah untuk mencari “sonobuoy yg sudah terurai” yg hanya tinggal terlihat (buoy+antene) saja,yg diameternya kira-kira sebesar botol aqua 1L…yg terombang-ambing dilautan.

        Kisah hiu kencana asli yg beredar diberbagai blog/formil tampaknya sudah terkontaminasi dg cerita-cerita fiktif, seperti : kasel kilo kita yg dititipkan di brunei, kasel kita yg mengunci pergerakan kasel malaysia dipangkalannya di sepanggar(dlm kasus ambalat) atau kasel kita yg memata-matai aksi AL aussy yg mendorong kembali pengungsi afganistan ke perairan kita (tapi hanya diam saja)…dsb-dsb.

        Kisah asli hiu kencana ada di bukunya…mungkin masih ada di gramedia atau toko buku lainnya

  2.  

    Sayangnya AL perancis gak punya P 3 Orion masnya, mereka pake atlantique…maka di blognya om dian, artikel ttg ini didelete karena mengandung borak

  3.  

    Baru, Frisian Flag rasa KACANG …… mau !!??…