Apr 012017
 

Yonif Mekanis 413/Bremoro Kostrad dari Satgas Pamtas RI-PNG, tiba di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Jawa Tengah. (29/3/2017)

Nunukan – Pemerintah pusat memprioritaskan pembangunan tiga markas TNI di wilayah perbatasan RI-Malaysia di Provinsi Kalimantan Utara, yakni Long Nawang Kabupaten Malinau dan Long Midang dan Tau Lumbis di Kabupaten Nunukan.

Hal ini disampaikan Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie melalui siaran persnya, 30/3/2017 setelah kunjungan perwakilan Kemenko Polhukam RI pada 29/3/2017.

Sehubungan dengan hasil kunjungan Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara Kemenko Polhukam RI, Laksamana Pertama TNI Semi Djoni Putra di Kaltara tersebut, maka dipastikan pergeseran prajurit TNI segera direalisasikan.

“Rencana pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan untuk melakukan pergeseran prajurit TNI ke wilayah perbatasan di Kaltara dipastikan segera direalisasikan,” ujar Irianto Lambrie.

Pada kesempatan yang sama, Semi Djoni Putra menyatakan, setelah mendapatkan pemaparan dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Biro Perbatasan Kaltara maka tiga lokasi menjadi skala prioritas untuk dibangun markas TNI.

Ketiga lokasi yang dimaksudkan yakni Long Nawang Kabupaten Malinau, Long Midang dan Tau Lumbis Kabupaten Nunukan. Alasannya, ketiga lokasi ini berada tepat di wilayah perbatasan dengan Malaysia dimana tingkat kerawanan pertahanan negara cukup tinggi.

“Penempatan prajurit TNI di wilayah perbatasan dilakukan secara bertahap. Untuk sementara pada tiga lokasi ini dulu karena tingkat kerawanan pertahanan negara cukup tinggi,” ujar Semi Djoni Putra.

Ia mengakui, pergeseran prajurit ke wilayah perbatasan memang tidak bisa dilakukan sekaligus karena disesuaikan dengan kemampuan dan ketersediaan personil juga.

Kemudian kata dia, kemungkinan penempatan prajurit TNI ini dapat dilakukan tahun ini (2017) juga setelah berkoodinasi dengan kementerian/lembaga lainnya yang terkait terutama Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup karena rencana lokasi pembangunan markas berada di kawasan hutan lindung dan konservasi.

Antara

  14 Responses to “Pergeseran Prajurit TNI ke Wilayah Perbatasan”

  1. Sekalian mainannya Pak.biar tambah maknyus.

  2. Busyeeeeet…..cakep banget, hotele mirip kapal pesiar, ckckckck

  3. Waduh kalo markas di bangun di daerah konservasi, trus gimana kabar beruk-beruk di sana?

  4. Di latar belakang ada terlihat kapal pesiar. Apa nanti prajuritnya diangkut dengan kapal itu ya.?

  5. Sekalian..infasi…

  6. Kapalnya bagus ya.. pasti ada kolam renang, resto, bar, kasino, teater bioskop, spa, fitness center,.. apalagi ya.. Cocok buat pasukan TNI kita… Biar betah di Perbatasan nanti.. Jaga perbatasan modal kolor sama senjata aja gegara kalah main di kasino.

  7. Cuma bs jadi masalah konservasi karena para serdadu bs melepaskan hoby berburunya, harus diberi arahan jg dilarang berburu dihutan lindung.

  8. Jangan Pernah Percaya Sepenuhnya Dengan Negara Tetangga, Kuhususnya Negara Yang Namanya Jiran Malaysia….Seluruh Perbatasan Indonesia dengan Malaysia Harus Dijaga Ketat…Karena Malaysia itu Negara Yang Lain Perwatakannya dan Sifatnya….Disaat Indonesia Kuat …Malaysia Cengengesan So Akrab dan Baik…Tapi Disaat Indonesia Lemah…Malaysia akan Menunjukan Sifat Jeleknya Seperti Kancil…Klaim Sana …Klaim Sini…Itu Pulau punya aku…Ini Perbatasan punya aku dan seterusnya…Buang Jauh Jauh, Bahwa Malaysia Saudara Serumpun dengan Indonesia….NKRI Harga Mati

  9. gak kebayang gmna perasaan malon melihat 3 batalion inf TNI akn dibangun di perbatasan. itu berarti ada ribuan prajurit TNI akan permanen dstu bkn BKO. itu sj baru awal dr rencana sekian batalion akn dibangun dstu. trauma diserang RI kambuh lg. wkkkk

 Leave a Reply