Jul 292012
 


Meski telah memiliki 6 kapal selam modern, Singapura terus memperkuat armada bawah laut mereka dengan memesan 4 kapal selam Scorpene class SSKs dari DCNS Perancis. Menurut kawat rahasia yang disadur oleh Quentin Michaud dalam http://www.infosdefense.com proses pengadaan kapal selam Singapura itu sedang dibahas oleh Departemen Pertahanan Perancis, untuk mengatur penjualannya.

Penjualan 4 kapal selam Scorpene Perancis ini juga mencakup transfer teknologi dan transfer manufaktur. Namun semua ini akan berjalan lancar jika disetujui oleh Komisi ekspor peralatan perang Perancis (CIEEMG), karena pembelian kapal selam ini meliputi peralatan sensitif, antara lain deteksi sonar jarak jauh.

Posisi Perancis cukup terdesak karena mereka juga sedang bersaing dengan produsen kapal selam Jerman yang juga dilirik oleh Singapura. Perancis tergiur dengan uang yang siap dikucurkan Singapura sebesar 2 miliar USD.

Peluang Singapura untuk mendapatkan kapal selam scorpene plus transfer teknologinya cukup besar, karena hubungan militer kedua negara cukup erat.

6 frigat siluman Formidable class Singapura yang didatangkan tahun 2007-2009 juga produksi Perancis, turunan La Fayette class frigate.

Kapal Selam Scorpene

Armada Kapal Selam Singapura
Awalnya Singapura membeli 4 kapal selam Challenger class eks Swedia tahun 1968 yang diretrofit tahun 1995.

Kapal Selam Challenger class eks Swedia diyakini dibeli oleh Singapura untuk melatih kemampuan Angkatan Laut mereka sebelum memutuskan untuk membeli kapal selam yang lebih modern.

Kapal Selam Challenger Class, Singapura

Betul saja, pada tahun 2005 dan 2007, Singapura kembali membeli dua kapal selam Archer Class eks Swedia HMS Hälsingland dan HMS Västergötland tahun 1986 dan 1987. Kedua kapal selam itu diretrofit oleh galangan kapal Kockums Swedia tahun 2009 dan 2010, yang merupakan anak perusahaan Galangan Kapal Howaldtswerke-Deutsche Werft, Kiel Jerman. Kedua Kapal selam Archer Class tersebut aktif di jajaran Angkatan laut Singapura, pada tahun 2011 lalu.

Dan kini memasuki tahun 2012, Singapura terus melangkah maju dengan mendatangkan 4 kapal selam modern Scorpene buatan Perancis.

Dengan demikian sebentar lagi Singapura akan memiliki 10 kapal selam yang siap tempur dan menggentarkan, untuk menjaga wilayah laut mereka yang berukuran mini.

Scorpene Malaysia
Malaysia juga memiliki dua kapal selam Scorpene yang dipesan ke Perancis pada 5 Juni 2002 seharga 1 Miliar Poundsterling. Scorpene dikerjakan oleh Galapangan Kapal Perancis DCNS bersama rekannya Galangan Kapal Navantia Spanyol. Kapal selam itu dilengkapi dengan torpedo Blackshark dan Exocet SM-39. Sebelum menerima kapal selam itu, 150 prajurit Angkatan Laut Malaysia dilatih mengenal dan mengoperasikan kapal selam Agosta Class, yang telah dipensiunkan dari Angkatan Laut Perancis.

Kapal Selam Scorpene

Scorpen pertama Malaysia, KD Tunku Abdul Rahman, diserahkan pada tahun 2009. Sementara Scorpene kedua KD Tunku Abdul Rahman mengalami masalah tidak bisa menyelam dan kerusakan coolant system, sehingga mengalami penundaan pengiriman. Namun hal itu hanya masalah waktu, dan Perancis berjanji menyelesaikannya.

Selain Singapura dan Malaysia, India juga memesan 6 kapal selam scorpene ke Perancis yang dibangun bertahap sejak tahun 2006.

Kapal selam Scorpene memiliki panjang 70 meter dan lebar 6 meter dengan berat 1800 ton. Scorpene mampu melaut selama 50 hari tanpa re-suply. Kapal selam ini mengusung 18 torpedo campuran Black Shark heavyweight torpedoes dan SM.39 Exocet anti-ship missiles.

Collin Australia
Adapun negara tetangga di selatan, yakni Australia memiliki 6 kapal selam Collin Class yang dibangun bertahap sejak tahun 1996. Kapal selam ini dibuat oleh Australian Submarine Corporation bekerjasama dengan Galangan kapal Kockums, Swedia- Jerman.

Kapal Selam Collin Class Australia

Kapal selam Collin Class mengusung 22 torpedo Mark 48 Mod 7 CBASS dan UGM-84C Sub-Harpoon anti-ship missiles. Ia berbobot 3300 ton dan memiliki panjang 77, 5 meter dengan lebar 8 meter serta mampu mengarungi laut selama 70 hari tanpa re-suply.

Sonarnya menggunakan: Thales Scylla bow and distributed sonar arrays, Thales SHORT-TAS towed sonar array dan Thales intercept array. Sementara radar dipercayakan kepada GEC-Marconi Type 1007 surface search radar. Adapun Combat ssystem mengusung Raytheon CCS Mk2 (AN/BYG-1). Perusahaan: Thales, Marconi dan Raytheon, sudah malang melintang di industri militer Blok Barat dan tidak perlu diragukan.

Chang Bogo Indonesia
Indonesia pun tidak ketinggalan memesan 3 kapal selam Chang bogo buatan Korea Selatan. Jika dibandingkan dengan Scorpene dan Collin, memang kapal selam Indonesia berukuran paling kecil, yakni panjang 56 meter dengan lebar 6 meter. Bobotnya pun jauh lebih ringan dibandingkan Collins dan Scorpene, yakni hanya 1200 ton. Kapal selam Chang bogo yang imut-imut ini mampu menyelam selama 50 hari tanpa re-suply dan mengusung SUT torpedoes dan UGM-84 Harpoon. Pengguna dari Kapal selam ini hanya Korea Selatan dan satu lagi calon pembelinya adalah Indonesia.

Kapal Selam Chang Bogo

Kapal selam Chang Bogo dijiplak oleh Korea Selatan dari kapal selam Jerman, Type 209/1200. Kapal Selam ini didisain Jerman pada tahun 1960 dan mulai diproduksi tahun 1970-an.

Selain tiga kapal selam yang sedang dipesan, Indonesia juga memiliki 2 kapal selam lawas Type 209/1200 Jerman yakni KRI Cakra dan KRI Nanggala. Kedua kapal itu diretrofit Korea Selatan pada tahun 2004 dan 2006 dan selesai tahun 2009 -2012.

Indonesia membeli tiga kapal selam Chang Bogo Korea Selatan, karena dijanjikan akan mendapatkan ToT. Indonesia semakin tertarik dengan Chang Bogo, setelah Korea Selatan berjanji akan mentransfer teknologi Chang Bogo berbobot 1400 ton. Kapal yang akan jadi tahun 2018 ini sedikit lebih besar dibandingkan KRI Cakra dan Nanggala.

Chang Bogo Korea Selatan

Mungkin yang terbaik untuk Indonesia adalah kombinasi antara 2 kapal selam Type 209/1200 ton (Cakra dan Nanggala), 3 kapal selam Chang Bogo (Type 209/1400 ton) dan melakukan pembelian 2 kapal selam Kilo Rusia (2800 ton).

Formasi campuran kapal selam tua dan modern juga diberlakukan oleh Singapura yakni: 4 Scorpene (sedang dipesan), 4 Challenger class (1968) dan 2 Archer Class (1987).

Mungkin ada baiknya kita melihat bagaimana Vietnam membangun militer mereka yang nota bene kemampuan ekonominya di bawah Indonesia. Pada tahun 2010, Vietnam memesan 6 kapal selam ke Rusia. Vietnam sadar, di bawah laut mereka harus berhadapan dengan kapal Selam Kilo China dan India, sehingga harus memiliki kemampuan kapal selam, minimal yang seimbang.

Improved Kilo (Kilo-636 KMV) Vietnam

Indonesia sebenarnya masih memiliki sisa kredit ekspor 700 juta USD dari Rusia, akibat pembatalan pembelian 2 kapal selam kilo Rusia. Indonesia hendak memanfaatkan sisa kredit itu untuk pembelian 6 jet Sukhoi SU 30, namun ditolak Rusia. Menurut Rusia sisa kredit eksport 700 juta USD untuk pembelian 2 kapal selam kilo, bukan pesawat tempur.

  31 Responses to “Perkembangan Kapal Selam Indonesia dan Kawasan Regional”

  1.  

    jangan berkecil hati INDONESIA, setelah ini kita bikin kapal selam sendiri yang lebih hebat.
    Jaya Indonesia Ku

  2.  

    sebaiknya sisa KE jd dipake buat beli KILO CLASS

    •  

      jadi ingat Uboat nya Jerman era WW II, dengan kemadirian bikin kapal selam sendiri pasti bisa bikin efek deterens bagi Indonesia. tapi yang bener bener Mandiri bukan hanya ambil dari pabrik luar dan pasang disini… :D

  3.  

    bukankah ada pepatah kalau buku itu jangan lihat dari sampulnya tapi isinya, ini seperti ks changbogo walaupun badan nya kecil tapi kalau isinya tehnologinya cangih kan gak kalah sama ks kilo

  4.  

    Ada kabar katanya 2pesawat tempur KFX akan datang akhir tahun ini? apa tuh orang salah nulis berita?

  5.  

    sekarang ini berani gak…kapal laut dan kapal selam negara tetangga masuk ke laut nkri…..konon ada berita…ks amrik masuk ke laut nkri…eh..ketahuan sama ks…nanggala versi…(apa tuh)…ujuk2nya latihan perang2an sama ks.nanggala u209

  6.  

    jawabannya ada pada pernyataan Dubes Rusia yg menghebohkan jagat perlontongan formil…

  7.  

    indonesia butuh tipe kapal selam (juga kapal permukaan) yg berbeda2 karena kedalaman dan karakteristik laut yg dijaganya juga berbeda2. laut kita luas.
    ada laut dalam, ada laut dangkal, ada juga laut antar pulau (selat).

    laut dalam akan lebih cocok dijaga kapal selam dengan displacement besar.
    ada banyak tempat untuk sembunyi apalagi kalau kasel-nya dilengkapi AIP.

    laut dangkal akan lebih cocok dijaga kapal selam ukuran U209 atau bahkan CBG. mubazir rasanya beli Kilo buat jaga laut dangkal.

    laut antar pulau? hmm… yg satu ini yg jadi kunci sebenarnya.
    pengendalian chokepoint akan menutup kemampuan musuh untuk bergerak masuk ke perairan nasional indonesia. siapa yg jaga dong? coba kira2 siapa? :)

    salam

  8.  

    gak bisa dibuka..udah diblok kali

  9.  

    kkcdn-static nya diganti www .. tapi seeprtinya tulisan 410 diedit deh, just IMHO

  10.  

    Sotosop kayaknya Gan. Tuh pic diambil tanggal 2-12-2007, terus diedit tanggal 18-9-2010.
    Coba bener nyak, berarti itu lontong yang ke 10.

  11.  

    Indonesia tdk hanya akan merubah jd Herder tapi ribuan Doberman yg lebih ganas dr herder.

  12.  

    Singapore itu ibarat kutil atau bisa dibilang spt Israel.

  13.  

    150jtusd lawan 2musd yaaa gak bisa ngelawan…susah tonk.

  14.  

    Pokokmya ikuti terus perkembanganya

  15.  

    amerika takut sama ks iran yang kecil kecil tuh

  16.  

    setuju…gak usah silau dengan tetangga,kita berusaha belajar membuat sendiri,dikembangkan sendiri,suatu saat kita akan jauh lebih hebat daripada ketergantungan dengan negara lain

  17.  

    Kilo class udah ada 6 tuh indonesia,, kurang 2 lagi dateng dr rusia, jdi gag usah minder, lgian rusia juga lgi jajakin kerjasama bikin pangkalan kilo class di indonesia

  18.  

    bener pak..ngapain silau
    mungkin setelah mendapatkn teknologinya itu jadi tombak kebangkitan indonesia..amin

  19.  

    Saya setuju KS kelas samudra tetap dibutuhkan, tapi saya juga sangat tertarik dengan ide produksi KS midget dalam negeri yang cocok untuk daerah perairan wilayah barat yang dangkal, bisa mengcover perairan Sumatra Jawa dan Kalimantan. Kedalaman laut jawa hanya sekitar 30-60 meter, KS midget tidak perlu konstruksi dan material seberat KS samudra, artinya lebih murah dan efisien tanpa mengurangi fungsi. Murah berarti juga bisa banyak dan jumlah banyak mempunyai nilai deterrent tersendiri. Quantity has quality all its own
    Midget kan untuk ukurannya, persenjataan dan teknology tidak berarti harus midget juga. Menurut pengamat Iran sudah bisa memproduksi KS midget ini sampai 4 unit per tahun, efeknya Iran menguasai selat Hormutz dan NATO dan USA harus berhitung jauh jika ingin menyerang Iran lewat laut.
    Jangan lupa juga KS midget Korut yang menenggelamkan kapal perang permukaan Korsel

    Some may say I’m midgetiyyah atawa kontetiyah :D

  20.  

    Ks midged. Murah dan dapat banyak. Pake strategi wolfpac. Mantap!!!

  21.  

    Tenang aja bung. Kan ada Kilo 2 biji lagi keliling di barat 1 di timur 1.

  22.  

    Kecil bukn berarti lemah.bukti nya cabe rawit juga ga kallah tu pedes y dari c lokal.

  23.  

    Kecil tapi Gesit bermanuver serta dengan persenjataan yang Canggih….lebih menakutkan dari pada besar doang tapi lamban…..