Apr 152019
 

Model jet tempur KFX/IFX

Jakarta, Jakartagreater.com   –   Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto, menerima kunjungan kehormatan Menteri Defense Acquisition Program Administration (DAPA) Korea Selatan, Wang Jong Hong di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, dirilis situs Polhukam RI, 11-4-2019. Pertemuan ini membahas kerja sama industri pertahanan antara Indonesia dengan Korea.

“Ini merupakan pertemuan yang sangat penting untuk saya karena Menteri DAPA ini menteri yang memang mengurus masalah industri-industri pertahanan, kelanjutan pertemuan saya di Korea Selatan pada pertengahan Maret 2019 yang lalu, saya kan membawa misi untuk renegosiasi tentang kerja sama pembuatan pesawat terbang KFX, pesawat Jet tempur.

Sementara kita sudah mengajukan satu poin-poin penting yang harus dikembangkan dalam renegosiasi itu dan sekarang sedang dikaji pemerintah Korea Selatan,” ujar Menko Polhukam Wiranto, pada Kamis 11-4-2019.

Selain itu, Menko Polhukam mengatakan, kunjungan Menteri DAPA sebetulnya bukan hanya untuk urusan itu tetapi justru urusan untuk kerja sama yang lain yakni pembuatan kapal selam tahap kedua. Rencananya besok beliau akan ke Bandung untuk menandatangani mengenai kerja sama pembuatan kapal selam Korea-Indonesia.

“Tapi sekaligus tadi kita bicarakan mengenai bagaimana penyelesaian kerja sama untuk pembuatan pesawat tempur. Tadi disampaikan bahwa permintaan Indonesia untuk menurunkan sharing dari 20 persen ke 15 persen sedang dikaji oleh pemerintah Korea Selatan karena itu merupakan bagian dari kebijakan Menteri Keuangan, sekaligus juga menyangkut masalah-masalah lain di mana harus juga ada persetujuan parlemen. Sehingga seperti di Indonesia, tidak kemudian mereka dengan mudah memutuskan tapi harus minta persetujuan ke pihak-pihak lain,” kata Menko Polhukam.

“Tapi pemerintah Korea Selatan juga sangat ingin kerja sama ini dilanjutkan sehingga juga akan berjuang untuk memenuhi keinginan pemerintah Indonesia,” sambungnya.

  15 Responses to “Perkembangan Kerja Sama Industri Pertahanan Indonesia-Korea”

  1.  

    Kira2 knp ya sharing nya mau di turun kan ? Apakah hasil yg di dpt tdk sebanding dgn biaya yg di keluarkan, ora ono duite, atw mau banting setir nyari negara lain bwt di ajak kerja sama ?

    •  

      Kalau soal hasil menurutku sebanding dengan apa yang dikeluarkan, bahkan menurutku sangat banyak
      Kita dalam hal pembiayaan menanggung 20% dari total biaya sebesar 8 miliar dolar dicicil pertahun dan menanggung 20% pembuatan komponen di dalam negeri

      Saya kira akar permasalahannya itu ora ono duite, bahkan kabar yang lalu pun iuran program kita nunggak dari tahun 2017 kita belum membayar iuran tapi sekarang iurannya sudah di bayarkan walaupun itu iuran tahun 2017, iuran 2018 masih belum ada kabar

  2.  

    kita minta turun urunan duit pun … Korea tetep dateng ngarep proyek tetep berjalan.
    Kenapa ??? …
    udah dibilang pada ga percaya sih … elmu nya tuh ada disini, disini di dalam hati anak bangsa

  3.  

    “Menko Polhukam mengatakan, kunjungan Menteri DAPA sebetulnya bukan hanya untuk urusan itu tetapi justru urusan untuk kerja sama yang lain yakni pembuatan kapal selam tahap kedua”

    IFX Menyingkir dulu ya………… maaf HILAL NYA belum kelihatan, jadi apa boleh buat kontrak lontong sayur jalan dulu HAHAHAAAAA

  4.  

    Kalau menurutku ini disebabkan tujuan utama indonesia/pt.di untuk mendapatkan theknis rancang bangun pespur telah didapatkan saat pengembangan rancang bangun ifx/kfx, kalau bicara instal menginstal sistem avionik dan mesin pt.di bukan pemain baru dalam hal ini’ aku yakin ada rencana perubahan pada bentuk panjang dan besarnya pespur ifx versi pengembangan indonesia selanjutnya agar bisa membawa bahan bakar lebih banyak tanpa tanki external sehingga membuat pespur mempunyai keleluasaan untuk membawa senjata yg lebih banyak dr versi ifx pengembangan bersama korsel, permintaan penurunan biaya kerjasama pengembangan dan jumlah pesanan ifx indonesia dipengaruhin indonesia ada merasa dirugikan dan tujuan indonesia yg sesungguhnya hanya ingin menguasain theknis rancang bangun pesawat tempur’ sebenernya indonesia ingin jalan sendiri setelah menguasain theknis rancang bangun pespur tp gk enak ungkapkan hal ini kepada korsel yg telah banyak membantu teknologi indonesia seperti kapal selam, proses transfer teknologi kapal masih belum sempurna sehingga gk mungkin kalau kita mengajukan keiinginan tuk jalan sendiri membangun pesawat tempur.

  5.  

    Proyek KFX/IFX ora jelas, duit habis juga ora jelas….jadipun juga gak jelas kapan…teruji pun belum tentu full fighter….mending kapal selam saja di kembangin….sudah pasti bisa alih teknologi

  6.  

    Kalao kita ambil ifx maka Alustista kita semakin gado2, semakin byk jenis pesawat biaya perawatan malah menjadi besar. Apa itu yg di dapatkan dr proyek ifx sebanding dgn biaya yg di keluarkan apakah kita sudh menguasai pembuatan mesin jet, radar jet, persenjata dll. Kalao emang mau mandiri dlm hal Alustista kuasai hal yg terkecil baru ke tahap ke yang bessar.jd jgn terlalu muuluk2 untuk mendapatkan menguasai transfer teknologinya yg tinggi hal yg terkecil aja belum tentu bisa di kuasai.Kita mau buat jet tp kita aja belum bisa membuat sperpart jet tsb, mesin belum bisa di buat radar belum bisa di buat persenjatanyaanya belum bisa jd kita hanya merakit dan semua di impor.
    kita mau buat kapal selam mesin, baterai materialnya baja dll semua di impor kita hanya merakit , apakah kita bisa di bilang bisa membuat jet tempur dan kapal selam?….

    •  

      Tak ada satupun negara yg berani memproduksi utuh dari awal sampai akhir termasuk spareparts karena itu akan meningkatkan biaya produksi awal. Yg ingin dicapai oleh Indonesia dalam IFX adalah pengalaman dalam pembuatan pespur dari awal hingga akhir. N-250 dan N-219 juga awalnya ilmunya didapat dari merakit pesawat punya pabrikan lain.

      IFX jelas bukan menambah gado gado alutsista tapi sebagai bagian untuk menyederhanakan alutsista yg dimiliki. Kedepannya Sukhoi dan F-16 akan dipensiunkan dan diganti dg IFX

      •  

        Sotoy… kalau F-16 pensiun itu mungkin karena F-16 yang dimiliki sudah tua semua… bahkan yang Block 52i sekalipun itu juga pespur tua…
        Kebijakan menggunakan Sukhoi jelas ada dasarnya dan berdasar pengalaman masa lalu berhubungan dengan hubungan politik… jadi Sukhoi akan bertahan justru itu yang bersaing ya sama2 pespur buatan Amrik sendiri…
        Tidak menutup kemungkinan malah akusisi Su-57E karena dulu salah satu alasan hanya membeli 11 Su-35 karena kedepan sudah masuk era pesawat tempur gen 5…

  7.  

    Saya sejak beberapa waktu lalu kritis dengan wacana diatas 😀 tapi dibantah oleh bung @SENOPATI PAMUNGKAS. Nah, searang bagaimana tanggapan ANDA tentang rencana diatas? Jangan ngumpet dong 😀 hayooo….

    •  

      Sangat bagus Bung @Lingkar. Hanya saja kita tunggu tindakan nyata para petinggi kita utk penyelesaian kerja sama untuk pembuatan pespur. Tadi disampaikan bahwa permintaan Indonesia utk menurunkan sharing sedang dikaji oleh pemerintah Korea Selatan karena hal tsb merupakan bagian dari kebijakan Menteri Keuangan, juga menyangkut masalah-masalah lain di mana harus juga ada persetujuan parlemen. Sehingga seperti di Indonesia, tidak langsung kemudian mereka memutuskan tapi harus minta persetujuan ke pihak-pihak lain.

    •  

      Indonesia minta porsi budget buat KFX/IFX turun dari 20% ke 15% tapi ijin ekspor tetap minta?? Bisa aja sih, asal alutsista belinya dari Korsel. Noh, akhirnya Indonesia pesen lagi 3 kilo ama Korsel kan, tinggal nunggu pesanan batch 3 dpt plus pesanan K-9 dan FA-50nya. Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh