Mar 012015
 
Turki kembangkan Kapal Selam U214-AIP

Turki kembangkan Kapal Selam U214-AIP

Sydney – Dua kejadian terakhir, dua jet tempur Sukhoi Su-30 lepas landas dari pangkalan mereka di Makassar dan terbang jauh melintasi kepulauan Indonesia untuk mencegat pesawat tak dikenal.

Salah satu pesawat tak dikenal itu, pesawat ringan yang terbang dari Darwin Australia utara muju ke negara pemilik baru di Filipina, namun dikejar sebelum dipaksa untuk mendarat di Manado, pulau Sulawesi. Kasus lainnya sebuah jet eksekutif yang menerbangkan pejabat Saudi ke Brisbane menjelang pertemuan Group-20, diperintahkan mendarat di kota Kupang di Pulau Timor.

Dalam kedua kasus tersebut, mereka dikenakan denda dan pesawat diizinkan untuk melanjutkan terbang ke negara tujuan. Tidak jelas apakah pilot Indonesia bisa mengambil tindakan bermusuhan, karena rudal belum disampaikan untuk jet buatan Rusia ini.

Siap bergemuruh

Satu dekade yang lalu, angkatan udara Indonesia hanya memiliki sedikit pesawat tempur yang canggih, karena sebagian besar pesawat tempurnya grounded karena kurangnya suku cadang akibat pengetatan ekonomi dan embargo senjata berkaitan dengan pelanggaran hak asasi manusia.

Sekarang Indonesia telah meregangkan ototnya. Anggaran pertahanan resmi Indonesia telah meningkat empat kali lipat selama dekade terakhir menjadi US $ 8 miliar. Selain itu, suku cadang untuk pesawat F-16 Lockheed Marthin telah diperoleh; beberapa versi lebih baru telah dipesan; delapan helikopter serang Apache telah dibeli; dan ekspansi angkatan laut telah dilakukan sebagai bagian dari program modernisasi senilai 13,2 miliar. Jet tempur Su-30s dibeli menggunakan kredit $ 1 miliar yang dibuka Moskow pada tahun 2007.

Ekspansi ini jauh dari kata selesai. Presiden baru terpilih Joko Widodo melakukan swasembada dan eksploitasi sumber daya kelautan negara kepulauan indonesia dan telah berbicara akan melipatkangandakan anggaran pertahanan.

Sikap ini mencerminkan adanya perubahan dalam memandang laut dalam pemikiran militer Asia Tenggara. Selama beberapa dekade, militer di kawasan itu difokuskan pada pemberontakan dalam negeri, keamanan perbatasan dan, dalam beberapa kasus, mempertahankan kontrol politik. Tentara darat dalam jumlah besar adalah kebutuhan pokok kala itu.

Kini, pemerintah di wilayah tersebut lebih peduli tentang keamanan udara dan ruang laut sehingga mereka dapat melaksanakan kedaulatan atas laut dan sumber daya laut, beradu klaim tumpang tindih wilayah, mencegah penjarahan hutan dan mineral, dan memantau pergerakan orang. Hal ini memerlukan investasi dalam kekuatan angkatan laut dan udara.

Dengan ekonomi mereka yang naik menjadi middle income bracket – kasus yang lebih tinggi khusus untuk Singapura- membuat pemerintah memiliki dana lebih untuk dibelanjakan membeli platform militer dan senjata yang canggih. Anggaran pertahanan Asia Tenggara tumbuh sebesar 5% pada tahun ini menjadi hampir $ 36 miliar pada tahun 2013, menurut Stockholm International Peace Research Institute, tepat di depan kenaikan 4,7% untuk Asia Timur dengan nilai $ 282 miliar.

Produsen pertahanan di Eropa, Rusia dan Amerika Utara ingin menjual, dengan fasilitas kredit ekspor mewah untuk pemanis penawaran. Produsen yang lebih dekat ke wilayah itu, Jepang dan Korea Selatan, raksasa industri Asia Timur, juga memasuki pasar senjata.

China tumbuh dan mengklaim Laut Cina Selatan sebagai wilayah kedaulatan – melawan klaim dari lima negara Asia Tenggara – telah mendorong AS, Jepang, India dan Australia, membantu peningkatan kemampuan angkatan bersenjata regional dan coast guard.

Akibatnya, wilayah ini mengakusisi peralatan militer dalam skala besar yang ditujukan untuk mewujudkan kemampuan beradu mengambil kendali dan membuat rival potensial berpikir dua kali jika ingin mengganggu.

Angkatan laut memperoleh atau memperluas armada kapal selam konvensional untuk mengintai laut. Indonesia, Singapura dan Vietnam membeli kapal selam generasi baru, dengan Malaysia dan Thailand mempertimbangkan untuk mengikutinya.

Korea Selatan sedang membangun satu dari 12 kapal selam desain Jerman -Type-214- untuk Indonesia, dengan tindak lanjut akan dibangun di Surabaya, Indonesia. Vietnam telah mengakuisisi satu dari enam kapal selam kelas Kilo dari Rusia untuk menjauhkan China dari perairan yang diperebutkan, dengan pendanaan low-profile dari Jepang dan pelatihan dari India.

Di selatan, Australia sedang mempertimbangkan untuk membeli kapal selam canggih Soryu class yang dibangun oleh Mitsubishi Heavy Industries dan Kawasaki Heavy Industries, menyusul keputusan pemerintah Jepang untuk mencabut pembatasan ekspor militer.

“Kapal selam adalah senjata ofensif yang kuat yang dapat membawa lompatan dramatis dalam kemampuan melawan [negara lain] kapal selam dan kapal,” kata Tim Huxley, direktur untuk International Institute of Strategic Studies, Singapura.”Kapal selamjuga dapat digunakan sebagai platform untuk serangan darat”. Singapura akan membeli kapal selam baru yang bisa dilengkapi tabung peluncuran vertikal untuk rudal.”

Beberapa angkatan laut sedang membangun kapal besar “flat-top” yang dapat membawa sejumlah helikopter anti-kapal selam atau kapal cepat pendarat pasukan di pulau-pulau terpencil atau rig minyak. Jepang menciptakan tren baru mengoperasikan dua kapal Hyuga class, pengangkut helikopter yang dibangun oleh IHI. Dan negara ini menambahkan dua kapal yang lebih besar – operator Izumo-class. Korea Selatan sedang membangun kapal Dokto class pembawa helikopter.

Australia baru saja meluncurkan satu dari dua kapal pengangkut helikopter dan kapal pendarat, sementara Singapura mendesain ulang half-deck Endurance class Landing Ship agar lebih mampu menjalankan platform penerbangan maritim.

Upgrade Angkatan Udara

Keempat negara tersebut (Jepang, Korea Selatan, Australia dan Singapura) membantu mengembangkan dan berencana membeli F-35 Lightning II strike fighter – yang disebut pesawat generasi kelima dengan penerbangan dan karakteristik kontrol senjata jauh lebih maju dari pesawat militer yang ada sekarang.

Kemampuan lepas landas pendek dan vertikal dari varian F-35B akan memberi mereka pilihan untuk mengubah platform kapal pengangkut helikopter menjadi operator untuk pesawat sayap tetap (F-35B).

Pesawat tempur F-35 Lightning II tiba di Landasan Angkatan Udara Edwards, California, AS, mei 2010 silam. REUTERS/Tom Reynolds/Lockheed Martin Corp/Handout

Pesawat tempur F-35 Lightning II tiba di Landasan Angkatan Udara Edwards, California, AS, mei 2010 silam. REUTERS/Tom Reynolds/Lockheed Martin Corp/Handout

Sambil menunggu F-35, angkatan udara Australia dan Singapura memperoleh upgrade pesawat yang mereka miliki, masing-masing F-18 Super Hornet dan F-15SG, yang keduanya dibuat oleh Boeing. Kekuatan pesawat tempur generasi keempat ini ditingkatkan oleh “kekuatan pengganda,” yang didedikasikan untuk pengawasan dan pengendalian udara, dan kemampuan pengisian bahan bakar di udara untuk memperluas jangkauan dan waktu terbang.

Militer umumnya enggan mengecilkan jumlah pasukan mereka (kecuali di Taiwan, di mana akhir wajib militer pada tahun 2016 akan terlihat penurunan jumlah pasukan yang signifikan) dan juga terkait dengan kemampuan mereka, seperti medium-heavy tank yang lebih cocok untuk Eropa atau medan di Timur Tengah.

Militer yang belum memisahkan korp Marinir mereka, mencoba membentuk unit unit untuk memerankannya. Salah satu batalyon pasukan komando Australia, yang berbasis di Townsville, Queensland, akan dilatih untuk penyebaran di luar negeri melalui kapal pendaratan helikopter yang baru, dan tentara Malaysia juga menugaskan unit khusus untuk memerankan posisi marinir.

“Mereka hadir menyerupai apa yang dilakukan negara-negara Barat,” kata Huxley. “Kasus yang paling ekstrim adalah Singapura. Tidak ada perbedaan kemampuan lini depan antara Singapura dan Australia. Keduanya akan memiliki Jet tempur F-35. Keduanya akan memiliki kapal yang dapat mengoperasikan penerbangan pesawat, mungkin termasuk F-35, keduanya sudah memiliki pesawat tanker pengisian bahan bakar, pesawat pengintai jarak jauh dan sebagainya”.

Semua ekspansi kekuatan dan peningkatan di Asia Tenggara dan Australia terkait dengan ancaman dari China. Faktor Cina jelas merupakan motivator utama bagi Vietnam dan Filipina, untuk memperoleh 10 large coast-guard cutters dari Jepang.

Negara-negara lain, seperti Australia, Thailand dan Singapura, sejalan dengan AS tetapi berusaha untuk menyeimbangkan tindakan pencegahan defensif terhadap kekuasaan Cina dengan meningkatkan interaksi dengan Tentara Pembebasan Rakyat.

Pada akhir 2014, Singapura mengirim kontingen besar dari tentaranya ke Cina untuk latihan bersama, sementara Australia menjadi tuan rumah untuk pelatihan unit kecil tentara China (PLA) di dekat Darwin, tempat di mana marinir AS diputar selama enam bulan setiap tahunnya sebagai bagian dari “poros” Asia seperti yang diumumkan Presiden AS Barack Obama.

Faktor prestise

Asosiasi 10 negara anggota Asia Tenggara, mencakup semua negara-negara di kawasan yang memiliki sengketa wilayah dengan Beijing di Laut Cina Selatan. Negara-negara di blok tersebut berjuang untuk menemukan garis yang sama pada masalah atau mengembangkan postur strategis yang koheren. Namun, salah satu anggota, Kamboja, kadang bertindak lebih sebagai proxy untuk China dalam forum regional.

Anggaran pertahanan yang berkembang merupakan sebuah prestise. Beberapa analis melihat banyak alasan Thailand untuk mengakuisisi tiga kapal selam bagi kebutuhan angkatan laut. Pembelian Indonesia untuk tank Leopard-2 yang di oleh Krauss-Maffei Wegmann, jerman, membingungkan sebagian besar pengamat. Banyak melihatnya hanya sebagai upaya untuk mempertahankan kesamaan status dengan Singapura dan Malaysia, yang juga membanggakan kekuatan tank.

Di beberapa negara, politisi melihat anggaran pertahanan sebagai cara untuk membeli orang-orang militer dengan peralatan, untuk menjauhkan mereka dari politik, meskipun ini tidak terjadi untuk Thailand yang baru-baru ini menggulingkan Perdana Menteri sipil Yingluck Shinawatra.

Ada juga unsur berbersiap-siap untuk pertengkaran lingkungan. Pasukan Thailand dan Kamboja telah bentrok atas wilayah di sekitar kuil kuno di perbatasan mereka. Kapal patroli Indonesia dan Malaysia telah berhadapan di sebuah ladang minyak yang diperebutkan di Kalimantan, tidak jauh dari tempat pasukan Malaysia memadamkan invasi gerilyawan dari Filipina ke Sabah pada tahun 2013. Adapun Singapura khawatir tentang keamanan pasokan air dari tetangga Malaysia.

Asia Tenggara tidak pernah kekurangan hot spot ancaman dan persaingan untuk perencanaan militer. Perbedaannya sekarang adalah bahwa pemerintah semakin memiliki dana dan pemasok untuk memenuhi tuntutan mereka. (asia.nikkei.com).

Bagikan:

  72 Responses to “Perkembangan Militer Asia Tenggara”

  1.  

    hwmm… bukannya ni berita lama yaa

  2.  

    Pertama

  3.  

    Telu limo….

  4.  

    Gpp brita lama tp menarik buat diskusi…sip bung diego

  5.  

    Vietnam sdh menerima kilo ke 6 nya.. sedangkan Indonesia?

  6.  

    4

  7.  

    hore

  8.  

    “Korea Selatan sedang
    membangun satu dari 12 kapal selam desain Jerman –
    Type-214- untuk Indonesia, dengan tindak lanjut akan dibangun di Surabaya, Indonesia” Nah ini yang Rame.. Bukankah kita hanya pesen 3 unit!

  9.  

    12 kapal selam changbogo..
    Hmm….
    Sya suka..Sya suka…

    Good bapak besar jendral SBY. Biji yg kau tanam sdah mulai berbatang, berdaun dan berbunga..dan bangsa kita mulai memetik buahnya.
    Hasil jerih payahmu sngat kami hargai..rintangan yg kau hadapi sngatlah berat demi kejayaan bangsamu.
    Sesikit demi sedikit luka yg menganga sudah kau obati..

    Dari pada tertungkup biarlah terereng..!
    Trimakasih bapak besar..

  10.  

    Hemmm kalo gini caranya lebih baik kita menguatkan otot militer kita tanpa lebay mengumumkannya …
    Mencerna pemberitaan perkembangan militer regional harus disikapi dengan bijak.
    Seperti halnya Pak SBY dengan kebijakannya ‘zero Enemy’ kita juga jangan antipati dengan doktrin tersebut, karena ketika posisi beliau ketika itu Indonesia sedang ‘membangun’ kekuatan. Dan kondisinya kita dikelilingi pangkalan militer negara super power. Bila taji kita sudah ‘mampu’ mengimbanginya atau melebihi kekuatan militer negara lain yang berpotensi mengancam NKRI maka doktrin ‘zero enemy’ kurang relevan lagi.
    Banyak teman teman warjag yang kecewa dengan list yang diberikan bung Nara yang sampai sekarang belum terwujud. Padahal beliau memberikan ‘clue’ TERLIHAT KUAT DISAAT LEMAH DAN TERLIHAT LEMAH DISAAT KUAT. Filosofi tersebut bagaikan pedang bermata dua di dunia intelijen dan kontra intelijen. IMHO ….
    Maka kita sebagai pengamat tidak usah ‘menghujat’ sesama anak bangsa, mari kita pupuk rasa persatuan dan kesatuan negeri.
    Salam Tabik …

    •  

      mari kita lihat dalam sisi positif, bukan negatif

      ZERO ENEMY = tidak punya musuh karena kekuatan militer Indonesia sudah besar

      BUKAN

      ZERO ENEMY = Indonesia harus tunduk kepada negara lain supaya tidak dianggap musuh.

      •  

        ZERO ENEMY pak SBY itu lebih pada berprasangka baik pada negara asing,mungkin maksud pak BEYE klo kita gak ganggu negara lain,mreka pun tak akan ganggu kita.
        Tp nyatanya RI d sepelekan negara sebelah dan walau udah harga diri d injak tetap sabar.itu zero enemy pak beye

        •  

          Semuanya tak lepas dari berdirinya negara ini. Kita yang memulai mengakhiri kolonialisasi negara negara barat. Keberanian bangsa Indonesia untuk menuntut merdeka ,mengilhami bangsa bangsa lain,menuntut hal yang sama .Terlibatnya Indonesia menentang pengaruh barat dalam pembentukan negara Malaysia di artikan Indonesia adalah musuh kepentingan barat di Asia tenggara.Makanya Indonesia harus di kurung,dengan pembentukan FPDA.
          Image itu yang coba di hilangkan oleh SBY.Secara politik Indonesia slalu bersuara bila ada rencana penempatan pasukan asing di asia tenggara,aussie tentu saja mengganggu kepentingan barat .Jadi kalau mau Indonesia di anggap teman,ya tak usah ribut bila Amerika bikin pangkalan dekat Indonesia.

        •  

          Zero Enemy jaman pak SBY menurut saya adalah agar negara lain tdk curiga dengan kita. Siapa bilang harga diri diinjak tetap sabar, lha wong pas ambalat konflik beliau ikut patroli di atas Kapal Perang, dan pasukan marinir, kapal selam, frigat dan kovet sudah siap di Tarakan, palu, balikpapan dll.

          Zero Enemy bagi pak SBY adalah BELANJA :
          – tambahan Sukhoi 30Mk2, 24 F-16 block 32++, 16 TA-50 Golden Eagle, 16 Supertucano, 18 Grob 120G, 8 Apache Guardian, tambahan Mi-35, tambahan Mi-17, 6 Heli EC715 Cougar, 12 heli AS550 Fennec, 11 heli AKS AS565 MB Phanter, 9 C-295, CN 235 MPA.dll
          – 2 PKR Sigma 10514, 3 MRLF Bung Tomo class, KCR-40/60/Trimaran, Changbogo, 2 HydroOceanografi, LST class, LPD class, BCM class, pengganti Dewaruci. dll
          – 37 Astross-2, 36 Caesar Howitzer 155mm, KH-179 155mm Howitzer, KH-178 105mm, Leopard-2 Ri, BMP3F, BTR-80, IFV Marder, LV Komodo, RHan-122. dll
          -Oerlikon Skyshield, Starstreak Forceshield, TD-2000B, VL Mica, Mobile Mistral-LVKomodo, rudal MBT NLAW, rudal Javelin, bebagai rudal utk Sukhoi dll
          daftar diatas baru semangat pak SBY dengan doktrin Zero Enemy. Bisa kebayang kalau doktrin beliau Active Strike.
          Era sekarang tinggal nunggu kiriman barang-barang yg sudah diorder sebelumnya.
          mestinya di era pak Joko bisa belanja 5 kali lebih banyak dan berkualitas dari sebelumnya. misal Su-35, Thypoon, C-17 Globemaster/A-400 Atlas, A330 MRTT, C-295AEW/EMB 145 AEW/A-50 AEW/Boeing 737 Wedgetail, Chinook, Blackhawk, KD-III Destroyer, K9 Tracked Howitzer, Almaz Antey 2500 SAM/NASAMS-2/Pantsyir, Amur1650/U218 class, LHD Mistral, dll

          •  

            Ibarat membangun rumah, jaman pak SBY adalah membangun pondasi, sehingga butuh suasana tenang. Masa pak Jokowi saat ini untuk mengembangkan pondasi yang sudah terbangun..Jika ramalan konflik LCS pecah di 2020, kita sudah sangat siap..

    •  

      belum terwujud ???? belum terwujud???? ha,ha,ha,ha,ha,ha,ha,ha,

  11.  

    Bung Sakera, yang harus kita perhatikan langkah singapure. Aussie dan singapure bakal mengoperasikan F 35 B. Aussie sudah punya Canberra klas ,nah singapure tentu bakal nyusul,mengoperasikan LHD,yang dengan sedikit modifikasi bisa dipakai jadi Landing dek buat F35B,karena pesawat itu cuma butuh landasan pendek untuk terbang. Artinya mereka bakal bisa memproyeksikan angkatan perangnya jauh dari homelandnya.Mau tidak mau kita harus punya SU 35 untuk mengimbangi.

  12.  

    OOT … barusan sukoi terbang rendah diatas rumah di jogja …. ada acara apa ya?

  13.  

    sukhoi juga lewat diatas gubukq…su 30/27…mesinnya halus tidak kayak f16…manuever bagus…ada acara di jogja. pasti su 35 standby di lanud gading wonosari. bangga py sukhoi….amin.

  14.  

    Wah Indonesia jd Langganan Korsel hehe . .
    Tp apa bnr ya? Soalnya Son Won-il terbilang produk baru, pesanan untuk ROK Navy aja keknya blm selesai ya, mungkin kalo ambil dr Jerman langsung lbh masuk akal, apalagi 12 KS Type 214 mahal bgt tuh hehe . .
    Ditunggu kelanjutannya aj deh, hehe

  15.  

    AK LHAT SHUKOI TERBANG DLANGIT JOGJA BRUSAN.. DAHSYAT SUARANYA..

  16.  

    Jadi waktu pak Jokowi ke Korea utk pesan lontong itu ternyata kelanjutan dari pesanan sebelumnya yang berjumlah 3. Sempat terjadi simpang siur antara mempertegas pesanan sebelumnya dengan pesan baru tambahan dari 3 yang sudah dipesan. Makin jelas, target 12 unit s/d 2024. xixixi.

  17.  

    at HLP
    si botak ujan2an beberapa menit yng lalu

  18.  

    Kalau negara ingin kuat , anggap negara sekitaar adalah musuh sebab kalau kita menganggap negara sekitar adalah sahabat maka negara akan lemah.

  19.  

    Tu sukro kpn k bdg iya ? Jdi ngiri …

  20.  

    mau liat sukhoi bermanuver silahkan k makassar..dsni kami sdah bosan liat..tp yg pling menarik ketika sukhoi mengeluarkan bomb sonic, 4 kota d skitar makassar bisa mendengar suara n merasakan getarannya..kyak gunung meletus..

  21.  

    KS 214 ap 209..??? Menyesatkannn

    Mana berita valid???

  22.  

    wiss pokok e 6 skadron sukhoi series + 6 skadron typhon series ……. untuk jangka max. 2024

  23.  

    Kapan nih Indonesia buat kpl induk tenaga nuklir sendiri?
    Ayo presiden, adakan lomba desain kpl penjelajah dan kpl induk tenaga nuklir yg tentunya ga perlu bbm, lalu kita buat secepatnya!
    Masa dari sekian ribu insinyur kita ga ada yg bisa. Klu kita bersatu padu, pasti bisa. Insyaalloh.
    Majulah Indonesiaku!

  24.  

    MASIH SUKA NGAKU2 BELI U-214, PADAHAL CUMA U-209 COPIAN,

    DISITU KADANG SAYA MERASA SEDIIH…!!!

  25.  

    Lho ks yang di titipin kq ngga di bahas ya, apa itu memang ngga ada hitunganya untuk golongan goib2,

    Dan satu lagi kita butuh destroyer dan tambahan psu mobile yang banyak, karena ancaman dari luar semakin meningkat,

    Maaf hanya analisa awam.

  26.  

    Australia sengaja bikin berita yang mengagetkan supaya Anggaran pertahanan Australia di naikan.

  27.  

    lawass

 Leave a Reply