JakartaGreater.com - Forum Militer
Mar 042018
 

Prototipe Medium Tank Harimau Hitam Indonesia. (Pindad)

Jakarta – Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) mengadakan konferensi pers Jumat, 2/3/2018, untuk menjelaskan beberapa hal terkait tugas – tugas KKIP sebagai mana tertuang dalam Undang Undang Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan, di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, dirilis Kemhan.go.id.

Dalam kesempatan ini, KKIP melalui Ketua Tim Pelaksana KKIP Laksamana TNI (Purn) Sumardjono didampingi sejumlah jajaran Timlak dan Ahli KKIP menyampaikan tentang pentingnya industri pertahanan sebagai bagian komponen dalam pembangunan sistem pertahanan negara.

“Industri pertahanan tidak lepas dari pembangunan sistem pertahanan negara, di negara manapun juga. Jadi keberadaan industri pertahanan merupakan salah satu komponen yang penting untuk membangun suatu sistem pertahanan suatu negara”, jelas Laksamana TNI (Purn) Sumardjono.

Lebih lanjut Ketua Tim Pelaksana KKIP menjelaskan, komponen pertahanan negara itu ada lima yakni doktrin pertahanan, strategi pertahanan, postur pertahanan, struktur pertahanan dan teknologi pertahanan.

Sedangkan teknologi industri pertahanan sendiri ada di industri pertahanan. Teknologi pertahanan sangat penting, karena bisa merubah atau berpengaruh langsung terhadapi baik strategi, postur maupun struktur pertahanan. “Jika teknologi berubah maka strategi, postur maupun struktur pertahanan akan berubah. Demikian kuatnya teknologi itu berpengaruh kepada sistem pertahanan suatu negara.”, ujarnya.

Terkecuali untuk doktrin pertahanan tidak akan berubah, karena di Indonesia doktrinnya adalah pertahanan rakyat semesta yang artinya seluruh komponen kekuatan yang ada di Indonesia ikut bertanggung jawab dan bisa digerakan untuk melakukan kegiatan pertahanan negara.

Laksamana TNI (Purn) Sumardjono menjelaskan bahwa industri pertahanan dibangun pada masa damai dan masa darurat, hal tersebut sudah ada tercantum dalam UU Nomor 16 Tahun 2012. Sesuai UU Nomor 16 Tahun 2012, KKIP sebagai perwakilan Pemerintah memiliki tugas untuk mengkoordinasikan kebijakan nasional dalam perencanaan, perumusan, pelaksasanaan, pengendalian, sinkronisasi dan evaluasi industri pertahanan negeri.

Terkait dengan perkembangan pengelolaan industri pertahanan dalam negeri, sejak ditetapkannya UU Nomor 16 tahun 2012, KKIP telah membuat beberapa aturan turunannya. Atruran terbaru yang telah dibuat adalah Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 141 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Industri Pertahanan yang ditetapkan oleh Presiden RI pada tanggal 28 Desember 2015.

KKIP juga telah merumuskan Master Plan pembangunan industri pertahanan yang dimulai tahun 2010 sampai dengan tahun 2029 dimana diharapkan pada tahun tersebut akan tercapai target kemandirian industri pertahanan yang signifikan, kemampuan berkolaborasi secara internasional dan pengembangan yang sustainable, sehingga industri pertahanan mampu memenuhi pasar dalam negeri, dapat bersaing dengan produk luar negeri serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi. (Kemhan RI).

Bagikan:

  11 Responses to “Perkembangan Pengelolaan Industri Pertahanan Dalam Negeri”

  1.  

    Ok dehh

  2.  

    XixixizzZ….selalu bicara teknis dan melayang…tanpa ada tindakan nyata yang progresif…coba benahi satu industri dulu yang sarat tehnologi…atau bisa industri hulu diperkuat…satu contoh industri logam kita…bagai mana sampai sekarang masih infort bahan dasar logam untuk diolah menjadi komponen…seperti tintanium…!!!

    •  

      Betul, ilmu metalurgi harus benar2 dikuasai. Klu sudah mampu membuat berbagai jenis logam untuk dapat digunakan dlm industri strategis baru mantap, bahkan buat mesinpun bs klu sudah bs membuat komponen2 sesuai standard permesinan.

    •  

      seharusnya masalah teori dilempar ke kalangan universitas,,,pihak industri hanya menyediakan dana utk penelitian, sisanya serahkan kepada universitas di indonesia.

      nanti mahasiswa perguruan tinggi akan mengkaji bahan apa yg diperlukan, misal mau buat baterai lithium dgn bahan lithium iron phospate, atau bahan alternatif lainnya.

      kalau sudah jadi kajiannya kan kalangan industri yg menikmati hasilnya.

      lifepo4 itu yg mengkaji adalah sebuah universitas di amrik, lalu setelah hasilnya mantap diproduksi masal oleh pabrik.

      •  

        Bener bung dan biasanya penelitian di kampus ini lbh murah dan org2 nya tdk terlalu memandang materi tp lbh kpd kepuasan diri berhasil membuat terobosan dan inovasi. Teknologi metalurgi dan pembuatan mesin spt nya hrs2 bnr2 kita kuasai klu mau mandiri.

        •  

          Kalo mau seperti itu harus ditingkatkat laboratorium dan alat pendukung…!!!
          Tapi saya ragu…?!?!
          Tahap awal penelitian mungkin bisa tapi kalo sudah mencapai keporsi yang lebih dalam biasanya peneliti kita minta bantuan luar negri juga…karna menyangkut kelengkapan laboratorium atau alat penguji…!!!!

  3.  

    Kemarin Leopard Turki hancur, kali ini M1A2 Abrams militer Saudi yang remuk

    http://www.ypagency.net/en/2018/03/01/yemeni-army-kills-two-soldiers-in-jizan/

  4.  

    segala kemampuan dasar untuk membangun alutsista masih belum matang
    jadi bingung sendiri kalau betul betul mendapat t o t membangun mesin diesel sendiri

  5.  

    Kaplan MT FNSS-Pindad – Modern Medium Weight Tank Project

    https://www.youtube.com/watch?v=jXfkzAj40eE&t=26s

 Leave a Reply