Mar 292016
 

Tiongkok kini menjadi salah satu pengekspor senjata terbesar di dunia, setelah Amerika Serikat dan Rusia. Negara itu tengah mengejar peluang di pasar global.

Surat kabar Tiongkok The Peopleís Daily, baru-baru ini menerbitkan satu artikel tentang kemungkinan para pembeli senjata buatan Tiongkok, terutama jet tempur FC-20 terbaru. Dalam artikel itu dijelaskan bahwa para negara calon pembeli merupakan mereka yang tidak memiliki hubungan militer dengan Barat. Negara-negara itu berada di Asia, Afrika, Timur Tengah dan Amerika Selatan.

Di saat bersamaan, Amerika Serikat menganggap ekspor senjata sebagai “indikator diplomatik” yang membedakan antara teman dan musuh. Padahal, Tiongkok bebas dari prasangka politik dalam perdagangan senjata.

Among the weapons unveiled for the first time in China's latest display of military might was an anti-ship ballistic missile - the Dongfeng-21D (above) - which is reportedly capable of destroying an aircraft carrier with one hit. (REUTERS)

Among the weapons unveiled for the first time in China’s latest display of military might was an anti-ship ballistic missile – the Dongfeng-21D (above) – which is reportedly capable of destroying an aircraft carrier with one hit. (REUTERS)


Tingginya permintaan senjata buatan Tiongkok bukan hanya karena harganya yang murah, tetapi juga berkualitas tinggi, mirip dengan yang diproduksi di Barat. Misalnya saja jet tempur J-15 yang menjadi salinan pesawat Su-33 buatan Rusia, serta J-31 yang didasarkan F-35B buatan Amerika Serikat. Industri pertahanan Tiongkok telah menyalin berbagai jenis perangkat keras militer, termasuk tank, artileri, dan kendaraan tempur lainnya.

Beijing tidak peduli pihak mana yang memegang pasar Tiongkok saat ini. Pemerintah Tiongkok telah mengumumkan dua inisiatif utama dalam hal itu.

Pertama, industri pertahanan Tiongkok akan bersifat pribadi, dalam artian industri secara ketat dikontrol oleh pemerintah dan setiap perusahaan yang mempekerjakan lebih dari 50 karyawan diawasi oleh seorang pejabat partai.

Kedua, Tiongkok membuat sebuah lembaga riset pertahanan yang akan mengawasi industri pertahanan. Lembaga itu akan menjalankan program penelitian, mempromosikan inovasi dan mengintegrasikan industri dengan Angkatan Bersenjata Tiongkok.

AVIC Yilong military drone.

AVIC Yilong military drone.


Saat ini, ada sekitar 1.000 perusahaan pertahanan swasta yang beroperasi di Tiongkok. Mereka dikendalikan oleh State Administration for Science, Technology and Industry for National Defense (SASTIND). Tahun ini, SASTIND akan mengintensifkan upaya untuk membangun senjata Tiongkok dan mengembangkan industri pertahanan berorientasi ekspor.

Sputnik News

  16 Responses to “Perkembangan Tiongkok Sebagai Pengekspor Senjata”

  1. pertamax plus

    • sebenarnya tiongkok ini termasuk negara maju hanya saja mereka menggunakan bahan material yg kurang bagus alasannya agar barang yg diproduksi harganya murah dan bisa bersaing,contoh kecil smartfon xiomi spek dan kualitasnya bersaing dijajaran ponsel premium seperti apple dan samsung.mungkin tepatnya ada harga ada kualitas…………. dalam urusan barang sipil mungkin kita tdk ambil pusing mw murah beli ploduk china klo mw yg kualitas yg lebih beli ploduk jepang tapi yg jadi masalah klo senjata tiongkok menggunakan material yg bagus parahnya lagi kalo yg berurusan dgn tiongkok adalah TNI 😀 (insiden natuna katanya sih TNI-AL melarikan diri banyak media kok yg memberitakan).

    • Saya suka comment ini, sangat2 realistis, lupakan sejenak dongeng guru2 SD ttg kehebatan tentara kita

  2. cuma pakistan yg beli perpur cina

    • ingat th 70-80an…..otomotif sampai angkutan umum kita di penuhi merk chevrolet, Ford, GMC, Holden, Citroen dll….saat toyota masuk, selalu di cibir barang kaleng. Hanya butuh waktu 10-15th merk toyota honda suzuki daihatsu membalikan keadaan……hal yg sama sekarang akan terjadi pada merk2 Korea dan China….Kalau kita nggak waspada akan tergilas dan hanya bisa terbengong2 dalam mimpi

  3. Kapal yang buat mancing supaya ketangkep terus tahu dalamnya natuna…
    Apa ada s400, bastion, atau destroyer…

  4. Ruarrbiasa…. Ckckckckakak

  5. lmbga riset dri mna ??? hsil spanyol blngin riset, riset tolorrr brngkli … cina tai …

  6. gampang bobrok kaya hp

  7. Di awal Tiongkok berubah haluan dari ekonomi komunis ke Kapitalis . Tiongkok membuka pintunya lebar lebar buat investasi dari barat ,kemudahan ,lahan ,listrik dan sarana prasarana di sediakan .aturan di permudah sehingga dalam tempo cepat banyak perusahaan asing berinvestasi di sana . Sekarang Tiongkok menangguk hasilnya ,bahkan dengan percaya diri kemudian mengusir investor jepang secara besar besaran karena konfik perbatasan dengan Jepang. Bagi Tiongkok sekarang mau keluar semua juga tak masalah karena mereka sudah berhasil meng adopt gaya kapitalis,perusahaan pemerintah sudah bisa mengambil alih apa yang dulunya mereka tidak bisa .Bandingkan dengan Indonesia mau invest saja izinnya bisa keluar tahunan ,belum lagi harus suap sana sini ,kadang di jadikan ATM bila ada acara acara tertentu ..,.

    • makanya pemerintahan jokowi lebih mengarahkan investor ke bidang infrastruktur seperti jalan tol,jembatan,transportasi jadi kalo terjadi krisis dan inflasi dana asing yg sudah masuk tdk mudah keluar karena sudah di investasikan. tapi kebanyakan jamaah disini terutamama yg sulit move on sllu berprasangka buruk.

  8. Cuma negara kaya yg layak beli produk2 cina, maklum skali rusak langsung buang…

  9. kalau ada kekuatan baru, bisa jadi perang dunia tiga inih

  10. gile itu rudal

  11. iya ente emang pecundang malon bloon…puas ente

 Leave a Reply