Jun 172018
 

JakartaGreater.com – Pendorong yang mendasari dalam reformasi Angkatan Bersenjata Rusia pertama kali dimulai pada musim gugur tahun 2009, telah terbukti sebagai adopsi dan adaptasi kemampuan “perintah, kontrol, komunikasi, komputer, intelijen, pengawasan dan pengintaian” (C4ISR) untuk memberikan pilihan konvensional melawan musuh yang berteknologi tinggi, seperti dilansir dari laman Eurasia Daily Monitor.

Faktor kunci dalam pengenalan varian Rusia dari konsep perang jaringan-sentris adalah perombakan menyeluruh dan modernisasi pada inventaris Peperangan Elektronika atau Pernika (Radioelektronnaya Borba-EW). Sementara banyak kemajuan telah dibuat dalam upaya ini selama tahun 2009–2014, kemajuan dalam hal C4ISR dan Pernika Rusia secara eksponensial telah meningkat menyusul intervensi Rusia di Ukraina dan Suriah.

Tidak hanya pilot Rusia dan berbagai spesialis yang diuntungkan dari pengalaman tempur di Suriah, tetapi juga Penelitian dan Pengembangan (R&D) dalam bidang pernika telah memperoleh imbalan besar dari kesempatan untuk mencoba dan menguji berbagai sistem canggih dalam lingkungan peperangan operasional yang kompleks.

Dalam proses ini, salah satu penumbang utama adalah Angkatan Udara Rusia (Vozdushno Kosmicheskikh Sil-VKS), yang sama-sama dicoba serta diuji dalam pertempuran selama tiga tahun terakhir dalam operasi di Suriah.

Dan sekarang, bukti telah muncul dari terobosan teknologi dalam kemampuan EW Rusia yang ketika diterapkan pada kekuatan udara, mampu menawarkan kemampuan stealth secara de-facto untuk beberapa platform tempurnya yang paling modern.

Para pendukung utama EW atau pernika adalah Angkatan Darat Rusia, dan unit EW ada di seluruh tatanan perang tentara Rusia mulai dari tingkat strategis hingga taktis, mulai dari brigade EW lengkap hingga batalion. Pusat EW juga ditemukan di Angkatan Laut dan Angkatan Udara Rusia, yang terakhir itu berada di garis depan dalam operasi militer di Suriah.

Sejumlah aset EW telah dipindahkan menuju Suriah untuk diuji dan bereksperimen dengan meningkatkan pertahanan udara untuk pasukan Rusia yang ditempatkan di teater serta untuk membangun kemampuan anti-akses/zona larangan (A2/AD).

Pengujian vital dalam konteks ini berhubungan dengan kompleks pernika Khibiniy, yang dirancang untuk jet tempur Sukhoi terbaru dan pesawat pembom. Terobosan dalam hal teknologi pernika ini menjanjikan perlindungan yang lebih baik untuk platform Angkatan Udara Rusia terhadap radar dan misil musuh.

Terobosan utama terletak pada adopsi penggunaan konseptual dari sistem canggih untuk memberikan perlindungan pada grup tempur udara.