Apr 262017
 

Presiden Joko Widodo meresmikan pabrik PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) di Greenland International Industrial Center Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, 25/4/2017 (Sekretariat Negara @KemensetnegRI)

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto menyatakan, isu perombakan susunan kabinet atau “reshuffle” tidak perlu diributkan dan dibesar-besarkan.

“Saya kira begini ya, jangan tanya saya soal ‘reshuffle’. Itu ‘kan hak Presiden, untuk apa diributkan,” ujar Wiranto yang ditemui di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa, 25/4/2017.

Mantan Panglima TNI itu juga menanggapi santai terkait adanya kabar perombakan jajaran pembantu kepala negara tersebut.

“Setiap minggu itu ada isu ‘reshuffle’. Ini sudah jadi isu bulanan bahkan mingguan. Jadi untuk apa ditanggapi,” katanya pula.

Ia menuturkan publik tidak perlu menjadi risau dengan adanya isu pergantian pejabat kementerian dan lembaga tersebut.

“Tidak usah dibincangkan terkait siapa mau mengganti, siapa mau diganti, kapan mau diganti. Itu semua hak Presiden,” kata Wiranto.

Menurut dia, semua pihak saat ini hanya dapat menunggu keputusan dari kepala negara terkait perombakan kabinet.

“Kalau toh tidak ada (keputusan ‘reshuffle’;) dari Presiden ya tak ada. Tidak perlu diributkan,” kata Menko Polhukam Wiranto.

Landasan Perombakan Kabinet

Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing mengatakan pertimbangan perombakan kabinet sejatinya harus dilandasi enam poin penting.

“Pertama, menteri ke depan (sisa masa jabatan pemerintahan) harus lebih loyal kepada Presiden daripada ke partai. Sebab, sangat-sangat merugikan pemerintahan bila seorang menteri memiliki dua ‘majikan’,” ujar Emrus Sihombing di Jakarta, Selasa, 25/4/2017.

Kedua, menteri yang akan “running” pada Pilkada 2018 dan Pilpres 2019. Sebab, bila tidak di-“reshuffle”, jabatan menteri berpeluang “dimanfaatkan” kepentingan politik pemilu.

“Ketiga, menteri yang terkait yang tidak mampu mengelola dan mengendalikan isu-isu ‘miring’ yang kontra produktif di ruang publik. Fakta menunjukkan sampai saat ini, masih banyaknya wacana di sosial media yang mempertajam perbedaan dari segi SARA,” ucapnya.

Sebab, wacana yang tidak produktif ini berpotensi besar mengganggu pluralisme di Tanah Air, dan bisa berkembang menjadi ancaman potensial keutuhan NKRI serta kenyamanan di tengah masyarakat.

Keempat, lanjutnya, terkait dengan yang ketiga, perlu dipercepat pembentukan Lembaga Pemantapan Nilai-nilai Pancasila yang berada di bawah Presiden menangani wacana miring di ruang publik, seperti termuat pada point tiga.

“Kelima, menteri yang berpeluang mengundurkan diri menjelang Pilpres 2019. Utamanya mereka yang dari partai politik, bukan pengusung pada Pilpres 2014,” ujarnya.

Sebab, menteri yang mengundurkan diri tersebut sangat mengganggu kinerja pemerintahan pada sisa masa kerja, dan sekaligus berpeluang dimaknai sebagai upaya “penggembosan”.

“Keenam, selain lima point di atas, saya berpendapat, sebaiknya Presiden melakukan konsolidasi dengan partai yang mengusungnya pada Pilpres 2014 dalam melakukan ‘reshuffle’,” imbuhnya.

Sebab, para partai pengusung lebih setia, bertanggung jawab dan turut memikul beban bila mana pemerintahan Jokowi-JK tidak optimal merealisasikan janji politik yaitu Nawacita dan Revolusi Mental.

Presiden Soal Reshuffle

Presiden Joko Widodo membantah kabar perombakan susunan menteri dalam Kabinet Kerja akan dilakukan pada April 2017.

“Tidak ada. Hari ini tidak ada ‘reshuffle’, minggu ini tidak ada, bulan ini juga tidak ada,” ujar Presiden Jokowi terkait isu perombakan kabinet yang ditemui usai meresmikan pembangunan Masjid Nusantara di Pondok Pesantren Al Hikamussalafiyah Cipulus, Wanayasa, Purwakarta, Jawa Barat, Selasa, 25/4/2017.

Menurut Presiden Jokowi pemerintah selalu melakukan evaluasi terhadap kinerja menteri Kabinet Kerja.

Evaluasi tersebut dilakukan secara rutin. “Evaluasi menteri kita lakukan setiap minggu, setiap bulan, terus,” jelas Kepala Negara.

Dia juga menyatakan apresiasi atas kinerja para menteri yang telah bekerja dan “blusukan” ke daerah-daerah.

“Menteri-menteri kerjanya saya kira sudah pagi, siang, malam. Selalu ke daerah, selalu ke lapangan. Saya kira saudara-saudara sudah bisa lihat sendiri,” kata Presiden.

Sementara itu, Presiden juga menampik kabar terkait surat pengunduran diri Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa yang diisukan akan turut serta dalam Pilkada di Provinsi Jawa Timur.

“Sampai saat ini tidak ada,” jelas Jokowi.

Sebelumnya ramai diberitakan bahwa Presiden akan kembali merombak susunan kabinetnya terkait berbagai perkembangan peta politik yang terjadi pada beberapa waktu belakangan.

Presiden Jokowi pada Selasa juga telah melakukan kunjungan kerja ke Cikarang dan Purwakarta, Jawa Barat untuk peresmian pabrik industri otomotif dan juga menghadiri peringatan Isra Miraj di Pesantren Al Hikamussalafiyah Cipulus.

Antara

Bagikan Artikel:

  62 Responses to “Pernyataan Presiden dan Menko Polhukam Soal Isu Reshuffle”

  1. Kira-kira siapa nih menteri yang sebaiknya diganti.
    Mungkin Ahok cocok jadi menteri pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi.
    Tapi jangan di kabinet sekarang. Besok aja di periode 2019-2024.
    Tapi, tetap saja banyak pihak yang menentangnya.

  2. AyO PAK BOSS..DIBORONG BURUAN SU35 NYA !!

  3. Ahok memang harus diangkat jadi mentri yg bisa mengatur birokrasi atau ketua KPK biar pejabat yg kepengen korupsi biar klojotan…

  4. testis berjaya

  5. Karena menteri pada dasarnya adalah pembantu presiden dalam menjalankan pemerintahan, bisa ditebak siapa-siapa yang tidak bisa mengimbangi pergerakan presiden dan tidak bisa menyamakan ritme/harmoni.

  6. Yang disesalkan adalah sejumlah menteri yang menjabat hanya berdasar syahwat bukan kemampuan, macam pesanan parpol atau kelompok-kelompok tertentu dalam kekuasaan. Masalah ini membuat presiden kesulitan untuk membentuk punggawa-punggawa yang sesuai dengan idealisme-nya dan menteri macam ini hanya menjadi “batu sandungan”

  7. testis mantab deh

  8. macam perempuan yang mondar-mandir memakai perhiasan di sekujur badan tapi sintetis semua (tapi gak mau ngaku).

  9. Orang awam melihatnya hanya sebagai sosok

  10. yang gak tau malu.

  11. Ketemu juga kata yang disensor. Gak habis pikir karena seharusnya testis lebih vulgar
    Ini namanya nge-track metode “THE GANDOSS WAY”

  12. p e n g g i l a j a b a t a n

  13. isu berhembus krn ada yg panic jika si anti krorupsi memiliki jabatan setingkat mentri

  14. p e n g g i l a j a b a t a n

    coba deh tulis kata diatas dengan cara normal, gak akan muncul, padahal apa yang perlu disensor dari p e n g g i l a j a b a t a n ???????

  15. Bung @Patih Pragota,

    Yuk main tebak tebakan lg.!….xixixix
    Kira2 pak Ahok yang pas jadi mentri apa ya.?
    Jadi Mendagri gantikan Cahyo Kumolo
    atau
    Jadi Mentri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
    atau
    Jadi Mentri Pekerjaan Umum

    Tolong jng dikaitkan dng politik atau gunjang ganjing Pilkada kemaren ya bung.?

    • ahok, jika beres sidang mending di suruh ngurus freport aja, jadi direktur pt freport indonesia, lumayan galaknya untuk gebugin mafia freeport dulu,, hheeee..

      • Masa cuma jd dirut bung, beliau DKI 1 lho…paling tidak jabatan mentri pas banget buat beliau. Apalagi kalo jd mentri PU, saya yakin pasti banyak program beliau khususnya utk indonesia timur.

    • Kalo soal pilkada kemaren saya nggak pernah mbahas bung, karena ketika itu masih masa kampanye maka saya nggak mau memanaskan diskusi warjag. Nah sekarang pilkadanya udah selesai maka tak masalah sekarang saya katakan saja: saya bukan warga DKI jadi nggak ikut milih. Saya hanya cenderung menilai Ahok lah yang paling tepat untuk jadi Gubernur DKI. Saya menilai dari kinerjanya.
      Tentang jabatan mentri yang sesuai untuk Ahok, saya pertimbangkan dulu. Pastinya bukan jadi menteri agama bung (karena akan banyak yang menolaknya).
      Mentri pertanian? (Apa dia ngerti pohon nasi?)
      Mentri pertahanan (nah selama ini dia “bertahan” dari berbagai tekanan).
      Mentri olahraga (dia suka olahraga nggak? tapi mungkin bisa berhasil).
      Mentri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (jangan coba-coba!)

      Menurut saya sih Ahok paling cocok jadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

      Eh tunggu, apakah mentri pemberdayaan perempuan itu harus seorang perempuan?

      • @patih: Mentri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (jabatan yg gak akan berpindah tangan sampai akhir periode tau kan maksudnya, ahok pun gak bakal dapat mengisi posisi ini muhehehe bukan begitu bung patih praduga)

        disini saya menilai ahok dari kinerjanya dan anti korupsinya yh
        Mendagri biarkan si cahyono, si ahok cocoknya jd menPAN-RB setuju ma bung patih, krn si ahok ibarat pesawat tempur Chengdu J-20 yg memiliki effect deterrence konon katanya setara F-22 muehehehe. Mulutnya yg suka lepas control cocok buat sock teraphy birokrasi magabut dan korup..dan lumayan juga menunggu lidah kesleonya lagi muhehehehe

        ahok gak bakal menjabat ketua KPK gak mungkin itu saya jamin itu gk bakal terjadi. jaminan janjinya bukan loncat dr monas, potong T***T,Potong jari. tp saya janji bakal potong uang makan saya yg sehari 20rb jd 10rb muehehehe..

        ahok jg gak bakal jd cawapres 2019 (angan angan yg tak logis) dia karirnya mentok di mentri dan jd pengusaha chinese food muehehehe..

    • Bung Ruskye di kementerian apa ?

      • pasti dari kementrian pertanian

      • kalo yg bung TN.Phd maksudkan saya kerja di kementerian apa, tentu saya jawab di kementerian yg ngolah duit.
        Tapi kalo maksudnya saya jd menteri di kementerian apa, jawab saya jd kementerian JKGR. Kenapa.? Karena saya sdh merasakan kaos pemberian bung Diego, jd saya harus loyal dng JKGR apapun yg terjadi……xixixixi

        Salam bung Diego.

        • Jawabannya nggak spesifik nih… Xixixi

          Semua kementerian itu ngolah duit atuh.

          Takut Mr. Ah ditempatkan jadi atasan bung Ruskye ya ?

          😆

          Sekali-sekali ngerjain bung Ruskye aaaahhh.

          😆 😆 😆

          • Takut dng omelannya yg nyumpah serapah itu lhoo bung. Bisa2 isi Zoo park dikeluarkan semua….xixixi

            Ente bukan sekali sekali doank ngerjain ane bung. Untungnya bukan bini ane yg ente kerjain….xixixixi

          • Ternyata takut juga diomelin Mr.Ah

            😆

    • Nimbrung aah…curiga ane bung ruskye… Ngomongin pak ahok…hehehe…kayakna udah tahu bocorannya…

    • klo saya sih cenderung pak Ahok jd MenPAN

  16. Ini akibat memilih menteri dr deal2 kalangan parpol pendukung bukan berdasar asas propesionalisme yg kasihan Pak Presiden menjadi dilema antara hak prerogatif dan pesanan2 pihak yg berkepentingan!

  17. GANTI DAN COPOT MENTERI YANG KERJA NYA HANYA BISA MENGKRITIK DAN MENIKMATI FASILITAS MEWAH. TANPA MEMBERIKAN ARTI BAGI KEMAJUAN EKONOMI DLL UNTUK NEGARA INI.

    MENTERI ADALAH PEMIMPIN UTAMA DI BIDANG MASING2
    JIKA SALAH MEMILIH MENTERI MAKA SALAH JUGA PEMIMPINNYA
    JIKA PEMIMPIN NYA SALAH MAKA HANCUR JADINYA TUJUAN ITU
    PILIHLAH PEMIMPIN YANG AHLINYA, JIKA TIDAK MAKA TUNGGU KEHANCURANNYA.

  18. Ahok seorang negarawan dia sangat bisa dicalonkan sbg presiden atau wakil presiden

    • SELAIN NEGARAWAN MUNGKIN DIA JUGA HARATAWAN BUNG.
      JADI TIDAK PERLU NEGARAWAN YANG PIAWAI MENJADI PEMIMPIN

      PEMIMPIN= KEMENTRIAN = KEDUDUKAN
      ORANG YANG MENJADI PEMIMPIN DI KABINET ADALAH ORANG YANG MENCARI KEDUDUKAN

      SEBAGAI NEGARAWAN AHOK LEBIH BAIK JADI OPOSISI POLITIK. BUKAN JADI PEMIMPIN ATAU MENTERI.

  19. no camen

  20. Test

  21. Ahok wajib ikut pit and proper test ketua KPK……. secara beliau rajin cabut2 tikus kantor……

  22. Saya Lebih Suka Klau Ahok Jadi Mentri pendayaan Aparatur Negara Dan Reformsi Birokasi… Kenapa Karena Dia Kerjanya Lumayan Tegas Dan Sangat Galak… :D

  23. Ahok pengin jadi kepala bulog ……

  24. Lama nggak maen ke jkgr, sekalinya maen ternyata banyak ahoker lol

  25. jadi nemo om hahaha

  26. Wooooiiii, presidennya yg harus ganti….. sumber penyakitnya ada disitu

  27. Berani keluarkan menko PM dijamin mboke ngluruk…???

 Leave a Reply