Jul 062019
 

KRI RE Martadinata 331. (photo: Damen Schelde Naval Shipbuilding)

Surabaya, Jakartagreater.com – Komandan Komando Latihan (Dankolat) Koarmada II, Kolonel Laut (P) Arif Badrudin, M.Mgt. STUD., memimpin briefing awal sebagai persiapan untuk melaksanakan latihan Tactical Training FFBNW (Fitted for But Not With) KRI Kelas PKR-105 tahun 2019, pada Jumat 5-7-2019 bertempat di ruang Auditorium Puslatkaprang Koarmada II.

Dankolat Koarmada II menjelaskan bahwa tujuan latihan tersebut adalah untuk meningkatkan kemampuan Tim komando KRI sehingga mampu mengawaki peralatan, senjata dan sensor secara profesional dalam lingkungan dan skenario taktis terstandar agar dapat mendukung tugas pokok TNI AL.

Persiapan Tactical Training FFBNW KRI Kelas PKR-105

Selain itu lanjut Arif, sapaan karib Dankolat ini ada beberapa tujuan lainnya dalam pelaksanaan latihan taktikal, yakni tercapainya pola pikir dan pola tindak yang sama bagi seluruh peserta latihan dalam menyelenggarakan fungsi operasional KRI di laut. Kemudian tercapainya pemahaman tentang taktik dan prosedur operasional peralatan, sensor dan senjata di KRI tipe PKR.

Persiapan Tactical Training FFBNW KRI Kelas PKR-105

“Pada intinya latihan taktikal FFBNW bagi KRI kelas PKR-105 ini adalah tercapainya kemampuan dan keterampilan prajurit pengawak KRI tipe PKR dalam menyelenggarakan fungsi taktis dan operasional operasi laut. Serta teruji dan terlaksananya buku–buku doktrin operasi dan penggunaan taktis KRI tipe PKR sesuai dengan perkembangan teknologi peralatan dan senjata yang telah terpasang dalam proses FFBNW “, tandas Arif.

Adapun tahap latihan yang akan dilatihkan meliputi Tahap Klasikal, Tahap Praktek, dan Tahap Manuver Lapangan yang menurut rencana akan dilaksanakan pada Dember 2019. (Dinas Penerangan Koarmada II).

  3 Responses to “Persiapan Tactical Training FFBNW KRI Kelas PKR-105”

  1.  

    Ada yang tau kapan tni mau menambah armada frigate RE Martadinata class?

  2.  

    Besok

  3.  

    Kasihan ya tentara laut kita spesifikasi kapal perang nya canggih tapi persenjataannya masih sangat minim, harus jaga kedaulatan maritim negeri dengan hanya mengandalkan meriam cepat kapal, sepasang senapan mesin manual dan rudal ringan jarak dekat tetral mistral. Budget yang sangat terbatas sehingga pertahanan utama terpaksa hanya banyak2 berdoa supaya tidak ada konflik, semoga para tentara laut kita tetap semangat dengan semua keterbatasan yang ada.