Mar 062019
 

A U.S. Army Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) weapon system is seen on Andersen Air Force Base, Guam, October 26, 2017 © Reuters

JakartaGreater.com – Militer AS untuk pertama kalinya mengerahkan sistem pertahanan rudal THAAD di Israel, sebagai bagian dari latihan bersama yang dilakukan oleh Komando Eropa Amerika Serikat (EUCOM) dan IDF, menurut pengumuman militer Israel pada hari Senin yang dilansir dari Times of Israel.

“Tujuan penyebaran ini adalah untuk mempraktikkan penyebaran cepat di seluruh dunia sistem yang kompleks, dan untuk meningkatkan kerjasama dengan sistem pertahanan udara IAF”, kata IDF, menambahkan bahwa latihan itu “menekankan komitmen AS demi pertahanan dan keamanan Israel”.

“IDF bekerjasama dengan tentara AS untuk meningkatkan koordinasi antar kedua militer dan memperkuat kemampuan mempertahankan wilayah udara Israel”, tambah pernyataan itu.

Menurut juru bicara IDF Brigjen Ronen Manelis, sistem THAAD akan dikerahkan di Israel selatan dan sekitar 200 tentara AS akan ambil bagian dalam latihan tersebut.

Latihan itu dilakukan tidak lama setelah Juniper Falcon 2019 selesai, yang menguji tingkat koordinasi antara kedua negara dalam hal ancaman rudal balistik terhadap Israel.

“IDF dipersiapkan dan siap untuk mempertahankan langit dan rumahnya dari berbagai ancaman yang dekat dan jauh dan menyambut latihan”, menurut pernyataan dari IDF, menekankan bahwa ini adalah penyebaran defensif yang tidak terkait dengan peristiwa spesifik.