Jun 152018
 

JakartaGreater.com – Selama beberapa tahun terakhir, peringatan kemenangan Patriotik Perang Raya telah digunakan untuk memamerkan perangkat-perangkat baru militer Rusia. Sebagai contoh, pada tahun 2015, tank T-14 Armata Rusia, teknologi untuk penjelajahan Arktik dan senapan mesin AK-12 untuk pasukan penerjun payung dipamerkan ke dunia.

Seperti dilansir dari laman Russia Beyond yang bersumber dari Kementerian Pertahanan Rusia, tahun 2018 ini dalam parade Lapangan Merah akan digunakan untuk menunjukkan Terminator-2, mesin tempur Rusia yang dirancang untuk mendukung infanteri.

“Ini akan menjadi debutnya bagi Rusia dan dunia. Sebelumnya, kami menguji Terminator 2 dalam pertempuran di Suriah dan mendemonstrasikan potensi tank dalam penembakkan jarak dekat dalam pameran militer Army-2017. Sekarang teknologinya sudah benar-benar siap dan disempurnakan”, kata sumber tersebut kepada Russia Beyond.

Apa itu Terminator-2?

Ini adalah sebuah mesin tempur yang dilengkapi dengan empat alat peluncur untuk misil berpemandu 9M120 Ataka, serta senapan mesin 30 mm yang mampu menembus lapisan baja modern dan bahkan bangunan terkuat.

“Terminator-2 ini juga memiliki mode semiotomatis untuk sistem penembakannya. Sistem mencari targetnya secara otomatis dan kru yang akan memutuskan untuk menembaknya atau tidak”.

Kendaraan pendukung tempur Terminator Rusia © Katalog Produk UVZ

Hasil modernisasi dari Terminator (versi pendahulu Terminator-2) juga sedang diuji coba dengan platform tank T-14 Armata dan dengan instalasi artileri AU220M Baikal. Namun begitu, masih belum diketahui apakah ia akan ikut berpartisipasi pada parade dan kapan ia akan mulai digunakan oleh militer negara.

Selain menampilkan Terminator, sistem rudal Tor M2DT dan Pantsir-SA juga diperkirakan akan mengundang decak kagum orang-orang yang hadir di parade.

Sistem Tor-M2DT ini didasarkan pada kendaraan segala medan Vityaz dan dapat dengan mudah melewati jalan tak beraspal dan rintangan berair. Mesin ini juga dapat berfungsi dengan baik pada suhu udara hingga -40 derajat Celsius.

“Pada praktiknya, Tor-M2DT itu seperti sistem misil dengan ‘trailer’. Ini menggabungkan instalasi peluncur rudal jarak dekat yang mampu menembak jatuh pesawat dan juga misil musuh pada jarak hingga 12 kilometer dan kendaraan life support yang bisa diisi empat orang”, kata Victor Murakhovsky, pemimpin redaksi dari majalah Arsenal Otechestva.

Sistem Pantsir-SA turut didasarkan pada kendaraan segala medan yang sama dan juga memiliki fitur seperti kendaraan life support. Namun begitu, berbeda dengan Tor-M2DT, sistem misil-senapan ini mampu menembakkan lima ribu butir peluru dalam semenit.

Bagikan:

 Leave a Reply