Sep 212015
 

image001

  1. KFX / IFX (kerjasama riset fighter jet) – tidak dibutuhkan TNI
    • Kesalahan Akuisisi Alutsista: KFX, Elang Salah Asuhan
  2. EMB-314 (fighter turboprop) – tidak dibutuhkan TNI
    • Kesalahan Akuisisi Alutsista: EMB-314, Elang Tua Jadul
  3. F-16 ex USANG (fighter jet)– tidak dibutuhkan TNI, spesifikasi rendah
    • F-16 TNI AU, bisa lawan siapa ? (2013)
    • Permasalahan 24 F-16 USANG Andalan TNI AU 2015
    • F-16 TNI AU, Bisa Lawan Siapa? (2015)
  4. Leopard 2 (MBT) – kesalahan pengorganisasian
  5. Changbogo Type 209/1400 (kapal selam) – tidak dibutuhkan TNI, spesifikasi rendah
  6. TRS Master T (radar strategis) – tidak dibutuhkan TNI, spesifikasi rendah
  7. Exocet (rudal anti kapal) – tidak dibutuhkan TNI

Kesalahan Akuisisi Alutsista: KF-X, Elang Salah Asuhan

Pilihan Indonesia bergabung dengan pembangunan KF-X adalah pilihan yang salah dan diambil tanpa pertimbangan matang.

Proyek KF-X KF-X adalah proyek Korea Selatan membuat fighter baru pengganti F-4, F-5, dan F-16. KF-X yang diharapkan beroperasi tahun 2021 ini direncanakan memiliki keunggulan:

  • Spesifikasi lebih baik daripada F-16
  • Jet twin engine dengan thrust vectoring (arah jet bisa diatur sehingga gerak pesawat lebih lincah)
  • Semi-stealth, dengan rudal di dalam body pesawat

Jika terwujud, maka KF-X akan diberi nama F-33, yaitu pesawat dengan kemampuan diatas F-16, tetapi masih dibawah F-35. Mengikuti penamaan AS sebagai sumber teknologi utama Korea Selatan. Korea Selatan merencanakan biaya pengembangan adalah USD 5 miliar, dengan 40% ditanggung oleh 2 negara lain. Disini rencananya Indonesia dan Turki ikut serta, masing-masing menanggung 20%, yaitu USD 1,8 miliar. Rencananya, Indonesia akan mendapat imbalan berupa 50 pesawat KF-X, yang rencananya cukup canggih:

  • Disain KF-X sendiri masih di pertandingkan antara Boeing, Lockhead Martin, dan Eurofighter.
  • Mesin jet: EJ200 dari Eurojet atau F414 dari General Electric
  • Radar AESA (Active Electronically Scanned Array).
  • Targeting system, infrared search and track sensor.
  • Formula material serap radar.
  • Conformal weapons bay: rudal disimpan di dalam tubuh pesawat. Teknologi ini sudah dimiliki Korea Selatan dengan keterlibatan merakit komponen F-15 Silent Eagle.

Persenjataan pun rencananya akan di buat sendiri:

  • Rudal udara ke udara jarak pendek akan dikembangkan dari LIG Nex1 Shin-Gung, rudal SAM panggul
  • Rudal udara ke udara jarak menengah
  • Rudal udara ke permukaan
  • Rudal kendali presisi
  • Rudal kendali GPS (KGGB) 226kg, dikembangkan dari Boeing JDAM

Berita 1: Indonesia Korsel Kembangkan Jet KF-X Berita 2: KSAU Harap Program IKFX Lancar Bagaimana cara Korea Selatan membangun fighter begitu canggih ? Begini. Korea Selatan sudah lama mendapat kontrak ikut membangun F-16, sehingga teknologinya sudah dikuasai. Bahkan Korea Selatan sudah membangun jet tempur latih, yang antara lain dibeli Indonesia. DAPA (Defense Acquisition Program Administration) Korea mengadakan tender pembelian 60 fighter baru. Menggantikan skuadron F-4 Phantom lama. Beda dengan di Indonesia, dimana pembelian mendadak terjadi, dan biasanya dengan alasan hibah, atau perintah bapak, atau big-sale dari negara penjual, di Korea, DAPA menyusun 4 kriteria utama, dan 150 kriteria pendukung.

Nama proyeknya F-X III. Yang memenuhi adalah F-15 Silent Eagle dari Boeing, F-35 Lightning2 dari Lockheed Martin, dan Eurofighter Typhoon. Nah, disini dipercaya Korea Selatan akan menuntut agar si pemenang memberikan transfer teknologi stealth-nya untuk fighter KF-X. Tentu masih banyak faktor lain yang perlu ditangani oleh Korea Selatan, seperti izin dari US dan Eropa untuk ekspor teknologi sensitif, dan bagaimana mengembangkan sendiri teknologi yang tidak bisa diperoleh. Keraguan juga muncul mengenai berbagai teknologi canggih yang dijanjikan ikut serta. Radar AESA, misalnya, dikembangkan AS selama 10 tahun dengan biaya miliaran USD. Belum lagi sistem targeting, pengunci, penjejak infra merah, materi anti radar, sistem navigasi, dan lain sebagainya. Apalagi DAPA menjanjikan adanya riset persenjataan baru. Semua akan diwujudkan dalam waktu 7 tahun.

Apakah rencana itu realistis ? Keraguan Turki Keterlibatan Turki dalam konsorsium KF-X masih menjadi tanda tanya besar. Turki menuntut kemitraan setara dengan Korea Selatan, yaitu 40% – 40% (dengan Indonesia 20%). Namun sejauh ini Korea Selatan menolak. Korea Selatan ingin tetap menjadi pemegang saham mayoritas, yaitu 60%. Turki bisa saja membatalkan keterlibatan lalu membangun fighter dengan Swedia (tepatnya dengan Saab, produsen JAS 39 Gripen), atau bersama Brazil yang juga bernafsu membangun fighter sendiri, atau bergabung dengan konsorsium Eurofighter Typhoon (Italia, Jerman, Inggris, dan Spanyol), yang fighter-nya sudah jelas sekaliber F-35.

Industri Turki cukup maju karena banyak terlibat dalam pembuatan komponen vital F-16, termasuk mesin jet-nya. Beda dengan di Indonesia, dimana pejabat bisa langsung menentukan pilihan secara “ghoib”, di Turki, 40 staf AU diperintahkan mempelajari pilihan tersebut, dengan kesimpulan yang baru akan diambil tahun 2013. Turki masih memiliki pilihan meningkatkan order F-35, dari rencana semula 100 pesawat, dan menunda rencana membangun fighter sendiri. Pabrik mesin jet F-35 pun rencananya dibangun di Turki.

image003

F-35 yang risetnya molor, dan harga naik, jauh lebih tinggi daripada yang direncanakan pada awal riset Perbedaan Fokus Pengembangan Korea Selatan memiliki fokus pengembangan fighter yang jauh berbeda dibandingkan Indonesia. Perbedaan ini mengakibatkan fighter yang dihasilkan sangat kurang bermanfaat bagi Indonesia. Dalam kondisi dimana KF-X direncanakan menjadi tulang punggung pertahanan udara Indonesia (fighter terbanyak dengan jumlah 50 pesawat) maka yang terjadi adalah musibah. Dari sisi geografis, Korea Selatan berbentuk satu daratan yang efisien dijaga oleh fighter kecil dengan radius tempur 750km (asumsi peningkatan 50% dari radius tempur F-16). Pada geografis Korea Selatan, fighter tidak perlu membawa terlalu banyak senjata karena bisa kembali ke pangkalannya untuk dipersenjatai kembali.

image004

image005

Basic Stealth Korea Selatan berada dalam status perang dengan Korea Utara sejak genjatan senjata tahun 1953. Postur fighter yang ideal bagi Korea Selatan adalah yang memiliki kemampuan ofensif tinggi, karena itu kemampuan stealth sangat penting bagi Korea Selatan. Korea Utara sendiri tidak memiliki kemampuan tangkal stealth yang memadai karena keterbatasan dana dan teknologi, sehingga fighter stealth akan menjadi keunggulan besar bagi Korea Selatan. Berbeda dengan Indonesia yang pada dasarnya negara damai, tanpa permusuhan militer.

Postur TNI AU adalah postur defensif, untuk mengawal 17.000 kepulauan nusantara dengan alur laut Indonesia dan 200 mil ZEE. Kemampuan yang dibutuhkan oleh fighter kita adalah kemampuan terbang jauh, mengudara dalam waktu lama, dan kemampuan membawa banyak senjata sehingga dengan sedikit lanud militer, fighter bisa beroperasi di wilayah yang luas. Lagi pula “stealth” dalam konteks KF-X sama sekali tidak bermakna bagi Indonesia, bukan hanya karena postur TNI bersifat defensif.

Stealth adalah kemampaun fighter untuk tidak/sulit terlihat di radar yang ada hari ini. Dengan trend stealth, pada 2020, semua radar moderen sudah memiliki kemampuan anti stealth yang dapat melihat dan menembak pesawat tersebut. Lalu apa gunanya membayar lebih untuk kemampuan stealth yang tidak berguna ? Jawabnya, bagi Korea Selatan tetap berguna, karena radar Korea Utara hari ini sama dengan radar tahun 1953, dan dipastikan tahun 2020 juga masih sama. KF-X akan mampu dengan mudah menyerbu Korea Utara tanpa terdeteksi radar. Berbeda dengan Indonesia, yang dikelilingi radar moderen Australia di Selatan, lalu AEW Singapura, Malaysia, dan Thailand di Utara, AWACS armada Pasifik berkeliaran di alur laut, armada RRC mengancam di Laut Cina Selatan, semua memiliki kemampuan anti-stealth.

Untuk ke Timor Leste atau ke Papua Nugini tidak ada gunanya mengirim fighter, harga rudal-nya lebih mahal daripada sasaran yang akan ditembak. Buat Indonesia mubazir melakukan riset fighter stealth, lebih mubazir lagi membeli 50 fighter dengan kemampuan stealth-basic. Yang dibutuhkan justru riset radar anti fighter stealth sekelas F-35 yang akan menjadi fighter utama Australia dan Singapura dalam waktu dekat. Ancaman Embargo Status Korea Selatan sebagai sekutu dekat AS memungkinkan negara tersebut mengandalkan teknologi persenjataan AS dan NATO. Berbeda dengan Indonesia dimana embargo sudah berulang kali mematikan kemampuan tempur alutsista.

Hingga hari ini TNI tidak memiliki kemampuan tempur moderen. Independensi alutsista, setidaknya pemeliharaan dan persenjataan (peluru, rudal, update software, dsb) harus menjadi pertimbangan penting dalam setiap akuisisi alutsista. Disain KF-X yang tidak sesuai dengan kepentingan Indonesia dapat mengakibatkan 50 KF-X Indonesia tidak dapat beroperasi seperti F-16 dulu. Korea Selatan sudah merencanakan pengadaan F-35 sebagai fighter superioritas udara utama. Dengan demikian posisi KF-X dalam AU Korea Selatan adalah sebagai secondary fighter. Berbeda dengan Indonesia, dimana 50 KF-X hanya ditemani Su-27/30, maka KF-X menjadi fighter utama dalam arsenal TNI AU.

Perbedaan ini akan menyebabkan disain KF-X tidak sesuai untuk Indonesia. Korea Selatan dapat bergantung pada rudal standar US seperti AMRAAM, HARM, Harpoon, dsb. Sementara Indonesia harus mencari kemampuan mandiri. Sekalipun proyek KF-X diumumkan akan membangun persenjataan sendiri, namun mengingat sempitnya masa pengembangan (7 tahun), dan kecilnya biaya, mengakibatkan pengembangan senjata sangat mungkin tidak dapat terwujud. Dalam kasus embargo, Korea Selatan-pun tidak akan bisa mengirimkan alutsista ber-teknologi AS karena terikat dengan perjanjian. Jadi pengembangan bersama Korea Selatan tidak berbeda dengan pengembangan dengan AS. Kalau keterlibatan dalam proyek KF-X dilanjutkan, sangat disarankan agar Indonesia menjadi sekutu AS, bersama dengan Korea Selatan. Dengan demikian kita bebas dari ancaman embargo.

image007

Resiko besar, hasil tidak memadai Masa pengembangan yang hanya 7 tahun dinilai tidak realistis oleh berbagai pihak. Demikian pula dengan rencana anggaran USD 5 miliar dinilai tidak masuk akal. Setidaknya dibutuhkan dana USD 15 miliar untuk mencapai produksi pada 2020. Dengan kondisi tersebut, dapat diramalkan produksi akan mundur 10 – 20 tahun, dan biaya akan membengkan 2 – 3x lipat. Belum lagi adanya resiko kegagalan proyek. Mundurnya proyek 10 – 20 tahun ataupun pembatalan tidak akan berdampak pada AU Korea Selatan yang akan memiliki F-35.

Tapi untuk Indonesia, dirgantara kita tidak terjaga karena anggaran 50 fighter terkunci pada riset KF-X. Dan kalau anggaran-nya membengkak, bisa-bisa Indonesia cuma kebagian 10 fighter karena tidak mampu menambah modal. Ingat F-35 yang realisasinya mundur bertahun-tahun, dan biaya per pesawat meningkat drastis ? Itu AS (Lockheed Martin) yang berpengalaman membuat pesawat tempur canggih. Keterlibatan Indonesia dalam proyek KF-X adalah perjudian sembrono, yang tidak mengutamakan kepastian atas kepentingan pertahanan nasional. Korea Selatan adalah negara maju yang berkembang dengan sangat cepat. Indonesia butuh kerjasama militer dan ekonomi dengan Korea Selatan. Hanya saja bukan kerjasama pengembangan fighter. Kita butuh elang yang berbeda. Korea Selatan butuh Silent Eagle, Indonesia butuh Garuda, elang besar. Ringkasnya (tambahan executive summary buat yang males baca semua)

  1. KF-X adalah fighter superioritas udara kecil sesuai untuk Korea Selatan, kebutuhan Indonesia adalah fighter superioritas udara besar. Apapun hasilnya sudah pasti tidak sesuai dengan kebutuhan. Pembelian fighter superioritas udara kecil mengakibatkan Indonesia terjebak pada AU dengan 2 platform primary fighter yang diluar kesanggupan ekonomi kita.
  2. Fokus pengembangan Korea Selatan berbeda dibanding kebutuhan Indonesia.
  3. Saham 20% tidak memberikan alih teknologi kepada Indonesia, hanya membeli pesawat. Indonesia bukan partner setara. Ini sebabnya Turki mundur dan mempelajari ulang.
  4. KF-X memiliki 4 kemungkinan hasil:
  • Jika selesai tepat waktu 7 tahun sesuai anggaran USD 50 mio, berarti hanya rakitan dari teknologi AS. Tidak ada real research yang hasilnya bisa diperoleh Indonesia. Semua teknologi AS subject to peraturan re-export, sehingga alih teknologi harus seizin AS. Artinya kalaupun ada teknologi yang diberikan tidak ada kaitannya dengan KF-X, melainkan semata kebaikan AS. Sewaktu-waktu Indonesia di embargo AS, Korea Selatan tidak akan bisa mengirimkan material.
  • Jika riset dilakukan serius untuk berbagai teknologi, penyelesaian akan molor, dan anggaran membengkak. Karena tidak mampu menambah modal untuk kepemilikan saham 20%, terpaksa pesawat KF-X yang diterima hanya sedikit.
  • Jika gagal, misalnya AS menolak memberikan izin ekspor teknologi sensitif karena khawatir, uang hilang dalam jumlah besar.
  • Hasilnya jet tempur abal-abal, tanpa teknologi yang dijanjikan.

Sedangkan pada saat ini ada beberapa alternatif platform fighter besar, generasi baru, sudah jelas hasilnya, yang bisa di alih-teknologi-kan, dan bisa dimodifikasi dan dikembangkan sendiri (riset) sesuai kebutuhan Indonesia. Jadi pilihan KF-X adalah pilihan yang salah. Lebih Baik Cerai daripada Aborsi Melihat perbedaan-perbedaan fokus pengembangan diatas, kalaupun kemudian ke-50 KF-X tersebut datang, dapat dipastikan bukan fighter yang dibutuhkan oleh Indonesia. Dan kembali, pertahanan dirgantara tidak terjaga secara optimal.

KF-X yang datang menjadi F-33 Elang Salah Asuhan, dikembangkan bukan untuk kondisi Nusantara. Dengan kemampuan komitmen dana USD 1,8 miliar, ada banyak cara lain mengembangkan kemandirian alutsista tempur udara Indonesia. Banyak cara yang lebih kreatif, jitu, memberi kepastian, efisien, dan efektif. KF-X adalah cara yang salah. Mumpung belum jauh melangkah, baru USD 18 juta yang keluar, sebaiknya Indonesia segera keluar dari konsorsium KF-X. Lebih baik cerai daripada aborsi.

Kesalahan Akuisisi Alutsista: EMB-314, Elang Jadul Impor

image009

Pengadaan fighter turboprop EMB-314 Super Tucano dari Brazil adalah kesalahan yang disebabkan oleh terlambatnya penyesuaian doktrin TNI AU dengan perkembangan teknologi. Seharusnya diprioritaskan minimalisasi jenis armada dengan prioritas produksi dalam negeri, karena teknologi fighter turboprop sangat mudah dikuasai.

Pesawat Tempur Ringan Turboprop (ultra light fighter) Squadron Udara 21 berbasis di Malang adalah squadron legendaris dengan pesawat fighter twin-turboprop OV-10 Bronco, yang tergolong pesawat tempur ringan baling-baling alias light turboprop fighter. Digolongkan fighter ringan karena kecepatannya lebih rendah, dan membawa senjata lebih sedikit dibandingkan dengan mainstream fighter jet standar.

Disebut turboprop atau ditambah kata ultra untuk membedakan dengan fighter ringan bermesin jet, seperti Hawk, TA-50, Su-55, dsb. Juga membedakan dengan mesin baling-baling kuno yang berbasis piston. Umumnya yang disebut fighter ringan adalah jet tempur dengan kecepatan transonic (Mach 0,8 – 1,2). Sedangkan fighter ultra ringan berpenggerak turboprop sehingga kecepatannya lebih rendah lagi, dibawah Mach 0,8. Fighter ringan (termasuk yang ultra ringan) memiliki berbagai fungsi:

  • Light armed reconnaissance aircraft (pesawat pemantau ringan bersenjata), yang fungsinya memantau posisi pasukan musuh, dan berfungsi sebagai forward air control (FAC).
  • Dropping para: menerjunkan sejumlah kecil pasukan linud atau komando dengan parasut.
  • Close air support: mendukung infantri dengan tembakan udara jarak dekat.
  • Bantuan tembakan, setara dengan dukungan tembakan artileri, dengan cannon, roket, rudal, atau bom.
  • COIN (Counter Insurgency), alias memerangi rakyat sendiri.
  • Armored hunter, berburu kendaraan lapis baja seperti tank, APC, dsb.
  • Heli hunter, berburu helikopter, terutama menghadapi heli serbu.

image010

Indonesia memiliki 2 fighter ringan dan 6 fighter latih ringan:

  1. OV-10F Bronco
  2. Hawk 209

Pesawat latih ringan biasanya juga dapat dipersenjatai, sehingga dapat dikategorikan sebagai fighter ringan. Jika keadaan mendesak, pesawat latih militer dapat dilibatkan melakukan operasi dukungan tembakan. Dalam kategori ini Indonesia memiliki:

  1. KT-1B Wongbi, pesawat latih buatan Korea Selatan
  2. T-34 Mentor
  3. FFA AS-202 Bravo
  4. Aermacchi SF-260, hibah dari Singapura
  5. G-120 Grob, pesawat latih buatan AS
  6. Hawk 53 dan Hawk 109, pesawat latih ringan paripurna (bermesin jet)

 image012

Legenda Squadron 21Squadron Udara OV-10F Bronco terlibat banyak operasi tempur. Sejak kehadirannya, OV-10F ikut serta dalam hampir setiap perang di dalam negeri. Mulai dari Operasi Seroja, Operasi Tumpas, Operasi Halilintar, Operasi Guruh dan Petir, Operasi Kikis Kilat, Operasi Tuntas, Operasi Halau, Operasi Rencong Terbang, Operasi Oscar. Awalnya sebagai Squadron Udara 3, kemudian menjadi Squadron Udara 1, dan akhirnya diganti menjadi Squadron Udara 21. 5 Oktober 1976 OV-10F Bronco melakukan demo udara dalam rangka hari jadi ABRI di Parkir Timur Senayan. Konon kabarnya segera setelah acara, pesawat berangkat ke Bacau untuk mendukung operasi militer Seroja, menyelamatkan rakyat Timor-Timur dari kekejaman komunis Fretilin. Di tengah embargo dan krisis ekonomi, TNI AU berupaya keras mempertahankan keberlangsungan operasional OV-10F. Adapun nasib OV-10F Bronco TNI:

  • 3 rusak akibat terpaksa mendarat darurat.
  • 2 jatuh di Medan dan Probolinggo.
  • 2 jatuh di Timor Timur, menewaskan ke-4 penerbangnya.
  • 3 masuk museum (Dirgantara Mandala, Yogyakarta) menjadi monumen (di Jombang dan Banjarnegara).
  • 5 terakhir beroperasi di Lanud Abdul Rahman Saleh, Malang. Uniknya, pesawat OV-10F Bronco yang selamat semua bernomor ganjil.

Bahkan setelah F-16 hadir, OV-10F Bronco tetap menjadi andalan. Mengapa? Pertama, harga persenjataan F-16 mahal. F-16 mengandalkan rudal state-of-art, atau peluncur roket, yang relatif jauh lebih mahal dibandingkan 4x 12,7mm Browning Heavy Machine Gun-nya Bronco. F-16 sendiri memang memiliki HMG, dan dapat dipasangi peluru ekstra. Tetapi karena kecepatannya, HMG F-16 jaman dulu sulit digunakan untuk menembak sasaran di darat. F-16 sendiri awalnya hanya di disain untuk pertempuran udara ke udara.

Karena itu HMG tersebut lebih di disain untuk close combat dog-fight, atau untuk ground strike sambil melewati dengan kecepatan tinggi. Belum ada targeting pod, FLIR, dsb yang memudahkan pilot mengidentifikasi target darat. Sedangkan operasi tempur di Indonesia kebanyakan berhadapan dengan infantri / insurgency. Pada masa itu, konsep heli serbu (attack helicopter) moderen masih baru berkembang, dan belum dimiliki oleh TNI AD. Apa daya, setelah pada 21 Juni 2005 sebuah OV-10 jatuh, menewaskan 2 perwira penerbang kita, bulan Juli 2005 seluruh operasi OV-10F dihentikan, menandai dibekukannya Squadron Udara 21.

Dengan tidak mengurangi penghargaan pada Skuadron AU lain, dapat dikatakan bahwa Skuadron OV-10F Bronco adalah the most battle prooven  air squadron di Indonesia, juga the most battle scarred squadron. Dan tentunya, sebagai Skuadron AU yang paling berjasa besar pada infantri TNI AD. Mungkin tidak ada skuadron udara lain yang berpengalaman tempur, mengalami resiko tinggi, dan menyabung nyawa demi NKRI seperti Skuadron Udara 21, Malang. Tabik, to the real Indonesian heroes of 21st Air Squadron, 2nd Tactical Wing, Eastern Air Command. Setelah 7 tahun tidak aktif, dapat dibayangkan rasa kebanggan pada anggota Squadron 21 yang baru, menantikan kedatangan 16 unit EMB-314 Super Tucano, yang menjadi nyawa baru bagi Squadron 21. Kebanggan pula bagi bangsa Indonesia atas aktifnya kembali Squadron 21 untuk menjaga keamanan NKRI. Menurut berita, 4 pesawat EMB-314 insyaallah akan hadir tanggal 28 Agustus 2012. Ada juga berita yang menyebutkan bahwa EMB-314 sudah hadir dan sudah demo menembakkan rudal Maverick.

 image013

EMB-314 Super Tucano EMB-314 Super Tucano adalah fighter dengan satu mesin turboprop (baling-baling tunggal). Secara penampilan sangat mirip dengan fighter jadul seperti P-51 Mustang, atau bahkan Mitsubishi Zero. Jauh dari kesan futuristik seperti pendahulunya OV-10F Bronco yang ber-baling-baling ganda dan ber-sayap ajaib. Berbeda dengan penampilannya, performa EMB-314 sangatlah luar biasa. Dapat dikatakan bahwa EMB-314 adalah fighter turboprop state-of-art, menggunakan teknologi terkini dalam semua aspek. EMB-314 memiliki 2 senjata mesin internal dalam sayapnya 12,7mm FN Herstal M3P dan dapat membawa rudal canggih pada 5 hardpoint di sayap dan dibawah pesawat seberat 1,5 ton. Dapat bertempur malam hari, memiliki sistem pertahanan anti rudal (countermeasures), fitur auto pilot, sistem navigasi terkini, dan berbagai fitur pesawat tempur moderen.

Pada dasarnya EMB-314 Super Tucano adalah state-of-art single engine turboprop light fighter. Namun apakah Indonesia perlu state-of-art single engine turboprop light fighter ? Prioritas pengadaan TNI harus menuju pada kemandirian. Dalam hal ini TNI AU perlu berperan memperkecil jenis pesawat tempur yang dimiliki guna meningkatkan optimalisasi pemeliharaan. Kepemilikan multi pesawat, masing-masing dalam jumlah kecil, menunjukkan tidak adanya garisan doktrin TNI AU yang mempertegas pentingnya pembatasan jenis pesawat tempur. Dari beberapa akuisisi pesawat TNI AU terlihat bahwa ada pola “mencari pengganti pesawat lama”. TNI AU sibuk mencari pengganti OV-10F, lalu mencari pengganti T-34 Mentor, kemudian KT-1B, Hawk, dst, dsb. Tidak ada evaluasi komprehensif atas kepemilikan aset tempur udara, dan bagaimana seharusnya postur TNI AU terkait dengan perkembangan teknologi pesawat tempur.

image014

Ke-jadul-an Konsep Ultra Light Fighter Dengan kemajuan teknologi pesawat tempur, praktis kebutuhan ultra light fighter menjadi minim. Seluruh fungsi ultra light fighter dapat ditangani lebih baik oleh:

  • Fighterjet (baik ringan, kecil maupun besar)
  • Attack Helicopter
  • Pesawat Gunship (ground-attack aircraft)

Tidak ada lagi urgensinya menugaskan para pilot untuk menyabung nyawa dengan pesawat baling-baling ultra light fighter, yang sehebat apapun, tetap memiliki resiko jauh lebih tinggi untuk tertembak jatuh. Pada masa lalu, resiko itu harus diambil. Belum ada pengenalan target jarak jauh berbasis video yang memungkinkan pilot pesawat melihat target-nya dari jarak beberapa kilo. Kalaupun ada, resolusi-nya masih sangat buruk dan di disain untuk mengenali kendaraan lapis baja. Dibutuhkan ultra light fighter yang bergerak cukup lambat agar meminimalisasi kesalahan tembakan. Karena biasanya infantri TNI dan infantri lawan bisa berada pada jarak yang cukup dekat, sehingga besar resiko friendly fire atau collateral damage. Di tahun 2012 ini, cukup banyak teknologi yang memudahkan pilot pesawat fighter mengenali target infantri dengan baik untuk memberikan dukungan tembakan secara aman, dalam kecepatan tinggi sekalipun.

Teknologi berbasis infra merah dapat digunakan untuk penembakan di malam hari atau di cuaca buruk sekalipun. Bukan hanya roket dan rudal, bahkan cannon dan senjata mesin pun sudah dapat ditembakkan dengan presisi yang baik. Fungsi dukungan tembakan udara dekat yang intensif, jauh lebih sesuai dilakukan oleh heli serbu, yang bisa menembak tanpa harus bergerak. Hebatnya, teknologi heli serbu sudah dikuasai oleh PT Dirgantara Indonesia. Untuk dukungan tembakan udara menengah yang intensif, paling sesuai adalah pesawat gunship alias ground attack aircraft.

Pesawat gunship itu dari pesawat angkut militer, yang dipasangi berbagai senjata serang permukaan untuk dukungan tembakan pada pasukan darat. Baik roket, rudal, meriam, mortir, senjata mesin, bahkan anti material rifle (sniper rifle kaliber besar armored piercing), bisa dipasang pada platform gunship. Penembakan dilakukan oleh komputer penembak sehingga akurasi tinggi sekalipun pesawat berada pada jarak beberapa kilometer dan bergerak ratusan kilometer per jam. Nah, platform gunship ultra ringan bisa dibangun pada N-219 yang harganya hanya USD 8jt. Untuk gunship standar bisa dibangun pada N-295, seharga sekitar USD 40jt. Hebatnya, platform gunship (pada N-219 atau N-295) bisa dibangun oleh PT Dirgantara Indonesai bekerjasama dengan PT Pindad tanpa perlu kerjasama luar negeri. Lalu mengapa kita tidak membangun armada udara TNI dengan produk dalam negeri ? Walahualam…

image016

Ini bukan guyonan. Bisa dicoba berikan SMK uang USD 15juta (seharga 1 unit EMB-314), dijamin pasti jadi. Nah, kalau SMK saja pasti bisa membuat, apalagi dosen ITB, dijamin jauh lebih canggih. Lalu PT Dirgantara Indonesia ? Kalau sampai PT DI tidak bisa membuat state-of-the-art turboprop fighter aircraft dengan USD 15juta, pecat saja Direkturnya, ganti saya, dijamin bisa produksi dengan biaya 1/2-nya (USD 7,5juta), sudah termasuk setoran 30% ke departemen dan banggar (soal setoran guyon loh Pak Samad… tilpon saya jangan disadap…). Lalu kenapa teknologi abal-abal yang mudah dibangun sendiri musti dibeli ribuan kilometer dari Brazil ? Mungkin hanya banggar yang tahu….

image018

Doktrin TNI Sebenarnya pada Doktrin TNI 2010, ekadarmadekapaksa… atau apalah namanya (dalam bahasa India kuno kegemaran TNI, seperti bahasa Latin di militer AS. Saya lupa nama persisnya). Sudah tertulis secara jelas: Bab 5, Strategi Militer 30. Pembinaan Kemampuan Bagian e: 3) Kemampuan Penguasaan Teknologi dan Industri Militer. Kemampuan penguasaan teknologi dan industri militer disiapkan untuk membangun wawasan kemandirian, sehingga TNI tidak tergantung kepada negara tertentu dan dapat memenuhi kebutuhan Alutsista maupun perlengkapan militer lainnya secara mandiri.4) Kemampuan Penelitian dan Pengembangan. Kemampuan penelitian dan pengembangan disiapkan untuk peningkatan dan pengembangan perangkat keras serta perangkat lunak dalam rangka mengikuti perkembangan teknologi dan penataan sistem yang dinamis. Jadi untuk doktri tertulis sebenarnya tidak ada masalah.

Fokus utama penguasaan teknologi dan industri militer sudah menjadi kewajiban utama. Mungkin ada kurang koordinasi antara Dephan, TNI, banggar DPR, dan industri pertahanan nasional, sehingga banyak pengadaan yang seharusnya dapat menjadi sumber kemandirian alutsista TNI menjadi sekedar impor barang. Atau mungkin juga ada “kurang koordinasi”. Tetapi bisa jadi hanya sekedar “”kurang koordinasi“”

Permasalahan 24 F-16 USANG Andalan TNI AU 2015

image019

Sejumlah prajurit TNI AU mengevakuasi badan pesawat tempur F16 yang terbakar di ujung landasan pacu Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (16/4). Pesawat tempur F16 dengan nomor register TS 1643 yang dipiloti oleh Letkol Pnb Firman Dwi Cahyo tersebut gagal tinggal landas (takeoff) dan terbakar sekitar pukul 08.15 WIB. ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf

F-16C USANG (US Air National Guard)

Beli atau Hibah ?

Niat Indonesia semula adalah membeli 6 unit F-16 blok 52 baru, pesawat F-16 kedua tercanggih, yang sama seperti milik Singapura. Entah karena kasihan dengan Indonesia yang hanya beli sedikit, atau karena tidak mau Indonesia memiliki fighter secanggih Singapura sekutunya, maka AS membuat penawaran balik:

Indonesia diberikan GRATIS, 24 F-16 blok 25 bekas pakai Pengawal Nasional Udara (PNU) AS alias US Air National Guard (USANG). Kemudian Indonesia HANYA PERLU membayar biaya upgrade pesawat tersebut menjadi F-16 blok 32+ dengan kelengkapan “mendekati” blok 52 (yang moderen punya RSAF Singapura itu).

Anggarannya termasuk spareparts, senjata, pelatihan, dsb sebesar USD 750 juta. Harga yang sama dengan membentuk 1 skadron heavy fighter yang sangat dibutuhkan untuk memberi kesempatan TNI AD dan AL berperang (bukan gerilya).

Apa yang dibeli ?

Mari kita lihat apa yang kita peroleh:

http://www.f-16.net/f-16_users_article6.html

  • 24 F-16C/D block 25 (di produksi tahun 1984 – 1986)
  • 28 F100-PW-200 or F100-PW-220E

Turbin pesawat diganti diganti baru, dengan mesin jet buatan Pratt Whitney. Ini hal yang bagus, karena berarti mesin baru, dengan umur panjang (disain 30 tahun).

  • LAU-129A/A Launchers

Untuk meluncurkan rudal udara ke udara, termasuk AIM-120 AMRAAM, dan Sidewinder generasi terbaru AIM-9X. Melalui peluncur ini, sasaran dapat di programkan ke rudal.

  • ALR-69 Radar Warning Receivers
  • ALQ-213 Electronic Warfare Management Systems
  • ALE-47 Countermeasures Dispenser Systems

Standar untuk pertahanan pesawat. Tentunya F-16 blok 52+ Singapura menggunakan yang lebih canggih: SPS-3000.

  • Cartridge Actuated Devices/Propellant Actuated Devices (CAD/PAD)
  • ARC-164/186 Radios
  • Expanded Enhanced Fire Control (EEFC) or Commercial Fire Control or Modular Mission Computers

Ini sama dengan tidak menjelaskan komputer apa yang akan dipasang, karena menyebut semua jenis komputer F-16. Dengan demikian kemungkinan besar komputer F-16 kita jauh dibawah F-16 blok 52.

  • Situational Awareness Data Link, Enhance Position Location Reporting Systems (EPLRS), LN-260 (SPS version, non-PPS)

Lebih tepat menentukan posisi berdasarkan inersia (INS) atau GPS.

  • AN/AAQ-33 SNIPER or AN/AAQ-28 LITENING Targeting Systems

Lebih mudah dan cepat mengenali target, mengendalikan peluru kendali presisi tinggi, dan memantau target darat, beroperasi siang maupun malam, di segala cuaca (FLIR & CCD).

  • Indonesia requested the regeneration be sole sourced to the 309th Maintenance Wing, Hill Air Force Base, in Ogden, Utah, and Pratt Whitney, in East Hartford, Connecticut for the engine overhaul.

Ogden Air Logistics Center (OO-ALC) adalah gudang F-16, sekaligus pusat pemeliharaan.

Pada daftar diatas tidak ada info upgrade radar, berarti radar tetap memakai radar blok 25: AN/APG-68 antara (V)1 sampai (V)3. Disini mulai muncul masalah: Radar F-16 blok 52 Singapur AN/APG-68 (V)9, 30 – 50% lebih jauh jangkauannya. Demikian pula MLU  F-16 Thailan, yang akan menjadi F-16AM dan F16BM. Dengan komputer yang lebih cepat dan canggih. Artinya F-16 Singapura dan Thailand (negara Tier 4 MDCI) akan bisa lebih dulu mengunci dan menembak AURI F-16.

Program Upgrade Sejenis

Ada 3 program upgrade pesawat F-16 yang dinilai penulis mirip:

  1. MLU (seperti upgrade yang dilakukan RTAF untuk F-16 blok 15 OCU-nya)
  2. SCU (System Capabilities Upgrade)
  3. CUPID (Combat Upgrade Plan Integration Details)

Program Upgrade MLU jauh lebih komprehensif, dan lebih mahal. Nampaknya konfigurasi yang disebutkan diatas jauh dari MLU. Sebagai contoh, MLU pasti menggunakan sistem komputer modular terintegrasi: Modular Mission Computer, dengan EUPDG, HSD, dan tampilan HUD lebar berwarna. Dengan disebutnya pilihan EEFCC atau CFCC, berarti tidak dilakukan Program Upgrade MLU.

Program SCU terlalu sederhana, hanya menambah beberapa sistem tempur.

Jadi kemungkinan yang paling mirip adalah Program Upgrade CUPID, yang dilakukan untuk pesawat F-16 USANG blok 25-32, untuk mendekati blok 52. Bisa jadi disinilah muncul istilah F-16 “disamakan blok 52”, yang menyesatkan.

Per 2015, sekitar 40 F-16 Thailad sudah menyelesaikan program MLU (saat ini sekitar 18 unit), yang artinya lebih canggih dan lebih banyak dibandingkan 24 F-16 Indonesia. Apalagi Singapura dengan F-16 blok 52+ nya sudah pasti lebih canggih, lebih muda, dan lebih banyak jumlahnya.

Ketiadaan Persenjataan

Belum lagi, semua pembelian senjata pamungkas AS, seperti AIM-120, selalu harus melalui kongres, sehingga kita pasti tahu kalau TNI membeli AMRAAM. Sampai sekarang belum ada permintaan tersebut, dan izin penjualan AMRAAM ke TNI belum keluar dari kongres AS. Sesuai doktrin AS, diyakini bahwa rudal yang dijual ke Indonesia PASTI merupakan rudal yang lebih rendah teknologinya dibanding milik sekutu AS: Singapura, Australia, dan Thailand. Artinya, kalau tetangga memiliki Sidewinder AIM-9X yang tercanggih, maka Indonesia maksimal memperoleh AIM-9S. Karena tetangga sudah memiliki IRIS-T, ASRAAM dan Phyton-4, ada kemungkinan Indonesia boleh membawa pulang AIM-9X yang lebih lemah. Kalau AMRAAM tetangga masih AIM-120-C7, mungkin Indonesia diizinkan memiliki AIM-120-B. Sering pada prakteknya senjata-nya (seperti AMRAAM) baru boleh dibawa ke Indonesia jika ada ancaman, dan AS tidak meng-embargo Indonesia.

Jadi terlepas dari upgrade-nya F-16 USANG itu akan tetap usang di Indonesia.

Masalah Struktur

Yang juga menjadi pertanyaan besar adalah, apakah F-16 USANG tersebut memperoleh upgrade struktur ?

F-16 adalah salah satu pesawat canggih yang justru membuat pilot mudah melakukan kesalahan. Beberapa bentuk kesalahan mengakibatkan umur pesawat berkurang. F-16 direncanakan untuk beroperasi selama 30 tahun, untuk 8000 jam terbang, dengan rata-rata 250 jam terbang per tahun.

Keretakan sangat kecil pada pesawat dapat menimbulkan bencana jika dilakukan manuver dengan tekanan grafitasi tinggi. Manuver seperti ini harus dilakukan oleh F-16 untuk menghindari rudal, atau untuk mencegah di kunci oleh lawan, atau untuk berusaha mengunci lawan. Dan tentunya para pilot harus berlatih menggunakan F-16 untuk melakukan manuver tersebut agar bisa menang saat terjadi pertempuran.

Pada kenyataannya banyak F-16 menunjukkan permasalahan struktur mulai 3500 jam terbang. Untuk itu AS melakukan Program Upgrade Struktur guna menjamin agar F-16 dapat beroperasi sesuai rencana, yaitu 8000 jam. Program ini antara lain Falcon Star, yang dimulai tahun 2004 hingga 2014, memperbaiki lebih dari 2000 F-16, termasuk 1200 F-16 USANG dan USAF.

Apakah 24 F-16 Indonesia sudah lulus Program-program ini ? Hanya Obama yang tahu.

Masa Pakai Pesawat

Masalah lain, F-16 blok 25 USANG di produksi antara 1984 – 1986. Jika kita ambil asumsi F-16 untuk Indonesia di produksi 1985, maka F-16 berusia 27 tahun, kurang 3 tahun sebelum wafat. Dengan rata-rata operasional pesawat USANG 250 jam per tahun, maka diperkirakan pesawat telah beroperasi selama 6750 jam. Sisa masa operasional 1250 jam lagi, alias setara dengan 5 tahun, berarti tahun 2017 pesawat sudah harus di parkir, atau sesuai kebiasaan TNI AU, para pilot, putra terbaik bangsa, dipaksa menyabung nyawa dengan pesawat yang tidak layak pakai.

AS memiliki program untuk meningkatkan masa pakai F-16. Tidak ada pada daftar beli diatas indikasi bahwa F-16 USANG tersebut akan di ikutsertakan pada program perpanjangan usia. Walaupun hal itu mungkin saja dilakukan, mengingat Ogden adalah pusat pelaksanaan program sejenis: SLIP dan SLEP, yang konon kabarnya bisa membuat F-16 awet muda, dan tetap greng.

Namun apakah layak mempertaruhkan nyawa pilot penerbang kita ? Dan pertaruhan itu untuk apa ? Toh udara Nusantara tidak terjaga.

Kesimpulan

Pantaskah Indonesia membayar USD 750 juta untuk odong-odong itu ? Monggo, disimpulkan sendiri.

Pantaskah putra terbaik bangsa menyabung nyawa menunggangi elang yang pasti kalah tempur melawan arsenal asing yang mungkin menyerang ke Nusantara.

Dengan hanya 2 Su-27 dan 3 Su-30 yang dapat diandalkan, kurang dari 1 skadron. Ke-8 F-5 dan skadron Hawk 209 sudah terlalu tua dan tak ter-upgrade. 10 F-16 mengalami penuaan dini akibat embargo.

Maka pada tahun 2015, andalan TNI AU adalah ke-24  F-16 USANG refurbished tersebut (dan 16 EMB-314 baling-baling bambu Doraemon).

Update 2014:

A. Perbandingan Spesifikasi

image021

B. Perbandingan Senjata

image022

C. Perbandingan Masa Pakai

image023

Mantan KSAL Minta Pembelian Kapal Selam Rusia Dikaji Ulang

Mantan Kepala Staf Angkatan Laut Bernard Kent Sondakh meminta pemerintah mengkaji ulang rencana pembelian kapal selam jenis Kilo Class dari Rusia. Menurutnya dua hal yang wajib dipertimbangkan sebelum mendatangkan kapal itu adalah ketersediaan suku cadang dan efek gentar kapal tersebut pada negara lain.

Di sisi lain, Bernard melihat pengadaan kapal selam Kilo Class hanya akan memunculkan efek deteren yang semu. Alasannya, pengadaan alat utama sistem persenjataan tersebut sangat bergantung pada negara lain. Sewaktu-waktu negara pemasok dapat menghentikan produksi kapal selam itu maupun mengembargo penjualan alat tempur ke Indonesia. Berita lainnya dapat dibaca di artikel sebelumnya.

Saya hanya mau mengatakan deterent semu itu tidak benar, coba saja bandingkan besarnya KS Kilo vs KS Changbogo (lihat foto pertama). Jelas sekali Changbogo kalah kelas.

Monggo silakan berimajinasi, jangan lupa berdiskusi sambil ngopi.

Sumber :

https://kampusmiliter.wordpress.com/moderenisasi-tni/kesalahan-akuisisi/
http://www.kompasiana.com/penduduk/kesalahan-akuisisi-alutsista-kf-x-elang-salah-asuhan_55123ca28133116354bc62f4
http://www.kompasiana.com/penduduk/permasalahan-24-f-16-usang-andalan-tni-au-2015_552c65646ea83472078b45af
http://www.kompasiana.com/penduduk/f-16-tni-au-bisa-lawan-siapa-2015_5513f6ce8133117e52bc63a0
http://www.f-16.net/f-16_users_article6.html

Kronologi dan foto lengkap pesawat tempur F-16 terbakar


http://www.cnnindonesia.com/nasional/20150917144142-20-79388/mantan-ksal-minta-pembelian-kapal-selam-rusia-dikaji-ulang/

Oleh: Faqih Harri Wibowo

  218 Responses to “Pertanyaan Akuisisi Alutsista”

  1. Pengalihan skenario dari para gerombolan rampok.. Spy program MEF berjalan mulus.. Harus diakomodasi kepentingan asu cs ..

    • Bung BW udah baca smuanya,,,cpt amat komennya..

      • Bung lontara.. Sorry mendahului..xixiixixixixi… Sdh kelihatan dari awal ttg tulisan bung faqih.. Tulisan analisis yg hebat namun sekali lagi saya ucapkan bahwa “Experience is the best teacher”… Para jenderal kita sdh sgt paham dan penglaman dalam menghadapai skenario asu dan cacing2nya..hehehhehehehehehe… Logikanya klo anda tahu bahwa anda memiliki musuh yg sgt kuat dan berpengaruh dan tdk menginginkan anda hebat dan kuat.. Ada 2 pilihan tersedia : 1. melawan tekanan musuh dgn resiko babak belur dan hancur (program tdk berjalan) atau mengikuti kemauan musuh dgn mempersiapkan budget istilah dukun “buang sial” tp program tetap berjalan (diem2 tentunya) yg dibuka yg kecil2 aja….hehehhehehehehehe…ngertikan…???? Salam sehat bung..

        • Sorry bung BW…itu bukan uang sial yg kecil lho…sekalian kalo seperti bung bw katakan seperti yg di atas berarti nyali pemimpin2 kita tersebut blm sekaliber bung karno….pergilah hai amerika dgn segala kepentinganmu…hehehe…dan nyata sekali ternyata para pemimpin kita benar2 kena tekan ASu…padahal rakyat ini dari dulu siap kok membela bila hanya masalah kepentinganAsu coba2 menyerbu negara ini. Bualan anda bung BW maaf bagi saya tidak masuk akal.

        • Saya paham maksud anda. Ternyata strategi kita bisa dikatakan strategi Abu Nawas..
          Sip.. Sip.. Sip…
          Xiixixixii…

          Salam Kenal Bung BW..

          Semoga Sehat Selalu.. 🙂

        • Ane ora ngerti mblabar blas bung…. gimana mo ngerti baca aja ane ora bisa !!… wkwkwkwkwkwkwk..

          bung kalo dapet pertamax ajak kita2 dong…. tangki dah ngerest nih !!…

        • @bakul penyok; padahal rakyat ini dari dulu siap kok membela bila hanya masalah kepentinganAsu coba2 menyerbu negara ini (hmmm yg bener nih..di kasi cobaan berat rupiah melemah ama dolar kita saling menyalahkan)

        • @sal jemplak, anda piye toh, nggak ngerasa klo selama ini USA sdh bnyk ikut campur dan berpengarub banyak dlm kebijakan negara ini? Jatuhnya Soekarno, Soeharto, Habibie. Freeport, dll. Msh blm paham juga bagaimana US mengaduk aduk negeri ini? Menggunakan proxy, menggunakan anak bangsa ini juga untuk menghancurkan yg lain dan memuluskan kepentingannya. Klo Peminpin terdahulu tetap ngotot, yg terjadi pertumpahan darah sesama anak bangsa

    • Yang jelas pemerintahan sebelumnya sedang cari modal untuk pilpres 2019….

      Makanya yang dibeli hampir semua bekas karena tidak ada standar harganya…

      – alutsista bekas
      – pertamina di hambat

      Berikutnya apa lagi nih…. lama2x borok nya Sby terbuka semua…

      Bapak Besar gitu loh…… ampun dj….

      • Bung indonesia.. Walaupun kita mampu beli F35 apa yakin diberi olh asu..?hehehehe.. Liat niat awalnya bung..indinesiaa tdk boleh melebihi sekutu cacingnya di asean.. Walaupun diberi pasti downgrade.. Pembelian ini dgn teknik injek kaki..you beli atau ai rusuhin.. Dan intinya spy RI lbh lemah dari sekutunya dan menguras dana alutsista tsb shg tdk ada sista yg gahar dari blok timur..dan skenario ini cukup berhasil F16 abal2.. Diminta pembayaran lbh dulu namun barangnya sampai saat ini baru beberapa ekor yg dtg..dan ini sdh diprediksi oleh TNI… Bapak besar sgt cerdas bung.. Ingat beliau main gitar utk ultah putin…?hehehehhehehehehe… Ada pesan yg tersirat dan ingin disampaikan pada dunia oleh beliau…basar al assaad saja blm pernah main gitar di ultah putin…xixixiixixixiixixixi… Indonesia bergerak dalam senyap.. Untuk semua lutsista pertahanannya.. Oia kenapa RI ikut program kfx..? Hihihihihihihi..padahal RI tahu semua perangkat kfx menggunakan produk asu dan konconya…hihihihihihihihim..mengapa F16 terbakar pada saat akan flypass…?hihihiihihiihihihihi…akhirnya dpr menegaskan tdk ada lagi beli barang hibah…xixiixixixixixixixixi… Plan B yg menjadi target pencapaian bung.. Bukan plan A…welwhw..welwh..ngomong apa aku rek..salam sehat bung..

        • Sekali lagi bualan2 anda bikin mules otak dan perut saya bung Bakul Wajan.

        • kok F35 memiliki itu sih sama saja sedang berhalusinasi gk usa ngareplah kasi perumpamaan yg gk logis itu gk bakal bisa dibeli walaupun kita punya emas segunung, krn kita bukan SEKUTU…

          liat yg didepan mata….kita mau akusisi SU-35 aja sudah di hambat dan digiring utk membeli ELBOT OSTEOPOROSIS dan proyek imajinasi tanpa ujung- KFX…

          dikasi soft loan harusnya bisa bawa seKILO ke tanah air, malah di arahkan beli cangbogo yg imut spt kim dasom(sistar) ujung ujungnya proyek TOT kembang kempis gk sesuai jadwal…

          sungguh bapak besar yg mudah diarahkan paman sam…

        • komnnt yg cerdas bung @BW 🙂

        • HEHEHEHEEEEE….

          soal ep 35.. siapa ya,.. yg bantu ngoprek tuh sopwer,, yg katanya otaknya nih si merpati…??? yg katanya noh si bule aja ampe angkat tangan…….. bener kita kagak ditawarin????

        • Melawan karang kita hancur…berselancar disela2 karang kita bisa melewatinya..mengalah bukan berarti kalah./rendah….lihat Red China..dulu mereka begitu sabar dibawah ‘kata2’ negara Amrik dan Barat tapi sekarang sudah lebih tegas tapi tetap berhubungan baik kok dgn Amrik padahal Red China punya tagihan di Amrik 3 Trilyun USD..itu kartu Joker Merahnya Red China…..apa yg dilakukan SBY adalah sudah ‘seharusnya’….justru itu kelebihan beliau..Jokowi mewarisi keberhasilan diplomasi beliau…lagipula cuaca kan berubah skr Red China yg lebih ‘berotot’..jadi kita harus juga pintar2 berdiplomasi dgn mereka…lain masa lain strategi…lain gaya diplomasi…krn ombaknya beda2…

        • @bung bakul wajan ente jgn2 penasehat SBY ya hahaha?? seperti mendewakan sby aja, ingat lah semua org punya kekurangan tetapi dgn melihat opini anda yg byk ketawa xixixixixixi, hehehehe,hihihihihhi dlm menjawab itu menandakan opini anda asal raba aja, yg lugas aja dlm berdiskusi gak usah cenge-ngesan, sby mantan militer yg peragu, anaknya di ikutkan ke politik itu udah kesalahan besar, byk kasus korupsi dijaman beliau yg tak terungkap pula, beli alutsista pada bekas sprti f16 itu sakit nya disini…..sy pernah bangga dgn pak sby tapi sy ttp kritis maaf imho

      • Bung anda jgb liat yg jelek saja coba liat ekonomi dll yg bagus, kalau anda merasa lebih baik bisa coba buktikan.

        Maaf pendapat tukang endog kaki lima.

        • Betul bung tkg endog.. @bakul penyok hehehhehe.. Itulah makanya wajah anda hrs kliatan penyok spy bisa dibeliin muka baru lagi sama sang nyonya dan klo anda mules dgn bualan saya mohon jgn didengerin tp dibaca ajaaa.. Analoginyabegitu bung..hehhehehehehehe..salam mules bung..

        • Leopard 2 (MBT) – kesalahan pengorganisasian….

          maksud ne opo iki ?

      • Apa yg anda pikirkan, pada kenyataannya belum tentu seperti yg anda pikirkan.

        Negara kita adalah Negara Non Blok. Pemimpin2 kita sadar, jika ingin kuat, harus punya strategi jitu dulu.

        Jd gampangnya begini. ASU gak rela kita lbh kuat dr sekutunya di Asean. Dan tdk ingin kita condong ke Timur sprti dahulu, dan itu disadari oleh Bapak Besar.
        Utk menutup kecurigaan si ASU, mau tdk mau kita (berkorban) “nurutin” mereka buat beli sista nya yg notabene didowngrade di bawah kemampuan sekutunya di Asean.
        Tapi disisi lain kita jg membeli Sista yg lbh gahar dr blok timur tanpa sepengetahuan mereka.
        Jd pembelian Sista dr ASU hanya upaya mengaburkan pembelian sista canggih dr Timur.

        Macam strategi Abu Nawas : “Lu ngira bisa kadalin gue??, justru Lu yg gue kadalin..”

        Wkwkwkwkk…..

        #Maaf Bung BW, saya perjelas lagi biar yg laen gak tambah bingung. Kalau msh bingung, ya udah dech cukup saya aja yg gak bingung.
        Xixixixiii….

        • Yap.. Salam kenal juga bung puret.. Salam sehat selalu.. Btw abunawas bener juga ya bung..:ehehehhehehe…kita sdh lama dikadalin bung.. Sampai terkhir pun sby baru sadar sesadar2nya klo musuh kita itu semua dalam selimut.. Jd beliau dlu menganggapnya semua tetangga baik..tp stelah terjadi sadapan lkaret dan provokasi malon di ambalat dan karang unarang…tdk ada lagi istilah “zero enemy.”…beliau gelar marinir 10ribu di jawatimur utk latian setelah asu menggelar 5000 marinrinya di darwin..hehehhehehehehe…

        • tuh kan nurutin, itu bukan utuk menutup kecurigaan dong, tp menunjukkan bapak tersebut adalah anak penurut..

          dua kali negara ini dipimpin militer penurut…Soekarno yg latar belakang insinyur justru bisa lebih berani drpd jendral… :mrgreen:

        • Yealah mulai lagi dah…
          Kemaren kemaren SBY dibanding2in sama JKW
          Sekarang mau bandingin Militer sama Sipil….
          Emang ga pernah denger istilah bersinergi…
          Hak suara militer udah abis dipreteli….
          Sekarang maunya apa? Mau militer disuruh pergi dari Negara Ini….
          Negara ini bukan punya bapak moyangmu….
          Negara ini bukan punya bapak moyangmu…
          Inget tuh baik-baik….
          Ngomongnya “awas perang asimetris”, “Awas perang proxy”, ga sadar apa situ lagi buat rusuh….

      • ikut nyimak karo wetenge puyeng, bathuke muless..

      • om…. kebanyakan nonton metrotv yah,,,,,,,,, mau bicara politik dan partai mending di fb harian merdeka aja om

    • Pembelian alutsista yang tidak sesuai dengan kebutuhan TNI pasti ada untuk jenis dan jumlahnya hanya TNI lah yang tahu disini sebagai user.

      Ingat tugas pemimpin negara salah satunya sebagai sales jadi kerjasama pengadaan alutsista bisa termasuk kedalam agenda jualan sipemimpin negara tersebut disini dikatakan G to G, meski kita sebenarnya sudah tahu kita tidak terlalu membutuhkan alutsista tersebut terpaksa harus kita ambil karena kita barter bisa menjual proposal yang belum tentu dibutuhkan negara itu tersebut.

    • Analisa gak bener nih, siapa ente boss? f16 hibah itu untuk menutup kekurangan jumlah pesawat kita untuk sementara, misal, tiba 2 perang terjadi 5 tahun lagi gimana apa kita mau pake ?n 295? yoo moncrot rek, next kl pesawat baru tiba baru di pensiunkan.

      • iya buat menutup kekurangan jumlah pesawat, tp kok usang..kan lucu yg tdnya mau ditambah skuadronnya malah kebakar satu pas mau take off, satu lagi ada yg kakinya patah tergelincir.

        lama lama jd lagu satu ditambah satu sama dengan dua, dua ditambah satu sama dengan tiga…

        blom perang rontok di landasan…wong waktu masa pakai (expired) sebentar lagi…

        dibaca lagi sampai kelar dan tabelnya juga di baca yh…
        F-16 kita cuma jd bahan latihan tembak kalo terjadi perang beneran…

        • saya lebih percaya sby dan petinggi2 militer dibanding sampean bos sal jemplak….. otak mereka saya yakin 10x lebih moncer dibanding otak kau

        • @bung anthony maaf kalo saya analisis itu bukan petinggi khusus auri mau,kalo saya petinggi auri pasti kalo mau class diatas f16 viper diatas ugradean ini f16 national guard(ini diugrade masih kalah dengan f16 block 52rsaf)kalo liet pespur untuk menambah mending su27 atau 30(rusia),gripen(swedia),tyhoon(inggris,italy,jerman,spain)rafale(rafale)atau tipe j11(china)biarpun jadul masih gress produksinya(heehehe ntar ada protess)
          kita belum ngomong perlengkapan senjata/rudal(tanpa ini macan ompong) dan radar(tanpa perlihatan ini anda berjalan diudara seperti buta)belum ecm(untuk mengacau radar kamu)biarpun saya bukan pakar,sepertinya anda perlu baca majalah,net dan sering2 browsing sebelum komen salam selalu

          salam selalu met siang 🙂

        • gk wajib kok anda percaya saya……

          yg penting sekarang ini sudah akan datang SU-35……..yeah..
          10th menunggu akhirnya bakal datang 2017

          yg penting berani teken dan gak molor cuma sebatas kajian…giliran dh datang di klaim kinerjanya yg terdahulu…duh lagu lama kaset usang…

        • Hihi sakit hati sama yg dulu ya? Emang pernah diapain sama yg dulu?

        • Hmmmm ternyata hanya sedalam kulit ari, pake ngotot!

      • Klo yg baru jadinya lama keleuss, sok tau tapi nggak tau. Sok pinter tp nggak pinter, sok berani tp nggak berani. Gayanya LSM banget cara pikir ente

        • Elbot gk ada yg baru mbah, cuma di cangkok jantung baru biar bisa nafas lagi…..coba kmu baca lagi, kita gk bakal dpt f16 di atas tipe punya singapol…suka banget sih mah rongsokan…

  2. Waduh…Salah….koq Bisa ……

    • Jadi ingat kata orang PT. Dirgantara Indonesia di JKGR dulu, “Kalau buat pesawat baling-baling latih mah, kita tutup mata juga bisa”. Kalau pesawat latih baling2 aja tutup mata, pesawat counter insurgency mirip Super Tucano tinggal melekkin 1 atau 2 mata (catatan: pesawat coin buatan Indonesia tdk memerlukan avionik yg sebaik avionik Israel pada Super Tucano, toh lawannya paling cuma infantry atau heli, pesawat PD 2 bahkan gk ada avioniknya). Jadi tidak akan semahal Super Tucano dan proses membuatnya lebih mudah, jika perkataan orang PT DI tadi benar.

      • Bener bung AV.. Bahkan habibi pun blg lbh susah buat pesawat penumpang.. Hehehhehehe..tp kita hrs ingat juga bung byk hal terutama sistem radar, avionik, penjejak target rudal yg hrs dikuasai dari negara2 produsen.. Kita tdk terbiasa menjiplak “spanyol”(separo nyolong) spt yg dilakukan oleh panda.. Tp kita bisa mencari ilmu dasar pada asisten sang guru.. Knapa kita cari ilmu kasel di korsel bukan di jerman..?padahal jerman sahabat RI..knapa kita berguru kfx di korsel..? Bukan lsg ke rusia atau china..? Knapa latgab TNI digelar di poso..?Konsumsi utk media dan indomitelor..hehehhehehehehehe…

      • Kalo ini ada hubungannya dengan astros atau perjanjian imbal balik pembelian yg lain gimana bung AV?

    • SALAH SENDIRI, jadi pemimpin koq MAU SAJA DIKADALIN ASu, …… hadeuuuh, bagaikan kerbau dicocok hidung, ……… !!!

  3. Bensol

  4. Jinak burung dara … #

  5. Izin nyimak boss.

  6. Izin nyimak boss

  7. Izin nyimak boss diego

  8. Akhirnya….

  9. Gagal maning kih…..

  10. Semoga artikelnya ga bkin TNI ngelus dada…

  11. Hadir dlu absen. Baru baca. Puaanjang bnnget..

  12. Nice artikel sangat mencerahkan

    Terimakasih buat lampaknya bung diego salam tabik ciwwww

  13. Nice artikel sangat mencerahkan

  14. Utk kfx ifx sy rasa harus dilanjutkan krn menjadi entry point produksi dalam negri, untuk f16 dan tucano sy setuju, di delete saja dari mef 2, utk kilo kalo tanpa tot ya sama saja boong,ga ada kemandirian..kalo ada tot yg signifikan, misal teknologi bahan,AIP dan CMS ya oke lah

  15. Tidak ada yang salah dalam pengadaan alutsista RI. Yang salah :
    1. Lambat nya peremajaan alutsista
    2. Banyaknya “KUTU” penghisap Dana alutsista

  16. Minyak habis sambal ga enak. Sia2. Siapa yg beli? Yg izinkan siapa beli odong2 doraemon. Kasihan tni ku.
    Admin. Itu tolong di ralat kata2 bahaasanya di atas kita nkri tidak punya musuh. Kalau kita ga punya musuh bubarkan aja militer, negara aman ga perlu buang2 duit, buat apa mef, buat apa beli ini itu , proyek iji itu, katanya kita tidak punya musuh. Menggelikan.

  17. Hadehhh bener” ni negara besar tp rapuh jadi apa lama” negara ini pntesan tetangga” gk ada takutnya..

  18. Kok terlihat seperti asal bapak senang….
    Jgnkan TNI dlm hal ini prajurit terendah ja, la rakyat jelata saja bisa mikir dan tau kok itu ALUSISTA cuma alakadarnya dibanding nga ada sama sekali.
    Itulah mengapa kwantitas lebih utama dibanding kwalitas, dr kwantitaspun diragami hingga smua terasa ada dan kita dibuat merasa kuat.

    • “Dibuat merasa kuat” meskipun mungkin blm benar2 kuat kwkw…jd ingat ada komentar yg bertanya…apa berani TNI ngusir atau bahkan menembak Kapal2 besar dan canggih milik cina termasuk kapal selamnya atau pespurnya kalau suatu saat ngeronda dekat natuna ??? Apa negara kita punya antidot rudal2 nuklir antar benua milik cina ???
      Apa kapal selam kita cukup meladeni kapal2 selam cina.
      Atau bahkan juga sama buruknya tp kecil kemungkinan perang sama konco2 si AsU…
      Saya pribadi berharap pengadaan alutsista ke depannya semakin baik…baru…dan banyak. Selain pemerintah harus semaksimal mungkin memajukan Inhan dalam negerinya semoga juga ekonomi kita dlm 2-3 tahun ke depan akan semakin membaik. Ujung2nya sih ada duit gk kata produsen senjata…berani beli mahal gue kasih nih katanya kwkwkw.

      • bila Bung Tukang Nyahut pernah liat komentar apa “kita berani” dgn negara disekeliling kita jawabnya dpt lihat dr pernyataan serta sikap para pemimpin (TNI, Presiden dan DPR) selama ini.
        Ya smoga harapan bung dan kita smua, kedepan ALUSISTA yg diadakan jauh lbih banyak dan lbih baik, sesuai kebutuhan nyata berbagai potensi ancaman.
        Sekarang ini para pemimpin blm terlihat benar² seiring sejalan, seiya sekata dlm memperkuat bangsa ini untuk dpt menjaga serta mengamankan wilayah, bila memang dana sangat minim mengapa tidak kembangkan serta berdayakan dahulu yg kita punya dan kita bisa, misalnya pengutamaan perkembangan roket menjadi rudal untuk trimatra serta mewujudkan kasel mini 22 dan 15 meteran.

  19. beli yg baru apa susahnya sih….?

  20. bung, anda boleh justifikasi akuisisi alutsista benar atau salah kalau anda bisa jawab:

    Siapakah nama designer F33?
    Apa dan berapa banyak Bahan baku KS changbogo pesanan TNI dibagi berat totalnya?
    Sinkron tdk jawaban anda dgn pernyataan anda?

  21. Mungkin harus kita akui bung2…terkadang pembelian alutsista jenis tertentu di latari adanya kepentingan politik atau tekanan politik…mau beli A karna “ditekan” jd beli B…mau beli baru karna perlu kuantitas jd beli bekas karna anggaran tidak cukup..(katanya sih KING OF THE CASH)
    pokoknya SU 35..KS KILO/Amur/Borei..Kapal Destroyer…S.300/400…Radar OTH…MBT Leopard…wajib dah di akuisisi…atau tar ini di bilang salah juga ya nanti kwkwkwkwk.

    • 4 su30 cukup buat siapapun mikir 2 kali. Tetapi softpower adalah kekuatan masa kini. Jadi jangan gampang meremehkan yg namanya kemandirian. *Russian Fighter Jets Are In Syria, Air Force
      Boss

    • betul bung TN. Tapi tulang itu mana peduli klw suriah di nuklir, tak peduli dia itu. Tapi giliran dipantengi 4 su30sm, hilang wibawa dia. Jadi kena DBD 1 keluarga. Gatal pengen lock pesawat yg ngaku cobra. F22 itu dia keluarin bolang. Pesawat idaman saya itu bolang.

    • bukan salah bung, tp nanti di teken lagi sama pedagang barat….pa lagi daftar list anda dr pedagang timur

  22. Bung warjag semua.. Semua artikel disini hebat.. Bisa menjadi diskusi termasuk semua komen.. Sama spt alustsista goib dan resmi.. Namun akhirnya yg goib lbh mendapat tempat krn ternyata semua list itu terbuka 1 per 1.. Duite sopo..? Ternyata kita beli tuh..soal dana dari mana..buktinya tuh brg diteken juga.. Analoginya saya tdk akan memberikan hutang pada negara yg saya yakin die tdk akan mampu membayarnya.. Jd inget artikel bung yayan di warung sebelah.. Indonesia berjuluk “King of the cash”..hehehhehehehehehe… Bahkan sby mendapatkan crossknigt medal dari british..hemmmm.. PM malon pun blm tentu dpt bung..!!!

    • Dan menurut saya bung bakul wajan…sebaiknya kalau menyanggah artikel di atas di ulas juga dengan fakta dan analisa serta hitung2annya…bukan bualan2 yg sama sekali tidak mencerahkan. Bagaimana mau diskusi secara sehat kalau anda tidak menyajikan fakta..analisa dan hitung2annya dan anda tidak jabarkan seperti artikel di atas. Saya percaya alutsista strategi itu ada tp dr segi kuantitas juga saya yakin gk banyak2 amat dan buat apa hal itu di bahas lah bendanya saja ada atau tidak adanya jd perdebatan. Yang kita inginkan biar warjag cerdas bahas yg realitas saja bung bakul wajan biar ada tambahan wawasan.

      • Sorry warjag.. Bukan maksud ngomong ga karuan.. Ane juga tdk mencela artikel bung faqih.. Ulasannnya meneurut ane bagus..hanya..hanya sekali lagi hanya ane ingin spy kita berpikir dan menganalisa kemungkinan2 lain dan belajar membaca apa yg tersirat..jgn hanya menelan mentah2 tanpa dikunyah terlebih dahulu.. Buka pemikiran dan dgn semua kemungkinan dan jadikan acuan utk melihat itu.. Keledai tdk pernah mau masuk kelubang yg sama bung.. Tni pernah jaya pada jaman soekarno namun kemudian hancur.. Apa itu yg mau diulangi lagi.. RI saat ini sesungguhnya masih dalam kekuasaan dan tekanan asu.. Lihatlah freeport.. .siapapun presidennya(selain sukarno)apakah mampu melawan itu..? Begitu juga sby dan jokowi saat ini.. Melawan dgn cerds lbh menguntungkan dibanding melawan dgn otot yg berarti hancur.. Kenapa para sepuh byk pergi dari sini..? Krn byk mereka yg ingin hanya menelan semua informasi tanpa mengunyahnya terlebih dahulu.. Shg mereka kadang byk dijadikan cemoohan dgn hoax dsb.. Berfikirlah spt bung@phd yg selalu mengumpulkan puzzle2 yg bertebaran.. Dan menjadi 1 rangkaian utuh.. Cobalah berfikir terbalik dgn yg disajikan didepan mata.. Kebenaran itu kadang tdk berada di lemari kaca bung.. Tetapi kadng berada dalam lumpur yg hitam..

  23. blm kelar baca dah mules mata, semoga smakin kuatnya alutsista di barengi dgn kuatnya ekonomi, jgn sampe tiap hr berita belanja alutsista milyaran tp di sisi lain ada sebagian rakyat yg msh kekurangan, amiiin

    • That’s right bung asbun.. Tp ngomong2 berasa gak selama tni kita tanpa alutsista gahar negeri kita selalu dilecehkan dan dizolimi baik oleh tetangga maupun sembahannya mamarika.. Ane kok lbh cocok jika militer kita kuat maka pembangunan dan pemerataan hasil pembangunan akan lebih baik.. Bayangkan jika militer kita lemah setiap waktu dan disetiap daerah terjadi konflik yg menghabiskan energi kita sbg bangsa..ane pikir ada dalang dibalik semua itu utk menghancurkan bibit2 pembangunan kita.. Numpang lapak jg ya bung..@bung colibri salam hangat bung.. Kan kita sama2 pawangnya.. Klo bukan kita dan warjagers sape lagi yg balikin mereka ke kandangnya…hehehhehehehehehe…

  24. Kok pejabat kita ini masih seneng ditekan sana sini yah ? Mentalnya kok demikian mental ditekan hehehe

    • Salam bung joe dan bung penyok.. Saat ini kita Bukanlah sekutu dari blok manapun.. Artinya kita berdiri sendiri dan artinya juga kita hrs kuat baik secara militer maupun ekonomi… Spt china dan iran.. Selama itu belum mampu kita kuasai jgn harap campur tangan dari negara adidaya akan hilang.. Periden sby tlh meletakkan landasan pembangunan militer dgn kuat melalui MEF nya dan saat ini presiden jokowi mulai meletakkan landasan ekonomi melalui pembangunan infrastuktur dan investasi besar2an.. Padahal dunia sdg krisis loh..knapa itu bisa teerjadi… Ingat poros JAB.. Jakarta-Abudhabi-Brunei..? Ingat bantuan UEA kpd RI dalam bentukpembelian saham syariah dgn nilai yg mentrinya sendiri hanya bilang “sgt besar”…Ingat bantuan china dalam bentuk suntikan modal 520triliun..?ingat bergabungnya indonesia dalam OPEC padahal Ri bukan lagi pengekspor minyak..?bahkan saat ini menjadi pengimpor minyak..? Dari segi pertahanan.. Ingat dubes rusia bicara apa yg dimiliki rusia juga dimiliki indonesia..? Ingat parlemen rusia mengatakan indonesia adalah sahabat le Inbih daripada sekutu rusia sendiri..?ingat pernyataan petinggi militer indonesia yg mengatakan jika indonesia diserang oleh negara lain akan ada rudal yg ditembakan dari luar wilayah indonesia.. Ingat hingga saat ini skenario penghancuran ekonomi indonesia guna menghambat modernisasi alutsista kita masihi blm berhasil dan kita berharap tdk akan pernah berhasil…Dan terakhir ingat itu semua bantuan dan dukungan negara2 itu bukan kebetulan bung..itu semua sdh dirancang. Dan disetting oleh pemimpin2 hebat kita..

      • Nah ini yg menarik bung bakuk wajan…kok brunei diam2 aden ayem saja ya…blm tampak secara langsung turun tangan membantu indonesia memulihkan ekonominya…bahkan blm ada kabar pertemuan “empat mata” sama raja brunei. Nah kalo sama si arab itu sdh realisasi apa blm..entar keburu di jegal si AsU lg pd gigit jari entar hahahhaa…

        • Sip..sip bung tkg nyahut.. Namanya poros klo bantu ya udah lbh byk bung.. Ingat raja brunei dan putra mahkotanya, beliau berdua mendapatkan brevet kehormatan dari seluruh matra TNI…bahkan dari ukan khusus TNI… Klo saya perkirakan mungkin baru beliau berdua pejabat luar negeri yg mendapatkan kehormatan itu semua dari TNI…itu artinya ada hub yg sgt2 khusus hingga begitu tingginya beliau berdua dihargai oleh TNI..Ingat kapal usman-harun cs yg dibeli TNI..andil brunei. Kuat dalam pembelian tsb.. Dan pastinya bantuan brunei bukan hanya itu bung.. Bung yayan mgkn telah menjalaskannya dgn gamblang dalam artikel poros JAB.. Salam lalu bung..

      • Buat artikelnya nya bung biar mantabb

      • Mantep ulasanya bung , semuga alloh swt memberikan kesehatan kpd anda dan anda bisa menulis artikel di warong sini

  25. Selalu tertinggal
    Jika tidak bangun industri pertahanan sendiri.

  26. yg lebih parah lg penontonya…
    cm modal mulut lebar wkwkwkwkwkwk

    • Anda juga mulut lebar bung…ayoo bikin artikel tandingan jangan koar2 kayak bocah beraninya juga anda cuma koment2 gak karuan kayak si bakula wajan.

      • Bung Hellboy.. Klo saya ngomong ga karuan klo saya blg ehh itu ada kapal selam kilo saandar di priok lo.. Tp ga da beritanya… Lha saya blg kasus ambalat,karang unarang dan sby dpt crossknigt dari british apa itu membual dan ga karuan..? Klo analisa ttg alutsista kita digembosi dan akhirnya dikasih bekas malon stelah thn 65 itu juga jelas..krn skenarionya kita ga boleh belanja yg lebih hebat dari sekutu asu..apalagi belanja ke blok timur.. Dan blok timu atau rusia dan cina pastilah mengembargo telah itu..lha wong skatnya sukarno dikudeta..? Itu yg saya tekankan utk kita pikirkan tdk terulang lagi..dan yg pastinya para jenderal dgn lemhanas dan serta instrumen di mabes sdh memikirkan semua resiko itu.. Klo tekanan as kpd RI..apakah sdh hilang..? Ingatlah bung..Freeport Newmont dll.. Kita hanya bisa baru nego prosentase yg relatif msh kecil dan smelter bung.. Itu pun blm dibangun oleh mereka.. Ane tdk bicara berdasarkan angka bung..tp berdasarkan hal2 yg sdh terjadi agar kita bisa belajar menarik benang merah dan keterkaitannya dari semua kejadian.. Anda takan mendapatkan informasi rahsia dgn pasti berikut stempelnya.. Keda berfikir utk merangkainya.. Salam warjag sehat selalu..

        • saya tidak koment tentang isi artikel ini ,
          penulis sangat bagus dalam menjelaskan artikel disertai alasan ataupun link sumber

          sama seperti bung TN PHD ,

          untuk membuat artikel saya kasih jempolan . terserah benar / tidak alasannya, yang pasti 100% si pembuat artikel siapapun akan menyediakan waktunya

          untuk koment Artikel ( nah ini … ane mau menilai, kan juri ane )

          bung BWajan, anda sangat bagus pula membuat koment balasan/reply disertai analogy … , tanpa terpengaruh koment miring ( misalnya ) dari lawan para koment , hal ini sama bagusnya saya rasa dengan Bung BP ( bakul panci ) …
          memang , anda berdua diharapkan menjaga trah dengan sebutan Bakul …

          untuk koment koment yang lain , cukup bagus , tetaplah sesuai dengan koridor NKRI yaitu Negara kesatuan meski berbeza-beza ( duhh … ikutan aksyen Negara tetangga nih )

          biasakan koment sehat , tanpa mencaci , bila perlu sanggahan disertai link / sumber ,
          sehingga komennya mantap

          Kali ini bung Diego .. Ane Kudeta sebagai Admin ..
          Giliran Ane Nih yang jadi ,

          hehehe , Salam di hari Senin yang cerah ini

          BFB

        • wah ngomongin soal bakul, saya jd inget ada yg punya utang blom jawab pertanyaan saya seputar FIR :mrgreen:

        • @bung BFB

          Kalo jaman sekolah dulu, biar ujiannya salah semua tapi sama bu guru tetep dikasi nilai 2…buat ongkos nulis katanya

        • Amin sehat bung , moga bung bakul wajan tetap dalam jagaan alloh swt tarimakasih atas komenya yang berbobot.

        • Amin sehat bung , moga bung bakul wajan tetap dalam jagaan alloh swt tarimakasih atas komenya yang berbobot bung moga sehat selalu.

  27. Analisa yg bagus.tp tentu tdk hny alutsista yg trsbut itu saja yg dimiliki tni. Kalo saja tni lemah hari ini mungkin kita sdh bernasib sprti suriah atau yaman krn nilai nkri jauh lebih penting drpd suriah atau yaman bagi asu.
    Syukuri saja keamanan hr ini

    • Selamat Siang.. Bravo Warjag..!!! Numpang lapaknya bung waung..utk menyapa sedulur.. Sip bung Waung.. Sampai hari ini semnjak bapak besar membuat program MEF tampaknya kita lbh bisa bernafas lega.. Bayangkan pada saat kita ditantang dilau ambalat dan karang unarang oleh malon… Setiapa hari bawaanya kesel mlu sama tetangga yg tak tau diri itu.. Termasuk aushiet dgn tingkah koboy asianya… Itu artinya kita sdh diperhitungkan dan ada “sesuatu” yg memebuat mereka jd lbh bersahabat dan tdk lg memprovokasi di wilayah2 sengketa tsb.. Ya toh.. ? @bung bukan fansboy..thanks atas moderatornya..ane cuma merangkai berita yg kemudian dirangkai dalam suatu alur cerita konspirasi dan strategi yg mungkin kita masing2 bisa menarik kesimpulan dari semua pemberitaan tsb.. Sama spt bung@phd yg lebih merangkai alur cerita utk membuka misteri alutsista dgn angka2 yg disusun sedemikian rupa shg terciptalah anagka2 ajaib yg bisa membuat kita memppertimbangkannya sbgsesuatu yg riil.. Ssaya susun dan ugkapkan bukanlah kebenaran mutlak namun bisa menjadi refernsi kita dalam melihat strategi TNI dan konspirasi dari pihak2 yg tdk ingin RI menjadi besar dan mungkin akan terus digelar sampai tujuan mereka tercapai.. @ bung sal jemplak.. Yg pasti bukan saya yg punya hutang fir ya bung.. Mgkin om saya bung@bakul panci…hehehhehehehe…

  28. saku

  29. Dari koment2 @bung bakul wajan…begitu “mengerikankah” ancaman2 Amerika dan blok barat ????
    anda bilang TNI di lemahkan dulu, apa iya..kalau menurut saya sih bung yang di lemahkan itu pemimpinnya yg mengambil keputusan mo beli ini atau itu..entah pemimpinnya takut di lengserkan secara paksa atau takut karna AsU memegang “kartu as” kebobrokan si pemimpin sendiri. TNI gk bakalan lemah..karna ada beratus2 juta rakyat yg siap di sisinya…yg lemah hanyalah mental pemimpinnya. Lihat sendirilah betapa muaknya lihat kelakuan anggota dprd pusat dan daerah…betapa muak nya liat kasus2 korupsi gubernur..bupati..dan walikota blm lg anggota2 dprd nya.
    Ngomong2 kapan ya TNI lemah..sejak pemerintahab siapa dan kapan bung bakul wajan hehehehe ????
    Tapi alhamdulillah sejak era pak sby sdh mulai melakukan pembenahan secara bertahap….tak ada ikan bandeng..telor asin pun di makan buat lauk pauk…apa boleh buat yg penting tetap ada lauk pauknya dan tetap enak di lidah.. hahahaha.

    • Alutsistanya yg lemah bung.. Tanpa alutsista yg memadai dan gahar kita hanaya dipandang sebelah mata oleh para calon musuh.. TNI walau sehebat apapun klo kita kalah diudara dan di laut habislah kita.. Apakah kita hanya menunggu musuh masuk ke wilayah daratan kita.. Apakah kita akan menunggu hAncurnya kota2 kita dan matinya ribuan tentara dan rakyat kita akaibat bombardir dari bomber2 mereka… Ingat jepang pun hancur dan kalah hanya oleh 2 bom yg menhancurkan hirosima dan nagasaki.. Bukan tokyo loh ya di bom… Apakah kita rela mengalami kemunduran peradaban hingga pluhan tahun ke belakang akaibat serangan udara yg sgt masif dari musuh2 kita..? Be smart bung..

      • Calon musuh !!??… hu…hu..hu… mereka itu bukan calon musuh lagi bung tapi pagar yg udah bener2 nggragoti pagar kita !!..

        • Mungkin yang sekarang belum terlihat sebagai musuh, akan ikut-ikutan memusuhi Indonesia kalo melihat Indonesia lemah. Dengan menguatkan sistem pertahanan TNI, berarti juga menghilangkan calon-calon musuh. Ato sebaliknya dgn tidak adanya penguatan Alat pertahanan berarti juga mengundang kawan untuk menjadi musuh.

    • seperti pepatah “jadi lah kau orang penurut karena engkau akan di berikan kedudukan, jika kau jadi orang pembantah celakah lah kau akan jatuh dari kedudukanmu”

      silakan di analogikan dengan imajinasi anda sekalian……
      .
      .
      .
      10 – 32 =

    • ngak yakin gw di mejanya ada ikan asin..yg ada ikan emas atau ikan doll..ar
      kalau tuk prajurit gw pastikan yap,apalagi yg di perbatasan sampai
      mendorong motor mencari ikan asing..hehe

  30. untuk kasus korea saya rasa walau mereka sekutu dekat AS dalam hal dagang , industri sensitif bahkan copy paste mereka siap fight sampai pengadilan mirip kasus samsung dan iphone

  31. Melihat sisi Militer Indonesia di https://kampusmiliter.wordpress.com keliatannya negara kita tertinggal jauh dari negara tetangga seperti vietnam, thailand, s’pore.. bertolak belakang dengan clue clue yang disajikan disini… Maaf saya memang buta sama sekali tentang Militer.. tetapi sebagai anak bangsa yang selalu ingin Negara ini Kuat dan Dihormati.. Mohon wejangan bagi para analis analis Militer di warung ini, Apa semua berita di kampusmiliter.wordpress.com itu Hoax semua atau …. malah sebaliknya…. ???

  32. bagi saya yang orang awam agak kurang penjelasan nya :p

    1. F-16 Anggarannya termasuk spareparts, senjata, pelatihan, dsb sebesar USD 750 juta. Harga yang sama dengan membentuk 1 skadron heavy fighter yang sangat dibutuhkan untuk memberi kesempatan TNI AD dan AL berperang. Pertanyaan nya :
    – satu skuadron jenis pesawat apa itu? sudah termasuk senjata, spareparts dan pelatihan nya belom?

    2. ada banyak cara lain mengembangkan kemandirian alutsista tempur udara Indonesia. Banyak cara yang lebih kreatif, jitu, memberi kepastian, efisien, dan efektif. KF-X adalah cara yang salah.
    – cara yg bagaimana? misal kita gak setuju harusnya kita punya alternatif lain dong, nah alternatif itu dicurahkan kedalam artikel ini, siapa tau pak jendral baca artikel anda di jakartagreater.com! jangan kita mengatakan tidak setuju cuma tidak ad alternatif lain, yang ad malah kita harus nunggu lagi nunggu lagi, dan membuat para pembaca yg galau jadi goyah pendirian ngeliat artikel ini

    3. Berbeda dengan Indonesia yang pada dasarnya negara damai, tanpa permusuhan militer.
    – yakin? musuh kita yg nampak memang tidak ada tpi yang tak nampak banyak, bagaimana bisa gak ada musuh cuma sipadan dan ligitan bisa hilang? kemarin ambalat hampir saja hilang untung negara bertindak cepat dengan alutista seadanya dan berhasil menggalkan upaya tersebut

    Dan juga saya juga berpikir dengan semua pesawat tempur kita skrang apakah sudah mewakili untuk mengawal 17.000 kepulauan nusantara dengan alur laut Indonesia dan 200 mil ZEE tersebut?
    di sisi lain juga mungkin yg dipikirkan TNI satu ancaman embargo & keterbatasan dana militer kita, dana militer itu pun dibagi 3 untuk laut, darat dan udara.
    solusi yg tepat ya kemandirian, kemandirian seperti tank, pesawat tempur, kapal selam, dan helikopter tempur itu merupakan kewajiban negara sebesar indonesia. Nama nya pedagang mana ad yg jual untung nya 35% – ke bawah

  33. Setuju bung TT, kelemahan kita jelas. Tetapi usaha untuk memperbaiki juga jelas, SDM, Bahan baku delele yg terkait juga jelas. Keinginan alutsista yg baik pasti bisa dengan catatan pemerintah, tni dan pihak terkait sudah ada sinergi. Saya pribadi tidak menyayangkan program refurbish delele. Itu salah satu cara memperkuat diri/ jangka pendek tetapi jangka menwngah dan panjang saya kembalikan ke pemerintah dan tni. MERDEKA

  34. Terkadang kenyataan itu Pahit.. Dan aku merasakan… “Sakit nya tuh disini.”… (Sambil tunjuk jantung).

  35. Betul…yg dikatakan para sesepuh diwarjag…artikel ini sebagai contoh utk temen2 agar isinya lebih baik…

  36. jd teringat media jepang dulu bahwa indonesia di tipu korsel dlm proyek kfx / ifx, menurut sy hentikan kerjasama pertahanan dg korsel jk proyek changbogo gagal dan jk terjadi perang di semenanjung korea, maka indonesia tdk perlu mendamaikan sampai mereka(korsel&korut) kembali ke zaman primitif akibat nuklir, kdua rencana presiden jokowi kunjungan ke AS yg sebaikx d tunda krn ikut menggagalkan proyek IFX, kecuali ada tawaran negoisasi freeport di tukar dg ToT F-15 SE atau F-22 🙂

  37. analisa yg benar..walaupun mungkin ada beberapa koreksi tapi overall banyak betulnya…saya bingung dengan semua keputusan TNI dalam akuisisi alutsista…cuma sukhoi dan leopard yg masuk akal…..

  38. gak yambung ag…apa maksud artikel ini apa kita disuruh jadi jogos terus gak usah bikin ….memulaix dari mana kira2 yg bener kalo mau bikin…

  39. PESAN DI BALIK RENCANA KEHADIRAN SU-35 DI KAWASAN

    Ketika Tiongkok mempertontonkan kekuatan militer mereka dalam peringatan 70 berakhirnya Perang Dunia II, dunia dibuat terenyak. Kemampuan militer negara yang sempat hancur karena invasi Jepang itu berkembang sedemikian pesat, bahkan membuat gentar.

    Sehari sebelum parade militer itu digelar, sejumlah kapal perang Tiongkok tampak berlayar di Laut Bering, Alaska. Pada saat yang sama Presiden Amerika Serikat Barack Obama sedang berkunjung ke Alaska. Peristiwa itu secara tak langsung menunjukkan betapa kuatnya Tiongkok saat ini, sekaligus menegaskan kehadiran mereka sebagai kekuatan global.

    Dalam isu sengketa Laut Tiongkok Selatan, kekuatan Tiongkok pun tak bisa lagi diabaikan. Meskipun tidak terlibat, Indonesia tetap harus waspada dan mawas diri. Dosen Sekolah Komando Angkatan Udara dan Sekolah Komando Angkatan Laut Connie Rahakundini Bakrie mengatakan, Indonesia tidak bisa lagi hanya berpangku tangan dan menjadi penonton.

    Apalagi, saat ini tidak hanya Tiongkok yang terus memperkuat diri. Kekuatan ekonomi global di kawasan, seperti India, Singapura, dan Australia, juga terus meningkatkan kemampuan armada mereka. Parlemen Jepang pun setuju merevisi UU Keamanan yang memungkinkan pasukan Jepang hadir dalam konflik di luar negeri.

    Di sisi lain, kebijakan Presiden Joko Widodo menjadikan Indonesia sebagai kekuatan maritim global memerlukan dukungan memadai. Kebijakan itu, menurut Connie, tidak semata-mata hanya persoalan ekonomi, tetapi juga pertahanan. Ketika Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan, Indonesia akan membeli pesawat tempur generasi 4++ Su-35 untuk menggantikan skuadron F-5E, menurut dia, adalah tepat.

    “Kebijakan membangun Indonesia menjadi kekuatan maritim memerlukan perlindungan udara yang memadai,” kata Connie.

    Tak hanya itu, pilihan untuk menerbangkan Su-35 juga sesuai dengan rencana pembangunan wilayah pertahanan berbasis tata ruang kawasan, terutama untuk menghadapi ancaman langsung ataupun pelanggaran wilayah dirgantara. “Itu sesuai dengan visi poros maritim Presiden Jokowi yang berupaya menempatkan kembali negara sebagai pemain, bukan penonton, terutama dalam isu keamanan kawasan,” kata Connie.

    Secara teknis, Su-35 memiliki kemampuan setara, bahkan dalam beberapa aspek lebih unggul daripada pesawat generasi V, seperti F-35 yang hendak diadopsi oleh Singapura dan Australia, serta F-22 yang dimiliki AS. Radar Irbis-E yang terpasang di hidung Su-35 mampu mengendus lawan yang berada di jarak 400 kilometer, lebih jauh daripada jarak pantauan radar F-22 yang hanya 240 kilometer. Rudal-rudal yang diangkutnya pun mampu menyaingi AIM-120 AMRAAM milik AS dan mitra strategis mereka di kawasan.

    Dihubungi terpisah, anggota Komisi I DPR, Tb Hasanuddin, mengatakan, situasi regional dan global saat ini sebenarnya tidak lagi hanya menghitung perimbangan kekuatan militer semata. Menurut dia, yang lebih memainkan peran adalah kekuatan dan kemampuan menyelesaikan masalah bersama untuk kepentingan bersama.

    “Kehadiran Su-35 akan memberi faktor penguat terhadap kekuatan diplomasi Indonesia, baik di tataran regional maupun internasional,” kata Hasanuddin.

    Namun, di sisi lain mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Chappy Hakim mengingatkan, kekuatan Su-35 akan menjadi optimal jika pilihan itu merupakan turunan dari sistem pertahanan nasional, bukan semata-mata pilihan strategis matra udara. Artinya, kekuatan itu dipilih karena sesuai dengan sistem dan strategi pertahanan nasional, serta sinkron dengan perkuatan dua matra lain, yang juga berbasis pada kebijakan pertahanan nasional.

    Tanpa itu semua, efek gentar Su-35 tidak akan optimal.

    (B Josie Susilo Hardianto)

  40. Kesalahan membeli sukhoi :

    Pertama, pemerintah juga memutuskan untuk membeli lebih banyak Sukhoi (dengan cara cicilan = lebih mahal untuk negara). Mungkin ini didorong oleh keinginan untuk menglengkapi jumlah Sukhoi menjadi satu skuadron, tapi tetap saja dari segi biaya sangat merugikan negara.

    Pemerintah juga seperti tidak memperhitungkan, kalau biaya operasional Sukhoi yg mahal, dengan sendirinya berarti jumlah jam terbang pilot untuk Sukhoi Indonesia tidak akan bisa sebanyak dibandingkan F-16.
    Menurut perhitungan “standard” umur pespur Russia, seharusnya Su-27/ Su-30 juga sudah harus dipensiunkan sebelum tahun 2025.

    PLA-AF juga sudah mempensiunkan Su-27 mereka setelah kurang dari 20 tahun, krn umurnya sudah habis; dan ini NORMAL.
    ============================
    http://china-defense.blogspot.co.id/2009/04/decommission-of-plaafs-su-27-has.html
    ============================
    Catatan: Blog ini menghitung kalau umur Su-27SK pertama China dihitung dari tanggal tanda-tangan kontrak. Ini salah. Pesawat pertama China sebenarnya baru tiba Februari-1991.
    Betul. Ini adalah dua faktor utama kenapa semua Alutsista Russia tidak segahar kelihatannya.

    Dalam kasus Su-35 tidak akan ada satupun negara tetangga yg akan menakuti fitur TVC; malah mereka akan menertawakan pesawat yg tidak bisa di-upgrade, dan hanya memakai radar PESA. Lagipula, semua orang tahu kalau Sukhoi Flanker itu gila maintenance. Efek gentar Sukhoi yg paling hebat adalah membuat negara tekor!.
    Pokok permasalahannya:
    Supplier Barat sejak awal sudah memperhitungkan supply chain yg justru serapi mungkin, untuk menjaga operasional produk agar bisa dipakai operasional selama mungkin.

    Russia sebagai supplier militer — sebenarnya tidaklah independent, karena mewarisi sistem produksi Soviet. Banyak komponen produk Ruski sebenarnya dibuat di banyak negara lain ex-Soviet; termasuk Ukraine dan Georgia — yg sudah berhasil dimusuhi mereka dalam bbrp tahun terakhir. Ini artinya kalau ada komponen produk “Ruski” yg kita beli ternyata buatan negara ex-Soviet yg lain (yg sudah meng-embargo Russia) — habislah, kita!

    Masalah kedua produk Ruski — produk mereka sebenarnya tidak pernah didesain untuk bisa beroperasi lebih lama dari 10 tahun. (Ini sudah dibahas sebelumnya). Menurut Sistem Uni Soviet — produksi militer harus terus berlangsung agar negara selalu siap perang. Jadi reliability atau maintenance tidak pernah dianggap penting.

    Sekarang, AU Russia harus membayar mahal — sejak tahun 1990, mereka tidak pernah bisa membeli dalam jumlah sebanyak dahulu di jaman Soviet, dan terpaksa memakai pesawat2 tua mereka sampai sekarang. Alhasil, AU Russia, sebagaimana dilaporkan dalam the Moscow Times, harus menderita 1 kecelakaan setiap 2 bulan — sejak tahun 2010.

    Dan akhir2 ini, jumlah kecelakaan mereka meningkat drastis — 7 pesawat rontok dalam waktu 6 bulan; 1 diantaranya Su-34 yg sebenarnya baru selesai diproduksi tahun 2012!

    • Komentarnya mirip bung GI ya dari alam sebelah..hahahaa..atau ada yg copy paste nih kwkwkw…

    • grg, antek asu kah???

    • mending ente bikin artikel aja trus kirim ke admin supaya di pajang,biar di kommen atau di bully rame rame….semua itu bung ada plus minus..dan minus itu harus dikesampingkan….krn kita butuh pesawat super cruise yg bisa terbang jauh antar pulau” ini point nya” dan persejataannya gk di embargo (ini yg penting)

    • Buktinya walaupun skrg Russia & Ukraina bermusuhan produksi Kilo, Sukhoi, T-91, S-400 produksinya jalan terus tuch.. Logika nya dimana ya?

      Poin yg anda maksudkan jg mslh Usia Alutsista buatan Russia yg pendek. Sekarang mah gak usah mikir begitu.. Anda bisa menjamin tidak 10-15th ke depan Negara / Kawasan kita tidak perang? SDA dunia semakin lama semakin habis bung, dan semua negara di dunia membutuhkan itu. Dan bukan tdk mungkin mereka mendapatkannya dg segala cara, termasuk Invasi militer. Sudah banyak contohnya tuch Invasi militer mengatas namakan kontra terroris tp sebenarnya rebutan SDA negara yg diinvasi (War For Oil). Apalagi kita tahu aksi China sekarang yg bikin kawasan di LCS panas tujuannya utk apa kalau bukan utk SDA yg melimpah ruah di kawasan LCS.

      Dan seandainya TNI mengakuisisi Pespur USA atau Negara Anggota NATO, apakah anda yakin mereka memberi persenjataannya setara dg Sekutu mereka di Asean??
      Sudah ada buktinya kan gimana persenjataan F-16 kita yg seperti Macan Ompong dibanding F-16 Singaporn & Thailand, apalagi F-18 Malon & Aushit..!!!

    • Bung GI nih bner wkwkwk..

      Bung jgn lupa kenyataan itu ada di lapangan bkn by data.

  41. sejak kapan super tucano jadi fighter?
    bukannua role nya COIN?

  42. ….Akhirnya artikel2 dari ular, cacing dari asu keluar juga…..dgn jargon utama “mempertanyakan hal2 yg sudah pada tempatnya dan mempermasalahkan hal2 yang tidak perlu dipertanyakan ” dgn tujuan menggeser pola pikir rakyat indonesia (termasuk pengambil putusan) dgn target utama militer NKRI adl lemah.

    Lanjutkan perjuangan membangun militer yg kuat unt menjaga NKRI.

    Bisakah hipotesisis sy dibantah” negara maju pasti memiliki militer kuat”.

    Salam NKRI

  43. sudah berapa kali kita ditipu pemerintah ?

    bilang 2 Sigma nanti eh tahu-tahu yang muncul 6 Sigma

    bilang 2 Changbogo (2 + 1 = 3) eh tahu-tahu yang muncul 3 Changbogo (3 + 2 = 5)

    bilang 11 Heli Panther MB bukan tidak mungkin nanti yang muncul adalah 32 Heli Panther MB (26 Corvette + 6 Frigate) siapa tahu ?

    bilang baru rencana pembelian 3 KS Kilo tahun 2017 tapi juga bilang “mudah-mudahan SEBELUM tahun 2019 KS Kilo sudah hadir di sini”

    bilang beli 8 AH-64 APACHE Guardian (NEW), tapi pak RR minta pengirimannya dipercepat … dll (beli dikit aja pakai sok ngatur-ngatur)

    Saya senang mengumpulkan KUTIPAN LANGSUNG pejabat TNI / MENHAN kemudian Saya bandingkan dengan Berita resmi sebab kadang-kadang pejabat yang pangkatnya lebih rendah suka keterlepasan saat berbicara angka-angka … jangan langsung percaya pernyataan Resmi, karena biasanya sudah ditapis terlebih dahulu …

    • Lebih bung klo cm 8 biji…tahun lalu pas ultah tni di surabaya..apachenya terbang diatas kepala asya.. 😀 pokonya lebih 😀 suaranya ….ngeriii menggelegar 😀

  44. kesalahan akuisisi alutsista, Kata siapa ? Menhan aja gk bilang salah, tpi kok yg bukan siapa” bilang salah ?

  45. bung cah cilik ini masih sopan sophiaan yah, kalo ane udah sampe batas maki-maki plus sumpah serapah sekalian ngajak gerombolan kebon binatang keluar semua 😆

  46. Tutupen botolmu tutupen oplosanmu haha

  47. hanya sedikit menambahkan mengapa ef menawarkan conformal tank aka tank gendong. seperti kita ketahui bahwa jarak jangkau kfx yang tidak lebih baik dari f-16 lama (tanpa conformal tank). sedangkan kita membutuhkan jarak jangkau yang lebih jauh, tentunya ifx perlu tambahan tangki yang tidak mempengaruhi kinerjanya.

    yang lebih aneh lagi adalah :

    1. Changbogo Type 209/1400 (kapal selam) – tidak dibutuhkan TNI, spesifikasi rendah
    desain u-209 memang desain yang sudah kadaluwarsa tetapi jika dilihat bagaimana desain dsme-209 tidaklah 100% seperti u-209 lama. karena sudah dilakukan re-design. mungkin hanya corning tower yang masih lama. sedangkan perangkat yang digunakan adalah kelas satu, yang secara partial digunakan oleh ks astute, baracuda ssn dan u-214. perihal performa masih terlalu pagi untuk menyimpulkan bahwa ks itu berspesifikasi rendah.

    TRS Master T (radar strategis) – tidak dibutuhkan TNI, spesifikasi rendah
    bagaimana berspesifikasi rendah jika mayoritas radar di dunia di dominasi oleh radar master t ? apakah mereka juga buta semua seperti kita ? master t sekelas dengan radar buatan lm. jangan samakan dengan radar buatan poland.

    Exocet (rudal anti kapal) – tidak dibutuhkan TNI
    kalau tidak butuh mengapa tni mengirimkan rfi ke mbda untuk akuisisi exocet block iii buat korvet dan frigate al masa depan. bahkan mungkin minta sub exocet buat ks kita ? apakah hanya sebuah lelucon belaka ? banyak negara yang menggantungkan deterence kapalnya menggunakan exocet bung. apalagi jika teringat perang malvinas.

    • Itu bahasa Sales buat ngejatohin kompetitor: produk A bagus tapi muahal…produk B after servicenya jelek.

      Abis mo gimana lagi, cuma itu yang dia punya…

  48. menurut saya walau analisa ini hanya kulitnya saja yg diperlihatkan tapi bisa menjadi masukan bagi kita. Dalam pembelian alutsista militer tdk hanya A saja tetapi B jg patut diperhitungkan. Kasus IFX dan changbogo memang barang inferior tp yg kita kejar bukan itu salah satunya adlh utk kemandirian bayangkan kita bisa mempunyai 25 kasel changbogo yg lbh gahar nanti dgn kemampuan kita sendiri. untuk pembelian F16 usang juga memang pembelian yg direncanakan krn kita hrs mempunyai pespur yg ready utk mengisi kekosongan stock guard kita skg sebelum pespur strategis dibuat dan berdatangan. Selain utk menjaga hubungan kita dgn usa tetap erat krn walau bagaimanapun kita beli alutsista strategis dari usa akan selalu didowngrade sehingga belinya yg pas2an tapi secara kuantitas bisa mjd penjaga sementara. karena justru pembelian dari rusia yg lebih gahar dan tdk terekspos. Pembelian pesawat turkano memang ntu pesawat fungsinya bukan sbg fighter tetapi sbg pembantu serangan teritorial dan gerlyar. Pembelian mbt bukan tdk teroganisir bung krn TNI AD tentunya tahu apa yg diinginkannya krn banyak pihak yg menyangsikan pembelian mbt ini krn amblas lah atau tdk sesuai dgn medan kita dsbnya tapi anehnya yg berkomentar bukan orang ahlinya dan berkecimpung dibidangnya shg banyak yg menentangnya shg kelihatan tdk terorganisir tapi kenyataannya semua itu tdk terbukti malah mbt bisa membantu serangan dan moral prajurit kita di medan perang dan membantu deterent kita dikawasan.

    • mengisi kekosongan pespur dengan f-16 ex usang memang masih bisa diperdebatkan. mengapa demikian ? karena kenyataannya pengiriman unit refurbised tersebut seperti lamanya pengiriman unit baru untuk fa-50. bahkan kalah cepat jika dilihat dari tanggal order dan rencana pengiriman unit fa-50 p-noy. kalau hanya “presence” dan “cpfh” yang diutamakan maka fa-50 sudah lebih dari cukup. karena f-16 yang adapun hanya bermodalkan sidewinder yang notabene bisa juga diluncurkan juga oleh fa-50. bahkan kita akan mendapatkan usia operasional yang lebih panjang. perihal radar, pastilah ada jalan untuk melakukan instalasi radar timur tengah secara rahasia.

  49. Bung Diego..
    Boleh ndak artikelnya kl di copas entah ke jurnal militer, TNI, atau lainnya? Sekalian yg nulis bikin kuliah umum disana?

    Bisa dibuat perbandingan analisanya nanti… 🙂

  50. Pertama, krn artikel terlalu panjang shg td mlm sy ketiduran saat membacanya
    Kedua, artikel terlalu menyakitkan seandainya benar
    Ketiga, artikel kebanyakan angka melebihi artikel tukang ngitung
    Keempat, meskipun begitu saya tetap menghargai penulis dgn segala analisanya
    Kelima, monggo dilanjutken

  51. Dimana2 juga pengamat lebih pinter daripada user aktifnya……,lihat aja pengamat dan komentator sepakbola …mulutnya sampe berbusa tapi gak didengerin tuh sama yg maen bola….wkwkkw…….

  52. saya sependapat dengan penulis ini dalam beberapa hal. Seharusnya kalo beli ke usa itu pesawat angkut atau heli serbu saja jangan peswat tempur .

  53. Bung Faqih

    1. F-33
    Pertanyaaan saya ke Bung Faqih adalah apakah tidak setuju PROYEK IFX atau tidak setuju kerja sama nya dengan KOREA ?
    a. Jika merujuk mengenai Konsep IFX ini pertama kali sangatlah bagus dan visioner. Kebutuhan fighter sekelas f16 sangat efektif dan sesuai dengan posisi geografis RI yg membentang berupa kepulauan. Argumen ini juga mementahkan pendapat Bung Faqih bahwa kita tidak memerlukan Fighter kecil / F-33 seperti Korea dengan asumsi jarak jangkau 750 km. Penyebaran fighter kecil ke Biak, Kupang, Makasar, Medan, Pekanbaru, Pontianak, Malang, Natuna bukan hanya mengurangi biaya operasional patroli dan intercept, juga menyebarkan kekuatan tempur kita. Diperlukan minimal 3x kekuatan RAAF untuk membungkam 8 pangkalan udara yg tersebar seperti itu (IMHO).
    b. Saya tidak akan terjebak dengan pendapat Bung Faqih mengenai kriteria Fighter Utama dan Secondary. Fighter dipilih karena peran dan fungsinya. Utk F-33 / F-16 memang adalah fungsi berbeda dengan SU35 yg sudah dipilih saat ini. Dan mengenai jumlahnya tentu F33/F16 jauh lebih banyak dari SU35 karena peran patroli tsb.
    c. Saya kurang mengerti yg dimaksud dengan Pengembangan 7 tahun. Setahu saya proyek ini di ttd RI n KOREA 2010 dengan target 2023 untuk produksi (14 tahun). Pada saat itu menurut saya visi TNI AU malah sudah bagus dan jauh kedepan. Pemilihan Korea juga karena masalah terbatasnya pilihan (SAAB, Typon dll belum ada penawaran TOT) dan juga kedekatan TOT anatar kedua negara. Saya kira (waktu itu) Korea pilihan yg paling masuk akal.
    d. Mungkin kita sependapat ketika pertanyaannya adalah apakah KFX/IFX perlu dilanjutkan DENGAN KOREA atau tidak? Saya kira saat ini TETAP berjuang utk terwujudnya IFX TANPA Korea. Intervensi LM menurut saya sudah sangat memuakkan dan alternatif TOT yg lain juga sudah terbuka.
    2. Tucano
    Kebutuhan TUCANO waktu itu sangat mendesak utk penggantian Bronco, menghadapi ancaman separatis paska reformasi kita. Secara fakta PT DI juga belum bisa mengembangkan pesawat jenis ini saat itu, dan lebih fokus ke N219 untuk kebutuhan transportasi antar pulau, yg menurut saya SANGAT TEPAT. Untuk apa riset pesawat dan investasi lini produksi yg mahal sekelas TUCANO yang hanya diperlukan 1 skuadron dan untuk keperluan latihan dan COIN?
    Lebih baik kita fokus riset dan lini produksi yg mempunyai kebutuhan produksi yg besar seperti Pesawat Penumpang (N219) dan Fighter Ringan (IFX).
    Sedangkan TUCANO/sejenis dan SU35/sejenis kita beli.
    Dibandingkan antara N219 (platform gunship) vs Tucano menjadi semakin kabur premis awal dan kesimpulannya.

    3. F16
    Pada prinsipnya saya sependapat bahwa F16 bekas tidak layak utk kita.
    Tapi mungkin saya mengerti kerisauan TNI AU menjelang pensiunnya Hawk n F5 sebentar lagi. Hampir semua profil pesawat pengganti tidak memenuhi kriteria HARGA dan WAKTU. Jika terlalu mahal juga buat apa mengingat kita sedang proyek IFX. Waktu delivery juga akan lama jika membeli baru. Pada saat waktu dan sikon saat itu , kita harus menghargai keputusan TNI AU tepat. Beberapa diskusi menyebutkan alternatif yg lain adalah MIG29 yg berarti TNI AU full memakai produk Rusia/timur. Saya kira pertimbangan politis ke F16 juga ada.

    4. Kilo dan CBG
    Perbedaan geografis Laut Timur dan Barat yg menjelaskan kenapa kita memilih keduanya (CBG dan Kilo) . Selalu kita terjebak jika kita membeli alutsista yg satu maka berkesimpulan alutsista yg lain useless atau tidak tepat penggunaannya. Padahal jika kita membeli Kilo/sejenis dan disisi lain TOT produksi CBG apakah dua hal ini saling meniadakan/bertentangan ???
    Pak Mantan KSAL sepertinya berpikir bahwa jika kita membeli Kilo maka CBG akan batal/berhenti produksi?? Ini hampir mirip dengan pertanyaaan “jika berhenti dari KFX apakah berarti IFX akan batal? jawabannya TIDAK

  54. Jadi ingat kala Malon mentertawakan kita waktu beli Super Tucano.
    Akan tetapi setelah itu mereka sadar, bahwa jenis pesawat tersebut sangat penting utk digunakan memerangi/menumpas pemberontak/gerilyawan dalam hal ini yg mereka hadapi adalah Pemberontak Sulu. Karena meremehkan fungsi pespur macam super Tucano, akhirnya mereka malah ditertawakan dech.. Masa menghadapi Sulu saja sampai pakai Pespur Jet Sukhoi..??
    Hahahahaa…..

  55. Tulisan yang bagus mas, sangat mengapresiasi terhadap pemikiran bung penulis, bahan diskusi yg menarik, kalo boleh ikut berdiskusi :
    1. memang terkesan tidak terencana dengan baik, dalam artian tidak memiliki fokus yang jelas, sebagai contoh : untuk Tank mengapa tidak mencontoh Russia yang mencoba membuat Alutsista dalam satu platform, seandainya bisa bersabar mungkin bisa melakukan pendekatan dengan Russia dengan T 90 yg telah di upgrade, dan menggunakan platform T 90 dalam berbagai alutsista lain, baik IFV, maupun APC dan mungkin bisa berkemampuan ampibi, walaupun russia sekarang telah beralih ke armata, tetapi konsepnya bisa kita tiru. (konsep satu platform)
    2. untuk pesawat tempur, konsepnya harusnya sama juga, mulai dari pesawat latih, pesawat light, maupun kelas berat, sebaiknya satu benang merah, lebih efisien dan efektif kalo satu pabrikan atau satu blok, misalnya YAK lalu ketahap Shukoi, diantaranya bisa join production MIG dengan modifikasi tertentu, konon MIG lagi butuh investor sehingga dari pada IFX dengan korea, mendingan dengan MIG.

  56. Saya liat tukino baik2 saja tadi pagi.
    masih senyum2 ke janda sebelah.
    Tukino disini tukang bakso. 😀

    iya tarik mang.. di sini..emang apa yg bener,,semuanya salah.
    karena yg bener ga bakal jga ngaku bner.

  57. ikut nyimak,ya seperti nya kalo mau dianalisis lebih jauh cm leopard dan mlrs lah paling lumayan alussitanya dimef,kalo soal kaprang kita sudah harus diganti baru.

    soal f16 falcon kita seperti macan ompong dibanding rsaf senjata tidak macan2,radar kalah jauh istilah kalo perang diudara sudah kalah duluan(sehebat apapun itu pilot auri)

    salam damai selalu met siang:)

  58. setuju sama komen bung Sal Jemplak +1 like (y) kata guru saya klo pemimpinnya nurut sama asing… Pasti bertahan lama… Dan klo pemimpinnya bagus dan gk mau menurut sama asing… Pasti gk bertahan lama dan pasti difitnah habis”an agar lengser… Dan pemimpin yg lengser tersebut tetap harus melekat gimmick negatif !

  59. masss masss…. upgrade otakmu 10 cc aja biar sedikit pinter,,,, malu aku baca comment2 kau masss

  60. ane selalu optimis aja bbuuung, kalo alutsista kita akan bisa bermanfaat bagi warga negara indonesia.

    dalam ati ane sedari dulu ya buung, ane masih ragu sama KASEL chang bogo itu, gak tau napa buung cuman perasaan ane sih bilang begitu. xixixixiiii,kahkahkahkaaaaah.

  61. 1. KFX / IFX (kerjasama riset fighter jet) – tidak dibutuhkan TNI
    > TNI-AU tetap butuh tetapi TNI AU punya mimpi bisa punya jet tempur produksi dalam
    negeri, seharusnya IPTN bisa akomodir mimpi ini. dengan delay dan ketidakjelasan
    menunjukan ketidakberesan project ini. ada beberapa pihak yang mungkin takut Indonesia
    bisa menguasai pembuatan pesawat tempur.

    2. EMB-314 (fighter turboprop) – tidak dibutuhkan TNI
    > Nah ini tujuannya pembelian EMB-314 adalah mengantikan OV-10 Bronco, tetapi dengan
    kondisi yang sekarang, Pesawat tempur propeller agak susah karena akan jadi santapan
    Rudal SAM dan Senjata kanon PSU. lebih effektif adalah Helikopter tempur untuk
    menggantikan peran OV-10 Bronco

    F-16 ex USANG (fighter jet)– tidak dibutuhkan TNI, spesifikasi rendah

    ?

    Leopard 2 (MBT) – kesalahan pengorganisasian

    ini binggung, perorganisasian maksudnya?, pemilihan Leopard 2 sudah benar karena selama ini kita tidak punya MBT, hanya light tank karena alasan jalan yang tidak kuat dan tidak sesuai, Pembelian MBT oleh Malaysia, Thailand dan Singapore menunjukan statement efek ke jalan tidak benar. adanya MBT ini berimpact pengetahuan personil TNI-AD meningkat dengan menguasai MBT.

    Changbogo Type 209/1400 (kapal selam) – tidak dibutuhkan TNI, spesifikasi rendah

    Laut indonesia terdiri atas laut dangkal dan laut dalam, dengan bobot hanya 1400 ton, changbogo mungkin cocok untuk laut dangkal tetapi keteteran di laut dalam , sedangkan kilo dengan berat 2300 ton cukup mumpuni dalam mengarungi laut dalam, laut dalam ini yang sering diterobos oleh KS asing.

    TRS Master T (radar strategis) – tidak dibutuhkan TNI, spesifikasi rendah

    ?
    Exocet (rudal anti kapal) – tidak dibutuhkan TNI

    ?

  62. dibanding artikel bung Faqih yg super panjang mlh ane lbh pilih comenya bung bakul wajan yg kmungkinan didasari ilmu manthiq (logika), klo boleh usul utk bung bakul wajan supaya buat artikel di warjag karena dasar pemikiran anda bisa jd penengah antara jamaah ghoibiah n resmiyah, trmasuk jg pemahaman atas kbijakan para pemimpin trdahulu spya kita tdk mlulu buang2 energi utk saling mnyalahkan, “INDONESIA punya hajat & cita2 besar, dan sdh pasti konsekwensinya jg besar”
    smoga Allah sllu membimbing para pemimpin negeri ini,

    • bicara mantiq jadi teringat guru di kampung mengajar kitab “Alim Muta’alim”. bisanya hanya plonga-plongo. hahahahaha

    • Salam bung @Asbun..numpang lapak buat ngepot dikit.. Hehhehehe..ane hanya lulusan SR bung..SR di warjag hehhehehe..ilmu dari sespuh ternyata sgt hebat..shgga bisa buat kita semua di warjag terbuka wawasannnya.. Mungkin benar yg disebut oleh bung@dayak boy..ane hanya baru bisa meraba..ttp memang benar dgn meraba ane justru bisa merasakan strategi para pemimpin hebat kita..untuk ketawa dan cengengesannya memang itulah ane bung..kita di warjag terdiri dari bermacam2 latar belakang dan pemikiran hanya sekedar utk melapas penat bung..walau sesdari kecil ane akrab dg bau mesiu dan popor senapan@bung balikpapan dan bung berdua salam sehat selalu bung..semoga kampung halaman bebas dari asap secepatnya@ bung Yuli or mba..? Terimaksih atas doanya semoga kita semua sehat dan sukses selalu.. Salam Warjag..

  63. akuisisi alutsista salah, ga tuku tuku senjata malah tambah salah….

  64. Kesalahan yang mendasar :
    *Proyek KFX/IFX VS Eurofighter Typhoon
    *EMB 314 (fighter turboprop)/Super Tucano VS A10 Warthog
    *F16 Block 25 VS F16 Block 52+
    *Sukhoi 30 MK2 VS Sukhoi 30 MKI
    *ChangBogo Class VS Scorpene
    *Kilo Class Vs collins class
    *Meriam howitzer KH 179 VS K9 Thunder
    *Kapal Frigate VS Kapal Type Destroyer

    Pembelian yang paling benar hanya SUKHOI 35 STRONG!!!

  65. Argumen yang bagus.

  66. ini artikel pendapat pribadi atau TNI?
    pernah baca sejarah nya ga wktu beli F 16… siapa yg mengajukan ke DPR.. menhan atau TNI AU? atau Ke 2 nya?

    tank leopad salah nya dimana?
    KFX – IFX sdh melalui perstujuan DPR dan bahkan di tetapkan sbg 7 program. ambisius..

    super tukano.. utk perang anti grilya bukan lawan fighter jet..

    changbogo jg klo di salahkan .. knp pak jokowi memesan ulang wktu ke korsel.. padahal udah di upgrade dgn AIP.. peluncur rudal dan bnyk lg komponen nomer wahid..
    baca lg jkgr thn2013 dari artikel nya bung nowyoudont ttg kemampuan changbogo vs KS lain nya saat latihan bersama…

    • Numpang ya bung.. Kalau tidak salah F-16 itu diambil tujuannya untuk Combat Air Patrol saja. Walaupun refurbished tapi dapatnya banyak. Selain itu sementara digunakan hingga proyek KFX/IFX selesai dan pesawatnya sudah operasional di TNI ( estimasi 2020-2025 )..

  67. Biasa….warisan siapa juga??? Padahal katanya sich orang paling pintar di alumninya tapi kena tipuannya ASU. Mungkin biar dapat fee kali, sampe2 mengadakan pesawat yang tidak berkualitas bgt. Dengan dealnya F-16 bekas telah membuat rasa tidak bangga pada pespur tersebut hanya demi mengejar kuantitas alutsista TNI AU. Ditambah pesawat Pak Tukino yang secara model saja dah lucu yang sudah tak sesuai perkembangan. Makanya dengan peralihan pemerintahan yang melakukan deal pemebelian SU-35 sangat didukung sebagian besar rakyat INdonesia. Sekarang saatnya NKRI mulai berkiblat pada alutsista Rusia yang jauh resiko embargo, tipuan licik seperti yang dilakukan ASU. Dan emang benar kalopun kita beli alutsista baru dari ASU pastilah dikasikan kawe 2 yang tentunya kalah kualitas dibandingkan sekutunya disekitar kita. Hanya Rusia yang telah membuktikan ketulusannya dalam persahabatan dengan Indonesia yang ditandai import alutsista besar2an (1960) dari Rusia yang tanpa tipu2 atopun intervensi pada NKRI. Dan hasilnya Irian Jaya (Papua) telah bisa direbut dari kolonial Belanda. Bahkan TNI menjadi 4 besar militer dunia saat itu. Hanya karena arah politik Soehartolah semua jadi gagal total yang diakhiri dengan embargo oleh Rusia. Itupun sebenarnya emang kesalahan pemerintah saat itu yang condong pada ASU yang tentunya banyak kepentingan pribadi yang dominan yang mengorbankan kepentingan bangsa dan negara Indonesia. Dan kita tahu runtuhnya kekuasaan Soekarno dan kekuatan TNI didukung CIA lewat tangan2 Soeharto, dan sbg balas budi Soeharto memberikan gunung tembaga jayapura pada ASU melalui Freeport dengan sebebas-bebasnya. Bahkan Soeharto dan ahli2nyapun ditipu Freeport yang sebenarnya adalah gunung emas terbesar di dunia. Makanya kurangi ketergantungan dengan Eropa dan ASU karena kelicikan mereka dan tidak tulus dalam persahabatannya.

  68. @bung yama

    Di iyain aja kenapa siy bung@yama, g usah ikutan mikir yang berat2…emang mau otaknya bocel-bocel ?!!!

    Maaf lho saya cuma niruin iklannya cak lontong…

  69. Artikel dan komentar-komentarnya panjang, Namun sangat berbobot, Terima kasih bung Warjag semua. Disini saya selalu mendapat pengetahuan, wawasan baru, kepala pusing untuk dipaksa belajar menganalisa semua petunjuk, dan mendapatkan link warung2 sebelah sebagai bahan pembanding serta makin tergila untuk membaca. Yang ujung-ujungnya kepala manggut2. Dan yang pasti artikel di sini top-top, silakan dilanjutkan, 🙂

  70. saya suka gaya bahasa bung bakulwajan,

  71. aku hanya melihat tulisan penulis :
    1. Super tucano kok dimasukkan sbg fighter…selama ini toh tukino hanya sebgai pesawat kelas Coin (counter insurgent)….walah kocak.

    2. Sejak kapan design Kfx/IFX malah jadi dipertandingkan antara Boeing, Lockhead Martin, dan Eurofighter?

    kocak bener nih tulisan…..hihihihi.

    bikin perut mules…jadi males baja selanjutnya.

  72. Saya ingat hadist nabi dan penjabarn para ulama islam bahwa pd akhir zaman ketika perang yg sangat besar umat islam akan melakukan persekutuan dengan umat nasrani dlm hal melakukan perperangan dengan israel yahudi la”natullah. Umat nasrani di sini di sebutkan bukan dr erofa barat tp RUSIA. Malah pada nantinya Amerika dan erofa barat yg telah di kuasai yahudi akan bersekutu dgn israel la’natullah.
    Mengapa tdk di mulai dr sekarang ???
    lakukan dgn serius lobby2 tingkat tinggi ke pejabat rusia agar bersedia melakukan alih teknologi dll. Bukankah dulu ada kalimat di Patga bersekutu dgn syetan pun aku bersedia asal NKRI Jaya…maka bersekutulah dgn hacker2 top indonesia lakukan pencurian teknologi militer ke berbagai negara sogok saja dengan uang dan wanita dan lain sebagainya siapkan dana besar yg khusus utk melakukan operasi tuyul teknologi dan pembelian di black market. Kalau Cina bisa kita pun yakin bisa. Bukankah itu yg dulu mereka lakukan ke negara ini melakukan penjajahan menguras sda nusantara ini dan brp byk nyawa yg telah jd korban.
    maaf kata. Hanya sekedar opini. Salam persatuan.

  73. kesalahan adalah kebenaran yang tertunda haha

  74. woww.., artikel yg sangat panjang, sampe mumet membacanya…
    ada satu pertanyaan nih buat yg nulis artikel…, sudahkah anda bertanya kepada pihak terkait dalam hal ini pemerintah dan TNI mengapa membeli semua alutsista tersebut di atas?

  75. Kadang lucu juga ya karena kita membandingkan alutsista dengan sekutunya AS, ya jelas ndak mungkin menanglah, terus kita mau bandingkan dengan sekutunya Rusia si China,,ya jelas ndak menanglah

    pahamkan maksud saya..artikel keblinger

  76. Wah wah kayak nih klo dipasang di Blog sebelah pasti jadi bantingan utk yg tidak suka akan sukhoi family
    Ngomongin F-16 saya suka singkatan F-16″USANG”, padahal di majalah kedirgantara ternama di Indonesia malah bulan ini mengeluarkan Edisi khusus buat bahas F-16 (lagi) termasuk didalamnya tentang F-16 “USANG” hasil Hibah-Beli
    jadi kontra ma isi majalahnya yg menyebut bahwa F-16 Blok 52ID Bukan barang rongsokan

    • @bung ryan saya teringat iklan kecap,dunia ini tidak ada kecap no 2 atau 3 semua kecap tetap no1,seleranya tetap diuser terakhir cuma itu bisa saya komen 🙂 anda harus tahu tni au sudah dr awal 1990an sampai sekarang nunggangin elbot,pastilah elbot merupakan pespur asam garamnya termasuk kekurangan dan kelebihan hehehehehe

      tapi anda harus melihat dunia geopolitik sekarang(aussie saja sudah mengganti pespur lawas f18(setara elbot kita) dengan f18 superhornet+growler dengan menunggu kedatangan f35,singapore aja sudah ada f16 vipernya+f15 sgnya(tipe 56 diugrade juga) dan akussis f35 itu belum tentu jadi,sejelek22 thailand sudah ada gripennya dengan f16 tipe lawas,belum china dengan j11 atau j10 pasti nakrings dilcs,malay dengan 18hornet dan sukhoi nah pengganti biarpun mau tyhoon dan rafale merupakan lawan berat)

      salam damai selalu met malam:)

  77. Xixixixiixixi…. I gree

  78. Saya agak awam, tp rasa ingin ngasih sedikit catatan mengenai tulisan diatas.
    – bagi indonesia ajakan korsel adlh sebuah lompatan dan percepatan penguasaan teknologi yg mungkin 20-30 thn ke depan baru bisa dijalankan jika tdk ada negara yg menawarkan kerjasama. Dengan karakteristik pembelian alutsista indonesia yg max hanya 1 skadron, maka mustahil kita bisa spt india, atau china yg bisa punya bargain yg kuat dlm hal perakitan dan penguasaan teknologi pswt tempur. Bahkan india yg sdh beli banyak alutsista dari rusia, akhirnya mendptkan teknologi tejas dari perancis (bentuk fisik tejas bahkan sgt mirip dgn mirage III perancis). Jadi tdk ada yg salah dgn ikutnya indonesia dlm proyek kfx. Yg salah adlh kno proyek itu mandeg.
    – soal tucano. Memang pswt ini andalan dlm coin. Bbrp negara amerika latin mengandalkan helikopter dan tucano dlm perang melawan para gerilyawan pemberontak dan sindikat narkoba. Superioritas tucano dlm menjalankan operasi coin tdk diragukan lagi. Battle proven!! Karajteristik hutan belantara amerikalatin dgn karakteristik hutan di mana potensi pemberontak ada di wilayah indonesia adlh sama. Sebut saja OPM di papua misalnya. Jadi tidak ada yg salah dgn pembelian tucano. Memodifikasi pswt Angkut spt CN 235 menjadi lincah spt tucano dlm menjalankan coin tentu sgt sulit dan memakan waktu dan biaya yg tdk sedikit. N219 sampai 7-10 thn ke depan blm tentu bisa operasional, itu pun msh versi komersilnya, blm lg merubah ke fungsi tempur coin, lbh msk akal dirubah ke fungsi angkut militer. Kalo sekedar mencantelkan senapan mesin sih mudah2 aja. Jadi memang dgn pensiunnya bronco hrs segera diisi dgn pswt coin pengganti. Mengandalkan pswt tempur jet utk menjalankan operasi coin tentu kemahalan dan tdk efektif. Coba bayangkan menerbangkan satu flght hawk cuma buat nembakin & menjatuhkan roket FFAR aja menghadapi pemberontak di hutan belantara kan mubazir dan tdk efekif. Jadi tidak ada yg salah dgn pembelian tucano. Yg salah adlh keterlambatan delivery dan menghilangnya tucano dari penerbangan TNI AU kita. Kemana tuh tucano??
    – F-16 yg katanya usang. Kenapa kita tiba2 beralih beli 24 f16 refurbish?? Tentu krn tiongkok menjadi sgt agresif di LCS. Kalo kita lihat penempatan f-16 di pekanbaru (skadrn 16) , tentu tujuannya adlh dlm rangka menghadapi agresifitas tiongkok di LCS, yg notabene jg bersinggungan dgn natuna di kepri. Kenapa f-16?? Krn tiongkok tidak mungkin dihadapi dgn pswt teknologi rusia. Semua alat perang tiongkok adalh alat perang rusia, baik yg beli, yg setengah beli, yg nyontek, maupun yg nyolong. Itu semua teknologi rusia. Makanya, brp banyak pun sukhoi vietnam, brp banyakpun kilo class vietnam, brp banyak pun stereguchi (mudah2an nulisnya bener) vietnam, tiongkok tdk akan prnh takut dgn vietnam. Tiongkoi tetap agresif berhadapan dgn vietnam. Krn semua punya vietnam itu, luar dlm, jeroan, kelemahan, cara menghadapinya tiongkok tau! Tapi f-16 indonesia, biaroun refurbish dan (memang) digembar gemborkan setara block 52, tiongkok merasa perlu berhati2. Apalagi jmlhnya 2 skadron. F-16 itu memang tdk dimaksudkan utk berhadapan dgn australia atau pun singapore. Diplomasi militer dgn singapore adlh diplomasi hawk sebagai sinyal bhw kita bersahabat dgn singapore. Kalaupun singapore menjadi agak berlebihan maka diplomasi ditingkatkan menjadi diplomasi sukhoi. Diplomasi kita dgn australia adalh diplomasi sukhoi.
    Itu sedikit catatan saya yg awam ini, mudah2an mudeng

    • kalo f16 ugradekan cm untuk mengentak china saya bilang salah besar,cm kalo untuk patroli,sergap dan untuk mengisi kekosongan hawk dan f5 tiger(rencana su35)masih bisa dipikirkan secara logika dan akal sehat.

      sengketa china dengan taiwan mempunyai 100 chungkuo figtter(pespur cloningan f16)dan116 f16 sebagai contoh,deterennya kurang kuat untuk menghadapin aupla,cuma sistem arhanud pac taiwan lumayan membikin pespur china jd sasaran tembak biarpun tidak banyak

      kalo mau dianalisis minimal kita minta f15 eagle atau f16 viper kalo benar2 untuk menjaga2 konflik lcs(dibanding f16 elbot versi national guard,sehebat22 pespur ini sudah berkas pakai mau ugrade atau perbaikin cara apapun tetap dibawah rsaf)

      opini pribadi saja untuk menulis uneg22 ada dipikiran

      salam damai selalu met malam:)

  79. To All : jadi inti pembicaraan ini opooo.? semuany malah bicara bertele2 banyak cingcong kepanjangan. kalo bisa harus ada kesimpulanny bung. harus gimana dan bagai mana caranya.!! jangan banyak kritik atau opini2 yg terlalu berkepanjangan..

  80. Damn it i love jkgr

  81. Ne org yg bkin artikel sok tau…

  82. Mungkin sakit hati krn 10 th cuma ngelirik su-35 dan kilo gk kebeli beli……10 th harusnya uda punya pesawat amfibi pemadam kebakaran tp malah beli pswt kepresidenan….

  83. Saya SANGAT SENANG dg artikel ini; saya lbh suka menggunakan istilah “besi tua” yg siap dijual kiloan utk F16 hibah tsb, dan pesawat odong2 yg dikasih gincu utk si Tukino!

  84. Mantap.. Ada apa dg semua ini.

    Jgn sampai hanya Obama yg tau

  85. ORANG KECIL : KOAR-KOAR DI JKGR (termasuk saya)

    ORANG BESAR : KOAR-KOAR DI DPR

    mantap bung @PUTRATRANSAD … thanks …

  86. Yg bikin artikel sok tau, kata orang jawa bilang, nuwo kowe!!

  87. maaf saya pun melihat tulisan bung sal ini tdk ada pointnya. Isinya ngalor ngidul apalagi tulisannya hampir di setiap tempat jadi bikin sampai warjag saja.

  88. Huehehehe, saya jadi ikut mules baca artikel SOAK ini.. ,
    Mungkin dari member jemaah “NYINYIRSIAH..” !

  89. Mulai dari dua tahun lalu, SAYA sudah mengatakan bahwa Indonesia akan DIKADALIN oleh Korea. Waktu itu banyak orang pesimis. Baik di JKGR maupun di Kaskus militer.

    Tabik,

    • Salam Bung Brotosemedi.

      Gimana kabarnya ?

      BTW apakah KFX/IFX betul2x dibatalkan.

      Salam hangat.

      • Bung Indonesia,
        Memang seyogyanya Indonesia mundur dari proyek KFX/IFX.

        Kalau KFX mungkin akan dikembangkan sedang IFX saya kok yakin akan mati muda. Apalagi setelah banyak kalangan menyadari bahwa impian Indonesia masih terlalu jauh guna mengakuisisi alih tehnologi tersebut.

        Istilahnya to know the technical know-hos is relatively easy.
        To apply the knowledge is another story.

        Salam,

  90. Status RI itu sangat jelas yaitu NONBLOK.. Kok masih ada yang bilang status nggak jelas..
    Mengenai artikel, ini semua artikel yang ada di Kompasiana edisi Hankam. Kalau nggak salah penulisnya bernama Mudy entah nama asli atau bukan…

  91. Proyek KFX/IFX apakah = “LAYU SEBELUM BERKEMBANG”?
    F16 Hibah (ex USANG, US Air National Guard) apakah = “SALAH ASUHAN”?

  92. Ternyata tepat analisa artikel ini, KFX di EMBARGOH sama AS radarnya..wkwkwk..!!

    baca nih..

    http://world.kbs.co.kr/indonesian/news/news_Po_detail.htm?lang=i&id=Po&No=38564&current_page=

  93. malam Gan, kalo memang bener proyek KFX/IFX betul2 dibatalkan memang sebuah kerugian bagi Indonesia krn kita sudah terlanjur menggelontorkan dana disana… Tapi meskipun begitu ada hikmah dari sana yang bisa kita pelajari.. Ilmuwan2 kita yang sudah belajar disana bisa coba mengembangkannya sendiri disini (masih Ingat dgn proyek LFX-Lapan).. Asal dananya ada maka kita bisa mengembangkannya sendiri.. Karena riset ini minimal 10thn maka dibutuhkan “keisitiqomahan” dlm menjalankannya terutama bagi sang pembuat “kebijakan”.. Lagipula dilihat dari sejarahnya, bnyk negara2 yang coba membuat pesawat tempurnya sndiri tetapi ujung2nya tetap menggunakan pesawat tempur negara yg sdh lebih dulu maju.. contoh Israel.. meskipun gagal dalam membuat pesawat tempurnya sndiri tetapi mereka berhasil mengembangkan teknologi bawaan dari pswt itu, misal radar dll… Bhkn Israel bisa membuat UAV sndiri dan dipakai oleh negara2 yg memasok pesawat tempur ke Israel sprti AS, Rusia, Inggris dll. China & Jepang aja yg udah bisa bikin tetep mengandalkan pesawat “impor” dari US dan Rusia… Jadi setidaknya kita sdh dapat ilmunya walaupun sedikit udah pernah “praktek lapangan disana” tinggal dikembangin lg disini lwt bantuan Lapan.. Entah itu membuat pesawatnya ataupun cuma teknologi bawaan yang ada di pesawat bisa kita kembangin supaya kedepannya bisa kita install ke pesawat tempur kita yg sdh ada… Ngga Ada Yang Rugi Kalo Yang Namanya Belajar :ILoveIndonesias

  94. artikel sakit hati

  95. sdh seharusnya jangan RI terus didikte oleh negera barat, 24 F 16 tentunya kemampuannya akan dibawah f 16 negara2 asean, agar RI tdk menjadi negara agresor seperti jaman Majapahit, barang2 second tentunya pasti ada nggak beresnya ( lihat f16 yg terbakar ), kalo super tucano tentunya cocok di Indonesia utk CAS dalam misi anti gerilya
    nggak ada salahnya Indonesia membeli Alut Sista jangan yg abal-abal ,berimbas pd harga diri dan kedaulatan negara krn dianggap remeh..Belilah yg Original kalo KW sama aja dgn buang uang rakyat

  96. semoga indonesia selalu jaya,,,maju terus indonesia!

 Leave a Reply