Mar 012019
 

Jet tempur multiperan MiG-35 buatan Rusia © Ramil Sitdikov via Sputnik

JakartaGreater.com – Dengan berlangsungnya pameran AERO INDIA 2019 di Bangalore, ada banyak pembicaraan tentang kompetisi tender MMRCA 2.0 untuk memasok pesawat tempur multi-peran medium ke Angkatan Udara India, seperti dilansir dari Ria Novosti.

Bagaimanakah peluang para peserta?

Pada bulan April 2018, Kementerian Pertahanan India telah menerbitkan RFI (permintaan informasi) untuk pengadaan 110 unit pesawat tempur multi-peran untuk Angkatan Udara India (IAF) sebagai bagian dari inisiatif ‘Make in India’.

Dokumen setebal 72 halaman itu mengundang produsen peralatan asli untuk mengirimkan tanggapan mereka pada tanggal 6 Juli. Pesawat diharapkan memberikan keunggulan serta pertahanan udara, dan harus mampu melakukan operasi tempur udara-ke-permukaan dan maritim, melakukan pengintaian, terlibat dalam peperangan elektronikaa serta pengisian bahan bakar di udara.

Menurut permintaan tersebut, 17 pesawat tempur harus dikirimkan dari pabrik yang siap terbang, sedangkan 93 pesawat sisanya akan diproduksi di India oleh perusahaan terpilih dari Badan Produksi India (IPA). Dokumen itu juga menetapkan bahwa 82 pesawat harus berkursi tunggal dan sisanya berkursi tandem yang dapat digunakan untuk latihan pilot.

Jet tempur multiperan MiG-35 dilengkapi berbagai rudal © Russian Aircraft Corporation

Dalam tanggapan mereka, produsen harus bisa menentukan ruang lingkup dan jangkauan teknologi untuk dibagikan dengan IPA, dan menyajikan daftar izin berbagi teknologi yang perlu diperoleh dari pemerintah masing-masing.

Di antara hal-hal lain, pabrikan diharapkan untuk menentukan sistem senjata mana yang dapat dipasang pada jet mereka, dan memberikan daftar senjata, sensor, serta sistem lain asal India (atau lainnya) yang dapat diintegrasikan ke dalam pesawat.

Pengiriman 17 jet tempur siap terbang pertama akan dimulai dalam waktu 36 bulan sejak kontrak diteken dan harus selesai dalam 60 bulan. Pengiriman pesawat yang dibangun di India dibawah lisensi harus dimulai dalam waktu 60 bulan setelah penandatanganan dan diselesaikan dalam 144 bulan.

Seorang analis dari IHS Jane yang berbasis di New Delhi mengatakan kepada Bloomberg bahwa biaya keseluruhan dari 110 unit pejuang diperkirakan setidaknya $ 15 miliar.

Saat ini, kekuatan tempur efektif Angkatan Udara India ini menjadi sumber kekhawatiran bagi negara. Menurut strategi pertahanan India, angkatan udara nasional harus memiliki setidaknya 42 skuadron tempur yang tersedia. Namun, karena kurang pesawat tempur, jumlah skuadron yang siap tempur bisa turun ke level 30 skuadron.

Jet tempur ringan Tejas buatan HAL India © Venkat Mangudi via Wikimedia Commons

Produksi Light Combat Aircraft (LCA) Tegas buatan India bergerak lambat. Batch awal jet tempur Dassault Rafale yang diproduksi di Prancis akan dikirim ke India pada September 2019, dengan skuadron pertama diperkirakan akan dibentuk tahun 2020, paling cepat.

Menurut media India, angkatan udara negara itu harus tanpa kompromi dalam perjuangan mereka melawan penurunan jumlah armada pesawat dan skuadron yang siap tempur.

Situasi ini semakin diperburuk oleh fakta bahwa India harus segera menonaktifkan para pejuang MiG-21 yang sudah usang. Masa putus asa membutuhkan langkah-langkah putus asa pula, setidaknya menurut komunitas pakar India.

Inilah sebabnya India mencoba yang terbaik untuk mempercepat tender MMRCA 2.0 baru. Namun, sebelum berbicara tentang kompetisi yang kini dihadapi, akan bermanfaat untuk melihat kembali hasil tender sebelumnya.

Jet tempur Rafale pesanan Angkatan Udara India © The Indian Express

Dassault Rafale pada Januari 2012, memenangkan tender untuk memasok Angkatan Udara India dengan pesawat tempur multi-peran medium. Namun, implementasi proyek terhenti karena biaya terlalu tinggi dan banyak masalah yang terkait dengan pengaturan produksi berlisensi.

Menurut bocoran yang dipublikasikan media India, Prancis diduga menolak bertanggung jawab atas kualitas pesawat tempur yang diproduksi di India dibawah lisensi. Dan saat ini, India tidak memiliki kemampuan teknologi yang diperlukan untuk mengatur produksi jet tempur Prancis yang andal, dan untuk mencapai titik itu akan memerlukan banyak waktu dan investasi keuangan.

Sebagaimana MiG-29M/MiG-35 Rusia, yang disajikan selama tender MMRCA pertama, peluang untuk memenangkan tawaran agak tipis. Selain itu, tak seperti peserta lain, pada saat itu, MiG-35 belumlah diproduksi secara massal dan tidak dalam pelayanan dengan Angkatan Udara Rusia.

Jet tempur multiperan F-21 buatan AS ditawarkan untuk Angkatan Udara India © Lockheed Martin

Namun, sejak tender MMRCA pertama, jet tempur multi-peran Rusia telah mengalami perubahan drastis menjadi lebih baik. Seperti saat ini, telah sepenuhnya sejalan dengan persyaratan yang ditetapkan oleh Angkatan Udara India.

Selain itu, Rusia tidak hanya siap untuk memasok pesawat terbang, akan tetapi juga untuk mentransfer semua teknologi dan dokumentasi yang diperlukan kepada perusahaan mitra yang dikontrak untuk memproduksi pesawat tempur di India. Dibanding dengan peserta MMRCA 2.0 lainnya, kali ini peluang Rusia terlihat jauh lebih menjanjikan. Makanya tak berlebihan untuk mengatakan bahwa Rusia telah melakukan penawaran unik ke India.

Menurut media India, kompetisi MMRCA 2.0 akan menampilkan pesawat berikut:

  • Dassault Rafale dari Prancis
  • Eurofighter Typhoon buatan Konsorsium Eropa
  • Lockheed Martin F-21 (modifikasi F-16) dari AS
  • Boeing F/A-18E/F Super Hornet dari AS
  • Saab Gripen E dari Swedia
  • Mikoyan MiG-35 dari Rusia
  • Sukhoi Su-35 dari Rusia.

Boeing Super Hornet Blok III © U.S. Navy

Sekilas, tampaknya daftar peserta itu tidak berubah sejak tender MMRCA pertama. Satu-satunya perbedaan adalah penambahan Su-35 dan modifikasi F-16 menjadi F-21.

Namun, sembari membawa nama yang sama, semua jet tempur telah mengubah banyak teknologi. Misalnya, Lockheed Martin akan menghadirkan jet tempur F-16 Block 70 yang disempurnakan menjadi F-21, yang membawa peralatan radio-elektronika mutakhir dan sistem peperangan elektronik yang dalam banyak aspek setara dengan yang dipasang pada jet tempur generasi kelima F-35.

Boeing akan menghadirkan F/A-18E/F Super Hornet canggih dengan peningkatan radius tempur, suite EW terbaru dan mesin yang lebih hemat bahan bakar. Meskipun Eurofighter Typhoon kalah dari Dassault Rafale terakhir kali, konsorsium Eropa akan menghadirkan versi yang lebih baik dari jet tempur ini.

Jet tempur Eurofighter Typhoon Angkatan Udara Inggris © Royal Air Force

SAAB Gripen E dilengkapi dengan sistem pendorong yang lebih kuat dan avionik baru. SAAB pun mengklaim bahwa Gripen E diciptakan di “era digital” dan merupakan jet masa depan.

Sebanyak 250 jet tempur Gripen E saat ini sedang beroperasi, dan Angkatan Udara Swedia memiliki sekitar 100 di antaranya. Namun, yang menjadi perhatian bagi India adalah fakta bahwa hingga 30 persen suku-cadang Gripen adalah hasil produksi dari Amerika Serikat.

Media India mencatat bahwa Rusia secara tradisional menawarkan kesepakatan yang lebih murah, tetapi New Delhi percaya bahwa dengan harapan dan perbaikan siklus hidup, biaya jet tempur Rusia bisa menjadi jauh lebih tinggi. Namun, Rusia kini menawarkan berbagai layanan purna jual yang telah memenuhi standar global yang ada.

Jet tempur multiperan supersonik Gripen E/F buatan Swedia © Saab

Ilya Tarasenko, wakil presiden United Aircraft Corporation (UAC) yang bertanggung jawab atas kerjasama militer dan teknis, juga mengatakan bahwa Rusia telah siap menggunakan infrastruktur klien untuk menyediakan cakupan penuh terhadap layanan purna jual, yang membantu menciptakan lapangan kerja baru dan melibatkan penduduk setempat ke dalam sektor ekonomi riil.

Jika New Delhi memilih jet tempur Rusia, proses pembuatannya ini hanya akan memakan waktu singkat untuk diselesaikan, menyelesaikan masalah tentang menyusutnya armada tempur Angkatan Udara India yang efektif, terlebih India telah memiliki fasilitas produksi Su-30MKI di dalam negeri.

Jadi, secara ringkas, kompetisi akan semakin ketat, dan peserta tender MMRCA 2.0 sedang bersiap untuk habis-habisan atau all-out disana.

Bagikan: