Pertegas Batas Wilayah dengan Filipina dan Malaysia, KRI Spica-934 Lakukan Pemetaan di Laut Sulawesi

Dinas Hidro Oseanografi (Dishidros) Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) akan melakukan survei dan pemetaan di laut Sulawesi yang menjadi wilayah perbatasan antara Indonesia, Malaysia dan Filipina. Survei itu dilakukan oleh kapal khusus milik Dishidros TNI AL, yaitu KRI Spica-934.

Kasubdisraplingla Kolonel Laut Dwi Santosa mengatakan bahwa KRI Spica-934 merupakan kapal buatan Perancis yang didesain khusus untuk pengambilan dan pemutakhiran data pada pemetaan. Kapal itu memiliki autonomous underwater vehicle, yaitu kapal selam tanpa awak yang dapat bergerak secara otomatis menyusuri dasar laut. Dalam menjalankan misi, kapal itu bergerak secara mandiri berdasarkan input operator serta dilengkapi dengan forward looking sonar dan mampu bekerja secara stimulan selama 24 jam.

Kapal tercanggih se‚ÄďAsia Tenggara ini memiliki panjang 60 meter dengan kapasitas mesin diesel 8V 4000M53 dengan kecepatan maksimal 14 knots dan memiliki satu unit robot yang juga berfungsi sebagai pengambil data pada dasar laut yang relatif dangkal dan mudah dijangkau.

Meskipun dirancang sebagai kapal pembantu dalam survei dan pemetaaan, dari segi persenjataan kapal itu dilengkapi dengan meriam PSU Rheinmetail kaliber 20 mm. Namun, Kolonel Laut Dwi mengakui bahwa kecanggihan persenjataan kapal itu tidak secanggih dengan KRI dikhususkan pada bidangnya.

Kolonel Laut Dwi menjelaskan bahwa laut Sulawesi merupakan perairan laut yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Filipina, serta merupakan corong alur laut kepulauan Indonesia (ALKI II) yang memiliki tingkat kerawanan terhadap perompakan. Selain itu, laut Sulawesi masih dalam proses perundingan batas maritim dengan negara tetangga, sehingga perlu adanya survei, pemetaan serta pemutakhiran data.

Hasil survei dan pemetaan yang dilakukan nantinya akan dijadikan sebagai acuan dalam melakukan perjanjian bilateral, ataupun negoisasi kepada negara yang berbatasan langsung dengan Indonesia.

Sumber: Radar Tarakan

Tinggalkan komentar