Oct 252015
 

BALI_wideweb__470x311,0

Direktur Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC) Sidney Jones kepada VOA menegaskan bahwa Umar Jundulhaq dengan umur 19 tahun yakni putra dari pelaku bom bunuh diri di Bali, Imam Samudera, ditemukan tewas dalam pertempuran di kota Deir ez-Zur, Suriah, pada 14 Oktober lalu. Sidney mengungkapkan dia tewas di sekitar Bandara Deir ez-Zur dalam pertempuran Suriah. “Saya bisa memastikan dia yang tewas. Saya sudah lihat foto mayatnya,” ujarnya.

Kemudian ada korban lainnya yang tewas akibat serangan udara yang dilakukan pasukan koalisi, tetapi hanya memakan sedikit korban serta terdapat lima orang tewas karena menjadi pelaku bom bunuh diri. Bukan hanya itu masih menurutnya, kisaran 300-an warga negara Indonesia pergi ke Suriah guna bergabung dengan ISIS, tetapi 40 persennya adalah perempuan dan anak-anak.

Umar Jundulhaq merupakan salah satu korban dari 50 warga negara Indonesia yang tewas dalam pertempuan di Suriah sejak Maret lalu, baik dengan pasukan Kurdi maupun dengan pasukan Presiden Suriah Bashar Al Assad. Kebanyakan alasan mereka bergabung dengan kelompok ISIS karena memiliki hubungan dekat organisasi radikal di Indonesia. Tapi ada juga yang bergabung walaupun tidak memiliki hubungan dekat. Biasanya mereka diajak untuk bergabung melalui pengajian rutin bukan melalui internet.

Senada dengan bukti itu, Tim ahli Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Wawan Purwanto, menyatakan kebenaran atas tewasnya Umar Jundulhaq di Suriah, anak pelaku bom bunuh diri di Bali, Imam Samudera. “Rata-rata dimakamkan di sana, tidak dibawa ke sini karena kepergiannya sendiri dianggap menyalahi dari perundang-undangan, kewarganegaraan dalam negeri, jadi tidak dipulangkan. Sampai saat ini, tidak ada yang meninggal di Suriah dibawa pulang ke Indonesia. Itu tidak ada. Semua dimakamkan di sana,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dimilikinya, sejumlah tujuh orang warga negara Indonesia yang sudah bergabung dengan ISIS dan akan segera kembali ke Indonesia. Untuk itu, Sidney memberika masukan kepada aparat penegak hukum serta pemerintah Indonesia dengan melakukan pendekatan yang baik terhadap mereka. (668)

  19 Responses to “Pertempuran Suriah, Tewasnya Anak Imam Samudera”

    • Ha ha…Sidney lagi. Apa sih di otak dia selain propaganda terorisme dari sudut pandang barat? Bgmn dia bisa yakin itu anak imam samudera hanya dari liat mukanya, dan sempet2nya lagi perhatiin. apa coba motivasi nya? hmm….tendensius. Tapi kalo bener, ane malah iri sama Imam Samudera, anaknya semilitan itu.

  1. New bie…salam kenal semua

  2. Dia memang pengamat intelijen dan terorisme. Yang jelas dia lebih banyak tahu daripada kita Gan. Parahnya dia cenderung lebih tahu dari badan resmi pemerintah.

  3. Ya resikonya dia tewas disana.

  4. Semoga keturunan mereka nanti dapat menjadi anggota pasukan khusus TNI yg berani, dan propesional karena sdh punya darah macan.

  5. RENMIBI jadi takut mati nih … terutama bila teringat azab kubur … damn …

    eh sampai lupa …

    RUTIN = TETAP

    PENGAJIAN RUTIN = PENGAJIAN TETAP

    RUTINITAS = KESEHARIAN

    (BERSAMBUNG) tubi tukinyut

  6. Apakah BNPT, BIN, POLRI mengawasi keluarga para pelaku Bom Bali dan Bom2 lainnya???….

  7. Tidak semua yang bertempur di suriah itu anggota ISIS, ada juga kelompok lain yang juga memerangi ISIS dan Diktator Basyar..

  8. suriah korban proxy war

  9. Mending bela negara sendiri , hanya sia sia ajah buang nyawa disama…

  10. kebanyakan makan mie instan tuh

  11. orang mau kaya aja harus berusaha dulu dari bawah, baru bisa nikmati hidup kaya, kalo mau masuk surga yh banyak aja beramal bukan menebar perang..korban konspirasi..semakin banyaknya kelompok radikal, justru menguntungkan asing untuk memperalat dan memberdayakannya sebagai kaki tangannya..tangan mereka tetap bersih krn perkerjaan kotor itu menggunakan tangan lain.

  12. Kalo uda mati di sono bagus la, biar ga plg bikin rusuh disini, dasar keluarga zalim, otak fanatik, perusuh! Mati aja lebih baik!

 Leave a Reply