Pertempuran Terakhir, Milisi Suriah Dukungan AS Bersiap Gempur ISIS

JakartaGreater.com – Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung oleh AS akan memulai serangan terhadap kantong Negara Islam (IS/ISIS) terakhir di wiliyah Suriah dimana koalisi pimpinan-AS telah mendukung operasi terhadap kelompok itu, menurut pejabat SDF kepada Reuters yang dilansir dari laman Task & Purpose, 9 Februari.

Amerika Serikat pada tanggal 29 Januari mengatakan bahwa Negara Islam (IS / ISIS) diperkirakan akan kehilangan wilayah terakhir dalam beberapa minggu.

“Pertempuran akan diluncurkan malam hari dan misinya adalah membersihkan sisa-sisa terakhir dari organisasi teroris”, menurut Mustafa Bali, kepala media SDF, yang menggambarkan itu sebagai “pertempuran terakhir”.

Mustafa Bali mengatakan dalam 10 hari terakhir pejuang SDF telah menangani pertempuran dengan “sabar” karena lebih dari 20.000 warga sipil “dievakuasi” dari kantong IS yang dikepung dan terdiri dari dua desa di dekat perbatasan Irak.

SDF, yang didukung oleh koalisi pimpinan-AS, telah mendorong Negara Islam keluar dari wilayah yang luas di Suriah utara dan timur.

Setelah mengalahkan para jihadis dari markas besar mereka di Raqqa, Suriah pada Oktober 2017, SDF maju ke selatan ke provinsi Deir al-Zor, menyerang mereka di wilayah tepi timur Sungai Eufrat.

Negara Islam (IS/ISIS) hingga kini masih memiliki pijakan teritorial di Suriah di sebelah barat Eufrat di bagian negara yang dipegang pemerintah Suriah dan sekutunya.

Sharing

Tinggalkan Balasan