Pertemuan Bersejarah Trump – Kim Jong Un, Teken Dokumen

Pertemuan Donald Trump dan Kim Jong Un di Singapura, 12/8/2018. (photo: Dan Scavino Jr. – @Scavino45)

Singapura, Jakartagreater.com – Mengakhiri pertemuan bersejarah mereka di Pulau Sentosa, Singapura, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengeluarkan pernyataan bersama menyangkut pertemuan mereka pada 12 Juni 2018 ini.

Berikut pernyataan selengkapnya kedua pemimpin seperti disiarkan Reuters, dirilis ANTARA, 12/6/2018:

Pernyataan Bersama Presiden Donald J. Trump dari Amerika Serikat dan Ketua Kim Jong Un dari Republik Rakyat Demokratik Korea pada Pertemuan Singapura.

Presiden Donald J. Trump dan Ketua Kim Jong Un telah menggelar pertemuan pertama nan bersejarah di Singapura pada 12 Juni 2018.

Presiden Trump dan Ketua Kim Jong Un telah bertukar pendapat secara komprehensif, mendalam dan jujur mengenai masalah-masalah yang berkaitan dengan pembentukan hubungan baru AS-DPRK (Korea Utara) dan membangun rezim perdamaian yang kekal dan kuat di Semenanjung Korea.

Presiden Trump telah bertekad untuk memberikan jaminan keamanan kepada DPRK, dan Ketua Kim Jong Un telah menegaskan kembali komitmen tegas dan teguhnya dalam menuntaskan denuklirisasi Semenanjung Korea.

Untuk meyakinkan bahwa pembentukan hubungan baru AS-DPRK akan memberikan sumbangan kepada perdamaian dan kemakmuran di Semenanjung Korea dan dunia, dan menyadari bahwa pembangunan kesalingpercayaan dapat memajukan denuklirisasi Semenanjung Korea, maka Presiden Trump dan Ketua Kim Jong Un mengeluarkan pernyataan berikut:

1. Amerika Serikat dan DPRK bertekad membangun hubungan baru AS-DPRK sesuai dengan hasrat rakyat kedua negara mencapai perdamaian dan kemakmuran.

2. Amerika Serikat dan DPRK akan bersama-sama berusaha menciptakan rezim perdamaian yang langgeng dan kuat di Semenanjung Korea.

3. Menegaskan lagi Deklarasi Panmunjom pada 27 April 2018, DPRK bertekad untuk bekerja ke arah denuklirisasi menyeluruh di Semenanjung Korea.

4. Amerika Serikat dan DPRK bertekad menyelesaikan masalah POW/MIA (tawanan perang), termasuk repatriasi mereka yang sudah teridentifikasi.

Menyadari bahwa pertemuan AS-DPRK –yang pertama dalam sejarah– sebagai peristiwa sangat langka dengan signifikansi yang besar dan demi mengakhiri berpuluh tahun ketegangan dan permusuhan di antara kedua negara dan demi membuka sebuah masa depan yang baru, Presiden Trump dan Ketua Kim Jong Un bertekad untuk mengimplementasikan secara menyeluruh dan segera ketetapan-ketetapan dalam pernyataan bersama ini. Amerika Serikat dan DPRK bertekad untuk menyelenggarakan negosiasi-negosiasi berikutnya yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, dan pejabat tinggi DPRK yang relevan, dalam tempo sesingkat-singkatnya, untuk mengimplementasikan hasil-hasil pertemuan AS-DPRK.

Presiden Donald J. Trump dari Amerika Serikat dan Ketua Kim Jong Un dari Komisi Hubungan Luar Negeri Republik Rakyat Demokratik Korea telah bertekad untuk bekerja sama bagi terciptanya hubungan baru AS-DPRK dan untuk memajukan perdamaian, kemakmuran, dan keamanan Semenanjung Korea dan dunia. (12 Juni 2018, Pulau Sentosa, Singapura).

Trump sebut Kim “cerdas sekali”

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un telah menandatangani sebuah “dokumen komprehensif”, Selasa, 12/6/2018, menyusul pertemuan bersejarah di Singapura yang ditujukan untuk denuklirisasi Semenanjung Korea, dirilis ANTARA.

Trump menyebut Kim telah mengambil langkah yang cerdas sekali karena dia memperkirakan proses denuklirisasi akan diawal dengan aman sangat cepat, kendati media belum mengetahui isi pasti dokumen itu.

Kim sendiri sudah mengatakan bahwa kedua pemimpin telah melaksanakan sebuah pertemuan bersejarah dan memutuskan untuk melupakan masa lalu. “Dunia akan menyaksikan sebuah perubahan besar,” kata Kim seperti dikutip Reuters.

Trump mengaku telah memiliki ikatan batin khusus dengan Kim sehingga hubungan kedua negara akan sangat berbeda dari sebelum ini.

“Orang akan sangat terkesan dan orang akan bahagia sekali serta kami akan mengatasi sebuah masalah yang paling membahayakan dunia,” kata Trump.

Ketika ditanya apakah dia akan mengundang Kim ke Gedung Putih, Trump menjawab, “Tentu saja, saya akan (mengundangnya).”

Kim dan Trump teken dokumen

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menandatangani sebuah dokumen menyeluruh menyusul pertemuan bersejarah yang bertujuan menciptakan denuklirisasi di Semenanjung Korea.

Kantor berita Reuters melaporkan bahwa sampai saat ini media massa belum mengetahui isi dokumen tersebut.

Menurut Reuters, sekalipun terobosan yang dibuat pada pertemuan ini hanya awal untuk sebuah proses diplomasi, namun proses ini dapat membawa ke perubahan yang langgeng pada lanskap keamanan Asia Timur Laut seperti saat mantan presiden Amerika Serikat Richard Nixon menunjungi Beijing pada 1972 yang mengantarkan kepada transformasi Tiongkok.

Sebelum menandatangani dokumen yang disebut Trump sebagai “surat komprehensif” itu, Kim menyatakan kedua pemimpin telah mengadakan sebuah pertemuan bersejarah dan “telah memutuskan untuk meninggalkan masa lalu. Dunia akan menyaksikan perubahan besar.”

Trump menyatakan proses denuklirisasi akan terjadi amat sangat cepat dan menambahkan bahwa dia telah menciptakan “ikatan khusus” dengan Kim dan hubungan dengan Korea Utara akan sangat berbeda (dibandingkan dengan sebelum ini).

“Ini akan mengantarkan kepada hal yang lebih, lebih dan lebih lagi,” kata Trump.

Tinggalkan komentar