Aug 092017
 

Kapal Selam Kilo Vietnam (News.cn)

Manila – Rencana pembicaraan menteri luar negeri China-Vietnam, yang dijadwalkan digelar di sela-sela pertemuan kawasan ASEAN, batal akibat peningkatan ketegangan kedua negara terkait sengketa wilayah di Laut China Selatan, ujar pejabat kedutaan China.

Sebelumnya, Vietnam bersikukuh memasukkan kritik keras terhadap Beijing dalam pernyataan bersama menteri luar negeri negara ASEAN. Pernyataan bersama itu mengkritik militerisasi dan reklamasi pulau buatan di wilayah sengketa oleh China.

Vietnam adalah penentang paling lantang atas klaim China terhadap perairan itu, yang menjadi salah satu jalur perdagangan paling sibuk di dunia.

Kedutaan China tidak menjelaskan alasan pembatalan pertemuan Menteri Luar Negeri Wang Yi dengan rekannya dari Vietnam, Pham Binh Minh, yang dijadwalkan digelar pada Senin, 7/8/2017 di Manila.

Sumber dari kementerian luar negeri China hanya mengatakan kedua tokoh itu sudah pernah bertemu. Sementara kementerian luar negeri Vietnam belum merespon permintaan komentar.

Di sisi lain, kantor berita resmi Vietnam melaporkan keduanya memang bertemu secara informal dan sempat bertukar pendapat. Mereka juga merilis sejumlah gambar Wang dan Pham saat tengah berjabat tangan.

Komunike, atau pernyataan bersama, menteri luar negeri ASEAN itu disepakati setelah melalui perundingan alot. Bertentangan dengan Vietnam, beberapa negara anggota, seperti, Kamboja dan Filipina, menuntut pernyataan sikap lebih lunak dalam komunike itu karena ingin menjaga hubungan baik ekonomi dengan Beijing.

Beijing peka terhadap penyebutan oleh ASEAN terkait pengurukan dan pembangunan sarana militer di Laut China Selatan, yang juga diklaim lima negara Asia Tenggara.

Ketegangan sudah meninggi sejak Juni lalu saat Vietnam membuat geram China dengan melakukan pengeboran minyak dan gas di sebuah ladang lepas pantai yang juga diklaim Beijing. Eksplorasi itu dibatalkan setelah China mengajukan protes diplomatik.

Setelah pertemuan ASEAN, menteri luar negeri China secara terbuka memprotes beberapa negara yang menyuarakan keprihatinan terhadap reklamasi.

Wang mengatakan bahwa China sudah berhenti mereklamasi Kepulauan Spratly sepanjang dua tahun terakhir.

“Pada saat ini, jika Anda bertanya siapa yang melakukan reklamasi, maka jawabannya jelas bukan China. Mungkin pelakunya adalah negara yang bersikeras mengemukakan persoalan ini,” katanya.

Beberapa gambar satelit menunjukkan bahwa Vietnam telah mereklamasi dua tempat di perairan sengketa dalam beberapa tahun terakhir.

Pada Selasa, media milik pemerintah China Daily mengutip seorang sumber anonim yang mengatakan bahwa Vietnam berupaya membesar-besarkan masalah reklamasi dalam perundingan komunike–dan pada saat bersamaan media itu menuding Vietnam telah mempercepat reklamasi di Laut China Selatan.

“Yang dilakukan Vietnam seperti ‘maling teriak maling’,” kata surat kabar tersebut. Dirilis Reuters/Antara, 8/8/2017.

  2 Responses to “Pertemuan China – Vietnam Batal, Akibat Ketegangan Sengketa Wilayah”

  1.  

    Negara rakus mah maunya menang sendiri!

  2.  

    Betul sama2 maling ..maling vs maling

 Leave a Reply