Apr 262019
 

F-22 dan -15 Amerika Serikat (foto : US Air Force)

Pada bulan Juni tahun 2018, sebuah pesawat tempur F-15C milik Angkatan Udara AS terjatuh ke laut saat sedang melakukan misi pelatihan bersama pesawat tempur siluman F-22 AS.

Hasil investigasi dari Dewan Investigasi Kecelakaan yang dirilis Selasa, menyatakan penyebab kecelakaan adalah pada pilot yang mengendalikan F-15C. Laporan yang dirilis oleh Pacific Air Forces menemukan bahwa pilot melakukan kesalahan saat melakukan latihan serangan mendadak dengan F-22. F-15 tersebut berasal dari Fighter Squadron ke-44, Wing ke-18 dan bermarkas di Kadena.

Pilot F-15 yang berada di depan F-22, melakukan manuver pertahanan diri dari kejaran F-22. F-15 menanjak pada sudut 65 derajat, pilot kemudian merasa hidung depan F-15 itu tidak bergerak seperti yang dia inginkan sehingga secara signifikan menjatuhkan hidung depan F-15 menukik 65 derajat ke bawah dan membanting ke kanan, tulis laporan itu.

Perubahan manuver yang tiba-tiba itu menyebabkan gaya gravitasi G-forces berbalik dari +1,2 G menjadi -0,3 G, yang menyebabkan penerbangan terkontrol F-15 berubah ke manuver G-negative.

Akibatnya F-15C berputar tak terkendali dan terjatuh ke Samudra Pasifik, 70 mil selatan Pangkalan Udara Kadena, sekitar pukul 6:17 pagi, bunyi laporan itu.

Pilot terlontar dari pesawat tempur di ketingian 335 meter dan mengalami cedera serius karena ketinggian lontarnya yang sangat rendah. Pilot kemudian diselamatkan oleh pasukan penyelamat dari Angkatan Udara Bela Diri Jepang dari Bandara Internasional Naha, dan dibawa ke rumah sakit militer di Camp Foster, Jepang.

F-15 pecah karena dampak keras dari tabrakan dengan air laut dan benar-benar hancur, mengakibatkan kerugian hampir US$ 42,4 juta.

Presiden Dewan Investigasi Kecelakaan menemukan bahwa kecelakaan itu disebabkan oleh penerapan tongkat kemudi depan dan kemudi kanan yang tidak tepat oleh pilot, menyebabkan pesawat yang semula terbang normal dan terkontrol menjadi oleng dan berguling secara terus menerus sebelum akhirnya menghujam ke laut.

Kehilangan orientasi pilot dari tekanan G negatif, kurangnya pelatihan darurat untuk menghadapi tekanan gravitasi negatif dari penerbangan terkontrol, kesadaran situasional dan analisa terlambat yang sebenarnya membutuhkan waktu berpikir cepat untuk mengatasinya juga berkontribusi pada kecelakaan tersebut, tulis laporan itu. .

F-15C sebenarnya diawaki oleh pilot yang berkualifikasi dan berpengalaman, dan pesawat tempur F-15C dalam kondisi terawat baik dan tidak mengalami kerusakan yang berkontribusi pada kecelakaan itu.

PACAF mengatakan bahwa setelah kecelakaan itu, Kelompok Operasi ke-18 di Kadena merevisi standar pelatihannya untuk memberikan pilot lebih banyak waktu untuk mengambil keputusan saat mengalami situasi yang serupa. Grup ini juga meningkatkan kualitas pelatihan dan persyaratan evaluasi untuk menangani pesawat tempur canggih.

Airforcetimes

  23 Responses to “Perubahan Manuver Mendadak, Penyebab F-15C Jatuh”

  1.  

    Oooo…Bisa jatuh jg toh.?
    Oooo…rupanya kelemahannya cuma gak mampu menerima beban dr +G menuju -G…..ok..ok…ok mudah sekali rupanya ditaklukan.

  2.  

    nyungsep nyungsep lagi
    kmrn f35.dkrng f15.lalu bsk apalagi nih.

  3.  

    nyungsep nyungsep lagi
    kmrn f35.dkrng f15.lalu bsk apalagi nih.
    jgn2 bntr lgi f22 ikut nyemplung ke laut nih.

  4.  

    Bhuahahaa blagu sok niru su35 malah nyungseeeepppppp,,,,memalukan!!!

  5.  

    Ini akibatnya, kalau pilot terlalu bernapsu….ndilalah ceblok

  6.  

    f 15 JUGA PERNAH PATAH …
    bukan patah arang tapi

  7.  

    Lemah

  8.  

    Apapun pespur nya entah mau F-15, F-22, atau bahkan F-35 pun harus introspeksi diri untuk mengakui kekurangannya…

  9.  

    gimana su 57 mau jatuh.di coba juga belum.

  10.  

    Pesawat lemah yg penjualannya di bawah tekanan pasar yg di kondisikan

    •  

      sebenarnya USA saat ini sedang diujung tanduk… praktis hanya F-35 unggulan mereka dan itu tidak cukup gahar di bandingkan saat kemunculan F-16…
      sedangkan F-15 baru tidak mendapatkan respon yang baik, karena dianggap memperpanjang kehadiran pespur gen 4… sedangkan F-22 adalah pespur yang dikembangkan dengan teknologi tahun 1996…

  11.  

    Makanya jauhi Amer dan produknya biar selamat dunia akhirat

    😎

  12.  

    Itu Faktor fans boy or tukang sales f 15 ya?….