Mar 152019
 

A prototype model of the Waghnak stand-off glide munition displayed during the 2019 Aero India show. © Rahul Udoshi

JakartaGreater.com – Sebuah tim industri kolaboratif India yang dipimpin oleh Bharat Electronics Ltd (BEL) telah meluncurkan serangkaian senjata berpemandu presisi yang diluncurkan dari udara dan rudal jelajah ringan, seperti dilansir dari IHS Jane.

Tim mengungkapkan pengembangan keluarga dari tiga purwarupa sistem senjata udara, masing-masing disebut Waghnak, Khagantak dan Vel, yang semuanya itu sebagai senjata penetrasi berbiaya rendah dan canggih, untuk penetrasi pelanggan domestik dan ekspor. Namun, senjata itu dapat dilengkapi dengan muatan atau pencari yang berbeda sesuai kebutuhan pelanggan.

Pengembangan ini merupakan bagian dari upaya yang dipimpin oleh BEL dengan mitra industri pertahanan lain termasuk JSR Dynamics start-up yang berbasis di Nagpur, untuk mengembangkan senjata pemandu canggih universal yang bisa memberikan peningkatan kemampuan serangan udara ke permukaan untuk pesawat tempur yang beroperasi di wilayah udara yang diperebutkan.

BEL nantinya akan memasok semua subsistem elektronik dan panduan, sementara body dan sistem kontrol dipasok oleh JSR Dynamics. Tim mengklaim bahwa senjata hanya akan memiliki 10% subsistem impor, tetapi menolak untuk mengungkapkan rincian lebih lanjut mengenai hal tersebut.

Waghnak adalah amunisi luncur presisi jarak jauh kelas 450 kg, bentuknya mirip dengan Joint Stand-Off Weapon (JSOW) AGM-154 buatan AS, tetapi dengan pendekatan desain yang berbeda.

Senjata ini memiliki body komposit karbon ringan yang ramping dengan sayap luncuran di bagian tengah badan, terlipat dan lima permukaan kontrol di buritan untuk menghasilkan jarak hingga 154 km pada ketinggian peluncuran 12.000 m, dengan kecepatan peluncuran maksimum 272 m/s. BEL mengklaim bahwa material komposit membantu mengurangi tanda tangan penampang radar (RCS) Waghnak dan meningkatkan jangkauan.

BEL menawarkan opsi dasar Waghnak yang menampilkan pencari RF pasif multiband (1-3, 3-6, 6-12 GHz) dengan sistem navigasi inersia (INS)/GPS plus disertai sensor infrared (IR) gelombang panjang untuk panduan terminal, dan hulu ledak tandem (primer: hulu ledak penetrasi 225 kg; sekunder: peledak padat 45 kg) untuk memberi serangan permukaan keras. Amunisi dapat dikonfigurasikan hanya dengan INS/GPS, laser semi-aktif (SAL), atau pencari gelombang IR menengah sesuai kebutuhan.