Nov 032018
 

Accular, MLRS akurasi tinggi © IMI Systems

JakartaGreater.com – Perusahaan pertahanan Israel sekarang akan dapat merundingkan penjualan senjata kategori “non-rahasia” tanpa melalui persetujuan dari Badan Pengendali Ekspor Pertahanan Israel (DECA), seperti dilansir dari laman Defense World.

Perubahan aturan ini dirancang untuk meringankan peraturan yang berlaku untuk ekspor pertahanan dan mempersingkat proses persetujuan atas alutsista tersebut, menurut Globes melaporkan pada hari Rabu.

Departemen Pertahanan (Dephan) Israel telah menginstruksikan ke eksportir pertahanan bahwa meskipun terdapat pengecualian dari lisensi pemasaran, tidak ada perjanjian yang mengikat dapat ditandatangani dengan pelanggan sebelum DECA menyetujui kesepakatan tersebut.

Pesawat terbang tanpa awak (PTTA) Heron 1 buatan IAI © Bao Dat Viet

Dalam kasus apa pun, DECA tetap merekomendasikan bahwa para eksportir memasukkan klausul pelepasan dalam perjanjian mereka dengan para pelanggan asing yang mencakup kemungkinan veto dari kesepakatan oleh negara, tulis harian berita tersebut.

“Perusahaan Israel akan dapat berbicara dengan para pelanggannya di seluruh dunia untuk sistem senjata non-rahasia dan menawarkan harga untuk mereka, tetapi tidak akan diizinkan untuk berkomitmen dengan kesepakatan sebelum mendapatkan persetujuan akhir dari Kementerian Pertahanan Israel”, tutur Racheli Chen, Direktur DECA.

Menambahkan bahwa dalam hal rincian untuk semua produk non kritikal sekarang muncul di Internet dan akan tersedia untuk semua orang, bantuan itu termasuk dalam reformasi pengawasan ekspor pertahanan yang dipimpin oleh DECA, tulis laporan itu.

Uji coba pencegat Tamir alias Iron Dome melalui peluncur multi-misi IFPC Inc.2. © Courtesy U.S. Army/Youtube

Sebelumnya, dibawah Undang-undang Pengendalian Ekspor, perusahaan pertahanan Israel yang bernegosiasi dengan para pelanggan asing pada kesepakatan senjata tanpa lisensi yang sesuai adalah melanggar hukum, dan dibawa ke sidang Kementerian Pertahanan.

Perusahaan pertahanan tersebut akan dikenakan sanksi bahkan jika negosiasi yang mereka lakukan dengan pelanggan asing adalah terkait sistem yang non kritikal. Keringanan aturan baru tidak akan berlaku untuk negosiasi antara eksportir pertahanan Israel dan perwakilan negara-negara di daftar negara musuh seperti Libanon, Suriah, Irak dan Iran.

Keringanan itu mengacu pada ekspor ke 102 negara di mana ekspor diizinkan, dan untuk produk-produk seperti berbagai jenis peralatan night vision, sistem dunia maya, pesawat pengisian bahan bakar, pesawat misi, komando dan pesawat kendali, satelit sipil, beberapa kendaraan udara tanpa awak (UAVS), dan termasuk pelatihan dalam kontra-teroris yang disediakan oleh perusahaan Israel.

Bagikan:

  One Response to “Perusahaan Israel Bebas Menjual Alutsista Non Rahasia”

  1.  

    jadi nawarin alternatif lain selain rusky dan china jika terkena sanksi barat?

 Leave a Reply