Apr 282017
 

Tank T-72 buatan Rusia yang telah dimodifikasi. © kratosdefense.com

Kratos Defense & Security Solutions, Inc. mengumumkan bahwa unit bisnis Micro Systems, Inc., bagian dari Kratos Unmanned Systems Division (USD), telah berhasil mengubah Tank T-72 Rusia untuk dioperasikan tanpa awak, sperti dilansir dari Defence Blog.

Sebagai tanggapan atas kebutuhan Angkatan Darat AS untuk target tank, Kratos, dalam hal ini Micro Systems Inc. telah mengubah T-72 untuk dikendalikan oleh Army Ground Aerial Target Control System (AGATCS). AGATCS adalah sistem kontrol agnostik kendaraan dan datalink yang telah dihubungkan ke berbagai macam kendaraan target udara, darat maupun permukaan milik Angkatan Udara AS.

Mengkonversi tank T-72 akan menghadirkan sejumlah tantangan unik yang biasanya tidak dihadapi oleh kendaraan konvensional. Sistem kemudi ganda anakan membutuhkan gaya dan perpindahan yang sangat tinggi. Lingkungan operasi juga keras, dengan tingkat getaran, suhu, dan debu yang tinggi.

Dikerjakan oleh tim terpadu, personil dari Kratos Micro Systems dan Kantor Manajemen Sasaran Angkatan Darat AS menangani dan menyelesaikan semua permasalahan ini. Sistem kendali jarak jauh (Kit Remot Kontrol) tersebut difasilitasi oleh kemampuan AGATCS untuk mengendalikan berbagai macam kendaraan dengan persyaratan kontrol yang sangat beda.

Kevin Ferguson, Deputi Presiden Senior Kratos Micro Systems, mengatakan bahwa “Micro Systems dengan bangga mendukung Angkatan Udara Amerika Serikat, Manajemen Sasaran bersama kemampuan baru untuk memberikan kendaraan target yang sangat berbahaya tuk mendukung usaha mereka dalam mengembangkan kemampuan untuk menjaga agar tanah air dan pejuang kita tetap aman”.

Bagikan Artikel:

  18 Responses to “Perusahaan Pertahanan AS Memasang Kit RC di Tank T-72 Buatan Rusia”

  1. PERTAMAX RACING

  2. Achhh…udah ga respek lg sama ni dagangan sales magabut, disruduk sapi juga ringsek!

  3. Sebagai tanggapan atas kebutuhan Angkatan Darat AS untuk target tank

    sbg target tank gak bisa balas nembak dong? gak realistis latihannya..

  4. Knp Kit rc-nya gk ditanem di kepala presidennya aja??

    • Sayang bung cuma satu stok nya. Di kepala jendralnya aja. Kan stoknya lumayan banyak tuh..
      ngeremehin apa ngeledek tuh. Hihihi… Barang orang dijadiin target tembak. Knapa ga barangnya sendiri. Mentang2 banyak duit hihihi….

  5. dibutuhkan skill yg tinggi untuk mengoperasikan barang ini. klo SDM ecek2 cepet MODAR nih barang muheheheheeee

  6. AS mah kurang kreatif, Rusia malah bisa modif T-72 menjadi Terminator…

  7. KIT RC….kena Hack….bisa jadi tank nya puter balik dan nembakin teman sendiri…hahaha
    Autonemous sajalah…robot AI…baru mantap..kena hack…meladakan diri sendiri…

  8. Negara eks anggota soviet mana tuh yg jual tank bekasnya ke AS?

  9. Ck..ck..ck..

    Banyak sekali pembenci amerika di sini.
    aneh mengingat pemerintah,elit,akademisi dan pelaku ekonomi di Indonesia secara politis jelas sekali “tidak berseberangan dengan amerika”

    Kalangan ini mungkin orang-orang ini lebih mengedepankan sensitivitas atas “kiprah” amerika yang berperan dalam ketidak stabilaban timur tengah sebagai isu sosial yang di tujukan untuk kalangan tertentu.

    Malangnya mereka kurang memahami apa yang sebenarnya terjadi dan bila pun mengerti apa yang sebenarnya terjadi, penolakan tetap menjadi hal yang mereka kedepankan.
    Biasanya orang-orang seperti ini akan menyesal jika suatu saat berada dalam kondisi seperti rakyat irak dan suriah. memimpikan perdamaian dan kehidupan yang stabil.
    Saya kurang paham dalam kondisi ini. terkadang bertanya-tanya apakah panglima angkatan bersenjata Indonesia salah dalam menyampaikan defenisi “jiwa militan” atau ini semua karena ulah beberapa kalangan yang kemudian ingin mencampurkan militanisme dengan paham radical.
    Walau sama-sama bergaris keras, militanisme lebih menjurus kepada kesedian suatu individu untuk mempertahankan keyakinannya terhadap suatu arah politik dan sosial tertentu bila di serang. Perlu di ingat penggunaan kata bila di serang disini adalah suatu tindakan balasan di lingkup wilayahnya sendiri, bukan bergerak keluar dari domainnya. jauh berbeda dengan radicalisme yang lebih menjurus menyebarkan suatu faham kebencian secara global yang kemudian secara provokasi menggerakkan suatu individu atau kelompok untuk membenci, menolak, melawan atau bahkan melakukan tindakan terror terhadap suatu kekuatan politik dan kelompok yang berseberangan .

    Itulah mengapa Pendidikan bagi rakyat Indonesia sangat penting dan krusial. dengan demikian rakyat akan mengerti dengan baik dan tidak mudah terprovokasi untuk hal-hal yang sebenarnya bukan urusan kita. rakyat harus paham bahwa arah kebijakan politik luar negeri kita adalah TIDAK MENGURUSI URUSAN DALAM NEGERI LAIN dan doktrin kita adalah MELAKONI PERTEMPURAN DI WILAYAH SENDIRI. hal ini penting menghindarkan kita dari perang yang sai-sia, akibat kesalahpahaman negara tertentu yang tidak senang dengan keriuhan isu di negara kita dan menuduh kita tidak konsisten dengan arah kebijakan plitik luar negeri kita. ingat, Papua adalah isu yang sama yang bisa menjadi senjata makan tuan untuk kita.

    • tidak semuanya yg disini benci amerika, hanya saja ada pihak yang ingin supaya komunis bangkit lagi dengan cara meracuni pikiran “pembaca bodoh” kalau indonesia akan jadi “macan asia” jika alutsistanya condong ke rusia, biasanya mereka suka membuli AS dan meng-agungkan rusia.

    • ada juga yang benci AS yang didasari sentimen agama, mereka selalu menggunakan alasan AS pendukung israel, tapi ada atau tidak adanya negara israel didunia ini mereka tetap benci ke AS karena mereka menganggap kristen salibis dan darahnya halal, israel hanya dijadikan alasan untuk membenci sesama.

  10. mau “dicuci” 1000×pun yg namanya ASU tetap kotor & licik……

  11. satu contoh aja bung irak hancur karena siapa

 Leave a Reply