Perusahaan Rusia Sebut BrahMos “Contoh Ideal” Kerjasama Militer

JakartaGreater.com – Perusahaan Peluru Taktis Rusia menganggap proyek BrahMos Rusia-India sebagai “contoh ideal” kerjasama militer dan teknis, CEO Perusahaan Boris Obnosov mengatakan pada hari Kamis, seperti dilansir dari laman TASS.

“Ini adalah salah satu contoh kerjasama militer dan teknis antara kedua negara, yang efektif dan bermanfaat bagi kedua negara”, kata sang CEO.

Berbicara tentang prospek penjualan rudal BrahMos ke negara ketiga, CEO mencatat bahwa masalah seperti itu sedang dipertimbangkan tetapi Tactical Missiles Corporation menolak untuk mengungkapkan rinciannya.

“Kesepakatan apa pun terlalu banyak menimbulkan hype”, tambahnya.

PJ-10 BrahMos adalah rudal jelajah supersonik dengan pendorong propelan padat. Rudal itu dikembangkan oleh Asosiasi Riset dan Produksi Pembangunan Mesin di kota Reutov di dekat Moskow dan Organisasi Penelitian dan Pengembangan Pertahanan India (DRDO).

Kendaraan peluncur rudal BrahMos dalam parade militer Januari 2018 di India © Dephan India via Wikimedia Commons

Rudal BrahMos ini merupakan modifikasi dari rudal anti-kapal Soviet yang dikembangkan oleh biro desain Reutov pada akhir 1980-an.

BrahMos dikembangkan pada akhir 1990-an – paruh pertama tahun 2000-an berdasarkan kesepakatan antara pemerintah Rusia dan India yang ditandatangani pada 12 Februari 1998.

Nama proyek itu diciptakan dengan menggunakan nama sungai Brahmaputra dari India dan sungai Moskva dari Rusia. Peluncuran tes pertama dilakukan pada 12 Juni 2001 di lapangan uji Chandipur (negara bagian Odisha, India). Produksi rudal itu diselenggarakan dikedua perusahaan, baik di Rusia maupun di India.

Perbandingan ukuran rudal BrahMos dan BrahMos-M. © Anirvan Shukla via Wikimedia Commons

Pada bulan Mei 2016, juru bicara BrahMos Aerospace Praveen Pathak mengatakan kepada TASS bahwa New Delhi dan Moskow telah mencapai “kesepakatan prinsip” tentang ekspor rudal ke negara-negara lainnya. Dia menyebut Filipina, Korea Selatan, Aljazair, Yunani, Malaysia, Thailand dan juga Mesir, Singapura, Venezuela, Uni Emirat Arab, Chili, Afrika Selatan termasuk Vietnam dan Indonesia diantara calon pembeli rudal ini.

Tinggalkan komentar