Aug 302014
 

Maaf kayaknya waktunya sudah lewat, tapi pesan yang disampaikan saya rasa tidak akan mati dan mudah-mudahan bisa menjadi motivasi untuk teman-teman….


 

 “ya.. kita mampu!!! Kita bisa!!!”

Pagi tadi di Universitas Surya diadakan upacara 17 Agtustus. Mungkin untuk suatu universitas agak aneh mengadakan acara peringatan ini apalagi dihari libur. Lebih aneh lagi kalau setiap senin pagi semua mahasiswa wajib menyanyikan lagu Indonesia raya sebelum kuliah. Selama saya kuliah S1 seingat saya tidak pernah kami mengadakan upacara 17 Agustus apalagi nyanyi Indonesia Raya (kecuali waktu ospek). Padahal saya pikir ini hal yang sangat penting.

Anyway, dalam acara itu saya share tentang merdeka dari penjajah pikiran.

Penjajah Pikiran selalu mengganggu kita dengan perkataan-perkataan spt: “aku bodoh” “aku tidak mampu..” “aku tidak akan bisa mengalahkan dia..” “kita sih tidak mungkin bersaing dengan Amerika…” “wah mengalahkan Korea… jauh deh… apalagi mengalahkan Jerman”

Merdeka dari penjajah pikiran ini memerlukan perubahan cara pikir (revolusi mental). Pikiran “aku tidak bisa.” harus diubah total menjadi “ya.. kita mampu!!! Kita bisa!!!”
“Tidak ada gunung yang tidak dapat didaki, tidak ada laut yang tidak dapat disebrangi, tidak ada mimpi yang tidak dapat dikejar… ”
Selalu berpikir positif dalam kondisi apapun juga.

Penjajah Pikiran berusaha mencegah kita bermimpi besar:
“Tdk usah mimpi ngalahin Jerman, ngalahin kamboja aja sdh bagus..”
“Tidak usah mimpi tinggi…kita ini orang kecil.. cukup segini saja”
“jangan kelewat ngoyo… ini sudah cukup… ”

Merdeka dari penjajah Pikiran memerlukan mimpi besar dan langkah tekun mengejar mimpi itu.


Tahun 1993 kami memimpikan Indonesia juara dunia olimpiade fisika… awalnya gelap tidak tahu harus mulai dari mana…Saingan dengan Amerika? Jerman? Rusia? China? Woow apa mungkin? Walau begitu kami melangkah … ketika melangkah itu terlihatlah titik terang.. jalan menuju kesana terbuka… selangkah demi selangkah kami jalani … banyak hambatan… banyak kesulitan… banyak tantangan… namun kami terus melangkah… tahun ke 7 dapat 1 emas, tahun ke 8 jatuh lagi …kemudian bangkit dan Indonesia jadi juara Asia 2003, jatuh lagi.. bangkit lagi.. dan akhirnya tahun ke-14 (2006) kita meraih the absolute winner.

Mimpi besar membebaskan kita dari penjajah pikiran….membawa kita terbang tinggi seperti burung Rajawali…

Selamat ulang tahun kemerdekaan RI ke 69 ! Semoga Indonesia Jaya cepat terwujud!! Merdeka!!!

 

Sumber : Profesor Yohanes Surya

Untuk profil Profesor Yohanes Surya silahkan klik disini

 Posted by on August 30, 2014

  66 Responses to “Pesan Kemerdekaan Prof. Yohanes Surya – Penjajah Pikiran”

  1. Pesan yg sungguh bagus dari Prof. Surya, semoga menjadi motivasi bagi penerus bangsa kedepan…

    • Terimakasih prof engkau membuka pikiran kami’mudah mudahan pera pemimpin negeri ini yang diberi mandat rakyak juga terbuka pikiranya karna apapun yang diperlukan negeri ini untuk maju sudah tersedia tinggal mengarahka saja .
      Dalam tanah segala mineral muali emas,intan,permata,dll diatas tanah apapun yang mau kita tanam pasti tumbuh ditiap jengkal bumi negeri ini didalam laut ikan tinggal memungut tidak perlu memberi makan di udara kita bebas menghirupnya diatas langit ada katulistiwa yang menghiasinya

      Disekolah jutaan sarjana ribuan profesor dan ratusan ilmuwan siap diberdayakan

      Dimasyarakatnya jutaan angkatan kerja siap diperintahkan

      Di leluhurnya peninggalan budaya candi dll tingal dipromosikan

      Semua tinggal pakai saudara

      Kalo kita tidak maju bukan salah kita tapi salah pera pemimpin negeri ini

      Seandainya saya bertanya pada tuhan kenapa negeri ini tidak maju tidak jadi bangsa besar mercusuat dunia tuhan
      Mungkin tuhan akan menjawab AKU BINGUNG APAYANG HATUS AKU PERBUAT APALAGI YANG AKAN AKU BERIKAN INDONESIA SEMUA SUDAH AKU BERIKAN AKU SIAPKAN KAMU MINTA APA LAGI.

      Kalo tuhan aja bingung apalaghi…..

    • Enkaunyang merasa jadi pemimpin jadilah pemimpin jangan jadi penguasa

      Pimpin kami menuju bangsa besar bukan bangsa kuli

      Kami siap membelamu walau nyawa kami taruhanya

      Demi enghkau INDONESIA YANG RAYA

    • Seandainya pemerintah memang memikirkan coba dimulai melakukan pembenahan pada kementrian pendidikan dan seluruh guru ataupun dosen(tanpa bermaksud melecehkan profesi) karena peran mereka sebagai pengajar untuk anak-anak mulai dari usia dini hingga dewasa.banyak memang guru ataupun dosen yang benar-benar bagus dan profesional tapi lebih banyak guru ataupun dosen yang tidak sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya sebagai seorang pengajar.20% dana APBN untuk pendidikan tapi kenapa taraf pendidikan di indonesia semakin menurun setiap tahun ? sekali lagi bukan bermaksud melecehkan profesi guru ataupun dosen tapi silakan liat dan cermati sendiri kondisi pendidikan di seluruh indonesia. jika ada yang salah saya mohon maaf dan tolong dikoreksi @bung jalo dan semuanya

    • beliau kakak senior yg jadi idola belajar di SMA.gw….beliau memang tipikal orang ngotot..kalo ada soal yg dia g tahu jawabannya, maka dia cari sampe dapat jawabannya..(ini selalu diceritakan oleh guru Fisika)…utk penghargaan : buku Fisika beliau dulu terbitan Ganesha jadi buku wajib di SMA..bukan krn yang paling bagus..hanya utk mengajarkan kpd kami etos kerja dan meniru cara berhasilnya Prof Surya..Beliau termasuk alumni yg peka thd kualitas SMAnya ketika SMA12 JKT dirasa merosot beliau memotivasinya utk bangkit dgn mencangkokkan siswa berprestasi utk ikut Olimpiade Fisika…dan berhasil….

  2. keduluan lge.. uhg

  3. Pertamax

  4. 1.gk ya

  5. selamat bung jalo @ dapt pertamax. hehe salam hormat buat anda karna konsisten dlm forum jkgr ini..

  6. “ya.. kita mampu!!! Kita bisa!!!”

  7. cocok buat Menristek …

  8. Kagum terhadap sosok anda Prof. Surya, semoga semakin banyak pahlawan masa kini, yang terus memperjuangkan kemerdekaan pikirn dalam alsi dan pikiran. Salam. This time is ours.

  9. bung akung @ kita memang optimis bisa dan bercita2 besar .. tpi apakah hanya mimpi trus smentara hari tlah siang..

  10. Ping

  11. Mantab ni om jalo

    • handal..handal, benci banget sih sampeyan sama jokowi, inget yg baik buat dirimu belum tentu baik buat bangsamu. setidaknya jokowi sudah membuktikan dia yg terbaik dihati sebagian besar rakyat indonesia.
      kalau ente belum puas, pajang ajah idolamu itu disamping bawah garuda pancasila ditembok rumahmu, jangan rumah tetanggamu..

    • om handal, bangun om. jangan mimpi terussss…..!!!

  12. Nasinalisme yang Mencerahkan.

  13. Salam kenal bung petruk, selamat datang di warung kita yg sederhana ini…

    • Terimakasih bung Jalo. Sederhana tp sangat mencerahkan bg saya bung.juga membantu mengarahkan pandangan saya terhadap negara ini dan bgmn saya pribadi mensikapinya..

      • Terima kasih bung, disini tidak perlu malu untuk belajar atau malu untuk berbagi. Mari kita sama-sama membangun bangsa kita ini dimulai dari diri kita dan lingkungan kita. Dengan diskusi disini semoga kita bisa menjadi media yg membantu pembangunan negeri, sukses terus bung. 😀

        • Wejangan2 bung jalo sngt saya kagumi. Menumbuhkan energi positif..

        • Itu bukan saya bung, saya cuman caplok dari tulisan orang. Mereka-lah yg perlu dikagumi. Saya cuman calo, 🙂

          Masih banyak yg bagus2 dari kontributor JKGR lain, semoga bung petruk bisa kerasab di warung yg sederhana ini. Sukses terus bung

  14. tar anak saya ,saya sklhn di sklhn y prof.surya tp byr y jgn mahal2 dg….

  15. Tampilan baru, smangat juga harus baru 😀

    Ayo temen2 beri dukungan kepada pemerintah kedepan dengan cara memberi kritik yg mebangun, jangan sebaliknya

    Karna bersatu kita teguh bercerai kita runtuh

  16. like..

    antara ada dan tiada

    ku takan bisa menggapaimu
    ku takan pernah bisa…
    dan segala rasa untuk mu….Mantaafff prof ..lanjutakan..

    slam bung jalo@

  17. Salam hormat kembali bung Petruk JR

  18. Oohh iya, kemarin sebelum pulang ke Jepang Prof. Josaphat mengatakan begini :

    “Terima kasih atas bantuannya. Yah mudah-mudahan bisa kita perbaiki bersama Indonesia dan kedepan harus orang asing belajar pada kita,”

    Itu pesan beliau, dan saya sempat promosikan JKGR beserta para penghuninya dan beliau sangat mengapresiasi mudah2an beliau baca dan ikut komen disini.

    Mari sama2 membangun negara kita tercinta ini, jangan pernah pesimis atau membayangi. Bahwa kita tidak bisa. Mari sama-sama kita maju dan katakan kami bangsa Indonesia, bangsa pejuang yg tak pernah takut untuk katakan kami pasti bisa.

    Salam

  19. terimakasih pak Prof, kami akan terus belajar.. 🙂

  20. Wah ini dia profesor harus di angkat jadi menristek di pemerintahan jokowi – jk supaya beliau bikin drone nih..

  21. Nama Yohanes Yahya pertama kali saya dengar dari membaca nama beliau sebagai nama pengarang buku Fisika jaman saya SMA 16 tahun lalu. Saya lupa judul buku Fisika tersebut, kalau nggak salah Olimpiade Fisika. Tapi sampai sekarang saya selalu ingat bahwa saat itu buku tersebut hanya dipakai sebagai buku bacaan wajib oleh anggota tim lomba Fisika SMA saya dulu. Saya tidak termasuk jadi anggota tim, tetapi saya beli sebab buku tersebut memberi penjelasan dan soal2 latihan bertingkat yang lebih baik daripada buku wajib mata pelajaran yang sama. Saat itu saya sudah bisa merasakan bahwa beliau sangat mumpuni dan memiliki dedikasi yang tinggi, serta dedikasi tersebut nyatanya sampai sekarang tidak pernah luntur.

    Saya setuju dengan komen # 21. IMO, Yohanes Yahya sangat pantas menjadi mendikbud atau menristek. Beliau memahami permasalahan pendidikan kita dan solusinya. Selain itu, beliau juga bisa membuat panduan road map langkah2 riset teknologi oleh perguruan2 tinggi dan badan2 penelitian kita.

    Salam.

  22. Selamat pagi warga semua. Salam dari utara Indonesia. Nyimak dulu.

  23. Salam knal para sesepuh jkrgreter.
    Salam bung jalo

  24. Kapan ne kbr tentang kri klewang bung jalo

  25. Revolusi mental terbukti mampu mengantar Indonesia jadi juara absolute Olimpiade Fisika Dunia, walau harus jatuh bangun selama 14 tahun…..14 tahun…..bukan waktu yg singkat bagi orang yang tidak sabar dan ingin hasil secara instan. Saya setuju dengan gerakan revolusi mental, sebagaimana gerakan di perubahan di RRC yg memerlukan waktu lebih dari 25 tahun baru bisa dilihat hasilnya. Kalau tidak dimulai sekarang, kapan lagi?

  26. pesan yg bgus sekali prof.bukti bahwa stigma wni ketrunan kurang punya rasa nasionalisme adala salah.sya sebagai seorang wni ketrunan tionghoa pun merasa tergugah sama om surya.i love indonesia.moga nkri makin jaya n jngn pada ribut aj dah.hidup jokowi,hidup jg prabowo hi2.n moga2 nih ya…su35 bungkus dah,dah ngiler nih.

    • Gua suka komen lu bos..mati kita per erat hubungan, kita hilangkan batas batas garis keturunan, saat ini mari kita lihat Indonesia ini butuh nasionalisme kita, butuh kebersamaan kita, butuh persatuan. Kita ini warga negara Indonesia yg cinta Indonesia.

      Mudah mudahan SU 35 dan Rafale jd dibeli.

  27. harusnya dr tingkat sd smpe universitas tiap hr hrs nyanyiin lg indonesia raya sblm melakukan aktivitas.
    thank prof surya ats kontribusinya tuk negara ini, tuk bung jalo goodjob

  28. inget kata mendiang kakek waktu marahin ane karna ogah ngerjain sesuatu dgn alasan ane kagak bisa, barang ketok og ra iso, barang terlihat kog kagak bisa..maksudnya kakek sebenere semua buatan manusia bisa dipelajari n dikerjakan..semua..

    pesan pak prof yg ane tangkep..
    mengajak masarakat indonesia belajar, bekerja n nerapin kebisaannya ato keahliannya yg sesuai dgn bidangnya masing2 secara maksimal agar hasilnya juga maksimal..

    kalo di level masarakat umum seh udah..masalahnya yg bikin pesimis ntu pada pejabat n petinggi kita, mereka punya semangat kayak kata2 pak prof kagak..masarakat bilang bisa, yg sono bilang kagak..masarakat dah berbuat, yg sono kagak ngapresiasi..masarakat disuruh nahan konak, yg sono nambah tunggangan..

    tapi kagak juga kita bisa serta merta nyalahin pemerintah trus, mungkin ntu emang permasalahan negara berkembang yg serba terbatas n duit orientit..tinggal kemauannya cemana..
    imho, in mai hoblok opinien..

    • bukan nganggep wajar, problem negara berkembang kan emang segala sesuatunya terbatas..

      anggaran terbatas, infastruktur terbatas, apa2 terbatas..sebagean orang dah coba ngelewatin batas ntu, tapi karna pemikiran pemegang pulpen mangsih terbatas n orientit duit ya kagak tembus..

      • Kadang ane juga heran bang kenapa orang yang pegang tuh bolpen kok duduk di situ, bukan yang milih tapi kesadaran diri pan udah dewasa.oh gue kagak becus kerja jadi ini coba yang lain deh kali aja bisa becus gitu. Kalo propesional dalam bekerja pasti malu kalo kagak bisa berbuat banyak dengan kekuasaan yang ada. Kalo misal pesenan yah bubarin ajah semua parte biar yang ada bener bener wakil rakyat. Bukan wakil rakyat dari partai, tapi wakil rakyat dari suku. Biar pembangunan ngga di jawa mulu. Walo ane orang pulo jawa tapi ngenes kalo keluar jawa bang(kecuali batam bintan). Kalo kata temen ane cuman atu. Banyakin jalan dan lebarin. Biar roda ekonomi berjalan baik, walopun sekarang kosong, nanti ya bakalan ngisi orangnya, soalnya kita pemilik jiwa pemberani mau soliter juga bisa, ngga kayak di luar negri harus hidup berkelompok. Di luar negri mana ade jalan kelas IIIc nyang hanya cukup 1 truk lewat walopun tempatnya terpencil. Minim IIIa. Tau dah bang kalo ngomongin itu berat di dada

      • Yup bener bung anak sorong, saya sudah beberapa kali temui masalah ini di Serui pernah, di Maluku pernah, di NTT, Kisar, dll… Banyak anak pintar, makanya Prof. Yohanes pernah turun ke Papua untuk melihat masalah ini dan yg kereen pemda berlomba-lomba memberikan dana. Tapi memang wilayah mutiara hitam kita tetap saja harus sering dipantau jauh dari ibukota jadi membuat mereka menjadi raja, kasihan generasi masa depan kita dan saudara-saudara kita disana. Sifat “iri” tidak pernah akan redup, tank Leopard ditaruh di jawa aja teman-teman di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Bali, dll sudah ngeluh apalagi infrastruktur yg sangat tertinggal dari daerah lain.

        Salam
        🙂

  29. Bangga dg komitmen prof. Yohanes Surya,sejatinya kita dilahirkan menjadi seorang pemenang bukan seorang pecundang. Dari awal proses pembuahan, dari jutaan sperma hanya satu sperma yg jadi pemenang yg bisa membuahi sel telur ibu kita. Bangsa yang merdeka ialah bangsa yang selalu mencari solusi untuk setiap permasalahan bangsanya. sebaliknya bangsa yang selalu mencari satu alasan untuk setiap masalahnya ialah bangsa yg kerdil, bangsa yg tidak punya masa depan. Sama dengan diri kita sebagai rakyat indonesia, kita harus berani bermimpi, sebesar apapun itu, yakin pada kemampuan diri sendiri. Beberapa warga JKR ada yg bilang bahwa malingsial lbh hebaat, singaporno lbh, dll.Siapapun rakyat indonesia yg meragukan kemampuan anak negeri sendiri berarti diriya adalah segelinntir rakyat yg belum merdeka, rakyat yg pikirannya masih dijajah oleh pikiran kerdilnya sendiri. Mari kita berani bermimpi NKRI akan menjadi bangsa yang lebih sejahtera adil dan makmur, bangsa yang unggul bibit, bebet, bobotnya, bangsa yang segani dan dihormati bangsa lainnya.

    • Like…

    • setuju banget..
      setelah itu sekarang saat nya kita mulai melangkah menggapai mimpi itu dengan sebuah langkah kecil dari diri kita sendiri, dari dalam keluarga kita dll sehingga akan memberikan efek bola salju menjaidi gerakan / langkah bangsa Indonesia. dimana cita2 tersebut pasti kita capai dengan hasil yang memuaskan..
      salam tuk semuanya, Tuhan memberkati.

  30. Harus optimis… Jgn dkit2 pesimis..
    makash bung @Jalo , . Artikel2 ny mantab abis.. KITA BISA , INDONESIA BISA!!!

  31. Nasionalisme bagiku sederhana

    Nasionalisme bagiku adalah Panas Lava gunung Merapi
    Nasionalisme bagiku adalah Dahsyatnya Tsunami Aceh
    Nasionalisme bagiku adalah Tingginya Jayawijaya
    Nasionalisme bagiku adalah Dalamnya palung sulawesi
    Nasionalisme bagiku adalah Keindahan Bunaken dan Raja Ampat
    Nasionalisme Bagiku adalah gemulai tarian Bali dan ronggeng Betawi
    Nasionalisme bagiku adalah Kemegahan Borobudur dan Gunung Padang
    Nasionalisme bagiku adalah kemisteriusan Anak Krakatau dan SukuDani
    Nasionalisme bagiku adalah luas danau Toba dan pasir putih Gili Watu
    Nasionalisme bagiku adalah Keajaiban Kelimutu dan Komodo
    Nasionalisme bagiku adalah liku-liku Ngarai Sianok dan TanjakanCemoro Sewu
    Nasionalisme bagiku adalah Gemilang Tarumanagara, Sriwijaya dan Majapahit
    Nasionalisme bagiku adalah Penguasaan 100 persen Blok Mahakam, Freeport, Newmont, Natuna dan Blok Cepu
    Nasionalisme bagiku adalah Geliat Pertamina, Pindad, PT DI dan Bank BRI
    Nasionalisme bagiku adalah Ekspor Pesawat PT DI dan Anoa PT Pindad
    Nasionalisme bagiku adalah gak perlu Import Beras, Garam, Gula apalagi Singkong
    Nasionalisme bagiku adalah asin garam Madura dan manis Gula PTPN X
    Nasionalisme bagiku adalah barang-barang made in Indonesia
    Nasionalisme bagiku adalah Harga daging sapi 45 ribu, Cabe 20 ribu, Jengkol 20 ribu,Bawang 20 ribu, Beras 6 ribu perkilo,Tahu 500 dan Tempe 2500 perpotong
    Nasionalisme bagiku adalah TNI yang kuat dan hebat
    Nasionalisme bagiku adalah Pemerintahan yang paham keinginan rakyatnya
    Nasionalisme bagi anda adalah………………….?

    Indonesia, Medio Agustus ‘14

  32. Indahnya keberagaman anak bangsa yang akhirnya bermuara pada kejayaan INDONESIA. Salut Bung Yohanes. Moga sehat2 semua, salam NKRI

  33. Ini untuk bung Anak Sorong….

    Ada yang menarik dari sekolah GENIUS (sekolah untuk anak berbakat) Surya Institute. Menurut guru matematikanya dari 10 siswa sekolah GENIUS, yang paling menonjol matematikanya adalah Ayu Rogi dan Nita Kogoya. Logika kedua anak papua ini sangat bagus, dan mereka berani mengemukakan pendapatnya di depan kelas. Bikin minder teman-temannya yang rata-rata punya IQ diatas 140 (bahkan ada yang 159). Anak saya yang sekelas dengan mereka mengatakan “papi anak-anak papua ini jago jago banget…sulit saingan dengan mereka…”.

    Saya teringat sekitar 3-4 tahun yang lalu ketika kami mengambil mereka dari Papua. Ayu kami bawa dari Waropen (sebuah pulau dekat Biak). Waktu itu seringkali ayu nangis, tidak mau belajar. Kadang ketika ada kelas, ia lari ke WC ngumpet. Pelan-pelan gurunya membujuk dia, saya ikut memotivasinya. Akhirnya ia mau belajar dan bangkit untuk mengejar masa depan. Ia menyabet medali perunggu dalam OSN matematika 2012. Sedangkan Nita dibawa dari pedalaman kabupaten Nduga yang merupakan pemekaran kabupaten Jayawijaya. Waktu kami bawa Nita, Nduga masih hutan lebat, rumah bupati saja belum ada. Nita sangat rajin dan punya daya juang yang hebat. Buku Matematika SD selesai dalam waktu 6 bulan. Kemampuan aritmatika dan geometri anak ini sangat menonjol.

    Saya melihat betapa hebatnya anak-anak daerah ini kalau dipoles dengan baik. Bayangkan Indonesia punya jutaan anak dari berbagai pelosok…. Kalau saja mereka dapat guru-guru yang hebat dan diajar dengan metode yang tepat…wah…. Indonesia akan jadi negara yang luar biasa….

    Oleh: Prof. Yohanes Surya

  34. Dengan sistem liberal seperti ini susah untuk maju yg ada sdm dan sda kita terkuras keluar negeri.jgn bicara soal kemakmuran untuk makan aja susah.kalau cuma kemakmuran yg dimiliki malaysia sih lewat padahal malaysia belajar dari ilmu suharto.kita?campakkan semua sesuatu yg baik yg ada pd suharto,contohnya jurus pengendalian inflasi.dulu sering saya dengar patokan harga sayur mayur dan sembako di radio.

  35. Hanya bangsa yang menguasai iptek yang bisa bertahan di masa depan Indonesia butuh banyak orang seperti beliau yang tanpa pamrih berjuang demi pendidikan Indonesia tinggal pemerintah harus benar benar membuat sistem pendidikan yang dapat menghasilkan guru guru yang hebat yang akan mencetak generasi emas bangsa Indonesia semoga. Salam buat para kontributor jkgr jangan bosan bosan buat artikel yang inspiratif sebagai oase ditengah degradasi kualitas media massa di Indonesia.

  36. satu hal yg pasti,negeri ini adalah titipan,titipan dari anak cucu kita,generasi penerus bangsa ini,merekalah yg melanjutkan estafet perjuangan kejayaan negeri
    yg menyedihkan,sistem pendidikan saat kurang bisa menempa mereka menjadi generasi generasi terbaik dimasa depan
    generasi peneruslah yg harus kita lindungi dan kita persiapkan untuk menjadi generasi cahaya kejayaan bangsa yg adil,beradab dan menguasai teknologi

 Leave a Reply