Feb 072015
 

Airbus berhasil melakukan uji terbang perdana pesawat angkut militer A400M Royal Malaysia Air Force (RMAF). Pesawat lepas landas dari fasilitas perusahaan di Seville, Spanyol, dan mendarat setelah satu jam dan 30 menit, menandai tonggak penting dalam pengiriman ke pelanggan.

Malaysia memesan empat pesawat A4000M berikut pelatihan dan logistik dari Airbus dengan kontrak RM3.5 miliar ($ 1,1 miliar) pada bulan Desember 2005.

Pesawat ini akan melengkapi armada pesawat Hercules C-130 RMAF yang menua dan melipatgandakan kemampuan operasional dengan menyediakan airlift berat dan kemampuan pengisian bahan bakar udara-ke-udara.

Pesawat ini diharapkan diserahkan kepada RMAF akhir tahun ini dan akan dioperasikan oleh Skadron 22 RMAF.

Sementara itu, sejumlah pilot, insinyur pemeliharaan dan teknisi RMAF sedang menjalani pembelajaran di pusat pelatihan Airbus Defence, Spanyol.

Pesawat A400M RMAF (photo: Janes.com)

Pesawat A400M RMAF (photo: Janes.com)

Sebagai airlifter taktis dengan kemampuan strategis, A400M dapat dikonfigurasi untuk melakukan pengiriman kargo jarak jauh, transportasi pasukan, evakuasi medis, pengisian bahan bakar udara dan misi pengawasan elektronik.

Pesawat ini dapat membawa beban dua kali lebih besar dari pendahulunya untuk penerbangan antar benua jarak dengan kecepatan sebanding pesawat jet.

Didukung oleh empat mesin turboprop Europrop TP400-D6, pesawat juga bisa mendarat di landasan pendek atau landasan perintis siap dengan aksi militer atau kemanusiaan.

Selain Malaysia, A400M telah dipesan oleh angkatan udara Belgia, Perancis, Luksemburg, Jerman, Spanyol, Turki, dan Inggris. (James.com).

  58 Responses to “Pesawat A400 RMAF Terbang Perdana”

  1.  

    Pertamax kah…???

    •  

      Numpang pertamax ya bung Linggo
      Mantap nih…makin banyak Airbus dapat orderan, makin banyak jg PT. DI kecipratan orderan dr Airbus. Kerjasama yg bagus sekali.
      Salam NKRI

    •  

      Kadang bagus itu belum tentu efektif. Kebutuhan TNI AU berbeda dengan kebutuhan TUDM. TNI AU butuh Pesawat aerial tanker seperti MRTT yg menggunakan double system (probe and drogue juga boom and acceptance). Sayang A400M tidak memiliki kemampuan tsb

  2.  

    Borong saja laahhh…..

  3.  

    Sasaran empuk.

  4.  

    Mantap

  5.  

    horeee

  6.  

    ckckckckck, negara cma seluas itu beli pswt gk kira2…emm mau deploy pasukan kmna y??? ….salam hangat.

  7.  

    Nanti lama2 mesin nya pada hilang satu satu…:D

  8.  

    Bung Wehr..Bung Alugoro..gimana nihh, mereka beli A400 banyak..
    Adakah yg perlu saya takutkan.. adakah yg perlu saya tertawakan??

    •  

      Bung Petruk…gak ada yg perlu ditakutkan tp jg gak ada yg perlu ditertawakan..

      Gak ada yg perlu ditakutkan karena malay tdk akan membawa paratroopers dgn pesawat ini…membawa banyak para dlm satu pesawat sama saja menaruh telur dlm satu keranjang seperti yg sering di analogikan bung Alugoro…sekali tertembak, lebih dari 200 nyawa akan melayang…lebih efektif membagi paratroopers kedalam pesawat2 yg lebih kecil agar sebaran para lebih efektif dlm satu DZ dgn timing yg lebih singkat dan dlm waktu yg bersamaan…paling banter malay akan menjadikan nih pesawat sbg truk udara ketimbang ofensif karena MLC nya yg lebih besar drpd Herky…lagipula malon punya paratroopers berapa seh… :mrgreen:

      Dan tdk ada yg perlu ditertawakan karena dgn daya angkut yg besar pesawat ini sangat efektif dlm angkut barang terutama dlm misi kemanusiaan…..ini pesawat bagus..tp peruntukannya jd lebih sempit ketimbang herky…

    •  

      untuk jiran kita yang satu ini memang suka “Out of Box”. penggunaan a400 adalah untuk memudahkan jalur supply logistik dari semenanjung ke serawak dan sabah. karena menurut analisa mereka kans untuk logistik lewat laut besar kemungkinan gagal atau kena hadang al. karena perbandingan jumlah kapal kelewat jauh (terutama jumlah KCR yang mencapai 30 unit). kans terbesar ya lewat jalur udara. karena dalam pemikiran top brass mereka tudm bisa mengatasi au baik dari segi jumlah dan kualitas pespurnya. tinggal kita apakah au bersiap sedia untuk hal tersebut ? sedangkan penambahan skuadron baru dan pengganti f-5 sampai sekarang belum diputuskan.

  9.  

    Pesawat ini pernah di tawarkan ke TNI AU, sayang nggak di ambil. Malah ambil Hercules retrofit ex AU Australia. Sebenarnya pesawat ini cocok utk temannya C295 TNI AU. Hercules ex Australia lebih baguskah atau lebih murahkah kok di pustuskan di ambil? Kenapa, ada yang tahu?

  10.  

    setelah 10 thn baru terbang perdana, eeeh uji coba terbang ya

  11.  

    Pilih pesawat AWACS dibanding pswat angkut… Malon beli alutsista yg tak sesuai dng kubutuhan hutang pun bertambahhh

  12.  

    Pesen 1 juga harusnya

  13.  

    Persiapan buat kirim pulang TKI di sono, karena iklan yg menghina tki, kirim pulang semuanye biar ekonominye KOLAPS…!!! negara sok kaya,angkuh bentar lagi juga bangkrut..PROTON aje ga maju” dinegaranye,sok” an rakyatnye malah beli produk luar..

    ….NKRI HARGA MATI…

  14.  

    kalo harga 4 pesawat A400M Malaysia seharga $ 1,1 miliar.. berarti seharga dengan 8 Apache AH64E Indonesia atau 1 A400M = 2 Apache AH64E Indonesia.. atau seharga 3 kapal selam Changbogo Indonesia..
    kog mau ya Malaysia beli pesawat angkut yg harganya selangit,, atau munkin harganya dah di mark up??

  15.  

    kalo harga 4 pesawat A400M Malaysia seharga $ 1,1 miliar.. berarti seharga dengan 8 Apache AH64E Indonesia atau 1 A400M = 2 Apache AH64E Indonesia.. atau seharga 3 kapal selam Changbogo Indonesia..
    kog mau ya Malaysia beli pesawat angkut yg harganya selangit,, atau munkin harganya dah di mark up??

  16.  

    buat apa pesawat gede-gede entar jadi sasaran empun, semoga nasibnya ga seperti pesawat melesia yang lewat ukraina…bimsalabim…hilanggg…

    •  

      Pembelian pswt ini membuktikan negara lain benar benar memikirkan alat militer untuk eksodus dan melarikan diri bila suatu saat kalah perang dgn Indonesia..

  17.  

    Angkat jempol buat Malaysia karena tidak tau prioritas alutsista yang musti di beli.
    Positip tingking ajah..mungkin pembelian ini salah satu obyekan oknum petinggi militer mereka, yah miriplah dengan oknum militer negara tetangganya gitu.

  18.  

    Saya beberapa kali ikut Operasi Militer Selain Perang atau yg dikenal OMSP baik di dalam negeri maupun di luar negeri yg di gelar TNI. Saya rasakan sendiri, kita sangat membutuhkan pesawat sekelas ini, seperti waktu operasi di Topan Haiyan Filipina, Gempa Padang, dan kasus2 lainnya. Seharusnya pemerintah sudah siapkan opsi untuk menggantikan hercules lawas skadron 32 yg sudah tidak layak.

  19.  

    indonesia jangan ikutan malon, mendingan dibeliin radar militar atau s300/400, baut hajar malon, ausi, singaparno

    •  

      Betul bung, kita punya prioritas sendiri. Kebutuhan kita saat ini belum untuk angkut berat seperti A400M ini. Fokus melengkapi kekuatan pespur dulu. Lagipula beli A400M saat ini tidak tepat. Pesawat ini masih baru sehingga masih banyak muncul trouble seperti milik RAF. Biar saja Mereka jadi kelinci percobaan, jika nanti sudah bagus baru kita beli. Lebih efektif seperti ini

  20.  

    sebenarnya sudah terlihat dari kasus malaysia membeli pesawat A.380 hasilnya sekarang jelas MAS Bangkrut sampat mantan PM nya marah marah, karena membeli kapasitas pesawat besar saat melayani satu rute saja (mis: KL ke Hongkong) saat terbang dari Malaysia 70% kapasitas pesawat saja yang terisi karena sakingbesarnya pesawat tetapi saat pulang pesawat kosong melompong sedangkan biaya penerbangan satu kali trayek aja bayangkan miliaran kalau pulang kosong tetap harus keluarin miliaran berarti = OMPONG sama halnya pembelian pesawat angkut baru ini, terlihat hanyalah sia sia hanya membuang duit negara untuk biaya operasional pesawat kebayang kalau latihan perang berapa miliar ringgit kebuang hanya untuk biaya operasional….so … bung FRANS sekali lagi kalau ngomong MIKIR…..ketahuan TNI AU pintar dengan mendapatkan pesawat agak kecil dgn biaya murah dan dapat banyak refurbish kembali baru biaya operasional murah onderdil banyak (semakin banyak barang semakin murah harga) terbukti tangguh…so HERCULES tiada lawan……sekali lagi bung FRANS kalau ngomong MIKIIIRRRR

  21.  

    selamat untuk malaysia yang menjadi penguna pertama diasia tengara&selatan,terlepas dari kontroversi yang melingkupinya.kalo Indonesia lebih memilih yang terbukti battle proven C-130 baik itu hibah ataupun second.pesawat angkut kelas berat sangat kita butuhkan untuk fungsi suplays/distribusi masalah kemanusian,karena wilayah kita termasuk rawan bencana.C-130 butuh teman. AN-70 bisa jadi alternatif karena DPR RI&pemerintah ukraina sudah sangat terbuka soal belanja alusista alih teknologi diukraina.

  22.  

    Mari kita analisa lebih jauh.
    A400 Atalas daya angkut +/- 35 ton daya jangkau +/- 6.000 km
    C130 Hercules daya angkut +/- 20 ton daya jangkau +/- 3.700 km

    Malaysia keluar biaya US$1.1 milyar untuk 4 unit A400
    Indonesia keluar biaya US$100 juta untuk 9 unit c130 retrofit dari Australia.

    Saya kira pilihan TNI AU lebih rasional dan worthed. Di samping itu juga C130 lebih murah dlm biaya operasional dan maintenance.

    •  

      Terpaksa rasional tepatnya!

      Dengan anggaran budget segitu, mesti putar otak dan dapatnya punya Ausie. Kalau punya duit ya si airbus ini udah diincar dari dulu.

      Dulu juga sebelum ngambil f16 2nd kita maunya yg block 52 up aka 60, tp dengan budget segitu cuma dapet 6 unit kosongan (belum pelatihan, sucad, biaya pengiriman, tentengan dll), mikir lagi deh. Hasil mikir dan konsultasi ya ambil yg 2nd.

      Skrg ngincer su 35, tp dengan budget segitu kemungkinan cuma dapet 6 unit kosongan. Mikir lagi deh trus mau ngincer gripen atau nambah f16 lg? Mudah-mudahan dapet suntikan budget tambahan.

  23.  

    Bung SEMPAK, jangan terlalu merendahkan komentarnya, sesungguhnya dibalik ini semua adalah “Strategi” …………………………………………… jadi jangan terlalu meng-“Under Estimate”

 Leave a Reply