Sep 242014
 
image

Malaysia segera datangkan 4 pesawat A400M ATLAS dari Airbus defence and space

Pesawat pertama dari empat pesawat transport A400M ATLAS yang dibuat Airbus Defence and Space untuk Malaysia, segera melakukan ground testing sebelum diserahkam pada tahun 2015, ujar pihak Airbus DS, 23 September 2014,

Pesawat Airbus A400M ATLAS ini dalam proses perakitan tahap akhir di Sevilla, Spanyol, dimana semua komponen besar sudah disatukan. Selanjutnya pesawat pesanan Malaysia ini akan melakukan ground testing dan tes terbang dan direncanakan diserahkan kepada Royal Malaysian Air Force (RMAF) pada triwulan pertama 2015. Dua pesawat selanjutnya diserahkan di akhir tahun 2015, sedangkan 1 pesawat lagi diserahkan tahun 2016.

Tim pertama pilot RMAF telah menjalani pelatihan di pusat pelatihan Airbus DS International di Sevilla Spanyol dan akan disusul oleh personel teknisi.

image

Malaysia menjadi konsumen ekspor pertama pesawat A400M setelah menandatangani kontrak tahun 2005. Pesawat ini akan menambah armada angkut RMAF, selain C-130H Hercules yang sudah menua, dan akan diremajakan nantinya.

Malaysia mengeluarkan dana 2,5 miliar dollar untuk pengadaan empat pesawat A400M, yang juga memperoleh kontrak pengadaan komponen pesawat yang dikerjakan oleh perusahaan Malaysia CTRM (Composites Technology Research Malaysia). (Janes.com).

  92 Responses to “Pesawat A400M Pertama Malaysia”

  1. Indonesia ketinggalan lagi, ayolah borong alutsista yang gahar jangan lemah

      • Bungkusssss jangan mau kalah sama tetangga, masa kita pake cn 295 mulu malu dong.

        • ngg usah malu bung, kita kan C-295 kan beberapa persen bikinan sendiri, dari pada besar tapi beli, mendingan kecil tapi bikin sendiri. ingat kata presiden soekarno “PRESIDEN PLANE IS THE IDENTITY AND PROUDNES OF THE COUNTRY”. bagaimana mau jadi identitas kalau produk pesawat presiden ny saja masih beli meskipun sudah berbendera indonesia

          ahhh… paling bentar lagi juga jadi rumpon ny bung PS
          haha

          • Tul, ngapain malu dan merasa tertinggal. Saya malah nyengir begitu tau mereka beli lagi. Dulu katanya akan “dirakit” di Msia, kok beli utuh lagi???

          • Belajarlah dari India, dan mereka (India) tidak merasa malu menggunakan produk buatan mereka sendiri, sekarang kekaguman dunia pada india karena berhasil membuat satelit mereka mengorbit ke MARS dengan biaya 10 x dibawah Satelit buatan NASA, ayo Indonesia Bisa, mulai dengan kebanggaan pada buatan sendiri,walaupun sekarang diketawain bangsa lain,tapi saya yakin 10 tahun kemudian Indonesia akan dikagumi dunia

        • yg penting buatan/rakitan INA bung

        • buat apa gede gede…..sedeng aja c 295 cukuplah….negara kita kan kepulauan………kalau mau angkut barang atau pasukanbanyak kan dah ada .punya kapal LPD……

    • Kan pak Poer sudah meninjau langsung disono dan mencoba di cocpitnya,, dan TERKESAN< Semoga di peripde 2015-2019 ada realisasinya C 295 lisensi produknya dan sales untuk asia pacific sudah diserahkan ke PT DI.. hal itu untuk meredam keinginan PT DI mengembangkan kembali N 250, bila pregio pop sukses maka bisa dibuat versi militernya dan tentu saja PT DI akan lebih konsentrasi menjual R 80 dari pada C 295... dan suatu saaat lisensi A 400 M atlas ini bisa juga diberikan ke PT DI ,, bila tidak ingin PT DI dan PT RAI meningkat untuk memproduksi pesawat sekelas atlass, Pak habibie nya sih siap saja ,, Dana pendukung yang belum siap Imho

      • wah… semakin hebat yah nilai tawar PT DI di dunia dirgantara Internasional…..
        semoga sukses selalu

      • Sepengetahuan saya Neo N250 sdh dlm tahap “finalisasi”. Semoga tdk bernasib seperti kakaknya yg di amputasi kaki,tangan,mata jg sayap nya. Semoga bsa melihat N250 terbang lg di angkasa sperti tahun 95an yg lsg membuat industri pesawat jantungan bahkan lsg game over.

        Hehehehe

        • Bung PR mungkin,,, ini mungkin lho ya
          Kenapa PT DI gak mau meneruskan N 250 yang hak patent dan lisesnsinya dipegang oleh pemerintah adalah alasannya karena dapat lisensi dari C 295,,sedangkan persoalan utama tidak didukung dana oleh pemerintah,,

          Sedangkan Pregio pop murni swasta ,PT DI hanya sebagai Kontraktornya saja,, Lisensi dan hak patent dipegang PT RAI .
          Nah daya tawar PT DI bisa naik bila pregio pop R 80 sukses dan PT RAI mengarah produksi ke pesawat lebih besar,,

          Disaat itu AIrbus DS akan GENTAR

          • Sepertinya begitu bung soalnya rekan di RnD jg sdkit ngelus dada pas sy tny kemungkinan daya saing neo vs c295 soalnya beberapa item yg dlu sempat akan disematkn di N250 skrg di pake c295 tentunya dg upgrading. Sy pribadi berharap dana pemerintahjjgjg digelontorkn besar2an pd industri penerbangan kita agar para enginer terbaik negeri bsa hidupkn lg industri dirgantara kita seperti amanat alm.pres Suharto dlu. Yah,hny pendapat pribadi sy sj

          • Bung PR
            Itu karena PT DI dituntut menjadi perusahaan yang harus UNTUNG,,

            Seharusnya ada satu divisi di PT DI yang bekerjasama dengan LIPI,LAPAN dan lembaga terkait,, untuk program RnD yang semua operasionalnya di tanngung pemerintah,,bukan menjadi tanngungan dan beban PT DI,

            Karena PT DI gak bisa allout lagi seperti jaman pak habibie yang tidak mengejar menjadi perusahaan untung.,,

            thanks bung diskusinya

      • Klo dananya kurang patungan aja yuk Bung Satrio hehehe …. Pasti cepat dah jadinya

      • salam kenal pak, setuju pak….. maju terus bangsa Indonesia. maaf tdk ngerti mau komen apa. hanya buruh pabrik….

      • Bung Satrio. Kalau dilihat, R80 dan C295 produk yang beda posisioning nya yah. Dari sudut pandang PTDI tentu pertimbangan profitabilitas sangat penting, maka bentuk kerjasamanya dengan perusahaan lain mau tak mau selalu mendasarkan kelayakan bisnisnya.
        Dari situ saya rasa, selama bentuk kerjasama baik dengan Regio maupun Airbus dipandang menguntungkan PTDI akan ambil. PTDI sangat mungkin akan menjual pesawat penumpang sipil dan juga pesawat militer. Dilihat dari pasar, saya lihat juga memungkinkan.
        Saya lihat untuk pasar pesawat angkut militer, yang bisa dibilang sudah ada produk-produk eksisting mulai dari kelas ringan sampai berat, tampaknya PTDI menggunakan lisensi, dan saya rasa sudah tepat paling tidak untuk 10 tahun ke depan. Untuk pesawat penumpang komuter tampaknya PTDI akan joint, dan melihat pasar domestik yang besar saya rasa juga tepat, meskipun harus benar-benar matang hitungannya.
        Kalau dari sudut pandang pertahanan, saya rasa yang perlu di litbang sendiri adalah perangkat pertahanannya, mulai avionik, peralatan pernika, radar, rudal, torpedo, dan yang lain.
        Ke depan PTDI juga perlu meminta ruang gerak lebih luas untuk memodifikasi pesawatnya sesuai kebutuhan user. Saya kira selama ada pembagian pasar yang jelas Airbus tak akan keberatan.

    • Menurut saya Indonesia lbh cocok mengeoperasikan CN295 krn bisa mendarat di lapangan terbang kecil dgn run way dibawah 1Km artinya bisa ngedrop pasukan secara efektif dan cepat, selain dgn kapasitas angkut personel 71 orang atau bisa dgn kargo peralatan perang mencapai 9 ton… negara malaysia kan negara jaguh, sombong dan suka pamer akutsista, pengennya selalu di liat serba wah…

  2. Dor….

  3. Kpan gliran kita pnya

  4. Wah Pesawat pertama kali TUDM sebesar Airbus A 400M.kapan ya TNI-AU menyusul tentunya dengn Produk dr PT.DI

  5. Nda usah cemburu,…kita bisa buat sendiri

  6. Sabarrr…nanti juga..dateng…

  7. mendingan globemaster deh, biar greget

  8. nggak perlu kita beli macam itu, nanti kalo R-80 punya pak habibie dah jadi mungkin bisa d rubah versi angkut militer, mudah-mudahan bisa..

  9. eleven

  10. percuma mendatangkan A400 dan nerjunin prajuritnya kalo ujung2nya mendarat kek gini :mrgreen: 😆 :mrgreen:

  11. Indonesia juga sudah pesan kok. Nanti kerjasama dengan PT.DI . Perlu diketahui Airbus Military adalah mitra PT. DI. Tenang saja tidak usah panik !!!!

  12. jd seperti iklan yamaha..semakin di depan,yg lain makin ketinggalan

  13. Ass.N 295 bisa nggak ya di oprek jdi pswt pembom? Abangda2 sepuh,mohon pencerahannya ya? harapan sales krupuk.com

  14. pesana TNI berape unit dan kapan nyampe, mudah2an masih tahun 2014 dah !

  15. Mereka beli, bukan bikin sendiri. kebagian ngrakit juga tidak

  16. Sudah2..jgn gengsi…kali ini yg dibeli malon emang keren..selamatin aja
    Buat discuss ilangkan iri hati pake akal sehat.
    Coba cek $2.5milyat buat 4 a400m….emang sgt harganya??
    Rata2 1 biji 600an lebih…perasaan pernah baja 1 biji a400m.cuma 170jt
    Menurut ane penambahan beli sparelart..yrus training crew gak semahal itu deh….
    Yuk dibabar inpo2hny

  17. calon makanannya rudal tni

  18. Mayor PNB I Gusti Ngurah Sorga Capai 1000 Jam Terbang Dengan Sukhoi
    Rabu,24-09-2014
    Disela-sela latihan terbang untuk persiapan Fly Pass dan demo udara pada acara puncak peringatan HUT TNI ke-69 tanggal 7 oktober 2014 yang akan dilaksanakan di Koarmatim Surabaya, Mayor Pnb I Gusti Ngurah Sorga meraih 1000 Jam Terbang dengan pesawat Sukhoi 27/30, ditandai dengan upacara tradisi siraman air bunga dan penyematan Badge 1000 Jam Terbang Sukhoi oleh Komandan Lanud Iswahjudi Marsma TNI Donny Ermawan T., M.D.S., di Shelter Skadron Udara 14, Lanud Iswahjudi, Selasa (23/09/14).

    Mayor Pnb I Gusti Ngurah Sorga yang mempunyai call sign ?Raptor? merupakan Alumni AAU tahun 2001, saat ini menjabat sebagai Komandan Flight Ops Skadron Udara 11, Lanud Sultan Hasanudin Makasar, meraih 1000 Jam Terbang Sukhoi yang dilaksanakan secara sederhana tersebut dihadiri Danwing 3 Lanud Iswahjudi, Danwing 5 Lanud Sultan Hasanudin, Para Kepala Dinas, Para Komandan Skadron jajaran Lanud Iswahjudi dan Danskadron Udara 11 Lanud Sultan Hasanudin.
    Dalam kesempatan tersebut, Danlanud Iswahjudi menyampaikan ucapan selamat dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas prestasi pencapaian 1000 Jam Terbang dengan pesawat Sukhoi, dengan harapan apa yang telah dicapai dapat meningkatkan profesionalisme sehingga dapat diaplikasikan untuk menunjang kelancaran kedinasan yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya.
    Sumber : Lanud-iswahjudi
    https://www.facebook.com/IndonesiaMilitaryUpdateNews?fref=nf

  19. Pswt yg hebat dan canggih, kita tunggu sj pilotnya mlysia bs nyetir pswt ini atau nggak.., secanggih apapun ntar bs hilang lg pswt mrk klo pilotnya nggak terampil.

    Beda dgn pilot2 kita

    Monggo dilanjuutt..

    • Pilot kita yang pada nyungsep nyetir foker bung ? Sudahlah bersikap rendah hati lebih baik daripada jumawa

      • Hikss..saya cm mengulang komen yg kmrn2, kalo pilot2 kita handal di segala medan. Spt wkt pilot kita dikirim ke filipina ngirim bantuan bwt korban topan, Ituu yg Ada foto2 dr om Jalo…, tetapi saya tetap berterimakasih atas masukan anda. Selamat berdiskusi..monggo dilanjutt..

  20. Kalau kita beli buat angkut apa ya? Buat ngedrop paratroopers? Atau angkut senjata berat? Sy jadi tergelitik…

    Berapa sih yg bisa diangkut sebuah pesawat? daya angkutnya cm sedikit diatas hercules….kok ya sy tetep megang hercules walau lawas…maklum punya kaosnya beli di indomiliter store 😀 (tak bantuin promosi bung haryo :mrgreen: )

    Negara kita negara kepulauan…butuhnya angkutan laut yg memadai…cuma angkutan laut yg bs membawa ribuan ton sekali jalan…apalagi dlm keadaan perang…mengangkut pasukan sedikit demi sedikit dgn pesawat sama saja mengantar nyawa….

    Tak kasih contoh…saat jerman menyerang pulau kreta mereka mengirim Falschirmjaeger (pasukan para jerman) dlm tiga gelombang…karena keterbatasan jumlah pesawat gelombang pertama 2 batalyon yg segera di sapu bersih bahkan sebelum menginjakkan kaki di pulau kreta…hari kedua 2 batalyon lg yg jg tdk dpt berbuat banyak karena sedikit yg selamat mendarat…satu batalyon hari ketiga yg tdk membawa perubahan apapun pada situasi jerman di kreta….mereka malah ditolong oleh pasukan gunung yg bukan diterjunkan tp malah di drop dgn cara setengah di lempar keluar dr pesawat yg turun sedikit menjejakan roda di landasan terbang yg masih dikuasai musuh tanpa berhenti,menurunkan pasukan yg sampai jatuh terpelanting karena pesawat tdk berhenti dan terbang kembali…begitu seterusnya sampai seluruh gebirg division (divisi gunung) diturunkan…tentu saja sebagian anggota divisi gunung ini menjadi korban peluru musuh yg masih menguasai landasan…tp tdk ada cara lain karena laut dikuasai inggris…

    Tiga tahun kemudian sekutu mengulangi tragedi kreta di belanda lewat operasi market garden…hari pertama mereka menerjunkan 4 batalyon pasukan yg segera di sapu 2 divisi panzer jerman yg berpengalaman…hari kedua 4 batalyon lg yg nasibnya sama dengan penerjunan pertama…hari ketiga libur karena cuaca buruk sehingga jerman berpesta pora menghabisi sisa pasukan sekutu yg terjun sebelumnya…hari berikutnya diterjunkan lagi 3 batalyon yg tdk memberi apa apa karena kekuatan sekutu di belanda sudah sangat lemah…akhirnya mereka mundur karena sdh tdk memikiki kekuatan yg cukup…cm 10% yg bs keluar dr belanda…sisanya tewas atau ditawan jerman…

    Kalau seluruh pasukan di drop dari laut maka ceritanya akan lain…ibarat api unggun kalau kita cm meneteskan setetes demi setetes maka api tersebut tdk akan padam malahan airnya menguap..tapi kalau kita langsung menyiramkan seember air itu maka dapat dipastikan apinya akan padam…

    Sering saya bilang jangan mengikuti ayunan pedang musuh….biarkan musuh yg mengikuti ayunan pedang kita supaya bisa kita tusuk dgn belati yg kita sembunyikan tangan kiri kita…

    • Bung Wehrmacht, bagaimana dengan operasi linud Seroja? Apakah ada yang salah?

      • Opersi seroja sdh kehilangan faktor kejutnya karena iring iringan kapal pengangkut pasukan sdh dipergoki 2 fregat portugal yg mau pulang kampung yg sdh pasti memberi tahu fretilin…penerjunan para pd malam hari sdh dpt diduga dan fretilin sdh melakukan persiapan…operasi para dpt dikatakan gagal mencapai objective karena unsur kejutnya sdh tdk ada…yg berhasil malah satuan marinir yg mendarat di pantai dili dlm keadaan gelap gulita karena listrik sdh dimatikan fretilin sbg salah satu acara menyambut tamu tak diundang mereka…

        • Emang marinir itu spesialis penyerbuan ya bung….Udah kodratnya sebagai pemukul pertama, gak peduli pantai terang ato pantai gelap, pantai karang atau pasir putih, pantai dengan barikade atau banyak bikini…. 🙂

    • Kalau pak SBY pidato tentang OMSP (Operasi Militer Selain Perang) dan menyerahkan cinderamata patung prajurit TNI berbaret biru kepada komandan USMA, berarti A400M dapat lebih mendukung ya?
      Kalau soal mampu mendukung ya semua komponen juga mampu mendukung, mulai dari C-130, CN295, CN235, bahkan C-47 dong ya? Hehehe 😀

      • Bagaimana kalau OMSP menggunakan helikopter selevel chinook atau Mi 8 saja? Bukankah lebih efektif dan dpt mendarat dimana saja tanpa persiapan khusus…

        Kalau menggunakan peaawat sayap tetap berbadan besar malah akan merepotkan karena harus menyiapkan landasan yg cukup panjang…seperti saat kita akan menolong korban gempa mentawai pemerintah harus membuat landasan darurat di muko muko bengkulu agar dpt mengakomodir pendaratan hercules yg membawa bantuan…

    • bung wehr kalau pesawat angkut militer besar bukannya sasaran empuk dan kalau berhasil ditembak jatuh kerugiannya besar terutama jika membawa banyak pasukan atau peralatan lainnya..?

      • Tetap dbutuhkan untuk operasi penyekatan bung dacil….hanya pesawat besar yg bs membawa linud dlm jml cukup sekaligus sehingga tdk perlu dicicil sdikit2 sehingga tdk memboroskan tenaga…

        Kalau mau besar sekalian…antonov ruslan kek…globemaster kek….

  21. Airbus udah sering kerja sama sama PT di Bung.. Tinggal masalah wKtu aja sama dananya…cn 235 . Cn 295 aja PT di yg pasarin buat wilayah Asia Pasifik… Cuma Airbus mau gk kehilangan pasarnya klo PT di bisa bikin A 400 di bawah lisensinya Airbus…mending kita manfaatin produk yg sedang di buat dan program yg udah jalan seperti R 80 , klo pasar domestik dan luar Trus ada permintaan Dr TNI bisa di oprek dah buat kepentingan militer…itu cuma pendapat saya aja ya Bung…klo mw jelasnya tnya ke Bung WH dia ahlinya soal ginian

    • Bung WH itu salah 1 ahlinya pt di dulu…td dia komen di artikel yg sebelumnya mw balik lg ke PT DI… Bung Satrio jg di atas udah ngasih pencerahan Bung…. Bisa diresapin dah

  22. Bung PCM
    sudah banyak kita bahas di artikel artikel terdahulu,, coba cari saja dan baca baca lagi,,

    BTW anda admintnya garuda militer ya bung
    hehehehe

  23. ngapain panik bro? gengsi? kita sudah ada herki,sudah sangat pengalaman sekali karna pengguna pertama selain ASU,bobot yg dibawa pun gak jauh,ada juga casa, cn 235, dan cn 295…ga perlu perbanyak pesawat cargo lagi.bingung naruhnya nanti.dana bisa difokuskan ke SU 35 BM atau SU 34 platypus :mrgreen:

    • Sekarang gak usah kita perhatian pada pembelian sonora. gak ngepek buat kita. yang kita perhatikan kalo dia udah belajar mau bikin pesawat, mau bikin kapal destro, mau bikin kapal selem, tentunya yang bisa laku di pasaran yah…

  24. Pengen punya sih wajar tapi efektif dan efisien gak pesawat itu digunakan di wilayah Indonesia krn infrastruktur pendukungnya diberbagai wilayah Indonesia masih bnyak yg belum punya seperti landasan pesawat yg mngkin tidak sesuai dng A400M….utk saat ini pesawat angkut kelas hercules dan C295 saya rasa sudah cukup, malah saat lebih setuju TNI mengakuisi Helicopter angkut kelas berat seperti Chinook ato Sapi terbangnya Rusia mngkin lebih bisa menjangkau ke wilayah / pulau terpecil yg tidak ada landasan pesawat

  25. R-80 setelah louncing semoga ada pengembangan upgrade versi militer R-100 Menambah panjang pesawat, melebarkan size badan pesawat, Membuat pintu hidrolik di buritan bawah ekor pesawat untuk kargo / paratrop dan menambah mesin Turbotrop dari 2 menjadi 4

    Inilah C-130 / A400m versi Indonesia…. Amien..

  26. maaf OOT….
    semoga link dibawah ini bisa semakin membuat sejuk hubungan Indonesia Malaysia….
    memang harus anak-anak yang membuat sejuk hubungan kita…. 🙂

  27. Itu beneran 4 pesawat 2,5 milliar dolar? Berarti 600 jeti/buah dong….. Kalo buat beli kasel cbg dapat 6 tuh

  28. Keknya beda deh gan…jauh gendut a400
    Jepun???uhm….beli senjata itu terkadang unsur politiknya kental bgt
    Untuk jepang ane bln ada pencerahan lagi…secara ane cuna butiran debu….cuma bisa jadi SR yg baik heheh

  29. biarin aja..mana tau amerika nawarin kita yg lbh gahar dr A400M

 Leave a Reply