Pesawat Caribou milik Pemerintah Daerah Kabupaten Puncak, Papua Jatuh

24
5

f2ca77fb-1c76-47b3-a6b1-716ea958c105_169Dunia penerbangan di tanah air, kembali dirundung duka, menyusul insiden jatuhnya Pesawat kargo jenis Caribou yang diperkirakan terhempas dari ketinggian 3.700 meter di atas permukaan laut di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua (31/10).

Hingga saat ini, lokasi di mana pesawat dengan kode penerbangan PK-SWW diperkirakan jatuh, belum bisa dijangkau karena terkendala cuaca buruk.

Pesawat Caribou milik Kabupaten Puncak saat diresmikan beberapa waktu lalu. (Dok. Istimewa via Detikcom)
Pesawat Caribou milik Kabupaten Puncak saat diresmikan beberapa waktu lalu. (Dok. Istimewa via Detikcom)

Menurut Direktur Operasi dan Latihan Badan SAR Nasional Ivan Ahmad Rizki Titus, helikopter untuk pencarian dan evakuasi saat ini sudah disiapkan. Namun berdasarkan pantauan Basarnas, kondisi cuaca di lokasi sangat tidak mendukung dan sulit ditembus.

“Cuaca berawan dan penuh kabut,” kata Ivan seperti yang disampaikan kepada CNNIndonesia.com, Senin (31/10).

Pesawat milik Pemkab Puncak itu berangkat dari Bandara Mozes Kilangin Timika pagi tadi pukul 08.23 WIT.
Pesawat jenis Twin Otter milik maskapai Trigana Air yang terbang dari Sentani Jayapura ke Timika sempat melintas di atas lokasi pesawat Caribou yang hilang kontak itu.

Namun, pesawat Twin Otter tersebut tidak dapat mendeteksi keberadaan pesawat Caribou lantaran tertutup kabut yang cukup tebal.

Sinyal darurat pesawat tersebut terdeteksi pada koordinat 04 derajat 10 menit 92 derajat Bujur Timur dan 130 derajat 32 menit 36 derajat Bujur Timur. Lokasi itu diperkirakan berada di wilayah perbatasan Distrik Jila dengan Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua.

“Kami menunggu cuaca baik, sudah disiapkan helikopter untuk menuju di lokasi sinyal terakhir yang terpantau,” kata Ivan.

Pesawat Caribou milik Kabupaten Puncak saat diresmikan beberapa waktu lalu. (Dok. Istimewa via Detikcom)
Pesawat Caribou milik Kabupaten Puncak saat diresmikan beberapa waktu lalu. (Dok. Istimewa via Detikcom)

Sinyal yang terdeteksi berasal dari Emergency Location Terminal (ELT). Menurut Ivan, alat tersebut akan memancarkan sinyal saat pesawat mengalami gangguan. Sinyal ELT otomatis akan terbaca oleh Basarnas dan AirNav selaku pemantau penerbangan.

Pesawat Caribou dengan kode penerbangan PK-SWW milik Pemerintah Daerah Kabupaten Puncak, Papua, dibeli seharga Rp 164 miliar dari dana APBD 2014-2015. Pesawat tersebut merupakan buatan Kanada 1970 dan baru diresmikan oleh Menteri Perhubungan Budhi Karya sekitar dua bulan lalu di Bandara Aminggaru Ilaga, Kabupaten Puncak.

Pengoperasian pesawat tersebut diserahkan kepada maskapai Trigana Air Service. Pesawat tersebut hilang kontak diperkirakan di sekitar wilayah Jila, Kabupaten Mimika, sejak Senin pagi (31/10).

Kapolres Mimika Ajun Komsaris Besar Viktor Makbon mengatakan, dari laporan yang diterima, pesawat nahas itu diperkirakan jatuh 12 kilometer ke arah barat laut.

Namun, hingga kini lokasi jatuhnya pesawat nahas tersebut belum bisa ditemukan atau dilihat langsung karena cuaca buruk. “Cuaca di sekitar Jila tidak memungkinkan untuk bisa melihat atau terbang di kawasan itu,” kata Viktor seperti diberitakan Antara.

Bupati Puncak, Willem Wandik, SE MSi bersama salah seorang pejabat ketika berada di dalam cockpit pesawat baru Pemda Puncak, Caribou CHD 4A Turbo, Kamis (15/9).
Bupati Puncak, Willem Wandik, SE MSi bersama salah seorang pejabat ketika berada di dalam cockpit pesawat baru Pemda Puncak, Caribou CHD 4A Turbo, Kamis (15/9).

Pesawat itu diterbangkan Kapten Farhat Limi dan kopilot Fendi Ardianto. Pesawat hilang kontak dalam penerbangan dari Mimika ke Ilaga. Pesawat membawa muatan kargo berupa besi pelat untuk membangun jembatan.

Selain pilot dan kopilot, di dalam pesawat nahas itu juga ada dua awak lain, yakni Steven dan Endri Baringin.

Kantor SAR Timika menyiagakan dua helikopter jika diperlukan untuk evakuasi, yakni helikopter Airfast milik PT Freeport Indonesia dan helikopter Komala Air Service.

Kepala Operasi Kantor SAR Timika Hendra Salawane mengatakan, helikopter itu mengangkut sejumlah personel SAR Timika dan personel Pasukan Khas TNI AU Timika untuk melakukan pencarian dari udara.

“Basarnas dan Paskhas akan berangkat menuju lokasi untuk melakukan pencarian, sekaligus evakuasi para korban,” kata Hendra.

Kepala Bidang Perhubungan Udara Dinas Perhubungan dan Komunikasi Informatika Mimika Yan Purba mengatakan, Posko SAR telah dibuka di Bandara Mozes Kilangin Timika untuk membantu proses pencarian, sekaligus evakuasi para korban hilangnya pesawat Caribou milik Pemkab Puncak.

Bupati Kabupaten Willem Wandik merasa bersyukur dan terharu dengan kedatangan pesawat Caribou dengan kode penerbangan PK-SWW.
Bupati Kabupaten Willem Wandik merasa bersyukur dan terharu dengan kedatangan pesawat Caribou dengan kode penerbangan PK-SWW.

“Saat ini pesawat MI 17 sudah siap diterbangkan ke Jila untuk mengangkut anggota SAR ke lokasi,” kata Kepala SAR Timika Mahfud di Jayapura, Selasa (11/1).

Dia mengatakan, pesawat milik Pemda Puncak itu akhirnya ditemukan sekitar pukul 06.30 WIT oleh pesawat Trigana yang mengintari sekitar Jila, Kabupaten Mimika. Pesawat yang dipiloti Farhat dengan co pilot Vendi serta dua kru lainnya itu ditemukan di ketinggian 2.000 kaki. Mahfud mengatakan diduga pesawat menabrak gunung akibat cuaca buruk.

Menurutnya, tercatat 18 orang anggota tim SAR gabungan sejak Senin (31/10) sudah berada di Jila sejak pesawat nahas itu mengirimkan sinyalnya. “Mudah-mudahan cuaca baik sehingga evakuasi dapat segera dilakukan,” kata Kepala SAR Timika Mahfud.

Pesawat Carebo milik Pemda Puncak, Senin (31/10) sekitar pukul 08.15 WIT hilang kontak dalam penerbangannya dari Timika menuju Ilaga, Ibu Kota Kabupaten Puncak. Pesawat nahas itu membawa bahan bangunan berupa besi plat. (marksman/ sumber : cnnindonesia.com dan republika.co.id)

24 COMMENTS

    • Kala itu mr. Jonan sudah merancang program utk melengkapi bandara perintis dan jalur penerbangan didaerah terpencil utk dilengkapi dg sarana navigasi yang memadai….sayang keburu dicopot jabatannya.

      Semoga mentri yang baru punya kapabilitas yang memadai

    • @meong

      Belum tentu karena faktor usia bang…pesawat ini sebelumnya sudah mendapatkan upgrade, penggantian mesin dg tipe baru. pilotnyanya jg sudah berpengalaman beroperasi diwilayah tsb.

      Mungkin faktor cuaca dan navigasi bandara perintis yang sangat buruk…apalagi jika ditambah peswat ini kabinnya unpressurised jadi tidak bisa terbang melebihi ketinggian pegunungan dipapua

  1. Mohon doanya, pilotnya kapten adalah kakak sepupu saya anak dari paman saya, hari ini jenazah rencana sampai dirumah duka di poris cipondoh taman royal, semoga arwah ybs diterima disisiNYA, dan keluarga yg ditinggalkan diberikan kesabaran dan kekuatan

  2. satu satuny pesawat yg di miliki pemda di indonesia yg baru di oprasikan 2 bulan sudah jatuh, turut berduka buat pilot n kru pesawatny. rute pesawat di papua memang sanggat xtrim pilot harus betul2 mengguasai medan n melihat keadaan cuaca krn slh perhitunggan pesawat akan menabrak gunung/ menabrak awan kolonimbus yg dpt merusak n mematikn mesin pesawat

LEAVE A REPLY