Jul 252014
 

image

Penerbangan “Ferry” tiga pesawat F-16 C/D 52ID dari Anderson AFB Guam ke Lanud Iswahjudi Madiun telah mendarat dengan selamat pada pukul 11.25 WIB Jumat (25/7).  Pesawat-pesawat tinggal landas dari Guam pada pukul 09.07 local time (pkl 06.07 WIB) dengan menempuh waktu  5 jam 16 menit dan melaksanakan empat kali pengisian bahan bakar di udara oleh pesawat Tanker KC-10 dari Yokota AFB Jepang. Flight F-16 ini terbang pada ketinggian 26.000 kaki didampingi pesawat tanker dan selama dua jam pertama “menyelam” dalam awan sehingga terpaksa mengisi bahan bakar dalam awan. memasuki wilayah udara Indonesia disambut ibu pertiwi dengan cuaca cukup cerah, dimana pengisian bahan bakar terakhir dilaksanakan diatas Pulau Halmahera, selanjutnya pesawat tanker KC-10 ikut sampai jarak 150 km dari Makassar, kemudian balik kanan kembali ke Guam.

https://i0.wp.com/tni-au.mil.id/sites/default/files/imagecache/body/2014-07/F16D-4.jpg?resize=482%2C272

Bertindak sebagai leader penerbangan “Viper Flight” ini adalah Col. Howard Purcell dengan pesawat bernomer ekor TS-1625, selanjutnya  Maj. Collin Coatney/ Letkol. Firman Dwi Cahyono dengan pesawat TS-1620 dan terakhir  Ltc. Erick Houston/ Mayor Anjar Legowo menerbangkan pesawat TS-1623. Penerbangan bersejarah ini disambut oleh dengan pengalungan bunga oleh Panglima Koopsau II Marsdya TNI Abdul Muis yang didampingi Komandan Lanud Iswahjudi Marsma TNI Donny Ermawan, Kepala Proyek “Peace Bima Sena II” Kolonel Tek Amrullah Asnawi dan para pejabat dari jajaran Kemhan, Mabes AU dan Lanud Iswahjudi.

Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI IB Putu Dunia dalam menyambut kedatangan pesawat F-16 C/D-52ID mengatakan bahwa Proyek “Peace Bima Sena II” merupakan bagian dari pembangunan kekuatan TNI AU secara bertahap, dan berlanjut sesuai rencana pembangunan Kebutuhan Pokok Minimal.  Kasau menegaskan kehadiran 3 unit pesawat dari total pengadaan   24 unit pesawat F-16 C/D-52ID dan ditambah program upgrade 10 unit pesawat F-16 A/B-15OCU diproyeksikan menjadi kekuatan utama Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi Madiun dan Skadron Udara 16 Lanud Rusmin Nuryadin Pekanbaru. Dua Skadron F-16 ini akan menjadi bagian dari strategi penggelaran dan pelibatan dua Komando Operasi Angkatan Udara.  Kedatangan pesawat-pesawat F-16 C/D-52ID ini diharapkan dapat meningkatkan kekuatan dan kemampuan Air Power kita untuk menegakkan kedaulatan serta hukum demi kepentingan nasional, tidak saja di wilayah udara nasional namun juga di luar wilayah ZEE Indonesia. Selain menjadi tulang punggung operasi Pertahanan Udara namun juga sebagai penjamin keunggulan udara komando gabungan TNI dalam penyelenggaraan operasi darat, laut maupun di udara.

Kedatangan burung-burung besi ini sangat melegakan sesudah sempat tertahan selama lima hari di Eielson AFB, Alaska dan sehari di Andersen AFB Guam akibat permasalahan tehnis pada pesawat tanker udara KC-10 dari Travis AFB. Ketiga pesawat F-16 C/D 52ID TNI AU memulai perjalanan panjang meninggalkan Hill AFB Utah pada hari Selasa (15/7) menuju Alaska. Baru pada hari Rabu (22/7) ketiga pesawat ini bisa meninggalkan Eielson AFB menuju Andersen  AFB, Guam yang ditempuh selama 9 jam 46 menit dengan sembilan kali pengisian bahan bakar diudara.

Sesuai rencana maka  mulai awal bulan Agustus 2014 enam orang instruktur penerbang F-16 A/B-15OCU TNI AU akan mulai melanjutkan latihan terbang konversi “differential flying training” F-16 C/D-52ID di Skadron Udara 3 Lanud Iswahyudi Madiun dibawah supervisi tiga instruktur penerbang  dari US Air Force Mobile Training Team.

Selanjutnya sesuai rencana pesawat-pesawat lainnya akan mulai berdatangan dan secara bertahap menjalani modifikasi pemasangan peralatan drag chute (payung rem). Konfigurasi awal pesawat F16C/D 52ID TNI AU memang belum dilengkapi dengan drag chute, sehingga modifikasi akan dilakukan tehnisi TNI AU dengan supervisi personil Lockheed Martin mulai kuartal pertama 2015.

Seluruh pesawat F-16 C/D ini adalah pesawat Block 25 USAF yang  sudah dibongkar total sebelum menjalani upgrading dan refurbished, baik kerangka “airframe” serta modernisasi sistem “avionic” dan persenjataan di Ogden Air Logistics Center Hill AFB, Utah.    Rangka pesawat diganti dan diperkuat, cockpit diperbarui, jaringan kabel dan elektronik baru dipasang, semua system lama di rekondisi atau diganti menjadi baru dan mission computer canggih baru sebagai otak pesawat  ditambahkan agar pesawat lahir kembali dengan kemampuan jauh lebih hebat dan ampuh setara dengan Block 50/52.

Modernisasi dan upgrade avionic  berpusat pada pemasangan Mission Computer MMC- 7000A versi M-5 standar Block 52+  sebagai “otak dan syaraf”  pesawat yang jauh lebih besar dan cepat kemampuannya dari system lama sehingga kemampuan avionic pesawat menjadi setara dengan F-16 block 50/52 Demikian pula kemampuan radar AN/APG-68 ditingkatkan sesuai system baru yang dipasang. Pemasangan Improved Modem Data Link 16 canggih untuk komunikasi data disamping Embedded GPS/ INS (EGI) block-52  yang menggabungkan fungsi  GPS dan INS untuk penembakan JDAM (Bomb GPS). Ditambah peralatan perang elektronika yaitu Electronic Warfare Management System AN/ALQ-213,  Radar Warning Receiver ALR-69 Class IV serta Countermeasures Dispenser Set ALE-47 untuk melepaskan  Chaffs/ Flares anti radar/ anti rudal.

Pelaksanaan Upgrade mesin pesawat  menjadi tipe   F100-PW-220/E  yang memiliki umur muda kembali, serta lebih awet dan lebih handal dari mesin sebel\]khususnya dengan pemasangan system DEEC (Digital Electronic Engine Computer) Grup 6 serta Augmentor Engine baru yang lebih mudah dirawat dan usia pakainya dua kali lebih lama.

image

Dalam urusan pertempuran udara  pesawat F-16 C/D 52ID TNI AU ini cukup handal karena selaindketahui sebagai pesawat F-16 paling lincah juga dilengkapi rudal jarak pendek AIM-9 Sidewinder L/M/X dan IRIS-T  (NATO) serta rudal jarak sedang AIM-120 AMRAAM-C untuk penembakan “Beyond Visual Range”.  Untuk menyerang sasaran permukaan pesawat dilengkapi kanon 20 mm, bomb standar MK 81/ 82/ 83/ 84, Laser Guided Bomb Paveway, JDAM (GPS Bomb), Bom anti runway Durandal, rudal AGM-65 Maverick K2, rudal AGM-84 Harpoon (anti kapal), rudal AGM-88 HARM (anti radar),  Improved Data Modem Link 16, Head Up Display layar lebar terbaru yang kompatibel dengan Helmet Mounted Cueing System dan Night Vision Google. Pesawat juga dilengkapi navigation dan targeting pod canggih seperti Sniper/ Litening untuk operasi tempur malam hari serta mampu melaksanakan missi Supression Of Enemy Air Defence (SEAD) untuk menetralisir pertahanan udara musuh.

Armada F-16 C/D 52ID TNI Angkatan Udara ini selanjutnya akan melengkapi Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi Madiun dan Skadron Udara 16 Lanud Rusmin Nuryadin Pekanbaru. Pesawat yang telah dilengkapi kemampuan sistem avionic barat yang canggih ini dilengkapi senjata udara modern untuk melengkapi keunggulan daya jangkau operasi dan kecepatan yang membuat  pesawat ini sanggup untuk menghadang setiap penerbangan gelap atau menghantam sasaran udara dan darat.

Baik sasaran di luar atau dalam wilayah kedaulatan kita, pada saat siang atau malam hari di segala cuaca. Kelak pengalaman dan pemahaman dari aplikasi penggunaan tehnologi perang udara modern yang didapat dalam pengoperasian F-16 CD 52ID niscaya akan membantu kita untuk memperbaiki perencanaan, pengadaan, pelatihan serta doktrin dan taktik perang udara TNI AU.

Kita berharap pada saat pesawat tempur masa depan IFX (generasi 4.5) sudah siap dioperasikan maka seluruh prosedur, taktik, pengalaman dan ilmu pengetahuan yang didapat dari pengoperasian pesawat F-16 C/D 52ID bisa  kita terapkan untuk menyamai atau  bahkan mengungguli kekuatan udara calon lawan dan pesaing negara kita.  Pesawat-pesawat canggih ini akan  menambah kekuatan  Air Power kita untuk menjaga Keamanan Nasional Indonesia. (tni-au.mil.id)

  103 Responses to “Pesawat F-16 C/D-52ID TNI AU Tiba Di Tanah Air”

  1. Pertamax

    • Beuh gw pertamax juga akhirnya…Selamat bertugas F-16

    • Video dari team ARC :

      • Punya pesawat takutnya ga punya senjata bung Gue….persetujuan pembelian senjata aja ribet banget. kalau kondisi perang gimana?

        • @Kang Somay, oleh ASU F16 ini “mungkin” memang diarahkan bukan utk pertempuran, tapi untuk AIR SHOW dan patroli tanpa senjata. Jadi “mungkin” kalau pas patroli ketemu sama SONOTAN atau SONORA, bisa saja lari terbirit2 krn mereka menodongkan golok dan pedang, kita cuman pakai tangan kosong,kelincahan gerak dan doa. Xixixixi. Cuma imajinasi ngawur penjual ayam di pasar. Salam hangat.

        • Lockheed Martin Missiles and Fire Control, Orlando, Fla. was awarded a $80,663,444 modification (P00055) under contract W58RGZ-11-C-0120 for U.S. and foreign military sales (Indonesia). The contract is for Lot 9 Modernized Target Acquisition Pilot Night Vision Sensors to include eight US systems with one spare and four additional systems with four war replacement spares. It also covers eight systems for Indonesia with one spare. Other procurement funds in the amount of $19,705,128 for fiscal 2014; $17,385,938 for fiscal 2013; and $43,577,378 for fiscal 2010 were obligated at the time of the award. Work will be performed in Orlando, Fla., with an estimated completion date of July 31, 2018. Army Contracting Command, Redstone Arsenal, Ala., is the contracting activity.

  2. uno

  3. pertamax

  4. Kapan jadwall yang lainnya?
    Bebek2 manaa ngikuuuut

  5. Welcome to F 16 52 C/D ID…
    Akhirnya ganti KTP jg

    • Klo melihat inisial “i” kayanya mrupakn F 16 teknologi terkini.F 16 I SOFA,F 16 BLOK 52 ID,F 16 IN VIPER.di mana kesemuanya berkemampuan BVR dengn teknologi terkini.dan ne mungkn pertamakalinya TNI AU di perbolehkn/menggunakan Rudal AIM 120 C..atw rudal jarak menengh.yg sebelumnya bertahun-tahun hanya nenteng AIM 9 Sidewinder.

  6. mantabs

  7. gagal pertamax maning.

  8. Selamat datang

  9. Top ten

  10. Mantap

  11. Hadir..11

  12. Su35 nya mana,,,,

  13. slamat bergabung dengan burung elang khatulistiwa..smoga TNI AU smakin jaya

  14. Selamat datang penjaga NKRI….

  15. numero piro? hehehehehe….. slamet berbuka puasa bagi yang menjalankannya…..

  16. welcome elang botak…

  17. selamat datang f16

  18. selamat datang pengawal kedaulatan udara nkri. selamat bertugas

  19. Kebesaran nama viper akhirnya jadi bagian kita… welcome.

  20. alhamdllah……..THR dari mamarika………

  21. di pt.DI tinggal tambah rem parasut dan dipasangin ********* biar bisa ngobrol dgn sukro..
    #ekstrak manggis mulai keliatan

  22. alhamdulillah…puji syukur padamu Ya Alloh…semua pilot dan viper flight selamat di dragon nest….(ngebayangin kiriman apa lagi ya yg bakal datang kemari dari negara sahabat……..)

  23. mantab, kebetulan saya tinggal di selatan madiun tepatnya kota reog, untuk latihannya biasanya tempatnya di utara saya, dan mutarnya tepat di atas desa saya, suaranya begitu menggelegar…. saya bangga….

  24. elang botaaakkkk…. 😀

    • yakin anda kalo kekuatan TNI ada dibawah si upil bung:mrgreen:

      • Kalau indikatornya adalah kualitas alutsista, SIN jauh di atas IND khususnya AD. Sudah sering bolak balik kesana baik dalam latihan bersama ataupun misi-misi yg lain dan mencoba menggunakan alutsiata mereka, tak bisa dipungkiri alutsiata AD SIN selalu bikin saya iri dan berharap suatu hari nanti IND punya alutsista seperti itu.saya bicara alutsista IND yang kasat mata ya..bukan alutsista gaib yang katanya disembunyikan itu. Di AD tak ada barang gaib. Hal gaib di AD cuma latian mengejar dan menangkap kuntilanak saat pendidikan di magelang dulu, ntah kalau alutsista dari teman-teman di AL dan AU.

        Kalau indikatornya SDM, saya dengan bangga mengatakan bahwa IND jauh lebih baik dari SIN. Level kita sudah bukan tingkat ASEAN

    • Kasihan bner ente bung wajasampaikuting@..udah dijlaskan bbrpa kali ma ssepuh msih aja miris liat tni au..

      • Setuju bung @waja untuk otot gahar tni kita, kalau untuk barang ghoib, pertimbangannya bukan hanya show of force, coba cek geopolitik kawasan, dan tidak semua urusan pertahanan negara bisa dibawa ke ranah umum kan ? Masak kita pasang alarm di rumah buat mengamankan brangkas harta kita umbar ke tetangga ?

        Untuk pesawat canggih, coba bung @waja cek, perjalanan sukhoi kita, bagaimana revolusi spesifikasi Yang terjadi di burung besi kita, sy berikan clue untuk anda pelajari supaya pemahaman teknologinya bisa dibandingkan dengan yang lain, sebagaimana yang pernah sy sampaikan untuk f16 kita.

        Salam bung @waja

    • Kalo mau koment dipikir dulu jgn asal jeplak, dibawah singapura yg bener aja ente, sana di kasih asap dr sumatra udh ngak terbang tuh pesawat tinggal di bombardir pake meriam ceasar sama rudal rata dah tuh singapur.

    • Wadoh bung @waja, Positif dikit dong, viper kita ni modified refurbish, Banyak komponen yg sdh diganti….coba bung @waja cek spesifikasi Blok 25 dan 52, nanti akan kelihatan seperti apa perubahan yg dilakukan pada viper kita. Belum lagi requirement “spesifik” yang hanya tni au kita yg tahu.

      Dalam industri penerbangan, seluruh komponen memiliki usia operasional yg dikontrol dengan ketat, apalagi jika berhubungan dengan asset militer strategis…mau coba ngawur ? Coba cek kejadian adam air di laut majene…contoh paling tepat menggambarkan kacaunya manajemen bisnis penerbangan swasta Kita……akibatnya ? Selain bangkrutnya maskapai swsta tadi….kerugian luar biasa karena asing leluasa memetakan laut sulawesi kita.

      Satu lagi bung @waja…mamarika perlu kita sebagai buffer pengaruh tiongkok dikawasan asia (bukan asean saja), memberikan asset tempur abal abal hanya akan merugikan mereka sendiri…efek detreren yg ga ada, dan kita berpaling ke lain hati…..sebuah kondisi yang pastinya mereka tidak mau kan ?

      Salam sejahtera bung @waja..

    • Taktiknya berhasil mengurangi pembelian SU 35 karena anggarannya terkuras untuk pembelian F16 yg sepeknya dibawah si upil…

  25. Selamat datang Elang Botak.. selamat menempati Rumah Dinas & Tugas yg baru..

    Alhamdulillah akhirnya tiba dengan selamat di Indonesia…

  26. sisanya yang 60 biji, lewat kapal induk ya ngirimnya he he he

  27. Touchdown! The Eagles have landed!

  28. Ditunggu … Oprekan para master PT DI buat menambah ‘senjata rahasia’ lainnya …
    Bung EH mohon babarannya neh …

  29. Ngga usah gumunan lah lebay ,rwkan rekan yang di batam khususnya yang tinggal di tjg sengkuang lanal pasti udah terbisa ndengerin kalau singaparna lagi latihan tuh pesawat kayak mainan anak anak sampai cape ngitungnya lha ini baru 3 kayak dah mau nggulung jagat,kalau yang datang 300unit baru kita yakin imbang ma singaparna ,kalau ane tetep nunggu ki ageng rafa datang dan nyenteng bareng di mari ma ki suuk.

  30. Selamat datang elang botakk..dan selamat bertugas…doa kami menyertai mu..

  31. Salam kenal bwt para sesepuh warjag..

  32. lumayaaan…

  33. secara (ya bsa menang f16. bagaimnapun klo ke24 f16 avionik serta data radarx suddah saling terhubung mka semkin memudahkan merka untuk menentukan siasat serta posisi kawan.

  34. coba aja itung2an, dalam weapon bay f-35 cuman muat 6 biji rudal ( kondisi stealth ) klo mo bawa lebih banyak rudal additional 4 biji lg berarti ditaroh di external hard points ( berarti udah kaga stealth lagi ). utk aim-120d aja saat ditembakan pada jarak maksimal butuh salvo ampe 3 biji rudal & ntu pun cuman punya persentase 80an% hit. nyang jadi pertanyaannya, dalam kondisi tsb emang ada joki ( joki f-35 ) nyang maksain utk tally-ho? nyang ada mah kabur mas? :mrgreen: he,he,he

    • bung EH, saya perhatikan tayangan kedatangan falcon di http://www.youtube.com/watch?v=-62_lwLdzdc salah satu nya (kalogak salah yang single seater) nomor seri di hidungnya kok ditulis ’09’ ya….bukannya yang dateng itu1625 (single), 1620 dan 1623 (double)…..mohon pencerahannya ya bung…

      • Penglihatan yang bagus, sy sendiri hampir terkecoh……………

        namun kalau dilihat dari jumlah 3 BULE yang hadir, memang udah pas

        – Maj. Collin Coatney dan Letkol. Firman Dwi Cahyono3 (TS-1620)
        – Ltc. Erick Housto dan Mayor Anjar Legowo (TS-1623)
        – Col. Howard Purcell (TS-1625)

        berhubung sy ngak liat sendiri, perkiraan saya TS-1625 (single) datang dahulu (lebih cepat dari jadwal) karena mempunyai daya jelajah lebih jauh sehingga ngak butuh Re-Fueling lagi, dan kemungkinan dibuat “mainan” para ground kru di madiun, kemudian tempat ceremoninya digantikan TS-1609 yang diparkir kebetulan terdekat di tempat ceremoni (di video terlihat tempat parkirnya digantikan mobil Toyota)

  35. Sisanya dikirim pake pesawat antonov ya… atau lewat peti kemas cape juga ya perjalanan dari Mamarika ke Indonesia perlu banyak istirahat para Pilot nih diperlukan 6 orang + personil kapal tanker untuk memboyong ke Indonesia kalau Om RUs kemarin membawa sukhoi dengan Pesawat Angkut Antonov yaa

  36. Apapun yg kita miliki harus kita syukuri..
    Daripada ng-khayal tingkat tinggi + hoax kagak karuan…lebih baik yg ada di depan mata kita syukuri…

    Mari kita bersama-sama mengucapkan “Alhamdulilahi Robil A’lamin” semoga F-16 ini menjadi berkah untuk kita.

    – kidung nyanyian sukhoi –
    Wahai presiden kami yg baru…
    Kamu harus dengar suara ini…
    Suara dari dalam do’a rakyatmu..

    Belikan kami: SU-35
    Belikan kami: SU-34
    Belikan kami: Pak-FA

    Akan ku angkat engkau menjadi SATRIA ARJUNA…
    Masalah moral….masalah akhlak biar kami urus sendiri….
    Urus saja alutsista negara…urus saja kedaulatan negara…rasa aman yang kami mau…

    Tegakan tegak setegak-tegaknya…
    Dekatlah dekat sama om ruskie…
    Belajarlah belajar sama koko panda..
    Tebarka lah senyum sama keluarga brunei

    Akan ku angkat engkau menjadi SATRIA ARJUNA.

    Wahai presiden kami yang baru…
    Kamu harus dengar suara ini…!!

  37. He he…bung joko preeet….ente mau bilang tuh elang botak bakal jatuh kayak lalat semua kan? :mrgreen:

    Tuh f35 bakalan gak make mode stealth…kecuali singapork manq bs sonotan lewat samudera hindia tanpa ekternal tank? Kalau singapork sih baru take off sdh diketahui dr batam dan radar kita dan sdh dipetakan mau kmana dia…

    • Maaf bung wehrmacht, kalau mereka mendekat dulu pakai aircraft carrier baru takeoff ada strategynya ga dari TNI ?

      • Masa gak kecium sama radar maritime dan kaprang kita bung tukang sapu…belum KS kita…

        Kapal patroli kecil mereka aja bs kita foto saat narik rakit penyelamat isi pengungsi..apalagi carrier segede gaban? Pake pesawat spotter macam nc212 atau nomad aja keliatan kok..lha wong rombongan lenongnya bs keliatan dr jarak puluhan kilometer…

  38. ada rincian upgrade 10 unit pesawat F-16 A/B-15 OCU?

  39. Preet lah Bung Joko…..

  40. F16? ah cemen..gak ada gregetnya indonesia, gak ada yg bs dibanggakan, dibawah standar negara2 Asean. Negara besar tp gak dihormati, gak salah negara sekelas PNG aja berani sm kita.

  41. selamat datang embargo selamat datang besi tua arizona sampai kapan kita jadi tempat buang sampah… dana upgrade segitu harusnya bisa beli SU 30 baru 1 skadron… duh dikibulin lagi

  42. Kok kayak ngremehin banget sijh bung Joko? Anda pikir pilot kita itu upin dan ipin? Secara tak langsung anda menghina pilot kita. Tak pantas Bung Joko.

  43. Weh tinggal ntn di AWR PULUNG nich!

  44. Haaa..numpang ktawa bung..

  45. Selama ini cuma sr, salam kenal untuk semua

  46. selamat datang 24 biji falcon dan tetap menuntut pembelian SU-35 BM sesegera mungkin …..

  47. mantap…Welcome F-16!

  48. Maaf oot nich, kecepatan baby falcon dari korea berapa mach sih ? Soalnya waktu latihan minggu kemaren tiap kali lewat atas desa kami deru mesin dan kecepatannya mirip f 16 yang sdh biasa kami lihat selama ini ? Mohon pencerahannya !

  49. selamat Dan sukses besi tua telah datang…
    ini buat patroli pasti cocok klo buat perang mah pasti ngga dibolehin sama mAMARIKA entar pasti disangka melanggar ham trus kena sekak EMBARGO jdi besi tua deeh

    maaf bukan pesimis tapi klo di lihat2 d mAMARIKA sebagian f16 jd besi tua mesin dicopotin semua avionik jg di copotin semua

    1 lagi klo ketemuan sama RAPTOR pasti jd bulan-bulanan ah jangankan sama raptor sama PETIRnya si aussie 70% pasti lontrok ni elang botak

    optimis saya dan harapan saya hanya ni elang buat jaga jga saja nunggu IFX datang…..

    • Kemungkinan yang jadi besi tua duluan Su-27/30 kita, meski masih kinyis-kinyis namun umurnya tak lebih dari 25 tahun, sedang F-16 kita meski bekas namun masih bisa dipakai sampai 30 tahun lagi. mutu beda broo

      contohnya MiG-29 malaysia yang masih berumur 16 tahun, akhirnya pensiun karena sulitnya suku cadang dan kerusakan pada rangka utama (airframe), sedang biaya upgrade luar biasa mahal

      Contoh F-16A/B OCU 15 kita tetap terbang 10 unit (sesuai jumlah beli Th.1990, 2 jatuh), ngak ada yang grounded, padahal sudah 24 tahun, itu saja akan diperpanjang lagi sampai Th. 2040

      Mutu made-in barat wajib diakui best Quality and Professional

  50. F16 keren………………………

  51. 1625 nya kok gak keliatan landing ya?malah displaiinya digantikan15OCU nomor 1609….ada yang tau kenapa?

  52. Pswt rusia cepat usang karena jam terbangnya pendek ya bagus bisa sering ganti dan uptodate teknologinya
    Pswt barat jam terbang lbh lama ta harus diperhatikan upgradenya jgn sampai spt museum berjalan aja

 Leave a Reply