Jan 052016
 
F-5 E/F Thailand

Hidung (Head) Pesawat F-5 E/F Thailand Lebih Panjang

Angkatan Udara Thailand melakukan modernisasi terhadap jet tempur F-5E / F Tiger II (designatin B.Kh18) dari Skadron 211, Wing ke-21. Moncong pesawat tempur ini lebih panjang dan analisis militer menduga telah dipasang radar baru, untuk meningkatkan kemampuan tempur pesawat.

Pesawat F-5E/F Tiger II yang telah bergabung dengan Royal Thai Air Force sejak tahun 1981 atau 35 tahun yang lalu, kini telah diupgrade sebanyak tiga kali.

tiger-2

Upgrade pertama dilakukan pada tahun 1988, dengan pemasangan layar depan dan berbagai senjata dengan HUD / WAC (Head-Up Display/Weapon Aiming Computer) dari GEC Marconi, decoy system AN/ALE-40 and warning detection system AN/ALR-46 RWR (Radar Warning Receiver). Dengan upgrade tersebut F-5E/F Thailand bisa menggunakan rudal udara ke udara Rafael Python-3, Israel dan pod senjata GPU-5 30mm,

Pada tahun 2002, perusahaan Israel Elbit meningkatkan kemampuan pesawat tempur F-5T Tigris dan F-5E / F yang ditempatkan di Skadron 211, Wing 21 dengan pergantian kokpit yang dipasang layar MFD (Multi-Function Display) pilot helmet mounted display, weapon sights DASH (Display And Sight Helmet) and joystick HOTAS (Hands On Throttle-And-Stick).

Dengan upgrade tersebut F5 E/F Thailand bisa mengusung rudal udara ke udara Python-4, meski mempertahankan radar AN / APQ-159 dan tidak menggantinya dengan radarAN / APG-69 yang awalnya direncanakan.

tiger-3

Pada 2015, yang terakhir kali, dilakukan upgrade terkait structural dan avionic system. Dengan demikian pesawat ini mempu mengususng rudal udara ke udara Python-5 yang didukung roket propelan padat, untuk melepas rudal dengan kecepatan Mach 4 dan jangkauan operasional yang lebih jauh.

Sejumlah sumber menyatakan perusahaan Israel Elbit telah memperbarui dan radar Israel Elta EL / M-2032 termasuk sistem avionik dan senjata generasi baru rudal udara-ke-udara Python-5 dan DASH IV pilot helmets, yang membuat F-5E / F memiliki kemampuan pertempuran udara di luar jangkauan visual (BVR: Beyond Visual Range) untuk pertama kalinya.

Rudal Python 5

Rudal Python 5

Perbaikan F-5E / F ini akan menjadi yang terakhir kali, karena keterbatasan umur struktur mesin dan jalur produksi. Upgrade ini membuat Skadron F-5E / F Angkatan Udara Kerajaan Thailand, bisa operasional selama 45-50 tahun, dapat memperpanjang waktu hidup hingga tahun 2026-2031.

aagth1.blogspot.co.id

  36 Responses to “Pesawat F-5 Tiger Thailand Berkemampuan Pertempuran BVR”

  1. oh seperti ituu..

  2. keren juga

  3. keren juga ini tiger punya thailand

    • Pesawat Tua namun dapat di buat max…hha
      Sama seperti israel..dgn pespur Kfir Block 60 buat mereka sendiri,tampilan pespur memang tua…namun kemampuannya wow….setara viper

      Sayang beda dgn indonesia…thailand kan sekutu barat..jdi wajar.
      Kalau Pespur tni au,,Klau produk barat, upgrade berapa kalipun ttp tentengannya HANYA menggunakan AIM-9 P( bkn X)Sidewinder,AGM-65 K2,mk 82 dan FFAR 2,75 inchi(biasa untuk heli n pespur kuno).

      Malangnya buatan barat.beda dgn tentengan sukhoi…..weleh2

      R.I.P f16 n hawk

  4. loro

  5. Wah di sini malah dah di ganti…

  6. Mach 4??..hmmmm

    • ”Dengan
      demikian pesawat ini mempu mengususng rudal
      udara ke udara Python-5 yang didukung oleh
      mesin roket propelan padat, peningkatan
      kecepatan pesawat menjadi Mach 4 dan
      jangkauan operasional yang lebih jauh.”

      mungkin yg dimaksud berkecepatan Mach 4 adalah rudalnya. Mesin roket propelan padat tidak pernah digunakan pada mesin jet pespur manapun, melainkan digunakan pada rudal berkecepatan tinggi. Jika mesin jet pespur menggunakan propelan padat, belum sampai tujuan udah nyungsep tuh pespur.

  7. pesawat malon bisa ngilang malah . xixixi

  8. radar di upgrade jadi Elta EL / M-2032 Israel. sudah sangat lumayan.

  9. F5E TNI-AU hanya perlu di upgrade sedikit saja, masih bisa dipake bwt mati’in GPK OPM, …… !!!

  10. protokol interception kan perlu pesawat. Ga mungkin cuman ngandelin truk anoa buat friend and foe. Ga mungkin juga asal ada ufo langsung di force down. Makanya sukhoi diadopsi TNI. Mengingat raptor ga kuat dikantong dan IFX masih diproses. F52Id lumayan buat patroli dan kurir jendral2 diatas..

  11. Terima kasih atas masukan dan koreksinya. Sudah diperbaiki.

    Salam Warjag

  12. Salam kenal bung

  13. Ukuran RCS nih pesawat gede banget apalagi pylonnya kepake smua…jarak 300km sudah keendus radar irbis…walaupun saab erieye punya mata sampek 350km…rudal bvr amraam 120 maksimal 60km utk varian awal.kalo yg amraam 120c8 150km…hmmm gk moncer..sedangkan phyton rudal wvr..jarak operasional 10 km…gk moncer…..kecuali f5 dikhususkan utk ground attack dan recon mission masuk akal lah…..an apg 69 masih pulse dopler radar jarak maksimal 30n.m hmm 60km..gk moncer…….masih moncer upgrade f5 tni…ke su 35..akakakakaka..vympel (K77M) n alamo rockks dude…

  14. pespur modif

  15. Admin tolong dipublis dong artikel ttg new KRET radar based on photoponic radio….
    Next generations russian AESA Radar

  16. klo PT DI n pemerintah brani ambil resiko d cuci maki ma ulama2 kita tuk beli rudal phyton 4 n 5 aj trs d beli lisensinya mlh kita sdh bs buat rudal tuk pesawat tempur n bs d kembangkn tuk rudal2 laen alias bljr njiplak tuk mempersingkt wkt sbb skrg ni masa percepatan klo hrs dr nol buat rudal tu lmnya minta ampun bs puluhn tahun br bs buat sdg negara barat mlh sdh bs buat laser, sdg kita sdh tertinggl amat jauh dlm hal rudal ato pesawat negara laen trutm brt, kita ga mungkin bs mengejar ketertinggalan ma negara barat kcuali niru china dlm hal jiplak menjiplak trs sambl dikembangin sendr, la klo kita terlalu jual mahal dgn buat sndr teknologi rudal ya kelamaan, nanti rudalnya br jd 1 sdh kburu PD III mlh kita yg d hajar rudal musuh dluan, ujung2nya orang kita drpd pk rudal jg mefet jumlhnya ya pk jin n demit tuk gebuk rudal musuh

 Leave a Reply