Pesawat F16 Lanud RSN Butuh Runway 3000 Meter

20
26
Pesawat F16 TNI AU (Cpl. David Gibbs / F-16.Net)

Pekanbaru – Komandan Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Marsekal Pertama Henri Alfiandi mengatakan pesawat tempur F16 yang saat ini melengkapi Skadron Udara 16 membutuhkan landasan pacu sepanjang 3.000 meter.

“Idealnya 3.000 meter untuk bisa mengoperasikan F16 secara maksimal,” kata Danlanud di Pekanbaru, Sabtu, 18/3/2017.

Ia menjelaskan dengan panjang landasan pacu 2.200 meter saat ini, F16 tipe A/B Block 15 yang mengisi Skadron Udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin (RSN) membuat operasional pesawat tempur Amerika itu tidak maksimal.

Terutama untuk mengangkut senjata serta jumlah bahan bakar. “Kalaupun bisa terbang, bahan bakar sedikit, begitu juga dengan senjata,” jelasnya.

Danlanud mengatakan pihaknya telah mengantisipasi terkait panjang landasan tersebut sejak awal Skadron Udara 16 beroperasi di Lanud RSN. Termasuk berkoordinasi dengan seluruh pihak, salah satunya Angkasa Pura selaku pengelola Bandara Sultan Syarif Kasim II, karena Lanud RSN dan Bandara kini berbagi “run way” yang sama.

Lebih jauh, ia juga mengatakan telah menyampaikan perihal panjang landasan pacu itu ke Kementerian Pertahanan.

“Sudah mengajukan semua biaya dan sebagainya. Sekarang jalan ke sana (perpanjangan landasan) sudah (dilakukan). Mudah-mudahan empat bulan ke depan (panjang landasan) 2.600 meter,” tuturnya.

Sementara untuk sisa 400 meter lagi untuk mencapai total 3.000 meter dijadwalkan dapat segera terealisasi pada 2018 atau awal 2019, harap Danlanud.

Terkait peristiwa tergelincirnya pesawat tempur F16 dengan nomor ekor TS1603 pada Selasa (14/3, Danlanud mengatakan salah satu faktornya adalah panjang landasan yang terbatas.

Pada saat kejadian, kata Danlanud, kecepatan pesawat tinggal 35-40 kilometer/jam, dan harus dilakukan pengereman mendadak pada salah satu bagian roda untuk menghentikan pesawat sehingga tergelincir ke luar ujung landasan dan menyebabkan badan pasawat terbalik.

Lebih jauh, Danlanud menjelaskan panjang landasan sepanjang 3.000 meter nantinya tidak hanya akan memaksimalkan operasional F16 melainkan dapat meningkatkan ekonomi Kota Pekanbaru.

“Ini juga bermanfaat untuk Riau, karena jemaah haji bisa (berangkat) dari sini. Peningkatan ekonomi semakin besar menurut saya, bandara internasional selayaknya 3.000 meter,” jelasnya.

Lanud Roesmin Nurjadin merupakan satu-satunya Lanud Tipe A di Sumatera. Terdapat dua Skadron Udara di Pangkalan militer tersebut. Selain Skadron Udara 16 dengan jet tempur F16 nya, juga terdapat Skadron Udara 12 dengan Hawk 100/200.

Antara

20 KOMENTAR

    • ini PR yg serius, banyak sekali runway pesawat militer yg masih berbagi dgn sipil.
      jika bandaranya masih menyatu dgn sipil paling tdk militer punya runway sendiri yg berdampingan, jd operasi tempur tdk mempengaruhi jadwal pesawat sipil hanya dibutuhkan beberapa detik saja sebagai kesempatan pespur utk landing-take off.
      dan jika terjadi keadaan darurat misal siaga militer atau kecelakaan tdk sampai menutup/delay jadwal pesawat yg lain krn menimbulkan efek kerugian ekonomi yg besar.

      maaf loh ini cuma karangan bebas….

  1. Ya kalau diperpanjang sih bagus sekali tapi jangan itu dijadikan alasan pesawat kecelakaan . Kalau itu jawabannya kenapa selama ini dipaksakan ?
    Sebenarnya masih ada solusi lain seperti melengkapi setiap F16 dengan Drag chute atau payng penahan laju pesawat dilandasan . Solusi lainnya juga bisa landasan dilengkapi . arresting cable, seperti di kapal induk dan kabarnya sudah ditest dilanud RSN ,Pakan Baru . Apa belum operasional hanya ditest doang ?
    akartagreater.com/persiapan-lanud-rsn-terima-f-16-cd-25id/

  2. Ada hubungannya dengan ini enggak ya
    http://jakartagreater.com/penjual-suku-cadang-f-16-ke-indonesia-secara-ilegal/

    Scott A. Williams (51 tahun) yang bekerja di Pangkalan Udara Hill, Utah, Amerika Serikat didakwa atas tuduhan menjual suku cadang ilegal komponen Menurut jaksa penuntut umum, …………..

    Williams menjual dan mengapalkan secara ilegal kepada Indonesia sukucadang rem F-16 yang jelas melawan hukum federal. Dia didakwa menyiapkan dokumen palsu yang menyatakan “ekspor” suku cadang pesawat tempur itu kepada Indonesia sudah diotorisasi.F-16 Fighting Falcon kepada Indonesia.

  3. Alesan,kalau tau dr dulu kurang panjang knpa dipaksain tuch bandara? bilang aja perlengkapan buat mendarat kgk lengkap,gt aja kok repot…! Beliin dong parasut buat penahan laju saat mendarat,kita masyarakat awam jg tau yang gitu2an mah. Gak mau legowo dengan kesalahan sendiri dari dulu pak. udah berapa tuch pesawat cilaka gegara perlengkapan kgk komplit…? mikir atuch…