Jan 052015
 
image

Boeing dan Airbus usulkan F/A 18 E/F Super Hornet sebagai desain dasar KFX Korea Selatan

Sydney – Airbus dan Boeing bersama-sama berusaha menggeser Lockheed Martin dari program pesawat tempur dalam negeri KF-X Korea Selatan, dengan menawarkan teknologi dari Eropa yang tidak bisa dipasok oleh sumber-sumber AS, ujar pejabat industri Korea Selatan. Dengan merangkul Korean Airlines sebagai mitra lokal, pasangan Airbus dan Boeing cenderung mengusulkan Boeing F18 E/F Super Hornet sebagai desain dasar untuk KF-X. Badan Program Akuisisi Pertahanan (DAPA) Korea Selatan telah mengeluarkan permintaan proposal untuk pengembangan KF-X pada 23 Desember 2014.

Proposal Boeing-Airbus untuk KF-X, bisa menjadi alternatif ekonomis untuk desain pesawat tempur bagi Badan Pengembangan Pertahanan (ADD) di Kementerian Pertahanan Korea Selatan, di saat Korea Aerospace Industries diharapkan mampu membuatnya dengan bantuan teknis dari Lockheed Martin, AS.

Hal ini karena AS membatasi transfer teknologi perusahaan-perusahaan mereka ke luar negeri. Korea Selatan tidak memiliki teknologi di berbagai bidang, seperti electronically scanning radar, dan fitur siluman. Airbus, sebagai perusahaan pembuat badan pesawat, mungkin terlibat dalam upaya Boeing untuk memasok pengetahuan pesawat siluman yang mana perusahaan AS tidak berwenang untuk memberikannya.

Anggaran dari ? 86991 triliun (US $ 79171 miliar) yang disetujui oleh Departemen Keuangan bulan ini akan ditujukan untuk membayar pengembangan ADD KF-X. Namun parlemen Korea Selatan belum mengijinkan pengeluaran dalam skala penuh, sebelum dilakukannya penghitungan anggaran pemerintah pada Desember 2016. Sementara itu, KAL sepertinya akan menyerahkan alternatif yang lebih murah, berdasarkan pesawat Super Hornet, untuk menanggapi permintaan proposal dari Pemerintah.

Pejabat industri Korea Selatan mengatakan kepada Aviation Week bahwa Boeing telah mengusulkan Advanced Super Hornet, update dari F / A-18E / F dengan weapon pod dan conformal tank. Pejabat industri lainnya mengatakan Boeing bekerja sama dengan Korean Airlines. Sekarang pejabat yang berbeda mengatakan bahwa Airbus juga di tim tersebut.

Ini bukan pertama kalinya Boeing menawarkan teknologi teknologi non-US ke Korea Selatan. Sebelumnya mereka mengusulkan F-15 versi advance Silent Eagle untuk program pesawat tempur FX Tahap 3, Boeing menyarankan transfer teknologi dari Israel Aerospace Industries, kata seorang pejabat industri. Namun Lockheed Martin memenangkan FX Tahap 3 dengan mengusulkan pesawat tempur F-35 dan sebagai imbalannya seharusnya mendukung pengembangan KF-X. (aviationweek.com / Bradley Perrett 29/12/2014).

  86 Responses to “Pesawat F/A-18 E/F, Alternatif bagi KFX Korea”

  1.  

    negeri boyband tukang bohong

 Leave a Reply