Jan 072016
 
Gulfstream G500

Gulfstream G500

Angkatan Udara Australia (RAAF) akan mengubah pesawat jet mewah Gulfstream G550 menjadi pesawat mata-mata. Pesawat pengintai canggih ini akan mulai dioperasikan pada akhir tahun ini. Pernyataan singkat yang diunggah di laman situs Departmen Pertahanan AS memastikan proyek tersebut.

“L-3 Communications Mission Integration, Greenville, Texas, telah ditunjuk sebagai kontraktor untuk menggarap proyek senilai $ 93.632.287 ini, meliputi pengadaan dan pemeliharaan pesawat G550”, tulis Departemen Pertahanan AS.

“Pekerjaan ini dilakukan di Greenville, Texas, dan selesai pada 30 November 2017. “Kontrak ini murni 100-persen penjualan peralatan militer asing ke Australia.”

Peter Jennings dari institut Kebijakan Strategis Australia mengaku tidak terkejut RAAF telah memilih opsi ini.

“Mengubah pesawat ini dari yang tadinya pesawat jet bisnis menjadi pesawat yang dapat digunakan untuk kegiatan pengintaian dan pengumpulan informasi elektronik, adalah alasan utama dibalik kebijakan ini,” katanya.

Pesawat G550 adalah pesawat jet mewah perusahaan yang memiliki kemampuan terbang hingga 12 jam nonstop dan lebih dari 12 ribu kilometer.

Pesawat ini ditenagai dua mesin Rolls Royce dan dapat mengangkut lebih dari 18 penumpang. Dapat dioperasikan dari bandara dengan landas pacu pendek, bandara di wilayah tinggi, dan juga memungkinkan pesawat ini melakukan kegiatan pengintaian di kawasan terpencil dan lokasi-lokasi yang sulit seperti Afghanistan.

Pesawat pengintai wilayah perairan P3 Orion yang digunakan Australia saat ini akan memasuki masa pensiun pada tahun 2018 dan digantikan oleh pesawat P8 Poseidon dan Triton.

“Pesawat Gulfstream lebih kecil, lebih cepat, dan mengangkut kru yang lebih sedikit sehingga harganya lebih murah untuk dioperasikan,” kata Jennings.

Sejumlah Militer dunia telah menggunakan Gulstream G550 untuk kegiatan pengumpulan informasi intelijen, tetapi rincian lengkap mengenai kontrak dengan Australia, tampaknya baru diketahui sampai Departemen Pertahanan merilis Buku Putih mereka tahun ini yang sudah ditunggu-tunggu. Departemen Pertahanan Australia belum menanggapi pertanyaan mengenai kontrak militer ini.

Radioaustralia.net.au

  27 Responses to “Pesawat Gulfstream G550 Gantikan P3 Orion RAAF”

  1. Fisiknya gimana itu? Nanti kalo misalnya nyerobot masuk wilayah RI keliatannya cuma Gulf Stream padahal dalemnya.. Waduh

    • Eh… Ternyata Pertamax:D

    • kan kalo tak salah setiap terbang dia menyalakan radar,
      nah emisi dari radarnya dia yng bias ditangkap Satrad Indonesia selain berbentuk obyek meliputi ketinggian,kecepatan, dan heading nya

      apalagi hampir keseluruhan radar pertanhana pantai yang tergabung dalam satrad sudah bisa mencium radar low sekelas AEGIS ,

      so jangan kawatir bung , trust with TNI , It’s work

      • Kalau pesawat komersil berjadwal ataupun tidak kan harus ada Izinnya jika mau masuk wilayah Indoensia,maka tak peduli mau pesawat komersil atau ,militer sepanjang tidak ada izin wajib di intersep .

    • apapun jenis pesawatnya sipil ato militer klu menerobos aka tanpa izin ya wajib di force down bung..

    • Pesawat militer biasanya tidak mengaktifkan transponder, karena tdk ingin diketahui tujuannya/motifnya…pesawat sigint/elint ketika beroperasi polanya terbang mengitar/oval pada radius ttt u/ melakukan aksi intelejen(penyadapan gel.radio/telpon/kom.militer/emisi elektronik/jamming). Pola terbang spt ini tidak lazim dilakukan oleh pesawat komersial, shg akan memancing kewaspadaan ATC dan biasanya dilakukan prosedur2 komunikasi, identifikasi visual atau bahkan pengusiran atau forced down

      Bbrp waktu yang lewatn sdg gencar isu pencari suaka dr timteng, bbrp kali pesawat AP-3C/sigint-elint aussy melakukan operasinya dilaut selatan sukabumi…ada yang berhasil lolos ktk diidentifikasi dan ada yang berhasil dipaksa keluar meninggalkan area tsb(majalah angkasa)

    • assalamualaikum wr.wb.
      Bisa tidak jika kom.militernya di encrypt, kemudian di area dekat sonotan di pasang BTS radio lokal buat mancarin frekuensi yang sama.

  2. Pertamax

  3. N219 mungkin juga bisa dijadikan pesawat intai

  4. hati hati ada yg mau ngetes kemampuan kita

  5. wah Ini terinspirasi…yang pernah slonong boy….trus diuber sukhoi..kayaknya…, tambah terus perangkat elektronik di satrad satrad….

    • Tidak semudah itu, selama TNI belum punya datalink@om priangan.

      Karena pesawat sigint biasa beroperasi di area ZEE/diluar udara teritorial daerah sasaran…pesawat sigint jg bisa memantau percakapan radio antar radar controller dan pesawat penindak shg bisa kabur duluan keluar dr area tsb ke wilayah udara internasional.

      Pernah tjd peswat sigint aussy/AP-3C berhasil lolos dr sergapan F-16 TNI AU krn sdh memantau komukasi radar controller yang mengarahkan koordinat target kpd F-16…segera saja pes aussy menurunkan ketinggian scr cepat dg cara turun spiral shg pd layar radar posisinya masih tetap dilokasi semula, tapi bgt F-16 smp dilokasi, targetnya sdh hilang krn begitu berada dibawah tangkapan radar, pes tsb sgr kabur menuju perairan internasional diselatan jawa

      • Bang. beriev…kalau F 16 mah ndak ada tajinya. F 16 RI itu kelasnya low Entri (barang Yonhap)bukan yg premium. wajar sdh bisa di indus keberadaannya. salam..

  6. Berarti menggunakan teknologi israel ya?

  7. Yang ini sih gampang di jamming. Spt cerita kapal intruder yg tau tau di dlm ruang kendali terdengar lagu Indonesia Raya.
    Tapi klo pswt ini di jamming ckup dgn lagu bang Haji.

    • Pesawat sigint kan cara kerjanya pasiv alias hanya ngider didekat sasaran, nguping/mengintercept transmisi elektronik, komunikasi radio, emisi radar atau memantau pergerakan armada atau pasukan dari kejauhan…mirip2 ibu2 yang suka nguping pembicaraan tetangga

  8. hehehehehehe….bung@Beriev…santai aja bung…

  9. rame sadap lagi ntar nih, sana dah punya SIGINT ELINT, dimari AEWC aja ingin kaji mulu

  10. Assalamu’alaikum wr wb.. Ijin gabung Bung Diego.
    Skrg ko mirip topic ya komen2nya, hadeh…

    “nyimak dulu dipojokan”

 Leave a Reply