Pesawat IFX dan Jet 100, KAI – PTDI, Untuk Negara ASEAN

37
257
Desain Indonesian Fighter Xperiment (grafik : militerhankam.com)
Desain Indonesian Fighter Xperiment (grafik : militerhankam.com)

Kerjasama pembuatan pesawat tempur KFX IFX telah dimulai oleh Korea Selatan dan Indonesia. DItargetkan tahun 2019, prototype pesawat tersebut sudah terwujud.

Tidak itu saja, KAI dan PTDI juga melangkah untuk membuat pesawat jet komersial, dengan jumlah penumpang +- 100 orang.

SSV BRP Tarlac 601 11
Kapal buatan PT PAL, SSV Tarlac 601 Filipina, telah melaut.

Kerja sama Indonesia dengan Korea Selatan tidak itu saja. Indonesia juga bekerja sama dalam transfer of technology, bagi pembangunan LPD Makassar Class oleh PT PAL, Surabaya.

Kini Filipina telah memesan LPD / SSV itu dan akan dikirim satu dari dua SSV itu pada Mei 2016 ke Filipina. Dua negara lain juga tertarik, yakni Vietnam dan Thailand.

Diharapkan semakin kuatnya kerjasama antara Korea Selatan dengan Indonesia, dapat menular ke negara ASEAN lainnya. Indonesia dan Korea Selatan bisa melakukan transfer teknologi untuk pesawat KFX / IFX dan Jet Komersial KAI/ PTDI nantinya, agar pesawat tersebut juga dibeli oleh negara-negara ASEAN.

Desain N2130
Desain N2130

Jet Tempur KFX / IFX jika berhasil, memiliki peluang kuat untuk juga dibeli oleh: Filiphina, Thailand dan Malaysia. Begitu juga dengan jet komersial KAI / PTDI. Apalagi kini ASEAN telah masuk Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Membuat ASEAN yang kuat agar menarik bagi inverstor asing dan mampu tumbuh di antara kekuatan ekonomi belahan dunia lainnya .

37 KOMENTAR

  1. Dengan negeri jauh Indonesia bersahabat, seandainya ada suatu lembaga IPTEK berikut pengembangan dan produksi massal produk2 Hi-tech Negara2 se ASEAN betapa kuatnya ASEAN, masalah perbatasan wilayah antar sesama negara ASEAN msh banyak yg belum selesai, di Eropa mrk sdh saling bekerja sama dibidang apapun

  2. @Juke: justru ga rugi gan…
    malah kita yang untung. secara di pikir begini. kita mau buat pespur. sedangkan technologynya harus beli. blom prototypenya itu ininya.
    sedangkan Korsel memang sudah punya kerjasama khusus untuk pespur dengan Lockhead Martin.

    kklo kasarnya mngkin gni.
    lu mau buat perumahan. tpi lu msh bngung dan duitne sopo?? trus ada tmen bntu modal trus nnti d ksh tau gmna buat prumahan dri awal ampe akhir dan enaknya kita juga d ksh bbrapa rumah di prumahan itu.

  3. iyaa.. makanya kenapa korsel hnya rekomendasikan indonesia patungan 20% ny sja.. krna itu tdi. ilmu kita di keluarkan untuk mreka lebih dalam dari korsel dan lebih berpengalaman lama… dn mreka juga ngasih pengalaman dn ilmu ny yg kita tidak tahu termasuk teknologi2ny yg mrek minta ke US.. sbtulnya jika bg2 jadiny, kita sama2 untung, malah lebih untung kita.. kalian kn tau sifat insinyur2 kita kya gimana.. tidak terpatok dgn teknologi yg sudah ada. trus di kembangkan dan d kembangkan. buktinya. PAL degan ssv lhd ny,, kmudian pt pindad dgn senjata ssx ny dan badak…

  4. Bukan kah Pihak Rusia juga tertarik utk bekerja sama dengan PT.DI utk membuat pesawat terbang komersil Bukan Sukhoi Super jet-100 melainkan perusahaan Irkut dengan Proyek MC-21 seriesnya yg berkapasitas 150-200 orang, Pilih mana Rusia Ato Korea Selatan? krn ke-2nya Tawaran yg menarik bagi PT.DI Sehingga kedepan PT.DI tidak hanya bergantung kepada Airbus saja Sapa tau saja

    • Bung Elang Sakti..bila saya harus memilih utk orang awam seperti saya pasti tidak bisa memilih tapi utk perusahaan sekelas PT.DI pasti bisa memilih antara rusia ato korsel yg akan dijadikan partner dalam pengembangan pesawat penumpang bermesin Jet
      Tapi ada satu faktor yg menarik Bila melihat dari Segmen Pesawat penumpang malah PT.DI lah yg punya pengalaman lebih dengan pengalaman CN-235 dan CN-295 yg dapat diubah menjadi Pesawat penumpang maka sebenarnya proyek pesawat penumpang Bermesin Jet akan lebih cepat terwujud baik PT.DI bekerjasama dengan Rusia Ato dengan Korea Selatan