Feb 112016
 
JF-17 Chengdu

JF-17 Chengdu

Untuk memperkuat hubungan bilateral antara Pakistan dan Qatar, Perdana Menteri Nawaz Sharif mengunjungi ke Qatar hari Rabu, 10/2/2016, bersama dengan delegasi tinggi.

Kunjungan ini atas undangan dari Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad bin Khalifa Al-Thani dan Perdana Menteri Sheikh Abdullah Bin Nasser Bin Khalifa Al-Thani.

Kepala Staf Udara, Angkatan Udara Pakistan, Marsekal Sohail Aman, juga akan disertakan oleh Perdana Menteri.

Dalam dua hari kujungannya, kedua pemimpin negara mendiskusikan kemungkinan meningkatkan kerjasama di berbagai bidang pertahanan.

Kedua pemimpin juga bertukar pandangan mengenai isu-isu regional dan internasional yang menjadi kepentingan bersama. Qatar menjadi tuan rumah bagi lebih dari 115.000 orang Pakistan, yang bertindak sebagai jembatan antara masyarakat kedua negara persaudaraan.

Dalam kunjungan ini Pakistan membawa dua pesawat tempur JF-17 Thunders dan dua pesawat latih Super Mushshak bersama dengan kontingen Angkatan Udara Pakistan.

Ini menjadi peristiwa bersejarah saat pesawat pribumi Pakistan terbang di langit dari Qatar untuk pertama kalinya. Kedua pesawat akan melakukan tampilan statis dan udara yang disaksikan oleh Tamim bin Hamad Al Thani, Emir Qatar dan Perdana Menteri Nawaz Sharif bersama dengan senior pemerintah dan pejabat militer kedua negara.

Diharapkan kegiatan ini akan memperkuat hubungan bilateral yang ada antara kedua negara dan membawanya ke ketingkat lebih lanjut. Hal ini juga untuk menunjukkan bahwa Pakistan adalah satu-satunya negara Muslim yang memproduksi jet tempur kelas dunia dan pesawat latih mahakarya.

Pakistantoday.com.pk

 Posted by on February 11, 2016

  21 Responses to “Pesawat JF-17 Unjuk Kebolehan ke Emir dan PM Qatar”

  1.  

    Smoga pesawat ni moncer. Amin

    •  

      Setahu ane, tdk ada fighter made in Amerika yg pakai angka 17, adanya mah F15 Eagle, F16 Falcon, F18 Hornet, F17 xxx sepertinya terputus alias tdk ada. Ada paling F117 Nighthawk, pesawat fighters multirole siluman, walau urutan angka ada angka 17, namun terbilang dg nomor ratusan. Agaknya China dan Pakistan pinter, mereka memproduksi sendiri pesawat fighters dg angka 17, menjadi JF-17 Thunders. Mau memberi nama F17 Thunders (tanpa J = Joint), takut di somasi (digugat) paman Sam. Jadilah JF-17 Thunders, suatu fighters yg masih gres, belum batel propen…..

  2.  

    cocok untuk ngebom KL

  3.  

    Kurang yakin ama psawat ini, untuk latih tempur ok lah…. Tp kalo untuk serang ringan mending pesawat made in rusia aj dech

  4.  

    tjoekoep bagoes.

  5.  

    mungkin pesawat ini sekelas golden eagle…

  6.  

    Udah ditawari sama Pakistan..malah ada iming2 dikasih cetak biru (blue print) serta dirakit disini..tp Indonesia lbh tertarik dng pesawat T50 Golden Eagle, krn terkait dng pembuatan pesawat MEDIUM KFX/IFX..kalau dah bisa pesawat tempur medium..tinggal di down grade jadi dech pesawat tempur kelas light sekelas T50 Golden Eagle, JF 17, YAK dll..

    •  

      kalau mau MANDIRI harus belajar dulu dari kelas ringan,lalu midium,baru kelas berat..,
      dan itu pasti..! kalau pada SEKOLAH..?
      mau langsung ke SMA nih yee….baru kuliah….lahhh tk,sd,smp nya di lompatin…
      nanti akhirnya TIDAK SEKOLAH ,..lantaran kfx/ifx macet…

      ha ha ha…

  7.  

    Ditawarkan kepada Malon saja, pasti laku

  8.  

    itu pesawat idaman kl kali bung…….

  9.  

    Masih canggih super tukino… Pesawat berGIGI banyak yang sewaktu2 bisa memakan rumah warga… AWAS SEGERA KELUAR RUMAH SUPER TUKINO MAU LEWAT… Ckckckckakak

  10.  

    beda kelaslah klo t-50 dgn jf-17 sbb t-50 ga d lengkapi radar n kmrn ada yg jatuh 1, sdg jf-17 lum jatuh sedangkan f-16 mlh bnyk yg jatuh gmn tu

  11.  

    ini pespur murahmeriah tapi berkualitas juga karena belum pernah jatuh ya.

  12.  

    Kalo untuk Indonesia sebenarnya ni pesawat cukup lumayan. Spek lebih tinggi daripada Golden Eagle, harga murah meriah. Dikembangkan oleh Pakistan & Tiongkok dengan mesin Rusia. Ketiganya punya hubungan kerjasama terkait pertahanan dengan Indonesia yg diikat dengan UU & Perpres. Lumayan buat pengganti Hawk & bakalan relatif bebas embargo :)