Sep 132017
 

Pesawat Hercules TNI AU (tni.mil.id)

Timika – Program “jembatan udara” Timika-Wamena, Papua yang secara resmi dimulai bertepatan dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-72 pada 17 Agustus 2017 lalu baru melayani pengangkutan semen.

Kepala Cabang PT Pelni Timika Suaidi, mengatakan pada Selasa 12-9-2017  penerbangan jembatan udara untuk mengangkut material semen ke Wamena dari Timika rutin dilakukan menggunakan pesawat Tri MG dan pesawat Hercules yang melaksanakan penerbangan 4 kali seminggu.

“Sejak penerbangan pertama pesawat Hercules mengangkut semen sebanyak 10 ton ke Wamena pada 17 Agustus 2017 sampai sekarang ini terus berlanjut dan berkesinambungan.  Ini dalam rangka menurunkan disparitas (perbedaan,red) harga yang terlalu tinggi antara Pulau Jawa dengan daerah di pedalaman Papua,” jelas Suaidi.

Suaidi mengatakan ada 2 BUMN yang ditunjuk pemerintah untuk menyelenggarakan program “jembatan udara ” Timika-Wamena yaitu Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dan Pelni Logistic selaku anak perusahaan PT Pelni.

Rata-rata setiap kali penerbangan “jembatan udara” Timika-Wamena, baik pesawat TriMG maupun pesawat Hercules TNI AU mengangkut sebanyak 14 ton semen. “Rata-rata sekali angkut sebanyak 14 ton lebih. Itu sudah dibagi sama antara PPI dan Pelni Logistic,” ujar Suaidi.

“Setelah sampai di Wamena, barang itu didistribusikan ke daerah lain sekitar Wamena yang meliputi 8 kabupaten oleh penerima disana yaitu Pak Abner Abnawas,” ungkap Suaidi. Dengan semakin lancarnya distribusi semen dari Timika ke Wamena, maka harga semen di Wamena dan sekitarnya kini menurun drastis.

“Ke depan bukan hanya semen yang dikirim ke Wamena, tapi juga barang kebutuhan pokok lainnya. Berdasarkan laporan dari teman-teman di Wamena, sekarang ini ada 3 bahan bangunan yang paling dibutuhkan masyarakat di wilayah pegunungan yaitu semen, seng dan paku. Mudah-mudahan ke depan material lainnya bisa diangkut melalui program jembatan udara ini,” tutur Suaidi.

Program “jembatan udara” Timika-Ilaga, ibu kota Kabupaten Puncak rencananya akan segera direalisasikan dalam waktu dekat. PT Perusahaan Perdagangan Indonesia yang ditunjuk menyelenggarakan program tol udara Timika-Ilaga sementara ini masih menjajaki kerja sama dengan operator penerbangan yang akan mengangkut material bahan kebutuhan pokok masyarakat di Ilaga dari Timika.

Belum lama ini, Menteri BUMN Rini Sumarno bersama rombongan berkesempatan meninjau Pelabuhan Paumako Timika yang menjadi titik akhir program tol laut di wilayah selatan Papua dan Bandara Mozes Kilangin yang menjadi salah satu sentra program jembatan udara ke wilayah pedalaman Papua.

Dalam kunjungan ke Timika itu, Menteri Rini Sumarno meminta sokongan semua pihak terhadap program tol laut dan tol udara yang direncanakan Presiden Joko Widodo untuk menurunkan harga barang kebutuhan pokok yang sangat mahal di wilayah pedalaman Papua. (Antara).

  6 Responses to “Pesawat Kargo Aktifkan “Jembatan Udara” Timika-Wamena”

  1. program yang sangat bagus

  2. Sedikit gak yakin bertahan lama

  3. “Subsidi” yg berganti baju. Masuk saku depan, keluar dari saku belakang. Semoga masih sanggup tetap bertahan, sampe infrastruktur yg menjadi kuncinya terbangun.

    • Klo jaman dulu subsidi berbentuk uang.mau berapa pun dikasih uang klo barang gak ada juga gak bakal kebeli.klo subsidi berbentuk ongkos angkut dan kepastian barang ada pasti kebeli walau harga masih mahal…mengikuti hukum pasar klo gak ada barang pasti mahal…klo barang tersedia pasti murah…semoga jembatan udara bisa terus ada sampai infrastruktur darat selesai semua….

  4. wamena mahal2…air mineral aza 15.000.krn d kelilingi bukit2 kapur raksasa dingin.y minta ampuuun…akses.y cuma lewat udara tp d jayapura murah

 Leave a Reply