Apr 092014
 

Replika Boeing Business Jet/Reuters

Replika Boeing Business Jet

Bisnis.com, JAKARTA — Pesawat Kepresidenan RI dijadwalkan tiba Kamis pekan ini. Namun, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus menunggu minimal seminggu sebelum menggunakan pesawat tersebut.

Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi mengatakan Pesawat Kepresidenan harus terlebih dulu disertifikasi oleh Kementerian Pertahanan sebelum bisa digunakan oleh Presiden.

Kementerian Pertahanan diperkirakan membutuhkan seminggu untuk menyelesaikan proses sertifikasi pesawat tersebut.

“Sertifikasi dulu dari Kemenhan setelah itu kita baru serahkan ke TNI-AU baru siap beroperasi. dalam waktu dekat, mungkin paling lama 1 minggu,” kata Sudi di Kantor Presiden, Selasa (8/4/2014).

Pembelian pesawat kepresidenan dianggarkan pemerintah di dalam APBN 2011. Pesawat itu dipesan dari produsen pesawat Amerika Serikat, Boeing dengan perkiraan nilai pembelian US$91 juta.

Pemerintah telah 2 kali menunda jadwal penerimaan pesawat yang berjenis Boeing Business Jet 2 tersebut dari Agustus 2013 menuju Desember 2013 sampai akhirnya terealisasi pada April 2014.

Sudi mengatakan Pesawat Kepresidenan RI terlambat datang karena pemasok pesawat tidak bisa menyelesaikan proses uji coba sesuai jadwal yang disepakati akibat gangguan cuaca.

Akibat keterlambatan tersebut, lanjutnya, pemerintah mengenakan denda kepada produsen pesawat. Namun, Sudi mengaku tidak ingat secara pasti berapa besar denda yang dikenakan pemerintah atas keterlambatan itu.

“Kemarin ada masalah cuaca dan sebagainya ketika uji coba di sana dan itu juga kita denda sebagai kewajiban mereka,” papar Mensesneg.( info.bisnis.com)

  73 Responses to “Pesawat Kepresidenan: Tiba Kamis, Tapi SBY Tak Bisa Langsung Pakai”

  1. btw neh pesawat anti sadap tidak?

  2. Next…tps

  3. Pertamix

  4. Akhirnya…
    Selamat datang pesawat RI 1

  5. menyimak

  6. Semoga bermanfaat mudah2an jng dipakai alat penyadapan
    Pesawat ini kalau di beliin alutsista misal su 35 dpt brp ya?
    Thanks salam

    • bung sam , paling dapat 1 bh + lengkap missilenya he he he….., tp klo dipikir2 presiden sekarang cuma bs make cuma 3-4 bulan, abis itu diganti sama presiden terpilih nantinya

      • Iya bung om@ gue salam kenal dari saya yg bsnya monitor aja kayak jaja miharja iys ni beli yg sangar2 ditunda2 yg gini kok lancar mudah2 banyak manfaat dari pada mudharatnya amin

    • dulu ketika Soekarno dihadiahi pesawat Jetstar oleh Presiden Kennedy, ketika dibongkar ditemukan puluhan alat sadap

      bahkan pesawat kepresidenan China (Boeing 767) juga ditemukan puluhan alat sadap tertanam dan terkoneksi dengan satelit ketika pertama kali diterima dan dicek oleh intelejen mereka
      …Chinese intelligence officers have found more than 20 bugging devices on a US-made jet being delivered to its president, Jiang Zemin, it has been claimed…

      …The tiny devices in the premier’s official aircraft were found in several places, including a lavatory and in the headboard of the presidential bed….

      http://www.telegraph.co.uk/news/1382025/Chinese-presidential-plane-bugged.html

      • Iya bener bang Ed, memang pesawat kepresidenan lebih bagus dibuat di dalam negeri.Tapi masalahnya negara kita baru mau mengembangkan. Nasib kalau belanja diluar?? 🙂

  7. maaf para sesepuh ingin tanya nich, kenapa pswt nya beli dr luar negeri? bukankah pswt buatan dlm negeri tdk kalah bgus? bingung????

    • klo pengin make buatan dalam negeri tunggu R-80 insyaallah semoga sukses diluncurkan kira 2017-1018.
      Pesawat R-80 merupakan pengembangan dari pesawat N250 yang dibuat BJ Habibie. Pesawat N250 merupakan pesawat yang dikendalikan secara elektronik atau dikenal dengan istilah fly by wire kedua, setelah pesawat keluaran Airbus yakni A-300

  8. selamat datang air force one-nya Indonesia…
    hari ini 9 april 2014, …selamat menunaikan hak dan kewajiban sebagai warga negara !

  9. Ke 10

  10. dulu gue menyangka Pesawat Kepresidenan RI.
    – Ada gambar kepulauan nusantara dlm airframe nya
    – terdapat relief Batik.

  11. penampakkan :

    yg menarik, nomor registrasi dari pesawat ini adalah N4548J dimana N adalah nomor registrasi untuk negara Amerika. Indonesia menggunakan nomor registrasi PK (dari bahasa Perancis Pay Kolonie, dieja Pei Koloni yg artinya negara jajahan (Belanda)
    …Singkatan dari “PK” adalah Pay Kolonie (bahasa Prancis, dieja pei koloni) atau negara jajahan (Belanda). Kenapa tidak pakai dua huruf “RI” (Republik Indonesia)? Tanda huruf tersebut pada masa silam sudah lebih dulu diberikan pada Rusia…
    http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/08/pk-tanda-registrasi-pesawat-indonesia

    ironic isn’t it?

    • Bung Ed..registrasi N adalah registrasi sementara selama pesawat ini deliver dari USA. Setelah tiba di Indonesia entah akan menggunakan kode PK atau kode RI

    • @bang ed, betul bung tadinya sy pikir kode PK tidak bisa diubah tp setelah membaca link dr anda ternyata bs diubah. Rusia mengganti dua kali malah. Ironic memang tp lebih ironic adl kenapa pemerintah kita tidak mau menggantinya. Hal-2 konyol seperti inilah yg sering menghilangkan kepercayaan sy thd pemerintah. Mungkin termasuk anda shg antipati dg list bung Nara. heheheh. Sebaiknya memang diganti dg RI krn sekarang kode penerbangan Rusia adll RA. Imho.

    • terima kasih bang ed kiriman photo terbaru…

  12. makasih ats pencerahan nya bung @gue, slm knal

  13. Berkah bg the Next President. mg dg kemewahan ini, kinerja RI 1 mkin bersemangat lg.

    Dirgahayu TNI AU !

  14. Indonesia-Cina Kerja sama Sistem Satelit Kelautan
    Senin, 7 April 2014
    (Beijing – Humas LIPI). Dua peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dari Pusat Penelitian Oseanografi mengikuti seminar Indonesia Maritime Satellite System pada 21 Februari – 1 Maret 2014 lalu di Academic of International Business Officer (AIBO) Beijing Cina. Kedua peneliti tersebut adalah Indarto Happy Supriyadi dan Rr Sekar Mira Cahyopeni.

    Kegiatan seminar “Indonesian Maritime Satellite System” merupakan program kerja sama antara Indonesia dan China. Program kerja sama ini telah ditandatangani oleh kedua negara, yang salah satunya berkaitan dengan sistem satelit kelautan Indonesia.

    Seminar itu sendiri diprakarsai oleh Badan Koordinasi Keamanan laut (Bakorkamla) dan perwakilan dari beberapa pemangku kepentingan seperti Kementerian Pertahanan, TNI-AL, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Riset dan Teknologi, LIPI, BPPT, LAPAN, dan Basarnas. Sedangkan, pihak China diwakili oleh China Academy Science and Technology (CAST).

    Indarto mengatakan, kesimpulan atau hasil seminar tersebut terutama fokus pada spesifikasi teknis sistem satelit kelautan. Spesifikasi teknis yang paling penting yakni pemilihan orbit near equator. Sistem orbit ini sangat efisien untuk melakukan surveillance pada daerah equator karena revisit time yang jauh lebih singkat bila dibandingkan dengan sistem orbit Polar.

    Disamping itu, lanjutnya, pengendalian (TT&C) terhadap Satelit orbit near equatorial efektif bila dilakukan oleh stasiun bumi yang berlokasi di daerah equator, sehingga pengendalian Satelit nantinya 100 persen akan dikelola di Indonesia. “Saat ini belum banyak Satelit yang berorbit equatorial, diharapkan dengan suksesnya operasional Satelit Kamlasat akan mengawali satelit-satelit Indonesia untuk keperluan lain (komunikasi, remote sensing, dll) yang berorbit equatorial,” terangnya.

    Dikatakan Indarto, selain seminar, kegiatan lainnya adalah kunjungan di berbagai tempat seperti Ground station-CAST di Beijing dan pabrikan pembuatan satelit di Xi-an. (pw)

  15. penguasa bermewah-mewah, sementara rakyat kecil miskin kelaparan…

    • sepintas emang terlihat mewah,,, tp utk jangka panjang ini lebih hemat ketimbang trus2an nyewa ama garuda. dan yg pasti lebih aman.
      Salam Ngawurisme

  16. Selamat datang Indonesian Air Force One.
    Semoga Su-27/30 kita selalu menjaga dan mengawal kemanapun perginya nanti…

    Salam NKRI

  17. mantaf

  18. Sistem keamanan nya gimana bung ya? Misal anti serangan missile, anti serangan jammer, dll?

  19. perasaan bangga punya pswt kprsdenan, tapi rawan sadap karena amerika selalu mencurigai negara lain walaupun sekutunya, memang baiknya di cek dulu peralatannya…saya jd mikir waktu seminggu utk persiapan sblm di gunakan presiden siapa tahu pihak kita mencari peralatan sadap atau benda2 mencurigakan harus disterilkan….imho, amin… tapi kayanya kurang gede nih pesawat utk negara sekelas indonesia, smg presiden selanjutnya maksimal dalam bekerja..

  20. Berharap peluncuran LAPAN A2 menggunakan RPS nya LAPAN.
    Kira2 menurut bung @Jalo…kapan Indonesia bisa meluncurkan sendiri satelitnya menggunakan RPS buatan LAPAN?

  21. Penyusunan Rencana Induk Pemenuhan Alpalhankam, Sinkronisasi Kebutuhan Pengguna dan Indhan

    Jakarta, Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sjafrie Sjamsoeddin, Rabu (2/4), selaku Sekretaris Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) membuka Lokakarya tentang Penyusunan Rencana Induk Pemenuhan Alat Peralatan Pertahanan dan Kemananan (Alpalhankam) yang diadakan oleh KKIP di Kemhan, Jakarta. Sebagai amanat dari UU No 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan, kebutuhan Alpalhankam ini disesuaikan dengan postur pertahanan dan postur Polri yang selanjutnya disinergikan dengan kemampuan yang dimiliki dan dapat dipenuhi oleh Industri Pertahanan Dalam Negeri. Hasil dari penyusunan Rencana Induk Pemenuhan Alpalhankam ini akan dipaparkan pada Sidang KKIP yang kedua.

    Di dalam Lokakarya ini dibahas tiga hal yaitu kebijakan Penyusunan Rencana Induk Pemenuhan Alpalhankam serta skema pembiayaannya, rencana induk dari pengguna yaitu TNI dan Polri, dan rencana induk dari Industri Pertahanan. Lokakarya ini dihadiri pula oleh Asrena Angkatan dan Polri untuk memaparkan kebutuhan masing-masing Alpalhankam serta Dirut industri pertahanan, sehingga didapatkan gambaran yang jelas serta solusi yang dibutuhkan dalam upaya kemandirian industri pertahanan dalam negeri.

    UU No 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan mewajibkan agar dalam setiap pengadaan alpalhankam, 85 persen dari biaya merupakan local content, offset dan imbal dagang. Sehingga ketika membelanjakan anggaran pertahanan untuk alutsista luar negeri 85 persen nya akan kembali ke dalam negeri. Dari 85 persen itu, 35 persennya merupakan local content dan offset. Belanja local content hanya ditujukan untuk pengembangan Industri Pertahanan, sedangkan offset ditujukan untuk pengembangan manufaktur terutama yang terkait dengan pembangunan alpalhankam. Imbal dagang yang telah mencapai 50 persen dimaksudkan untuk memacu pertumbuhan ekonomi nasional.

    Lokakarya ini diadakan sebagai upaya dari KKIP untuk mensinkronkan dan mensinergikan suatu kegiatan pemenuhan alat peralatan pertahanan dan keamanan yang terdiri dari alutsista TNI dan alat material khusus untuk Polri. Sinkronisasi dibutuhkan sebagai upaya untuk menjembatani kebutuhan Alpalhankam yang dibutuhkan TNI dan Polri dengan kemampuan yang dimiliki industri pertahanan dalam negeri.

    Dengan Lokakarya ini KKIP akan menerima input dan selanjutnya memroses sebagai suatu penyusunan rencana induk pemenuhan kebutuhan Alpalhankam di dalam suatu perencanaan strategis, baik jangka menengah maupun jangka panjang. Khususnya nanti sebagai pegangan untuk kepentingan rencana strategis 2015. Ini dimaksudkan agar ada keberlanjutan dalam kebijakan pembangunan Industri Pertahanan Dalam Negeri. Karena tanpanya, amanat UU Industri Pertahanan tidak akan mencapai target secara teknis, taktis, maupun strategis.

    Rencana induk pemenuhan Alpalhankam yang sudah disinkronisasi dengan kemampuan Industri Pertahanan inilah yang nantinya menjadi pegangan setelah mendapatkan legalitas dan legitimasi oleh pemerintah. Selanjutnya, Pemerintah akan membuat suatu regulasi yang kemudian menjadi pedoman dalam mengatur kebutuhan pengguna, kemampuan dari industri pertahanan yang dikembangkan dalam suatu pembinaan industri pertahanan secara berkelanjutan.

    Sementara itu Dr M. Said Didu selaku Kabid Perencanaan KKIP menjelaskan bahwa posisi rencana induk ini sebagai prasyarat bagi penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Pertahanan dan Kementerian terkait lainnya serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM).

    Sumber : DMC

  22. Selamat. . btw kecangihannya apa saja yah? Lupa -_-“

  23. bung now ,. kok kadang” pas saya buka warjag ,. msh artikel yang lama y yg terakhir “Sistem Pertahanan Udara NASAMS” ,. tp pas saya telusurin saya liat di warung sebelah ,. tp ada updatean dari warjag yg terbaru ,… pas web warjag saya refresh ,, kembali ke beranda yg belum update (Sistem Pertahanan Udara NASAMS) .. itu kenapa y ??,. :/

  24. bung now ,. kok kadang” pas saya buka warjag ,. msh artikel yang lama y yg terakhir “Sistem Pertahanan Udara NASAMS” ,. tp pas saya telusurin saya liat di warung sebelah ,. tp ada updatean dari warjag yg terbaru ,… pas web warjag saya refresh ,, kembali ke beranda yg belum update (Sistem Pertahanan Udara NASAMS) .. itu kenapa y ??,. :/ ..

    • coba klik home atau cek komen orang di posting baru di kanan halaman bung @polopi

      • cek komen orang di posting baru di kanan halaman bung <<< biasanya ada update komen di sebelah kanan itu bung NYD, tapi kami hanya masuk ke artikel tersebut dan stay di title. Komen orang yang bersangkutan belum terupdate di artikel.

        • knapa ya? bingung juga. kalo traffic saya belum mengalami hal yang sama. mungkn warjagers ada yang punya bayangan masalah ini?

          • Klo saya buka daftar isi/sitemap seperti bung polopi juga bung nowy, artikel terbaru di sitemap masih “sistem pertahanan udara NASAMS”

            Harus buka home/main page baru terlihat artikel terbaru…..

  25. Pesawat komersial disingkat pk

  26. Warnanya jelek, kayak bendera partai demokrat, boleh di tukar warna ngaa yaa

 Leave a Reply