Dec 272015
 

Korea Selatan akan menandatangani kontrak formal pembuatan jet tempur baru KFX tanggal 28 Desember 2015. Korea Aerospace Industries Perusahaan (KAI) menandatangani kontrak formal, untuk bekerja sama dengan Indonesia dalam membangun jet tempur KF-X, dengan nilai kontrak pendanaan sekitar 8,7 triliun Won.

KF-X merupakan jet tempur multi peran generasi 4,5 Korea Selatan, yang dibuat setelah berhasil membuat jet latih T-50 Golden Eagle. Kinerja jet tempur KF-X secara keseluruhan lebih baik daripada : Falcon F-16 (F-16 Fighting Falcon), sifat siluman (stealth) dari (Dassault Rafale) Prancis dan Eurofighter Typhoon, tetapi biaya kurang dari jet tempur F- 35 Lightning II (F-35 Lightning II).

Kontrak formal dengan perusahaan industri kedirgantaraan Indonesia, PT DI ditandatangani pada 22 November 2015, wujud dari partisipasi Indonesia dalam kontrak program pembangunan KF-X.

kfx-4

Berdasarkan ketentuan dari kontrak, Indonesia membayar 20 persen dari biaya pembangunan, atau 1,7 Won. Enam prototype diproduksi sebelum tahun 2025. Angkatan Udara Korea Selatan akan membeli 120 pesawat dan Angkatan Udara Indonesia 80.

Awal bulan ini Desember, Amerika Serikat menyetujui ekspor 21 item utama non-inti bagi pembangunan KF-X untuk Korea Selatan. Untuk mempercepat proyek pembangunan KF-X, dibentuk kelompok yang didedikasikan untuk mengatasi masalah dalam proyek proses pembangunan pesawat tempur ini. Kelompok utama berjumlah 70-80 orang, diharapkan secara resmi dibentukk pada bulan Januari tahun depan.

kfx indonesia

KF-X adalah kursi tunggal, bermesin ganda, kecepatan puncak 1,97 Mach (Mach), panjang badan pesawat 15,7 meter, lebar sayap 10,7 meter dan berat lepas landas maksimum 24.000 kg. Dengan taktis data link (TADIL), Radar (AESA), pencarian dan melacak sistem inframerah (IRST), sistem standar elektro-optik (EOTS).

Storm.mg

Bagikan Artikel :

  32 Responses to “Pesawat KFX Mulai Dikerjakan Januari 2016”

  1. mantap…moga lancar

  2. syukurlah

  3. dulu saat awal kerjasama pembuatan KFX ni kalau gk salah kita kebagian 50an pesawat…..yg ini sdh jadi 80 pesawat…..????

  4. mw nanya bung diego…design yg sebenarny yg mn y???koq ada yg delta wing sm yg mdel raptor…
    thanks..

  5. Klo ri nyumbang 20% kebagian pespur’y cm 50…

  6. ifx pasti negara tetangga pd iri xiixi

  7. semoga bisa selesai lebih cepat dari target awal.amin
    biar negara maling kagak berani usil

  8. untung dong, 20%dapet 50

  9. semoga tidak mudah jatuh saat bermanuver,,,dan semoga keselamatan penerbangan mendapat prioritas utama selain persenjataan,radar dan kecepatan

  10. lo design sbnrnya yg mn? klo designnya pk sayap delta kok njiplak pny tiongkok j-20, klo mirip j-20 ya ama aj njiplak nda ubahnya spt tiongkok njiplak pny rusia dlm kasus sukhoi, wlo teknologinya dr amrik tp bodinya mirip j-20, klo pk sayap wing ya jg njiplak pny raptor ato f-35, yg penting bkn hny teknologi intinya tp jg dlm bermanuver apakh bs se-extrim su-35/j-10b klo manuver2nya sm dgn f-16 sm aj bohong nda beda jauh dgn viper, manuver sm dgn f-16 tp cm teknologi avioniknya aj yg keren

    • komentmu kok kayak kentut dalam sarung ….cobalah buka buka patriot garuda karena patriot garuda adalah tempat tepat untuk mengali info kemiliteran strategis,menambahwwasan kbangsaan&cinta tanah air.jangan lupa singah ya bung,disana bung dapat lihat karya monumental bung nara”list A1?,karya genuine beliu yang akan diramu analisis cantik bung yayan dan dapatkan clue menarik!dijamin penasaran bung terklimaxskan.hidup patriot gsaruda!

  11. Proyek ifx Memang sangat terlalu lama…keburu perang lsc meletus…indonesia hrs lbh cerdik dlm menggabungkan produk rusia dan usa korea..kelak bisa buat jet tempur asli produksi anak bangsa teknologi gabungan timur dan barat yg lbh canggih…teknologi rusia sepertinya lebih extrim dan sadis…

    • mungkin lamanya karna disitu ada kita Indonesia yg berkerjasama…….teknologi inti kan di ambil dari asu,,,,,jd terlalu bnyak halangannya bung,,tapi gk tau juga sih,,kita berdoa saja moga mega proyek ni berjalan mulus dan sukses.biar lambat asal selamat….

    • anda tau berapa lama India mengembangkan Tejas ? mengembangkan gak sama kayak merakit ya bung,, proyek ini belum lama dan masih prematur, dunia ini bukan surga ada waktu dan proses

      • @ shendy

        anda tau china berapa lama china mengembangkan j 20.
        hari gini anda masih berpikir pakai hitungan kertas..,pakai kalkulator donk….CURI .ILMUNYA ATW DIBONGKAR PESAWATNYA …DAN BUAT DUPLIKATNYA…!!
        berpikirlah yang realistis..dengan fakta..!
        xixixi

  12. @dul.. Bnar bung, kalo kita dapat 80 dri 200 pespur yg dbikin (korsel dpt 120 pespur) berarti kita “harusnya mbyar 40% dri total biaya”, dri clue trsbt.. Bisa disimpulkan emang kita mbyr segitu.. Tntng 20%.. Kyknya cuman sbg pendingin situasi kawasan doang deh.. Salam bung 🙂

    • @Armed….
      Hitungan anda sangat mencerminkan keadaan jual-beli patungan, sedangkan ini adalah kerjasama produksi bersama. Perhitungan saham tidak sama dgn proses jual-beli 80/200×100%. Bagaimana anda tidak memperhitungkan biaya penelitian, produksi, pembelian bahan baku, biaya infrastruktur, biaya alih teknologi dan lain sebagainya.
      Kalkulator pemerintah RI-Korsel tidak semudah yg anda bayangkan seperti halnya patungan membeli gorengan untuk dimakan bersama. KFX-IFX bukan barang jadi, butuh proses-proses yg melibatkan banyak pihak. Jadi hitungan dan pemikiran anda perlu dikaji ulang….
      Pendingin situasi kawasan atau pendingin harapan anda yg bimbang akan projek ini????

  13. Ada model terbaru dr Kfx nya, sebaiknya lebih cepat kelar proyeknya krn ditahun depan sdh muncul pesawat gen 5 buatan negara tetangga di asia.

  14. Sedikit OOT pagi tadi lihat ontonov 124 dari jakarta menuju tidak jelas http://s22.postimg.org/yquay4bfl/Untitled.png apa ada barang gaib lagi yg di kirim om Putin ke Jakarta ???

  15. Serem ya videonya…pantes amrik…takut…semoga lancaar aja!..

  16. melihat videonya sih keren juga,…..

    semoga besok wujudnya ngga meleset dari video tsb, & yg terpenting adalah kita, Indonesia harus mengambil sebanyak mungkin manfaat dari proyek tsb, meneruskan kesuksesan alih teknologi yg terjadi di poyek LPD (Landing Platform Dock) antara PT. PAL dgn Korsel.

 Leave a Reply