Sep 052018
 

Pesawat latih canggih, Boeing T-X © Boeing.com

JakartaGreater.com – Angkatan Udara AS atau USAF akan segera mengumumkan kontrak yang berpotensi senilai US $ 16 miliar untuk membangun 350 pesawat pelatih generasi baru kepada salah satu dari tiga tim pembuat pesawat yang bersaing.

Menurut pejabat, USAF akan memilih pesawat pelatih baru dalam beberapa minggu ke depan, pada akhir tahun fiskal. USAF mengharapkan penghargaan kontrak pada sistem pelatihan pilot lanjutan untuk menggantikan pesawat latih Northrop T-38 Talon pada 30 September nanti.

USAF telah menerima proposal akhir dari aliansi Boeing-Saab, Leonardo DRS dan tim Lockheed Martin – Korea Aerospace Industries yang bersaing untuk mendapatkan kontrak potensial senilai US $ 16 miliar untuk membangun pesawat pelatih angkatan udara berikutnya.

Cabang militer AS tersebut awalnya merencanakan untuk memberikan kontrak TX pada akhir tahun 2017 yang lalu, kemudian mendorong mundur tanggal pengumumannya menjadi bulan Maret 2018.

Berkenaan dengan proposal untuk kompetisi TX untuk USAF yang sedang berlangsung, Boeing dan Saab menawarkan semua sistem pelatihan pilot canggih dan baru yang dirancang khusus untuk misi pelatihan Angkatan Udara AS.

Pesawat latih canggih, Boeing T-X dilengkapi dengan “weapons bay” melakukan penerbangan perdana © Boeing.com

Menurut aliansi Boeing-Saab, platform TX baru tersebut termasuk pesawat latih, pelatihan dan dukungan berbasis darat yang dirancang bersama dari bawah ke atas.

“Dalam perlombaan yang sangat kompetitif untuk memberikan pengganti bagi pesawat militer T-38 Amerika yang sudah tua, Boeing TX adalah satu-satunya “tawaran yang lebih dari 90% dibuat di Amerika dan 100% dibuat untuk Angkatan Udara AS”, menurut aliansi Boeing-Saab.

Boeing mendesain, membangun dan menerbangkan TX pertama hanya dalam waktu 36 bulan. “Kami membangun budaya khusus disini dengan TX. Tim kami mendedikasikan banyak waktu dan bakat untuk itu, dan kami telah mencapai hal-hal luar biasa. Saya bangga menjadi anggota tim ini”, kata Ted Torgerson, direktur senior TX.

Desain pesawat latih canggih, untuk program TX USAF dari Lockheed – KAI © Lockheed Martin

Lockheed Martin dan Korea Aerospace Industries, Ltd. (KAI) telah menawarkan T-50A, yang di dasarkan pada desain pesawat T-50 buatan Korea Aerospace Industries. Menurut perusahaan, T-50A dibuat untuk melatih pilot pesawat tempur generasi ke-5 seperti F-22 Raptor dan F-35 Lightning II yang dilengkapi kemampuan canggih yang belum pernah ada sebelumnya.

“Pelatihan pilot lanjutan adalah kunci untuk memanfaatkan kapabilitas tersebut. Tidak ada cara yang lebih efektif atau terjangkau daripada pesawat latih T-50A untuk melatih pilot jet tempur generasi berikutnya untuk terbang, bertarung dan menang. Dengan lebih dari 150.000 jam terbang di airframe T-50, T-50A siap untuk diberikan lebih cepat dari jadwal”, kata Lockheed Martin dan Korea Aerospace Industries.

T-100, desain pesawat latih canggih, untuk program TX dari Leonardo DRS © Leonardo DRS

Peserta ketiga adalah Leonardo Diagnostic / Retrieval Systems (DRS) dengan desain T-100 yang berbasis pada pesawat latih M346 mereka. Sistem Pelatihan Terpadu T-100 (ITS) adalah solusi yang ditawarkan oleh Leonardo DRS dalam kompetisi TX untuk program sistem pelatihan pilot canggih Angkatan Udara AS.

T-100, pelatih jet lanjutan generasi berikutnya berdasarkan Leonardo M-346, adalah pesawat bermesin ganda, pesawat tandem yang dirancang untuk berbagai misi pelatihan yang memiliki keandalan jangka panjang dan hemat biaya operasional.

  5 Responses to “Pesawat Latih Baru USAF Akan Segera Diumumkan”

  1.  

    hampir se jatim LISTRIK darurat..
    mohon maaf ..

    •  

      Hari ini di tempat saya juga listriknya berkali-kali hidup-mati, bisa nuntut PLN akibat kerusakan perangkat elektronika gak ya? Soalnya masyarakat yg mau menghemat listrik koq bisa kena tuntut PLN…

      #EdisiMalam

  2.  

    si amer gsmpang sekali bikin pesawat baru y.

  3.  

    Desain TX dari Boeing-Saab lebih bergaya dan modern dibanding T-50A LM-KAI atau T100 Leonardo DRS

 Leave a Reply