Jul 072017
 

Pesawat latih MiG-23UB Angkatan Udara India mengalami kecelakaan di wilayah Jodhpur, India. © Defence Blog

Sebuah pesawat latih tempur Angkatan Udara India jenis MiG-23UB telah jatuh di Jodhpur Rajasthan dalam insiden kedua yang dilaporkan selama 48 jam terakhir, seperti dilansir dari laman Defence Blog.

Kedua pilot pesawat tersebut berhasil keluar dengan selamat sebelum pesawat latih tersebut jatuh di daerah Balesar, Jodhpur, India.

Menurut media India, sebuah pesawat latih tempur MiG-23UB kecelakaan sekitar 60 km dari Jodhpur saat menjalankan misi pelatihan rutin. Kedua pilot tersebut keluar dengan selamat.

Sebelumnya pada hari Selasa, sebuah helikopter Angkatan Udara India, berjenis Advanced Light Helicopter (ALH) yang terlibat dalam evakuasi banjir, hilang di jurang yang dalam di wilayah Arunachal Pradesh.

Sejumlah laporan menunjukkan bahwa puing-puing helikopter telah terlihat kemarin namun Angkatan Udara India belum mengkonfirmasi hal tersebut. Helikopter ALH tersebut berada di beberapa daerah untuk mengevakuasi orang-orang yang terdampar setelah tanah longsor yang disebabkan oleh hujan deras di Arunachal Pradesh.

Pada bulan Mei yang lalu, dua pilot tewas setelah sebuah jet tempur Sukhoi-30 jatuh di dekat perbatasan Assam-Arunachal Pradesh.

  8 Responses to “Pesawat Latih MiG-23UB Angkatan Udara India Kecelakaan di Wilayah Jodhpur”

  1. Saya dengar tentara india bnyk yg bunuh diri. Apa munkin ya pilotnya sengaja bunuh diri.

  2. Pilot nya berhasil keluar dengan selamat bos..ga di baca

  3. ko gk pake tejus ya yg baru dan super canggih

  4. Kok seing banget ya pesawat india jatuh….ada apa ya

  5. Proyek Pengadaan Pesawat N245 dan R80

    Pemerintah menambahkan program pengembangan industri pesawat ke dalam proyek strategis nasional.

    Perusahaan aviasi pelat merah PT Dirgantara Indonesia bakal memproduksi pesawat jenis N-245, sedangkan perusahaan milik BJ Habibie PT Regio Aviasi Industri bakal menggarap produksi pesawat jenis R80.

    “Memang sampai sekarang belum financial close, tetapi kebutuhan pendanaan keduanya sekitar Rp 20 triliun,” ujar Deputi Bidang Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo di Jakarta, Kamis (6/7).

    Dirgantara dan RAI bakal menjaring investor dalam proyek pengembangan pesawat itu. “Meskipun masuk ke dalam proyek strategis nasional, pemerintah tidak berikan jaminan apapun. Pendanaannya sepenuhnya pure dari swasta, mereka boleh joint dengan beberapa perusahaan lain,” ujar Wahyu.

    Menurutnya, kedua perusahaan tengah mencari investor dan calon pembeli kedua jenis pesawat pengangkut tersebut. Kedua perusahaan penanggungjawab proyek itu diharapkan bukan hanya memenuhi permintaan pesawat dalam negeri, tapi juga untuk pasar ekspor.

    Dirgantara bakal membuat pesawat jenis N-245 di fasilitas produksinya di Bandung. Adapun RAI bakal memproduksi R80 di Kertajati. Kedua pabrikan juga didorong bukan hanya menggeluti proses perakitan, tapi juga sampai ke industri perawatan mesin pesawat (maintenance repair overhaul/MRO).

    “Dirgantara belum mengestimasi mau produksi berapa unit N-245. Tapi, RAI sudah menargetkan minimal produksi 160 unit R80, di angka itu dia baru break even,” ujar dia.

    Pemerintah berharap Indonesia dapat memproduksi pesawat secara berkelanjutan dengan masuknya program pengembangan industri pesawat di dalam proyek strategis nasional. Dua produk pesawat yang masuk ke dalam proyek strategis nasional yakni N-245 dan R80 merupakan dua model pesawat jarak menengah.

  6. Kok malah d latih dg Yak-152 Bung Pragota…? bukannya pesawat latih yg sama2 bermesin jet ada Yak-130….

    • Dibeli dua-duanya sekalian bung. Yak-152 untuk latih mula. Yak-152 untuk latih lanjut, sekaligus bisa untuk serang darat ringan. Kan India duitnya banyak. Tapi keasikan belanja jangan sampai membuat India kurang memperhatikan aspek perawatan.

  7. Mig 23 UB diproduksi antara th 71-75 wajar usianya 45’an th. Sudah rentah..

 Leave a Reply