Jan 282017
 

Pesawat CN-235 MPA. (ANTARA/Syarif Abdullah)


Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia, Budi Santoso, mengatakan bahwa pesawat terbaru, yaitu tipe N-245 ditargetkan mulai terbang pada tahun 2018 mendatang.

“Masih dalam desain, jadi Insya Allah kita mulai karena ini pesawat derivatif (turunan) dari CN-235, jadi bukan pesawat baru 80 persen komponen sama dengan CN 235 dan 295. Jadi, kita targetkan 2018 sudah bisa terbang,” kata Budi, saat ditemui Antara di Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Jakarta, Selasa (24/1).

Budi menjelaskan bahwa target pembuatan pesawat tersebut bisa dikejar pada 2018 karena dinilai tidak seberat dalam pembuatan pesawat N 219. “Kalau 219 itu buat semua baru, kalau 245 kita buat ekornya saja, jadi yang lain sama, sertifikasinya sama melanjutkan yang 235,” jelasnya.

Saat ini, PT Dirgantara Indonesia tengah mengurus sertifikasi yang dibantu oleh perusahaan manufaktur pesawat yang bermarkas di Toulouse, Prancis, melalui kerja sama. Hal itu dilakukan untuk mempercepat proses sertifikasi pesawat di bawah tipe ATR 72 tersebut.

“Kalau kita ingin mensertifikasi produk, katakanlah ke EASA atau FAA (Federal Aviation Administration), kalau kita apply (mengajukan) langsung, maka dapat urutan paling buntut (akhir),” kata Dirut PT Dirgantara Indonesia.

Airbus mendukung proyek ini karena akan melengkapi seri sebelumnya, yaitu CN 235 dan CN 295. Meskipun dalam proses sertifikasi dibantu oleh Airbus, Budi menegaskan ide dan desain murni hasil karya anak negeri.

Pesawat N-245 merupakan pesawat kecil untuk daerah komersil yang jika dikembangkan bisa berkapasitas 30-50 penumpang seiring dengan perkembangan teknologi yang semula hanya 10-12 penumpang.

Sumber: Antara

  9 Responses to “Pesawat N-245 Ditargetkan Mulai Terbang pada Tahun 2018”

  1. alhamdulillah

  2. Tinggal bikin lagi selanjutnya Hercules versi PTDI Indonesia. Mesin 4 turbopropeler,setara A400 diatas Hercules c130j. Ntar kali bisa ya usah beli Hercules,a400,alias penuhin sendiri di dalam negeri. Baik keperluan sipil,militer,dan exportir. Ditunggu hasil karya berikutnya PTDI,kita bangga Indonesia BISA..

  3. akhirnya ada berita perkembangan N 245…
    bagi saya cukup up date beritanya saja sudah senang.. ha ha ha

  4. boleh tahu ndak, mana yg lebih banyak local contentnya dan cepat selesai antara pesawat produk PTDI dan Rai/habibi nanti kalo jadi?? keduanya harus didukung tapikan swasta sama bumn kan beda? kalo bisa jangan bersaing di kelas yg sama kalo tdk menguntungkan kduanya. yg sekelas N219 sepertinya bagus apalagi yg bermesin jet belum ada kan. .?

 Leave a Reply