Dec 122015
 
ptdi

ilustrasi

Bandung – PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) sedang menyiapkan pesawat N245 untuk 50 penumpang, setelah proyek N-219 yang akan terbang perdana tahun 2016. Rencana pengembangan ini disampaikan Kepala Lapan Thomas Djamaluddin saat roll out pesawat N-219 di Bandung, Jawa Barat, 10 Desember 2015.

“Selanjutnya, N245 untuk 50 penumpang. Ini sudah mulai disiapkan. Berikutnya generasi N270 untuk 70 penumpang,” kata Thomas Djamaluddin.

Lapan ditunjuk pemerintah lewat Peraturan Pemerintah Tahun 2008 sebagai lembaga riset dan pengembangan pesawat terbang, dan PT Dirgantara menjadi pengembang manufaktur pesawat.

“Pada 2011, Lapan secara resmi membentuk Pusat Teknologi Penerbangan,” ujar Thomas. Pembuatan pesawat N219 menjadi kerja sama perdana antara Lapan dengan PT DI.

Pengembangan N219 bersama PT DI akan menyedot dana Rp 500 miliar hingga pesawat itu mendapat sertifikasi laik terbang dari pemerintah yang ditargetkan pada 2017. Pengembangan N219 juga masih terus berlanjut dengan pengembangan variasi lainnya, sesuai kebutuhan user.

Adapun rencana pembuatan N245 sudah memasuki tahap desain lewat pengujian di fasilitas wind-tunnel atau terowongan angin. “Sudah mulai konsep desain awal, beberapa sudah mulai pengujian,” kata Thomas Djamaluddin.

Dia mengaku, biaya yang dikeluarkan masih terhitung kecil tanpa mau memerincinya. Lembaganya bersama PT DI berencana mengajukan pendanaan khusus pada pemerintah untuk membiayai pembuatan prototipe N245.

Thomas mengaku belum bisa menaksir dana yang dibutuhkan untuk pembuatan pesawat N245. “Belum ada gambaran, tapi yang jelas lebih mahal dari ini (N219),”.

Sementara Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dirgantara Indonesia, Andi Alisjahbana, mengatakan, pesawat N245 merupakan generasi terbaru dari pesawat CN235 yang sudah diproduksi PT Dirgantara. “Kami lagi membangun pesawat CN235 yang dimodifikasi menjadi N245,” kata Andi di Bandung, Kamis, 10 Desember 2015.

n-245 ptdi

Andi mengatakan, perbedaan mencolok dengan pesawat CN235 ada pada bagian ekornya. Pesawat N245 dirancang dengan memodifikasi bagian ekor pesawat CN235 yang memiliki ramp-door atau pintu belakang yang bisa dibuka. “Pintu belakang itu dicopot sehingga bisa membawa penumpang yang tadinya 42 penumpang menjadi 50 penumpang,” katanya.

Menurut Andi, ramp-door atau pintu belakang itu menjadi kelebihan CN235 untuk memenuhi fungsi ganda pesawat tersebut, yakni sebagai pesawat sipil sekaligus pesawat militer. “Pintu belakangnya besar sehingga bisa nerjuni orang. Nah, N245 itu dicabut supaya lebih ringan karena pintu itu berat,” ujarnya.

Andi mengatakan, dengan mencabut pintu besar itu, N245 dirancang lebih ringan kendati ukurannya bakal lebih panjang agar memuat penumpang hingga 50 orang.

Dia optimistis pengembangan pesawat N245 bakal lebih cepat dibandingkan saat mengembangkan N219. “Basisnya sudah ada. Tahun 2019 itu diharapkan sudah selesai dan bisa dijual,” kata Andi.

Tempo.co

  26 Responses to “Pesawat N-245 Ditargetkan Terbang Tahun 2019”

  1. wow keren PT. DI. Semoga jadwalny tepat waktu semua dan ga ganggu delivery pesenan yg udah masuk.

  2. Btw apa proyek pmbuatan n245 ini nanti ga menimbulkan masalah dng casa? Kan ini dri cn235 cuman tanpa ramp door.. + nambah kursi penumpang, Ataukah nanti ada perbedaan avionik ataupun speck2 yg lain? Hmm 😮

    Apapun itu semoga lekas terealisasi.. Amen 🙂

    • Kalo ga salah kedua negara berhak melakukan pengembangan scr sepihak atau bersama-sama dari platform cn-235 spt yang dilakukan Casa mjd c-295.

      Tapi kenapa tdk langsung loncat ke kelas n-270?

      Memang pasar pesawat kelas 40-50 kursi masih besar? Karena ATR sudah lebih duluan beranjak ke kelas pesawat dg 70 kursi

      • bung @beriev, kalo dr 219 longcat langsung ke 270 kasihan DI nya, gak ada pemasukan buat modal buat bikin itu pesawat, kalo ke 245 kan biaya pengembangannya kan lbh murah karena cuma ‘modifikasi’ 235 (cuma ganti mesin GE ke PW, copot rampdoor), 245 masuk produksi kan hasilnya bisa buat modal 270
        menurut ane pasar pesawat kyk N245 msh ada, cocok buat transportasi komuter alternatif Kereta Api he he he lbh murah dr pesawat jet

  3. N219 jual sebanyak2nya lebih dulu, supaya bisa utk riset model selanjutnya.

  4. Pesawat penumpang…

  5. Terus tingkatkan dan pesanan tetap terpenuhi sesuai jadwal

    • Edited by XxNotTruexX at 11-12-2015 08:56 AM

      Tahniah … Pelancaran rasmi N219 ini membuktikan keberhasilan Proton mentransformasi dirinya ke industri dengan tingkat teknologi lebih tinggi … Industri Kereta Terbang …

      Tanpa bantuan dana dari 1MDB dan juga pakar-pakar kereta terbang dari beberapa university terkemuka di Malaysia .. tak mungkinlah Proton Terbang ini terwujud dan dilancarkan ke hadapan publik ….

      http://mforum.cari.com.my/forum.php?mod=viewthread&tid=929305

      BUSYET DEH MALON…. YG INI DIKLAIM JUGA KATANYA KEBERHASILAN PROTON WAKAKAK PARAH

    • wah…. kebanyakan mimpi nich orang malaysia
      jelas2 disitu terpampang tulisan “LAPAN” bukan proton
      piye to pakcik… pakcik…..

  6. Roadmapnya jelas. Tinggal dukungan yg konsisten dr semua pihak terutama dr pemerintah.. Berharap suatu saat bung Brotosemedi dan kawan2 yg diluar bisa pulang dan membantu indutri dirgantara Indonesia..

  7. tidak usah banyak cakap,, hasil akhir membuktikan bangsa kita sudah tidak layak di sandingkan dng tetangga smenanjung yg semakin jauuuuhh tertinggal , maju terus ot DI dan NKRI

  8. N270, apakah tidak sekalian PT Lapan dan PT DI besrsinergi dgn PT RAI membangu R80?

  9. Santai bos…anggota fpda gk akan tenang kalo NKRI masih berdiri…

  10. kalau 50 penumpang lebih baik n250 aja d sempurnakan. wong sama-sama 50 juga. kenapa harus mulai dari baru lagi.

  11. komen kok bisa ilang ne. tu n250 juga sama-sama 50. itu aja dikembangin kenapa yach. masak harus mulai dari awal. kan boros biaya juga jadinya.

    • bung @jj, beda kelas 250/50 keatas, 245/50 kebawah,
      pengembangan serupa 250 sudah ada di roadmap lapan 270 kita sabar aja tahap demi tahap he he he,
      gak boros, justru kalo mulai 250 lg justru lbh boros

  12. yang saya bingungkan kenapa PT. DI dan LAPAN tidak bekerja sama dengan PT. RAI, kan awal mula berkembangnya industri pesawat Indonesia berkat P. BJ HABIBI. Saya bingung trhadap pemerintah, seandainya BUMN yg berkaitan dengan transportasi bekerja sama dg pihak P. Habibi, mungkin negara ini akn lebih mudah menxiptakan alat transportasi sendiri,,,, P. Habibi kn bisa bikin pesawat, kereta, dll.

  13. Indonesia lepas landasss

  14. wkwkwkwkwkwk…

  15. N245,n270, adalah kerjasama dg airbus untuk menjaring market pesawat karena dasarnya n235 yg di mod jd tdk banyak makan biaya dan kita bisa gabung dgn airbus untuk kebutuhan pesawat kecil sampai besar.edangkan r80 murni indonesia yg merupakan rancangan awal untuk pesawat yg lbih besar tetapi bermesin propeler agar tdk bentrok dgn airbus kmudian hari.istilahnya sinergi.

  16. Like..and very very agree…

  17. Waduhh..jgn jd katak bwah tempurung mas..skali2 keluar dong dari daerahnya spaya mental kamu lebih terasah..semua kjadian itu pasti ada hikmahnya,sipadan dan ligitan lepas dari kita itu karna kita jga yg ngak ambil tahu pulau2 terluar kita..hikmahnya disini ya lihatlah sekarang pemerintah uda pada melihat setiap inci tanah nkri yg dulunya dilupakan dan d anak tirikan..

  18. Kok terkesan terburu-buru sih N-219 saja baru saja roll out dan uji terbang serta sertifikasinya saja belum dan produksi N-219 saja belum jadi bingung statment kepala lapan… “Pengembangan N219 bersama PT DI akan
    menyedot dana Rp 500 miliar hingga pesawat itu
    mendapat sertifikasi laik terbang dari pemerintah
    yang ditargetkan pada 2017. Pengembangan N219
    juga masih terus berlanjut dengan pengembangan
    variasi lainnya, sesuai kebutuhan user” nah bingung kan buat laba BEF utk mengganti biaya riset dan pengembangan N-219 saja masih nunggu produksi tahun 2017 ini mo riset kembali N-250 sedangkan pasar N-219 Saja belum terbentuk
    ya mending mengembangin UAV/Drone LSUnya yg dipake TNI agar bisa dicantelin bom ato camera yg yg lebih canggih seperti halnya UAV Predator ato Reaper jadi kita gak usah beli Drone yg harganya setara F-16 baru

  19. Tolong teman2 , perhatikan maksud komentar ini. Juga administrator, seyogyanya tidak ada lg komentar yg provokatif. Was

  20. HArus dipersiapkan riset-riset kemiliteran nya….

    BTW, bangsa cerdas akan selalu bijak,… koment yang baik akan di apresiasi… koment yang buruk/menghina akan berbalik menghina..

    mulai koment yang cerdas,.. bukan yang membina kebencian antar sesama…

 Leave a Reply