Pesawat N219 Direncanakan Mulai Produksi Massal pada Tahun 2017

49
8
Pesawat N219. (defence.pk/pr1v4t33r)

Dalam peringatan hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-21, simulator pesawat N219 diujicobakan di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir, berharap bahwa pesawat karya Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) dan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) ini bisa segera diproduksi massal.

“Diharapkan pesawat ini tahun 2017 bisa diproduksi massal. Di akhir 2016 baru diuji coba terbang,” ujar Nasir di peringatan Hakteknas di Solo, Rabu (10/8).

Sementara itu, Kepala Lapan Thomas Djamaluddin mengatakan bahwa pesawat dengan segmen penerbangan perintis ini masih dalam proses sertifikasi landing gear dan sayap. Ia berharap, proses pengembangan N219 dapat berjalan sesuai jadwal.

Penampilan perdana pesawat N219 di hanggar PT Dirgantara Indonesia (PT DI) Kota Bandung, Kamis (10/12/2015). (Republika/Edi Yusuf)
Penampilan perdana pesawat N219 di hanggar PT Dirgantara Indonesia (PT DI) Kota Bandung, Kamis (10/12/2015). (Republika/Edi Yusuf)

“N219 saat ini dalam proses sertifikasi. Ditargetkan 2016 terbang perdana, sertifikasi selesai 2017, produksi mulai 2017, dan penyerahan pesawat kepada pemesan mulai 2018,” kata Djamaluddin.

Pesawat N219 merupakan pengembangan dari NC212 yang sudah diproduksi oleh PT DI di bawah lisensi CASA. Pesawat yang diperuntukkan untuk 19 penumpang ini dirancang memiliki kecepatan jelajah maksimum 395 km/jam dan kecepatan jelajah ekonomis 352 km/jam, dengan muatan maksimum 2500 kilogram.

Pesawat N219 mampu lepas landas dalam jarak 500-600 meter sehingga dapat dioperasikan di daerah-daerah terpencil. Pesawat ini terbuat dari logam dan disiapkan untuk mengangkut penumpang maupun kargo.

Sumber: Suara Pembaruan

49 KOMENTAR

    • Yg lain berlomba-lomba bikin jet tempur generasi 5 bahkan ada yg sudah punya purwarupa generasi 6, kita ko malah mengalami kemunduran ya? dengan rencana produksi masal pesawat model perintis kemerdekaan 45 n-219 seperti di atas.
      Mau dibawa kemana negara ini????

      • Bukannya malah terbalik bung?, cara berfikir anda malah yg spt nya mundur.
        kalau hanya ikut2an bikin pespur saja ,
        akan tapi pengadaan jenis pesawat komersil perintis yg hemat BBM dan jml dibutuhkan banyak malah masih import terus, padahal punya pabrik pesawat disini,
        apa nggak di ketawain sama si Kasino?, Gile loe Ndro.
        Bisnis ya bisnis, dan itu ke arah profit , kemajuan ,ilmu dan kemandirian bangsa.
        pespur kan sudah lewat IFX.

        Mau dibawa kemana negara ini???? kalau cara berfikir rakyatnya macam begini terus?

  1. cie,,,,cie,2017 mau produksi masal.berarti sertifikasi dah kelar nehh.berarti 2017 ada kiriman dari airbus donks,bisa si topan,si atlas atau pesawat peringatan dini,atau beli heli AKS lagi.ditunggu…ditunggu.kecuali ditikung di belokan terakhir…goyang bro

  2. Setelah di produksi massal, dimodif jadi pesawat amfibi, semua kursi penumpang dihilangkan, di beri radar, diberi hardpoin 1 di setiap sayab untuk roket 80mm (rudal kemahalan), dibagian hidung ditambah cannon 30mm.
    Jadilah pesawat patroli maritim kecil murah meriah mematikan. Hhi”
    Semoga tidak sekedar mimpi saya saja..

  3. Keduanya KK !
    khusus NC212. diawali dgn license C212-100 sejak 1976 , dan kerjasama pemasaran.
    dan skr NC212-400 , NC212i hanya di produksi di indonesia.
    krn semua mesin & Jig sudah dipindahkan ke PTDI dr spanyol.

    untuk N219 sudah mandiri, dan skr dlm proses design N245 dan N270.
    kalau pemerintahnya sungguh2(dana R&D cukup),
    mudah2an PTDI bisa sekelas airbus military division.
    Salam.