Sep 242013
 
Pesawat N-250 buatan IPTN - sekarang PT DI (photo; PT DI)

Pesawat N-250 buatan IPTN – sekarang PT DI (photo; PT DI)

NAM Air, Maskapai Group Sriwijaya Air berencana memakai pesawat R80 (Neo N-250) yang saat ini dikembangkan PT Regio Aviasi Industri. Menurut Direktur Utama Sriwijaya Air Chandra Lie, pihaknya yakin dengan peswat R80 yang merupakan produk dalam negeri dan ingin menjadikan NAM sebagai maskapai pertama yang menggunakannya.

“Pada saat launching NAM Air besok, kita juga akan menandatangani kontrak pemesanan 50 pesawat R80 plus 50 pesawat lagi sebagai opsi tambahan,” ujar Chandra.

Selain berkomitmen mendukung produksi dalam negeri, Sriwijaya Air juga berkomitmen untuk melatih sendiri para pilot dan kru kabinnya dengan cara hampir semua lulusan NAM Flying School langsung diserap oleh Sriwijaya Air.

“Kami butuh pilot 28 set per tahun, karena target kami tiap tahun tambah tujuh pesawat, satu pesawat perlu 4 set pilot. Belum lagi untuk NAM Air, kami butuh lebih banyak lagi pilot karena target kami 10 pesawat per tahun,” ujarnya.

PT Regio Aviasi Industri (RAI) menggandeng lima maskapai nasional untuk mengembangkan pesawat komersial R80. Kelima maskapai itu antara lain Merpati, Citilink, Wingsair, Sky Aviation dan Kal Star.

Komisaris PT Regio Aviasi Industri Ilham Habibie mengungkapkan, pengembangan pesawat R80 membutuhkan masukan dari kelima maskapai tersebut. Masukan itu diantaranya mengenai kemampuan pesawat, desain interior, mesin, kargo, kondisi kokpit dan sebagainya.

“Kami sudah mulai kick off meeting di Bandung dan pertemuan lainnya. Diharapkan masukan itu bisa membuat pesawat ini menjadi lebih baik,” tutur Ilham Habibie.

Pengembangan pesawat R80 akan mempertahankan beberapa aspek pada pesawat N250 yang dibuat BJ Habibie. Namun, pesawat R80 sekitar 70% berbeda dengan pesawat N250. Badan pesawat lebih besar dengan jumlah kursi bertambah dari 60- 80 menjadi 80 kursi. Mesin dan sistem pengendalian juga berbeda.

Ilham Habibie Mencoba hidupkan kembali N-250 lewat Pesawat R80 (photo: detik.com)

Ilham Habibie Mencoba hidupkan kembali N-250 lewat Pesawat R80 (photo: detik.com)

Penggunaan bahan bakar pesawat baru ini diharapkan lebih ekonomis dibandingkan pesawat lainnya yang biasanya menghabiskan 50% bahan bakar. “Kami harap ini lebih hemat, karena faktor terbesar dari industri bergantung pada bahan bakar,” terang dia.

Ilham Habibie berharap, pesawat R80 ditaksir bernilai US$ 500-600 juta dan jauh lebih murah dibandingkan buatan Eropa yang di atas US$ 3 miliar. Pesawat R80 direncanakan dapat terbang perdana pada 2016 apabila proses sertifikasi laik terbang dari Kementerian Perhubungan telah terbit. Adapun penyerahan pesawat kepada pelanggan pertama pada 2018.

“Pesawat R-80 berjenis komersial dan diharapkan dapat dipesan oleh lima maskapai tadi,” tuturnya.

PT DI sebagai kontraktor utama dan mitra dalam menangani program sejak awal, perancangan, sertifikasi sampai dengan pembuatan pesawat serta serial dan melakukan pemasaran bersama. Kerja sama ini diharapkan menghasilkan pesawat dalam negeri pada 2018. “Kerja sama ini juga bertujuan mengembalikan kejayaan PT DI sebagai pembuat pesawat terbang,” tandas Ilham Habibie.(tribunnews.com)

Bagikan Artikel :

  29 Responses to “Pesawat Neo N-250 Terbang Tahun 2016”

  1. baguslah optimis saya bertambah satu hehe yaitu tahun 2025 Indonesia melalui Ilham Habiebie telah mampu meproduksi pesawat terbang komersial dalam negeri. Terbangkanglah engkau wahai “Garuda”.

  2. Ilham Habibie berharap, pesawat R80 ditaksir bernilai US$ 500-600 juta dan jauh lebih murah dibandingkan buatan Eropa yang di atas US$ 3 miliar.

    Kok mahal ya, versi stretched Dreamliner cuma US$ 290 juta…(ini biaya pengembangan atau harga per unit?)

    (“We have no comment but we are having discussions with our customers about the potential for the 787-10X,” a Boeing spokesman said, referring to the working name given to the project while Boeing targeted potential customers. The 787-10 Dreamliner — a “stretched” version of an existing model — would compete in part with Airbus’s next-generation A350, which carried out its maiden flight on Friday
    The 787-10 is expected to have an official price tag of around $280-290 million per plane, $40 million or so more than other 787s, and is due to enter service in 2018-19.Jun 16, 2013 12:56pm EDT-Reuters)

    • Kelihatannya biaya pengembangan mas. Untuk pengembangan pesawat lain yg 3 milyar US$ sudah sangat bagus. Tapi 500-600jt US$ utk pengembangan R80 sangat murah sekali.

      Kalau benar segini, bisa saya prediksi R80 menggunakan desain N250 “sepenuhnya”. Desain pengembangan yang baru jadinya: memperpanjang badan (fuselage) sekitar 3 meter, memperbesar power mesin, avionic ditingkatkan, landing gear diperkuat sedikit, dst. Ini yg utama, dan tentunya sangat “murah”.

      Bahkan bisa jadi sayap tidak perlu redesign/diperkuat lagi utk mengangkat 80+ penumpang. Kalau tidak salah sayap N250 dulu terlalu kuat utk 60-70 penumpang. Bila demikian, maka 3,5 unit pesawat yang sudah ada sekarang bisa “dipakai lagi” utk sertifikasi ! Tinggal penyesuaian disana sini. Dan cost terbesar nantinya tinggal pada proses sertifikasi, shg 500-600jt US$ cukup reasonable.

      Yang masih kelabu adalah soal copyright desain N250 PT DI (pemerintah) hubungannya dengan PT Regio (swasta).

      • Betul, tapi untuk masalah terakhir ini, pemerintah sebaiknya pura2 lupa aja dan berpikir dalam konteks Indonesia Inc. (toh selama ini juga ‘lupa’ dan dibiarkan mangkrak).

        Alhamdulillah ada yang melanjutkan sehingga menciptakan lapangan kerja dan proses nilai tambah…

        • Setuju, Indonesia Inc. memberi saya pencerahan dgn skema bagi hasil. Katakanlah PT DI mendapat porsi 70% dan PT Regio 30% dalam proyek Neo N250. PT DI bisa dibilang tidak perlu keluar modal lagi krn sudah lunas invest, tinggal sisanya 500jt US$ (30%) PT Regio sampai sertifikasi. Klop.

          Dgn 1 tahun redesign, 2 th sertifikasi, maka akan selesai akhir 2016 kalau dimulai sekarang2.

  3. Seperti mimpi habibie, pesawat ini dapat menyatukan ribuan pulau-pulau di indonesia, sehingga perekonomian indonesia semakin maju dan menggurita, inilah awal kebangkitan macan asia…. 😀 semoga…

  4. Berita yg ada dlu mesin diganti yg lbh rendah, kontrol fly-by-wire dicopot untuk menekan harga. Downgrade dunk…

  5. Pastinya lebih baik daripada buatan china yg sering bermasalah aka abal2. Kesamaannya dgn boeing dan airbus: sudah ada yg beli walau pesawatnya belum ada. Salut. Lanjutkan membuat pesawat2 yg laku dijual supaya keuntungannya bisa buat R&D (termasuk R&D jet tempur n UAV)

  6. sy bangga..smoga peswat R80 sukses.

  7. Semoga sukses. Tidak mudah dan tidak banyak negara yang mampu bikin pesawat terbang, maka itu neo- 250/ Regio Prop 80 sebagai pesawat kebanggaan Indonesia harus kita dukung. Dan tentu, membanggakan jika naik pesawat bauatan anak negeri. Go go go..

  8. Thanks Bpk Ilham, lanjoot Gan!

  9. It is too good to be true …. Semuanya masih gak jelas skema kerja-sama …. hingga kini MoU PT Regio Aviasi Industri (RAI) dengan PTDI belum ada sama sekali …. dan yang paling penting siapa yang bakal menyediakan dana pengembangan R80 tersebut ….

  10. Alhamdulillah bangsa ini dikaruniakan kecerdasan, semoga kedepannya kita juga bisa membuat mesin2 penggeraknya untuk pesawat yg kita bikin, agar lebih lengkap lagi kebanggaan kita

  11. akhirnya, smg lancar jaya n g lg jadi korban konspirasi politik spt dmasa krismon dahlu.

  12. go to hell IMF

  13. “Kita sedang buat studi pasarnya. Apakah mau pakai desain yang lalu atau ada perubahan di N-250,” ujar Dirut PTDI kepada detikFinance, Selasa (5/2/2013).
    Menurutnya, paling cepat 6 bulan ke depan hasil studi pesawat yang telah dikembangkan sejak akhir 1980-an ini muncul.

    – –
    Tidak terasa hampir 8 bulan berlalu dan belum ada berita tentang kesimpulan studi pasar tsb.
    (Memang disebut ‘paling cepat’ tapi paling lambatnya kapan, pebisnis / kebutuhan pasar paling tidak suka pada ketidakpastian, jika peluang tidak cepat diisi akan direbut orang lain).
    Atau memang sudah ada tapi PTDI menyimpulkan tidak feasible dan lebih konsentrasi ke N-219?

    Sebaiknya jika diputuskan tidak feasible / give up, seluruh file elektronik gambar2 rancangan dihibahkan saja kepada pihak yang masih bisa memanfaatkan / menciptakan lap. kerja, daripada mubazir. Yang penting masih sama2 merah-putih.

  14. Kalau melihat uraian Om WH, new design utk R80 tidak mungkin dengan budget 500-600 juta usd. ilham Habibie sendiri akui mengambil 30 persen design N250.
    Mengapa porsi disain n250 kecil ?.
    Hal ini bisa jadi terkait dengan suku cadang dan teknologi N250 yg dibangun belasan tahun lalu. Mungkin banyak vendor penyuplai suku cadang N250 sudah bubar. Lagian size penumpang utk 60 kursi tanggung utk saat ini, makanya pt regio perpanjang badan pesawat menjadi 80 penumpang. Dgn semakin banyak penumpang, ongkos operasional lebih murah. Mesin pesawat juga akan diubah oleh PT Regio….agar pesawat lebih ekonomis namun powerfull.

    Mungkin N250 tidak akan pernah terbang lagi, krn dgn design seperti itu, hitung-hitungan cost operasionalnya tidak efesien utk jaman sekarang. Yang ada Neo-250…. Pesawat N250 yang di-streched. Mirip dengan cn-235 yang di-streched menjadi N-295.

    Menurut saya Neo N250 adalah pesawat R80 yang akan diangun PT Regio. Kalau PT Regio berupaya menerbangkannya pada tahun 2016, berarti PT DI tidak akan kembangkan varian mereka sendiri. Bisa jadi maksud orang PT DI 8 bulan lalu itu, adalah R80.

  15. Mantap N250 Bakal mengudara, tolong orang-orang politik jangan ngrusuhi.

  16. Akhirnya mimpi Habibie bisa diteruskan, dan pasti lebih bangga karna yg meneruskan adalah anaknya sendiri…. good luck… Indonesia bisa

  17. Alhamdulillah indonesia mulai mengembangkan lagi pembuatan pesawat nya, semoga di taun 2016 mnjadi taun yg pasti buat perdana pnerbngan nya,jgn di tunda” lg..mau sampai kapan indonesia impor dr luar mulu, lebih baik ezpor sbnyak” nya agar indonesia mnjadi pengexpor pesawat di taun brikut nya..thx buat bpk,ilham habiebie,sbrpapun harga nya yg penting kita bisa bikin pesawat lg..semangat indonesia…

  18. Jadi ingat pada saat itu ikut optimize structure wing box N250 PA-2..dan berhasil terbang..Selamat dan selalu semangat..kami mendukung..semoga dirgantara kita semakin jaya…

  19. kalau gw milyarder, gw pasti beli 1 buat pesawat pribadi, bravo Pak Habibi..!!!
    maju terus indonesia!!!!
    cuman, gw penasaran, mesin nya buatan mana ya…..
    kan nggak 100% buatan lokal itu…

  20. Maaff Sob, baru bisa komentar. Mohon Maaff ntuk tgl,bln, tersebut. Ane lagi di Bui, Mohon Maaff. Sob,. Baru Terealisasi. Insya’alloh,hehehe Syukron jazilah. Grub Bagian Kiri..

  21. Sekarang sudah Nopember 2016… 1 bulan lagi terbang…

  22. Bgmn kabar pengembangan R80 ini sekarang? Ini sdh nov 2016 Apa awal nya kok bermesinkan jet ya, belakangan kok turbo prop (baling2), apa ada redesign total?

 Leave a Reply